
Kota Xilinan, Kediaman Qin
Di kediaman Qin di hebohkan dengan berita tentang Qin Chen yang membuat heboh di setiap tempat, mulai dari membuat aliansi menghancurkan Sekte Mountain Sky, membunuh ratusan ribu monster di Tanah Terlarang, hingga berani memprovokasi Fraksi Flame Bird yang sangat kuat.
Berita tentang Qin Chen membunuh Raja Monster juga terdengar membuat keterkejutan mereka semua, bahkan membunuh Ketua Fraksi Flame Bird dengan sebuah jentikan jari saja sudah menghebohkan.
Di sebuah ruangan di kediaman Qin, terdapat banyak Panatua duduk di tempat mereka masing-masing, di depan terlihat ayahnya Qin Chen dengan ibunya sedang duduk mendengarkan berita tentang Qin Chen.
"Bagaimana Patriak tentang berita tentang Qin Chen?" Ujar Panatua.
Ia juga tidak mengira putranya akan melakukan hal menakjubkan seperti ini, bahkan melawan Sekte Mountain Sky demi menolong seorang wanita yang bahkan dia sendiri belum tahu.
"Fuhuhu... Chen'er sungguh luar biasa, dia membuat aliansi untuk menyelamatkan seorang wanita.." Ucap wanita cantik di samping Patriak, wanita itu tidak lain adalah ibunya.
Mendengar jawaban dari istri Patriak membuat mereka hanya diam, ini semua karena putra nya, seberapa besar masalah yang di timbulkan putra nya pasti akan di selesaikan oleh mereka.
"Aku memberitahu nya, jika ada yang menggangu nya, Hajar saja. Tapi, ini lebih dari yang aku pikirkan" Ucap Patriak Qin.
"Sebagai seorang ibu, aku selalu mendukung Qin Chen, apapun yang ia lakukan di luar sana, aku akan mendukungnya"
Tidak ada yang bisa menjawab setelah mendengar perkataannya, di dalam ruangan itu hanya ada keheningan di mana-mana, di luar kediaman banyak orang-orang yang ingin bergabung dengan keluarga Qin saat mendengar berita tentang Qin Chen yang terus-menerus mengejutkan mereka.
Kembali ke sisi Qin Chen, ia dan Ru'er setelah selesai makan, keluar dari penginapan untuk berjalan-jalan sambil mencari informasi, Qin Chen juga sudah berjanji akan membelikan gelang untuk nya di toko dikota.
Melihat sebuah toko perhiasan di depannya, membuat mereka berjalan menuju kesana untuk membelikan gelang untuk adik kecilnya. Mereka yang sampai di depan toko, mulai berjalan masuk kedalam saat masuk mereka di manjakan dengan perhiasan yang bagus-bagus.
"Selamat datang Tuan.." Sambut wanita itu.
Qin Chen mengangguk kecil menangapi nya, dengan ia di Layani untuk mencari barang yang dibutuhkan, Ru'er berjalan mencari benda yang ia sukai untuk ia kenakan dan lagi ini sebagai hadiahnya karena giok yang Qin Chen dapatkan belum di ketahui kegunaan.
Melihat di sebuah sudut kiri ruangan, terdapat sebuah jepit rambut bermotif merak emas dengan mahkota lotus di tengahnya, terlihat satu set yang sangat cantik itu membuat Ru'er berhenti melihat yang lainnya.
Padangan nya terarah ke tempat satu set jepit rambut, ia sesekali melirik ke arah Qin Chen, karena ia tidak berani berbicara karena ia tahu kalau itu akan mahal.
__ADS_1
'Melihat tingkah nya, membuatku senang' Batin Qin Chen.
Qin Chen lalu berjalan mendekati nya, dengan ia jongkok di bawah sembari mengelus kepala Ru'er. "Apa Ru'er suka jepit rambut itu?" Tanya Qin Chen.
