
Hutan Gunung Danau Lily,
Wilayah Hutan Gunung Danau Lily sangatlah terpencil di sudut wilayah Alam. Jauh di kedalaman hutan, terdapat satu rumah sederhana terletak di atas pegunungan yang menjulang tinggi ke langit.
Ya, itu adalah tempat tinggal sang Dewi Danau Yu FeiFei. Sekarang, di kedalaman hutan Lily, atau bisa dikatakan Hutan Sembilan Gunung, dimana tempat paling mengerikan di wilayah tersebut.
Qin Chen, kini tengah berdiri di tepi danau dimana ujung pedang Sang Dewi Danau Yu FeiFei tengah menodongkan ke arah Qin Chen, setelah Qin Chen mendapatkan tempat pelarian, ia melihat Yu FeiFei dengan tatapan mata pura-pura takut.
Melihat ada kesempatan, ia tersenyum manis penuh kejahatan di bibirnya, dan secara perlahan-lahan menghilang mengejutkan Yu FeiFei sekarang ini di depannya.
Melihat kanan dan kiri untuk merasakan kehadirannya, namun ia tidak menemukan Qin Chen dimana-mana. Saat melihat kedepan, Qin Chen telah melayang tepat di depannya dengan lembut mengambil ciumannya.
Terdiam penuh amarah, emosi meluap-luap bagaikan air mendidih. Yu FeiFei tidak bisa mengatakan apa-apa, disaat bibirnya tersegel sesuatu yang kecil dan manis.
'Heheheh! Ini pasti penghinaan terbesar bagimu kan?!'
Qin Chen memang kesal, jadi ia akan membalasnya dengan caranya sendiri, sekarang ini berada di Alam entah berantah ia tidak tahu dimana ini.
Setelah cukup lama membagi kemesraan, Qin Chen melepasnya dan pergi dari sana berlari seperti anak ayam, ia lalu loncat ke atas dan berteriak. "Kakak cantik! Sampai ketemu lagi, saat kita bertemu ... Aku harap kakak cantik tidak marah-marah lagi."
Ia terbang menjauh dari Yu FeiFei, sedangkan Yu FeiFei tengah berdiri dengan wajahnya memerah penuh kemarahan, ia lalu menyentuh bibirnya dengan jarinya.
"Bocah itu, dia seperti bukan berusia 8 tahun, melainkan sudah berusia lebih dari 20 tahun! Beraninya dia mengambil ciuman pertamaku! Akan ku kulitin dia sampai aku bertemu dengannya!"
Saat ia marah, tangannya dilambangkan menyebabkan pohon-pohon di depannya terpotong lurus, Qin Chen merasakan energi besar menghancurkan perpohonan, ia sedikit merinding.
Namun, tidak ada pilihan selain menundukkan wanita galak itu, Qin Chen lalu pergi tidak tahu arah kemana. "Wanita itu sangat galak, seperti seorang wanita iblis yang aku temui! Tapi ... Aku menyukainya, apa lagi wanita yang memiliki temperamen galak seperti ini, jika di luluh kan, dia akan menjadi panda yang imut."
__ADS_1
Qin Chen tersenyum sambil menyentuh bibirnya, dan pergi sangat jauh dari dua bahaya mengejarnya. Saat di atas langit, Qin Chen merasakan energi di Alam itu sangatlah melimpah, bahkan udaranya puluhan kali lipat lebih murni di bandingkan Alam Immortal sebelumnya.
8 Jam kemudian.
Sudah terbang sangat lama, Qin Chen akhirnya turun kebawah, dimana ia masih di dalam hutan. Padahal sudah menggunakan kecepatan tinggi, dimana itu sudah 8 jam belum keluar dari hutan tersebut.
"Huft ... Ini sudah 8 jam aku terbang, tapi kenapa belum sampai di luar hutan!" Qin Chen kesal dengan hutan tersebut, karena ia belum keluar dari sana.
"Lebih baik aku menganti pakaianku yang lebih cocok, Qin Qui, tampilkan pakaian yang sangat keren tentunya untukku."
[Baik Tuan.]
Tiba-tiba layar transparan muncul di depannya, dimana Qin Chen duduk dengan bajunya yang kebesaran. Ia lalu menscroll layar tersebut untuk mencari pakaian yang bagus untuk dikenakan.
