Supreme God System

Supreme God System
Chapter 206 : [PMP] Cerita (46)


__ADS_3

Di tepi hutan, mereka bertiga tengah terduduk di atas batu yang cukup besar. Qin Chen yang tengah duduk di samping putrinya, ia hanya bisa diam mendengar pembicaraan putrinya dengan Su'er yang berada tepat di sampingnya.


Mereka berdua mengobrol dekat, bahkan Qin Chen yang di sampingnya seperti di abaikan oleh mereka berdua, tapi Qin Chen tidak mempermasalahkan hal itu, karena Su'er cepat atau lambat akan menjadi istrinya Qin Chen.


Qin Chen yang tengah duduk di atas batu, ia melihat ke arah langit dimana dialah yang memisahkan mereka, bukan karena kekuatan melainkan karena perbedaan Alam.


Ia disana lalu menyentuh punggung belakang putrinya yang tengah mengobrol dengan Su'er, merasakan sentuhan di belakangnya, ia melihat ayahnya yang memejamkan matanya.


'Qin Qui, coba analisa putriku.."


[ Baik Tuan. ]


[ Memulai proses.. ]


Qin Chen hanya diam disana membuat mereka berdua bingung, tak berselang lama setelah Qin Chen meminta Qin Qui menganalisis, akhirnya analisis selesai.


[ Tubuh Phoenix Api dan Es, kedua kekuatan yang bertolak belakang berkondensasi menjadi satu bagian, hingga terciptanya Tubuh Phoenix Api es Ilahi, dimana memiliki otoritas terhadap Api dan Es, kekuatannya bisa membakar dan membekukan Semesta dengan sebuah kata-katanya. ]


'Lalu tentang peningkatan kultivasinya apa karena putriku memiliki tubuh spesial ini? Jika benar, putriku mempunyai keberuntungan yang tinggi, bahkan aku memiliki 6 tubuh spesial saja hanya di ranah Supreme Heavenly Venerable.'


[ Seperti yang Tuan katakan, tapi Alam Surga memiliki banyak sekali bahan-bahan maupun cara untuk meningkatkan kekuatan, dan lagi istri tuan adalah Penguasa Alam Surga wilayah Alam Phoenix, dimana ia mempunyai banyak sekali harta-harta yang tidak terukur jumlahnya. ]


Qin Chen terdiam mendengarnya, ia tidak bisa lagi mau mengatakan apa lagi, karena semuanya memang benar, jika Qin Chen dilahirkan kembali di Alam Surga, ia pasti sudah naik tingkat dengan cepat.


Sayangnya ia lahir di Alam Rendah, dan membutuhkan waktu lama untuk naik tingkat, bahkan saat di tempa oleh wanita misterius itu, ia hanya meningkatkan fisik, dan fondasinya dimana ia bisa mengalahkan Dewa di atas Alam Surga.


Sekarang ia hanya memiliki ranah kultivasi yang rendah, tapi setidaknya ia sudah sangat kuat bagi para Dewa. Setelah mengecek tubuh putrinya, ia melepaskan sentuhan tangannya.

__ADS_1


"Ayah baru saja mengecek bakatmu, dan kamu memiliki bakat yang sangat hebat, bahkan melebihi Ayah dan Ibu kelak nantinya," Ucap Qin Chen dengan pelan.


"Benarkah ayah! Karena Yin'er tahu bahwa bakat Yin'er adalah Phoenix Api dan Es, dimana dari kecil Yin'er hanya di ajarkan menjadi Putri Phoenix Es," Balas Yin'er.


Qin Chen sungguh menyayangi putrinya, ia lalu memberikan semangat agar mempelajari menjadi Putri Phoenix Api, agar ia bisa menelan Langit dan membakar Surga.


Ia yang sekarang sudah sangat kuat, jadi tidak salahnya mengajarkan putrinya agar bisa lebih kuat dari mereka berdua. Karena musuh-musuh akan selalu berdatangan disaat mereka lemah.


"Mulai sekarang, ayah akan mengajarimu menjadi Putri Phoenix Api, karena dari dulu ayah selalu merasa bersalah karena tidak berada di samping ibumu, dan Yin'er, mulai sekarang ayah yang akan bertanggung jawab untuk membesarkanmu hingga sampai ke Alam Surga nantinya.."


"Baik Ayah.."


Putrinya yang senang, ia duduk manis di samping Qin Chen dengan bersikap kucing imut, ia ingin meminta sebuah elusan lembut di kepalanya. Qin Chen yang melihat hal tersebut, ia tersenyum lalu memberikan elusan lembut kepada putrinya.


