Supreme God System

Supreme God System
Chapter 177 : [PMP] Di patahkan oleh perasaan! (17)


__ADS_3

Selama beberapa menit Qin Chen diceramahi oleh istri kecilnya yang manis didepannya, ia mendengarkan dengan mengangguk kecil, saat melihat istri kecilnya yang tengah memarahinya, ia tersenyum senang, karena istrinya tidak lagi murung bersedih.


Qin Chen dijelaskan tentang jangan menggunakan senjata yang berlebihan, contohnya seperti tadi yang ia gunakan kelas Surgawi untuk memotong daging ikan.


Ia juga menjelaskan bahwa hal kepada Qin Chen tentang apa yang ia ketahui di dunia kultivator, ya karena Qin Chen belum sepenuhnya tahu dunia kultivator ini, tapi kekuatannya melebihi ekspektasinya.


Selama itu pula, Qin Chen memotong sambil mendengarkan penjelasan istrinya tentang dunia kultivator. Tanpa Qin Chen sadari, ia sudah menyelesaikan semuanya dengan cepat tanpa menggangu istrinya yang menjelaskan.


Ia sekarang ini mulai berkata, "Baiklah, aku paham sekarang. Jadi, untuk sekarang kita akan menyiapkan makanan untuk makan malam, kamu mau dimasakkan apa?"


"Apa saja, selagi kamu yang memasakkannya, aku akan makan.."


Setelah mendengar jawaban istrinya, Qin Chen kini mulai menggunakan ingatannya tentang bumi, dengan segala masakan yang enak ada disana. Ada pula julukan sang lidah Dewa yang bisa mencicipi makanan tersebut kekurangan apa, bahkan bisa sangat detailnya.


Mengandalkan ingatannya tentang bumi, ditambahkan dengan kemampuan yang ia miliki sebagai Dewa, kini Qin Chen membakar ikan yang sudah di potong tadi.


'Qin Qui, aku membutuhkan kasur, selimut, panci, lalu perlengkapan dapur semuanya. Kamu potong saja Poin Tukar sesukamu.. nanti akan aku buatkan juga untukmu.'


[ Poin Tukar akan di gantikan hasil masakan Tuan, Qin Qui akan menyiapkan semuanya di inventory. ]


'Baiklah.'


Qin Qui mulai memasukkan apa yang dibutuhkan Qin Chen ke dalam inventory, sistem Qin Chen adalah Sistem tertinggi, dimana setiap kali Upgrade akan mendapatkan fitur baru, dan sekaligus barang-barang baru tak terhitung jumlahnya di tokonya.


Selama ada Poin Tukar, Qin Chen bisa membeli apa saja yang ia inginkan di tokonya, dan itulah kenapa Qin Qui mempunyai barang-barang dapur untuk digunakan Qin Chen.


Di tungku lain, Qin Chen meletakkan panci untuk memasak lobster, udang, kerang untuk dijadikan seafood saus tomat yang enak. Seafood saus tomat adalah makanan kesukaan Qin Chen dibumi, karena rasa khas sausnya yang sangat lezat, dan bikin ketagihan saat memakannya.


Pertama-tama ia menghaluskan bumbu-bumbunya dengan kemampuan yang ia miliki, ia menerbangkan bumbu-bumbu keatas langit dengan kedua tangan mengeluarkan Telapak Dewa untuk menghaluskan bumbu-bumbunya.


Boom!

__ADS_1


Suara dentuman keras bisa terdengar di sekitar sana, tidak butuh waktu lama Qin Chen sudah menghaluskan bumbu-bumbunya dengan cepat. Meksipun istrinya dibelakang cemberut melihat Qin Chen berulah lagi.


Serbuk-serbuk dari penghalusan bumbu mulai turun ke atas panci, Qin Chen lalu mengeluarkan minyak sayur untuk menumis bumbunya. Ia lalu masukkan serai dan daun jeruk sampai harum.


Aromanya sudah membuat perut merasa lapar, tapi ini belum selesai, ia kemudian menambahkan bawang bombai dan potongan jagung, setelah setengah matang. Qin Chen menambahkan seafood yang ia bersihkan tadi ke dalam panci, lalu ia mengadukannya dengan merata.


Di tempat lainnya, Qin Chen menyiapkan sayur-sayuran untuk dimasakkan, kali ini ia memasakkan banyak makanan untuk dimakan, karena akan ada 2 orang yang akan makan, karena itulah ia menyiapkan banyak makanan.


Sup ikan ia buat, dan sayur-sayuran lainnya ia juga siapkan untuk menyeimbangkan protein dalam diri istrinya. Qin Chen sekarang ini menggunakan tiga tempat untuk menyiapkan makanan.


