
Kediaman Qin.
Di kediaman Qin sudah Qin Chen tinggalkan banyak ramuan penyembuh untuk mengobati luka-luka mereka, ayahnya sudah sembuh total karena meminum ramuan Qin Chen. Mereka juga diberikan ramuan untuk menyembuhkan luka mereka agar tidak merasakan sakit lagi.
Ru'er dan Yu Lin membantu memberikan ramuan kepada orang-orang Klan Qin. Ayahnya sempat bingung dengan Gadis Kecil itu dengan berfikir dia adalah Putri Kecil Qin Chen dan di sampingnya adalah istrinya. Tapi di pikir-pikir lagi ini baru beberapa minggu ia berpetualang di dunia luar meninggalkan keluarganya.
Setelah mereka semua sembuh, mereka semua di kejutkan oleh bintang-bintang jatuh yang tidak lain adalah batu meteor dari pergunungan yang Qin Chen hancurkan. Melihat pemandangan bagaikan Neraka yang yanah terus bergetar hebat sepanjang detik tanpa henti.
Ru'er melihat ke atas langit, lalu ia berkata. "Kak cepat kembali, Ru'er takut!" ucap nya sambil melihat Langit.
Qin Tianqi mendengar Gadis kecil di depannya memangil kakak terkejut, karena ia bukan putrinya melainkan adiknya Qin Chen. Tapi keterkejutannya digantikan dengan pandangan ke atas langit yang mulai berubah gelap.
Di sisi tempat ia berada, Qin Chen masih menyerang semua kota tanpa perasaan. Ia tidak memperdulikan teriakan orang-orang kepadanya, karena manusia sama saja memiliki hati Iblis di dalam dirinya.
Dari mata Qin Chen mengeluarkan Cahaya merah darah yang sangat terang. Saat matanya bersinar terang membuat Langit menjadi gelap, ia dengan Energi 1% melesatkan serangan laser dari matanya.
Wushh!
Whooosh!
Cahaya merah bagaikan laser menyerang kota-kota besar dengan membentuk jalan cacing yang sangat panjang. Siluet Laser kematian menghancurkan apa yang ia sentuh dengan sekali Serang.
Crack! Crack!
Suara retakan Tanah membuat getaran hebat di sekitarnya, tidak hanya tanah yang hancur tapi danau menjadi kering dengan akhirnya sebuah ledakan besar berjajar di Garis Jalan cacing Qin Chen.
Boom! Boom!
Ledakan-ledakan besar terjadi lagi, kota-kota menjadi hancur kebakaran dengan Tanah terbelah menjadi dua bagian. Orang-orang mulai dari yang kecil hingga tua tidak ada yang selamat dari Kematian nya. Qin Chen kembali menyerang ke Kota lainnya maupun sekte lagi.
Ia terbang menuju Kota lain. Di tempat Kota yang ia akan hancurkan terdapat Ratusan Ribu kultivator yang sedang bersiap-siap untuk menyerangnya dengan kekuatan penuh. Di sana juga terdapat Array Tingkat Langit yang sangat sulit di hancurkan bagi kultivator.
Tidak butuh waktu lama ia akhirnya sampai di Kota, ia dari kejauhan melihat Array yang melindungi Kota menatap dengan kosong sebelum menyerang.
__ADS_1
"Hahahaha.. Aku yakin dia tidak bisa menghancurkan Array yang dibuat oleh Master Array!" Ucap Pria Tua dengan mencibir Qin Chen.
"Benar! Meski dia Raja Iblis, untuk menghancurkan Array ini hanyalah mustahil!" Ujar pria lain sambil menghina Qin Chen.
Orang-orang di dalam array itu menghina Qin Chen, mereka tidak tahu Qin Chen yang terbang ke arah mereka sudah menyiapkan hadiah yang sangat besar untuk melenyapkan Mahluk Hidup dengan mudahnya.
Qin Chen menatap mereka lalu berkata. "Cahaya Dewa!"
Cahaya Dewa, Cahaya Dewa memiliki 2 bentuk penyerangan, bentuk pertama Cahaya Dewa keluar dari matanya dengan kekuatan besar. Atau bentuk kedua yang keluar dari atas Langit melenyapkan Mahluk Hidup maupun lainnya.
Qin Chen menggunakan bentuk Pertama Cahaya Dewa yang ia pelajari dari Seni God Seal beberapa waktu lalu. Dengan Langit menjadi gelap gulita, ia memancarkan Serangan nya dari sudut kiri.
