Supreme God System

Supreme God System
Chapter 172 : [PMP] Dihajar habis-habisan! (12)


__ADS_3

Qin Chen yang tengah terpuruk oleh tekanan yang begitu hebat, ia hanya bisa tercengang melihat seluruh Galaxy di wilayah Utara lenyap begitu saja. Perlahan-lahan kepalanya ia angkat ke atas, dan seketika ia melihat sosok roh lagi.


Roh yang ia lihat sangatlah familiar, karena ia pernah bertemu dengan roh wanita tersebut. Berpikir bahwa dulunya roh itu adalah Qin Qui, tapi Qin Qui sekarang tidak bisa apa-apa, kekuatan yang ia miliki ditekan oleh wanita roh tersebut.


"Siapa kau? Kenapa aku jadi sasaran, bukankah kau datang untuk Dewa Galaxy?"


Qin Chen bertanya kepada wanita roh tersebut, karena Qin Chen tidak tahu apa-apa tentang wanita itu, dan tujuan wanita itu datang ketempat dirinya yang tengah bertempur.


Wanita itu ia mulai turun kebawah dengan wajah yang masih kesal, dan juga sangat marah dengan Qin Chen yang berada di hadapannya. Meskipun ia tidak ingin mengungkap semuanya, setidaknya ia ingin menghajarnya beberapa kali, agar tidak mencari wanita lainnya.


Ia yang sekarang berada di hadapan Qin Chen, ia melihat Qin Chen yang tengah terpuruk disana lalu perlahan mengangkatnya ke atas hingga Qin Chen berdiri.


Qin Chen yang sudah berdiri, ia melihat roh lagi yang sama seperti sebelumnya, kini Qin Chen sangat terkejut, dan ingin bertanya tentang semuanya, "Nona apa maksudmu di dalam gua beberapa waktu lalu? Kenapa kau memanggilku sayang?"


Roh wanita itu hanya bersikap dingin kepada Qin Chen, ia disana masih menatap Qin Chen dengan kesal. "Masih berani bertanya! Apa kamu puas mendapatkan wanita cantik! Wanita itu sekarang tengah mengandung anakmu!"


Wanita itu mengatakan dengan kesal kepada Qin Chen. Kini Qin Chen terkejut mendengarnya, ia khawatir dengan Qiu Yu Ran yang akan di lukai oleh wanita didepannya, meskipun Qin Chen tidak mengetahui siapa dia, yang jelas dari perkataan nya, wanita itu tidak menyukai Qiu Yu Ran.


Qin Chen menatap tajam wanita itu, ia lalu mulai mengeluarkan suara, "Jika kau berani melukainya sedikit saja! Aku bersumpah pada namaku sendiri, aku akan membunuhmu! Tidak peduli kau dari mana, aku akan tetap membunuhmu!"


Qin Chen yang mendengar bahwa wanita itu sangat marah kepada Qiu Yu Ran, kini Qin Chen tidak peduli dengan siapa wanita tersebut. Karena jika wanita itu berani melukai Qiu Yu Ran, maupun anaknya, Qin Chen tidak akan tinggal diam untuk menghabiskan dirinya.


Mendengar perkataan Qin Chen, lantas wanita itu mengangkat tubuhnya lebih dekat dengan dirinya, ia menyentuh wajahnya yang halus seperti Giok Surgawi. Perlahan-lahan turun kebawah hingga tepat di pusar perutnya.


"Membunuhku? Coba saja jika kamu bisa!" Balasnya yang sambil mengepalkan tangannya, ia menariknya 10 cm dari perutnya lalu memukulnya dengan pelan.

__ADS_1


Bugh!


Qin Chen yang terkena pukulannya, ia merasakan rasa sakit yang begitu hebat menguncang dalam dirinya, "Urghh!" Rasa sakit itu membuat getaran hebat di darahnya, bahkan tubuhnya seperti tengah di pukul oleh sebuah palu.


Palu yang seperti sedang menempa tubuhnya agar lebih menjadi kokoh, karena kurang puas, roh wanita itu mengangkat tangannya ke atas kepalanya dengan bertujuan menghajar suaminya habis-habisan.


Masalah yang dialami roh wanita sangatlah rumit, dan lagi ditambah dengan Qin Chen yang memiliki wanita lain selain dirinya, meskipun sudah bersabar Qin Chen melakukan dengan Dewi Phoenix, tapi kali ini ia melakukannya dengan wanita lain lagi.