Qin Chen mengeluarkan piring, lalu menggunakan elemen kayunya untuk menciptakan sebuah meja untuk digunakan meletakkan makanan, setelah selesai, ia meletakkan piring-piring di atas mejanya.


15 Menit Kemudian.


Setelah selesai membuat seafood saus, sup ikan, sayuran dan ikan bakar. Qin Chen meletakkan semuanya ke atas piring yang sudah di siapkan, kini ia meletakkan 3 piring dimana membuat istrinya bingung.


"3 Piring? Satunya siapa?"


Istrinya mengangguk kecil, lalu Qin Chen mengatakan lagi, "Aku akan memberikan makanan ini untuknya juga, karena ucapan terimakasih sudah menolongmu, dan juga keluarga.."


"Jadi begitu, tapi aku melihat dia di dalam tubuhmu? Apa Qin Qui sebuah roh? Jadi, bagaimana bisa ia makan di dalam tubuhmu? Biarkan Qin Qui keluar, dan makan bersama disini." Balasnya.


"Apa kamu yakin? Nanti kamu cemburu jika Qin Qui sangat dekat denganku.." Balas Qin Chen yang bertanya.


"Aku tidak keberatan kamu memiliki wanita lagi, selama kamu dapat bertanggung jawab dengan kehidupan mereka, sekaligus tidak membuat mereka salah memilih.."


Qin Chen seperti mendapatkan Jack Pot yang dimana ia sudah disetujui oleh istrinya jika memiliki banyak wanita, tapi sebelum ia menikahnya. Qin Chen memang telah mempunyai banyak wanita, semua wanitanya, ia minta untuk berjuang bertemu dirinya.


"Baiklah, aku akan memintanya keluar untuk makan bersama."


Istrinya mengangguk kepalanya, lalu Qin Chen berbicara di dalam pikirannya.

__ADS_1


'Qin Qui, apa kamu dengar? Kamu boleh keluar untuk makan bersama.'


[ Baik Tuan. ]


Perlahan hembusan angin terasa, di belakang Qin Chen mulai terlihat bayangan wanita cantik dengan postur tubuh yang sempurna. Wanita itu adalah Qin Qui yang keluar dari dalam tubuh Qin Chen.


Ia yang telah keluar dari dalam diri Qin Chen, kini perlahan turun kebawah dengan tenang menginjakkan kakinya ke tanah. Ia yang berdiri disana bingung mau duduk dimana, sampai akhirnya Qiu Yu Ran memanggilnya.


"Qin Qui, kemari duduk bersamaku disini.."


Mendengar istri Tuannya menyuruhnya kesana, ia mulai melihat ke arah Qin Chen yang hanya tersenyum, karena melihat senyuman itu, ia berjalan kesampingnya Qiu Yu Ran.


Ia perlahan duduk di sampingnya, lalu dengan tenang disampingnya melihat di depannya sudah banyak makanan yang dihidangkan.


"Baiklah, ini untuk istri kecil, dan ini untuk Qin Qui, coba apa masakkanku enak.."


Qin Chen memberikan satu-persatu piring yang telah di siapkan tadi, karena sebenarnya ini adalah hari untuk Qin Chen dan istrinya, tapi istrinya mengundang Qin Qui untuk makan bersama-sama disana.


Ia juga duduk di depan mereka berdua yang memiliki paras wajah yang sangat cantik, di kemalaman ini, Qin Chen menjadi bingung mau membuat suasana menjadi seperti apa.


Karena dihadapannya ada dua wanita cantik yang tengah memegang sumpit, karena mereka berdua akan menyantap makanan yang sudah dibuatkan Qin Chen sebelumnya.


“Digoda oleh kecantikan, dan dipatahkan oleh dua perasaan.”


Qin Chen bingung, karena ia mau membuat suasana menjadi menyenangkan seperti yang ia pikirkan.


'Jika aku menyuapiin istri kecil, Qin Qui melihatnya dan mungkin ia ingin juga disuapin, meskipun wajahnya yang polos susah untuk tersenyum. Ia memiliki perasaan yang dimana juga ingin merasakan kehangatan keluarga.. Meskipun sudah diizinkan oleh istri kecil, tapi jika aku tiba-tiba bersikap sama kepada Qin Qui, nanti ia curiga jika aku memiliki hubungan sebelumnya..'


Kini perasaan Qin Chen di campur aduk oleh pikiran, ia yang sekarang melihat mereka berdua yang mulai menyantapnya dengan bersamaan didepan Qin Chen.


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2