Setelah cukup lama memilih pakaian, Qin Chen membeli pakaian dengan tambahan sedikit armor pelindung, ia lalu menganti pakaian tersebut menggunakan kemampuannya.
Qin Chen lalu menyimpan pakaian miliknya, dimana ia mengikat rambutnya dengan ikatan mahal, karena menghabiskan Poin Tukar yang begitu besar. Dan lagi, ia juga harus memikirkan cara untuk kembali ke masanya.
[Baik Tuan.]
"Karena sudah membagikan tugas, maka aku akan melanjutkan lagi ke kota, agar kita cepat kembali ke dunia asal, jika memang tidak bisa kembali. Aku akan menjadi kuat disini lalu membuka paksa lorong waktu agar bisa kembali ke dunia asal."
Qin Chen lalu pergi terbang melesat dengan kecepatan tinggi, mungkin karena tubuhnya kecil membuat jaraknya dan kecepatan Qin Chen melambat, atau memang jarak ke kota sangatlah jauh.
Saat Qin Chen terbang, ia melihat bahwa dunia ini terlihat masih asri, masih banyak hutan dan monster-monster yang sangat kuat.
Matanya melirik sekilas, dan terlihat kota ramai akan penduduk, namun kota tersebut terlihat sangat besar dan pastinya akan banyak masalah yang akan Qin Chen dapatkan.
__ADS_1
"Kota besar? Tapi, baguslah kalau ada kota besar, aku bisa mencari informasi dengan mudah, walaupun akan banyak kesulitan karena tubuh kecil ini."
Ia melesat dengan cepat, namun tidak turun di kota, melainkan beberapa meter dari kota agar tidak dicurigai oleh orang-orang disana. Setelah dekat dengan kota, Qin Chen turun kebawah.
Ia lalu berjalan kaki menuju kota, dimana tidak ada penjaga gerbang masuk. Itu lebih memudahkan Qin Chen masuk tanpa membuat identitas. Qin Chen berjalan masuk ke dalam kota, dimana saat ia masuk ke dalam ia melihat banyak orang-orang menggunakan pakaian kultivator kuno tengah berkeliaran.
'Kota yang ramai, jika biasa aku mencari informasi, aku akan pergi ke restoran untuk makan, dan mencari informasi di sana. Sekarang, tubuhku mengecil, jika masuk ke dalam restoran, mungkin akan sulit diterima.'
Qin Chen sedikit bingung, lalu berjalan tenang di kota sambil memikirkan cara mendapatkan informasi, karena ia gagal mendapatkan informasi dari kakak cantik sebelumnya.
Saat ia berjalan, Qin Chen terhenti di bangunan yang bertuliskan, "Guild?"
Melihat kata Guild, Qin Chen berpikir bahwa itu adalah tempat Fantasi, jadi ia masuk ke dalam untuk memeriksanya. Membuka pintu, lalu masuk ke dalam ruangan.
Saat Qin Chen masuk, semua orang di dalam ruangan melirik ke arah Qin Chen, dimana mereka melihat bocah berusia 8 tahun masuk ke dalam Guild. Tentunya, mereka tertawa keras untuk menakutinya agar menangis.
Berjalan ke depan, Qin Chen melihat tatapan mata mereka menyebalkan, ia masih menahan dirinya di dalam, sampai satu orang bertubuh kekar menghalangi jalannya.
"Oi bocah! Ini bukan tempat bermain anak-anak!" Pria itu berbicara dengan nada tinggi di depan Qin Chen, namun Qin Chen mengabaikan perkataan pria tersebut dan berjalan di sampingnya.
Pada saat ia di sampingnya berjalan, pria itu kesal dan menariknya ke atas menggenggam pakaian Qin Chen. Ia mengangkat Qin Chen lalu menatapnya dengan tatapan tajam.
"Bocah kurang ajar! Apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan!"
"Lepaskan aku, atau aku akan membunuhmu!"
Qin Chen membalasnya dengan suara tidak takut, melainkan suara penuh niat membunuh yang meluap-luap di sekujur tubuhnya. Matanya sedikit merah, senyumannya menjadi seperti iblis kecil melahap segalanya.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*