Sudah banyak wanita yang luluh dengan elusannya, mungkin karena elusannya membuat para wanita sangat nyaman, hingga membuat mereka terjatuh ke pikatan pandangan Qin Chen.


Putrinya juga penasaran dengan pertemuan kedua orang tuanya, karena ia tidak diberitahukan oleh Ibunya, "Benar ayah.. bagaimana pertemuan ayah dan ibu? Kenapa bisa ibu pergi meninggalkan ayah.."


"Itu.." Qin Chen sedikit bingung mau mengatakan apa, karena kesan dirinya kepada wanita itu tidak ada, dan lagi semuanya terjadi begitu saja tanpa ada sedikitpun basa-basi.


"Bagaimana, Ayah? Yin'er juga penasaran dengan pertemuannya.." Tanya Putrinya.


"Pertemuan ayah dan ibumu adalah pertama dan terakhir, karena waktu itu kekuatan ayah masihlah lemah, mungkin karena ayah masih lemah membuat ibumu pergi meninggalkan ayah, agar ayah tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan oleh ibumu..


Kami berdua bertemu di gua es di Alam Rendah, dimana pada waktu itu Ayah tengah menjelajahi wilayah es, karena ayah sangat menyukai harta. Ayah masuk ke wilayah es menghadapi rintangan yang ibumu berikan kepada ayah, karena suhu yang begitu dingin membuat ayah terpaksa membakar diri dengan nyala api, agar suhu tubuh tetap stabil..


Saat bertemu dengan ibumu di dalam gua es, hal pertama yang ayah lihat adalah kecantikannya, ia terlihat cantik dengan rambut yang terurai panjang ke bawah, dengan mata yang bersinar indah di dalam gua itu..

__ADS_1


Ayah yang waktu itu sedang terbakar oleh nyala api yang begitu panas, karena tidak bisa mengendalikannya, ibumu lah yang membantu ayah agar api tersebut padam, dengan yang memiliki Phoenix Api yang bisa menstabilkan dingin, dan ibumu memiliki Phoenix es yang bisa mendinginkan api, dan hal itu terjadi...


Karena ibumulah yang membuat Ayah berjuang keras untuk bertemu dengannya, walaupun hanya sekali bertemu, tapi pandangan ayah berubah untuk menjadi kuat, agar bisa berjumpa dengannya sekali lagi..


Walaupun membutuhkan waktu lama, ayah tidak keberatannya dengan semuanya selama bisa bertemu dengannya sekali lagi. Pertemuan ayah dan ibumu bukanlah terjadi karena kesalahan, melainkan takdir yang mempertemukannya...


Karena semua misteri yang Ayah dapatkan tertuju pada Alam Surga, mulai tentang keluarga ayah.. identitas ayah yang sebenarnya, dan tentang misteri yang sangat banyak ayah dapatkan."


Qin Chen disana berbicara sambil menatap ke arah langit yang cerah, mereka berdua yang duduk mendengarkan cerita Qin Chen yang bertemu dengan Ibunya Yin'er.


"Jadi seperti itu, lalu ayah, berapa usiamu? Ayah masih terlihat muda, apa ayah berusia 30? Atau 50 tahun.."


Menjawab pertanyaan tentang usianya yang sama seperti putrinya, ia menjadi sedikit bingung dengan pertanyaan seperti itu.


Umurnya yang sama seperti putrinya, bagaimana bisa ia mengatakan hal itu, walaupun ada kesalahan terhadap umurnya, yang jelas ia masih berumur 18 tahun.


Qin Chen yang melihat ke arah putrinya yang terlihat seperti orang penasaran, ia sangat bingung mau mengatakan apa, tapi ia tidak ingin membuat putrinya bersedih, jadi ia dengan gugup mengatakan.


"A-Ayah.. usia ayah baru 18 tahun.. karena suatu kejadian yang membingungkan, umur Ayah naik hingga 100 tahun, jadi usia ayah masihlah 18 tahun jika kejadian yang membingungkan itu terjadi.." Ucap Qin Chen yang gugup.


"Eh?!"


Putrinya terkejut mendengar perkataan ayahnya yang masih berumur 18 tahun, karena umurnya sama seperti ayahnya yang sekarang ini. Dengan wajah yang terkejut, ia lalu berkata. "Ayah.. umur ayah sama seperti Yin'er.."


...


*Thanks You For Reading*

__ADS_1


__ADS_2