Jika ia bisa bersamanya, ia pasti akan menghalanginya untuk mendapatkan wanita lain, meskipun terlihat jahat, tapi wanita itu adalah wanita yang paling setia di seluruh Alam.


Tapi, ia sendiri masih memiliki banyak masalah di Alamnya, jika tidak di selesaikan, maka peradaban mahkluk hidup akan lenyap. Seluruh Alam akan terhapus, dan mahkluk hidup tidak akan ada yang selamat.


Karena masalah tersebut, wanita itu merelakan dirinya untuk tidak bertemu dengan Qin Chen dalam waktu lama. Meskipun ia tahu bahwa suaminya sangat kuat, tapi kejadian dimasa lampau, ia tidak terulang lagi.


Sekarang, wanita itu tengah menghajar Qin Chen bukan bermaksud lain, ia menghajar dengan sekaligus menempa tubuhnya agar lebih kuat dari pada sebelumnya. Musuhnya dulu pasti akan menjadi lebih kuat dari yang dulu, dengan kekuatan Qin Chen yang sekarang, ia bahkan tidak bisa menahan ayunan tangannya.


Tidak tahu siksaan apa yang ia dapatkan, bahkan dirinya tidak tahu mempunyai masalah apa dengan wanita tersebut. Sekarang ia hanya menerima sayatan demi sayatan, pukulan demi pukulan terus terasa di sekujur tubuhnya.


***


Dunia Qin Chen, Kediaman Qin.


Jiu Lui, dan juga Qiu Yu Ran yang tengah duduk di ruangan keluarga, karena sedang berkumpul bersama keluarga Qin Chen. Pada saat mengobrol dengan keluarga Qin Chen. Tiba-tiba Qiu Yu Ran berserta Jiu Lui merasakan detak jantungnya yang tiba-tiba berdetak kencang.


Deg!

__ADS_1


Mereka berdua terdiam disaat sedang berbicara, Patriak Qin yang melihat istrinya, dan juga menantunya yang tiba-tiba gemetaran sambil menyentuhnya di bagian jantungnya.


"Sayang ada apa?" Tanya Patriak Qin.


Jiu Liu yang merasakan ada yang menimpa pada putra kesayangannya, karena ia adalah seorang ibu yang melahirkan Qin Chen, tentu saja ikatan antara anak dan ibu sangatlah kuat, bahkan Waktu dan Ruang tidak akan bisa memisahkan mereka berdua.


"Ch-chen'er, a-aku merasakan Chen'er sedang kesakitan.."


Patriak Qin lantas yang mendengar itu membuat ia sangat terkejut, ia lalu melihat istri putranya yang gemetaran disana. "Yan'er, apa kamu sama?" Tanya Patriak Qin.


Ia hanya bisa mengangguk kepalanya, ia disana langsung pingsan memikirkan Qin Chen yang membuat jantungnya berdetak kencang, melihat menantunya pingsan disaat sedang mengandung anak pertama putranya, ia lantas meminta saudari Qiu Yu Ran untuk membawanya ke kamarnya.


"Bawa Yan'er ke kekamarnya, dan jaga dia karena takutnya ia stress memikirkan Qin Chen."


"Baik."


Mereka berdua membawa Qiu Yu Ran menuju ke kamarnya, karena mereka juga khawatir dengan kandungan kakaknya yang masih muda, jika kebanyakan pikiran, akan membuat kandungannya menjadi bermasalah.


Sedangkan di dalam ruangan tadi, Patriak Qin memeluk istrinya untuk tidak perlu mengkhawatirkan Qin Chen, karena ia percaya bahwa Qin Chen akan baik-baik saja. Meskipun begitu, ia juga khawatir dengan keadaan Qin Chen, tapi ia harus bersikap tenang agar istrinya tenang juga.


"Sudah.. berhentilah menangis, aku percaya bahwa Chen'er akan baik-baik saja, karena dia adalah putra kita.." Ucap Patriak Qin dengan lembut untuk menenangkan istrinya.


"Tapi.. aku merasakan Chen'er berteriak kesakitan, teriakan itu membuatku tidak tenang dengan keadaan Chen'er." Balasnya dengan air mata yang mengalir.


Mendengar perkataan istrinya, ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk menenangkannya, yang bisa ia lakukan adalah berdoa untuk keselamatan putranya di luar sana, agar ia bisa kembali ke sini untuk menenangkan ibunya, dan sekaligus istrinya yang tengah pingsan.

__ADS_1


...


*Thanks You For Reading*


__ADS_2