
Pagi harinya.
Langit di bawah laut sangat cerah, kenapa ada langit? Karena di dasar laut cahaya matahari dan gelombang laut adalah langit bagi mereka, jika gelombang tenang berarti cuaca sangatlah cerah.
Di ruangan, Qin Chen belum bangun dari tidurnya yang lelap, karena ia merasa sangat nyaman di atas kasur tersebut. Sudah 2 jam mereka bertiga menunggu di ruangan sebelumnya, Su'er yang belum melihat Qin Chen disana selama 2 jam ini.
Sekarang ini, Su'er lalu berdiri membuat kedua orang tersebut terkejut. "Aku akan ke tempat Qin Chen untuk mengeceknya, apa dia sudah bangun atau belum.."
"Baik bibi.. jika ayah belum bangun, bangunkan ayah karena waktu sudah tidak ada lagi.." Ujar Yin'er.
Su'er lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut untuk mengecek Qin Chen yang sekarang ini, ia berjalan di lorong istana yang begitu luas, dimana dilorong tersebut hanya ada dia seorang.
Bagian kiri di depan simpang lorong, disanalah tempat ruangan Qin Chen berada, saat ia berada tepat di depan pintu ruangan Qin Chen. Su'er berjalan mendekati pintu, lalu ia mendorong pintu tersebut ke dalam.
Krekk..
Suara pintu yang terbuka lebar, lalu masuk seorang wanita cantik dengan tenang, ia lalu menutup pintu tersebut karena di dalam sana hanya ada dia dan Qin Chen seorang.
Ia berjalan mendekat ke samping Qin Chen yang tertidur pulas, disana terlihat Qin Chen tidur menghadap langit dengan pulasnya.
'Dia tertidur pulas..'
Su'er yang melihat Qin Chen tertidur pulas, ia kini perlahan duduk di sampingnya dengan melihat Qin Chen yang tertidur. "Qin Chen.. bangun.. apa kamu lupa kamu akan melakukan apa?"
Qin Chen yang masih tertidur, ia mendengar suara Su'er memanggilnya. Dengan perlahan membuka mata, ia melihat Su'er di depannya, dimana ia duduk di samping Qin Chen.
Ia lalu terbangun dengan cepat, karena lupa hari ini ia harus menyelesaikan masalah di dalam laut, Qin Chen kini telah bangun, ia melihat ke arah Su'er yang sudah menggunakan pakaian rapi.
"Maafkan aku Su'er, aku lupa dengan hari besok, jadi ketiduran.." Ucap Qin Chen dengan tertawa kecil.
"Baiklah, kamu cepatlah bersiap-siap, kita akan pergi sekarang.."
__ADS_1
Qin Chen tersenyum, lalu berdiri dengan mengganti pakaian miliknya dengan pakaian lainnya menggunakan kemampuan miliknya, karena setiap kultivator di ranah Surga, mereka bisa menganti pakaian dengan energi spiritualnya.
Pakaian miliknya hanya ada 3, berwarna biru, merah, dan jubah hitam yang ia dapatkan di jurang dunia bawah. Setelah selesai, mereka berdua pergi menuju tempat dimana mereka sudah berkumpul di luar Istana.
***
Di luar istana, sudah terdapat jutaan pasukan Istana naga, dimana mereka semua sudah menggunakan perlengkapan perang untuk menyerang balik tiga wilayah yang menekan ke arah wilayah istana naga.
Qin Chen yang baru keluar dari Istana naga, kini ia berjalan dengan mulai menatap mereka semua dengan pandangan serius, Aura yang ia lepaskan membuat seluruh wilayah istana naga merasakan Aura seorang Penguasa.
Ia berjalan menuju tempat Ri Hongyi yang berada di depan sana, karena ia juga ikut dalam perang antara wilayah yang merebutkan darah Dewa Laut, dimana Qin Chen sudah mendapatkannya.
"Tidak perlu waktu lagi, sekarang kita pergi ke wilayah perang yang sudah ditentukan!" Kata Qin Chen dengan tegas.
"Baik.." Balas Ri Hongyi, dimana ia kini berjalan maju kedepan dengan sebuah suara yang ia keluarkan. "Dengarkan kalian semua! Sekarang kita akan pergi ke wilayah pertempuran!"