Tiba-tiba cahaya mata Qin Chen keluar berwarna Emas di campur dengan warna merah dari bola matanya. Cahaya itu mengandung Energi yang begitu besar, Energi yang bisa melenyapkan Mahluk hidup di dunia dengan sekali serangan.
Wooosh!
Cahaya itu melesat dengan cepat menuju Array sudut kiri, mereka semua hanya tercengang melihat Energi besar yang mengeluarkan Hembusan angin yang sangat kencang.
"A-apa-apaan ini! Se-serangan macam apa itu!" Ucap Pria yang sombong tadi dengan nada terkuat melihat serangan Qin Chen.
Crack!
Retakan Mulai terlihat di bagian sudut Array, mereka semua gemetaran melihat Array Langit bisa retak, dengan pemimpin yang menyuruh mereka untuk bersiap-siap membuat perisai pelindung.
Crack!
Boom!
Array yang mereka bangga-banggakan hancur menjadi butiran-butiran cahaya yang terang, rasa percaya diri dalam diri mereka hancur terurai bagikan istana pasir yang berdiri kokoh terkena sebuah kelereng yang menghancurkan dinding nya hingga runtuh.
"Cepat perisai pelindung!" Teriak Pria itu.
Mereka dengan cepat membuat pelindung besar dengan kemampuan mereka, sedangkan Qin Chen melihat itu menyeret tatapan nya dari kiri ke Kanan hingga melenyapkan mereka.
__ADS_1
Wooosh!
Boom! Boom!
"Arghhhhh!"
"Tolong! Aku tidak mau mati!"
"Tidak.."
Teriakan-teriakan mereka menghiasi langit yang gelap, tidak peduli dengan suara yang terdengar ia masih melanjutkan pembantai satu Benua. Tanpa perasaan/kerakusan Beelzebuth yang ia pakai sekarang ini.
Tubuh Dewa Asura meningkat dengan sendirinya tanpa ada pemberitahuan dari sistem. Tanpa Perasaan? Ya Qin Chen sedang menggunakan Tubuh Dewa Asura untuk membantai Benua Timur semuanya.
Tubuh Dewa Naga ia juga gunakan sesekali saat bertarung Jarak dekat, meski begitu kedua Tubuh itu adalah satu Tubuh dimana Kekuatan dua Tubuh Dewa akan sangat kuat saat digunakan sekaligus.
Tanpa diketahui Qin Chen, di belakangnya mulai terbentuk sebuah lingkaran cahaya, lingkaran itu berwarna Gelap dengan bercampurnya Warna merah darah khas Dewa Asura.
[ Tahap keempat : Lingkaran Cahaya Dewa Asura ]
[ Lingkaran Cahaya Dewa Asura : Lingkaran Cahaya ini, terbentuk dari kebencian mendalam dan kemarahan Dewa Asura, yang membuat sebuah gelombang Energi berbentuk bulat dengan sebuah Cahaya gelap bercampur merah darah. Lingkaran Cahaya ini bisa meningkatkan daya Serangan pengguna hingga ketitik tertinggi. ]
Qin Chen terus melenyapkan mereka, dengan bantuan lingkaran cahaya nya, ia membuat serangan menjadi puluhan kali lipat lebih Kuat. Meski hanya di tingkat rendah membantu pengguna nya, tapi serangan nya sudah melenyapkan ribuan Mill jauhnya.
Boom! Boom!
Melihat sebuah ledakan besar dan banyak orang-orang yang sudah mati dengan sekali serangan Qin Chen, serangan itu meruntuhkan jiwa percaya diri mereka. "Lari! Cepat Lari! Dia Dewa Iblis!" Teriak mereka semua berlarian kocar-kacir seperti anak Kecil yang melihat paman penjual es krim.
Dengan gaya memutar tubuh ia membuat kehancuran besar-besaran lagi di daratan yang ia injak sekarang ini, tanpa basa-basi lagi ia menghancurkan orang-orang yang berlarian dengan mata nya dengan senyuman Jahat khas dirinya.
"Seharusnya.. Kalian sudah paham!" Ucap Qin Chen dengan nada intimidasi Dewa Asura.
Mereka yang berlarian tidak bisa hidup karena jangkauan serangan Qin Chen sangat luas, dengan cepat daratan disana menjadi dataran kehancuran dengan kobaran Api dan retakan-retakan tanah dimana-mana.
__ADS_1
...
*Thank You For Reading*