Woooo! Wooo!
Dalam kerumunan pasukan, Qin Chen, Su'er, Yin'er dan Ri Hongyi, mereka berempat berada di dalam sebuah tandu dimana tandu itu di tarik oleh dua ikan hiu besar di depannya.
Didalam tandu, Qin Chen duduk dengan tenang, ia seperti tengah bermeditasi untuk menekan kekuatan miliknya, agar tidak menghancurkan lautan dengan sekali ayunan tangannya.
Disana, ia mulai merasakan ada Aura sangat besar di pancarkan dari seluruh mahkluk hidup di arah dimana pertempuran akan di mulai, Aura tersebut adalah Aura gabungan antara ketiga aliansi.
Setelah selesai, Qin Chen terbangun dari meditasinya lalu berkata. "Aku akan pergi ke Medan perang terlebih dahulu, sudah lama tidak menekan kekuatan hingga ke titik rendah, dan merasakan kegirangan perang ini!"
Tidak mendengarkan jawaban mereka, Qin Chen melesat keluar dari tandu hingga mengejutkan mereka semua di luar sana. Qin Chen tersenyum jahat khas miliknya, ia lalu melesat terbang menuju tempat Medan Perang yang terjadi.
***
Medan Perang sudah di isikan oleh banyak darah-darah yang mengalir, dimana para kultivator hebat sedang bertempur menghapus daratan, gunung, bukit, dan terumbu karang di dalam laut.
__ADS_1
Qin Chen dari arah barat, kini melesat dengan kecepatan tinggi, dimana ia sudah bisa melihat tubuh seseorang yang begitu besar sedang berjejer di kursi besar.
Melihat hal tersebut, Qin Chen melepaskan energi dari ujung jarinya untuk membuat mereka semua menyesal menyerang Istana naga. Dimana Qin Chen juga merupakan ras naga, karena memiliki tubuh Dewa Naga
Wushh!
Serangan seperti laser melesat terbang menuju tempat mereka bertiga yang tengah duduk di atas kursi, Qin Chen yang mengarahkan serangan tersebut menuju tempat mereka, kini hanya tersenyum tipis.
Ditempat mereka bertiga, mereka melihat sebuah serangan yang mengarah ke arah mereka bertiga, melihat hal tersebut, mereka bertiga menyerang balik dengan kemampuan mereka.
Wushh!
Cahaya biru, kuning, merah saling melesat menuju serangan Qin Chen, saat keempat serangan saling beradu satu sama lainnya.
Dibawah, dimana orang-orang dari ketiga aliansi melihat serangan yang sangat kuat di atas mereka. Pada saat itu pula, suara gemuruh yang panjang membuat getaran di laut terdalam.
Laut yang tenang, kini berubah menjadi malapetaka bagi mahkluk hidup di dalam laut, gelombang air mulai semakin tinggi, dengan gemuruh yang terus terjadi.
Duarr!
Boom! Boom!
Ledakan tersebut membuat air di dalam laut terangkat ke atas permukaan dengan ketinggian ribuan kilometer dari permukaan tanah. Ledakan seperti gunung merapi yang meletus karena guncang magma di dalamnya.
Sedangkan di wilayah tersebut, prajurit ketiga aliansi telah lenyap sepenuhnya, meskipun Qin Chen sudah menahan diri untuk tidak menyerang mereka dengan sekali serang.
Qin Chen melihat ledakan besar tersebut yang hampir menghilangkan air di lautan, kini ia menghela nafasnya dengan meraup wajahnya dengan telapak tangan.
'Haish! Jika seperti ini tidak akan seru, lebih baik aku cepat-cepat menyelesaikan di Alam Immortal ini, lalu naik ke Alam Immortal tertinggi agar aku bisa mencari lawan yang setara kuatnya, atau bisa juga mencari masalah dengan beberapa kekuatan kuat di Alam lain!'
Qin Chen sedikit kesal dengan dirinya sendiri, karena ia semakin kuat hingga di Alam Immortal rendah tidak ada yang bisa setara dengannya.
__ADS_1
Sekarang, ia melihat sekitarnya yang sudah rata dengan tanah, dimana air sudah mulai kembali seperti semula, meksipun gelombang air di sana masih tidak stabil.