Mendengar pertanyaan Kakak nya, ia mengangguk kepala, ia tidak berani berbicara kepada Qin Chen, ia juga sudah memegang sebuah anting-anting bermotif bunga dengan hiasan seperti tali kebawah.
"Siapkan barang itu dan anting-anting ini, semuanya" Ucap Qin Chen.
Pelayan disana dengan ramah langsung menyiapkan barang-barang yang Qin Chen pesan, sedangkan Ru'er terkejut mendengarnya lalu melihat ke arah Qin Chen. "Kak, tapi jepit rambut itu mahal, Ru'er tidak apa-apa mendapatkan ini." Kata Ru'er dengan suara kecil sambil melihat anting-anting yang ia genggam.
Terlihat dari wajahnya yang menginginkan nya. Namun, ia tidak mau membuat Qin Chen mengeluarkan banyak uang untuk dirinya, Qin Chen hanya tersenyum saja melihat nya.
"Tidak apa-apa, ini adalah hadiah untuk Ru'er, dan kakak sudah janji membelikannya" Ujarnya dengan lembut.
Qin Chen langsung mengendong nya dan langsung pergi ke tempat pembayaran untuk membayar barang-barang yang ia beli, dengan selesai nya belanja di toko perhiasan, mereka berdua pergi ke tempat pelelangan untuk melelang Senjata Tingkat Bumi, Menengah.
Paviliun Pelelangan Bulan Sabit
Di depan pintu Paviliun Pelelangan terdapat 2 prajurit Ranah Xiantian Tingkat 5 dengan Senjata tombak panjang. Saat ia mau melangkahkan kakinya masuk ke dalam, ia di hadang oleh kedua prajurit penjaga pintu.
"Berhenti nak!" Ucapnya tegas kepada Qin Chen.
Mereka berdua melihat pemuda memiliki kulit yang putih halus, dengan rambut berwarna berbeda dari yang lainnya membuat sedikit curiga terhadap Qin Chen.
"Apa tujuanmu datang ke Paviliun Pelelangan?!" Tanya Prajurit Penjaga tegas.
"Aku datang untuk melelang sebuah Senjata" Ujar Qin Chen.
Mendengar jawabannya membuat kedua orang itu tertawa terbahak-bahak, mereka berdua melihat pemuda dengan basis Kultivasi di Ranah Body Tempering Tingkat 8, ia ingin melelang sebuah Senjata dengan basis serendah ini.
"Hahahaha.. dengan basis Body Tempering Tingkat 8, kau cukup sombong bocah!" Penjaga itu berbicara kasar kepada Qin Chen.
Sedangkan di atas bangunan Paviliun, tepatnya di lantai dua, ada seorang wanita sedang melihat Qin Chen di depan pintu masuk, ia melihat Qin Chen dengan tatapan bingung sekaligus penasaran.
__ADS_1
Qin Chen mendengar penghinaan, membuat ia sedikit kesal dengan nada kasar nya, dalam hidupnya ia belum pernah ada orang berbicara kasar kepada Qin Chen. Selain ia membunuh seseorang dan membuat orang itu mengatakan kata kasar.
Sebenarnya ia ingin beristirahat untuk tidak melakukan hal merepotkan, ia dengan cepat mengeluarkan Aura Martial Saint nya.
Boom!
Dentuman besar keluar dari dalam dirinya, seketika Kota Yuan merasakan Aura dari seorang Martial Saint yang begitu mengerikan. Bangunan yang berada di dekatnya bergetar hebat dengan orang-orang disana berjatuhan di tanah.
"Sekarang! Apa kau paham status kau! Di hadapan ku!" Qin Chen dengan nada intimidasi disertai kata-kata kesal karena diganggu.
"A-ampuni hamba tu-tuan.." Ucapnya terpatah-patah akibat tekanan Aura Qin Chen.
Karena kesal. Qin Chen langsung melontarkan tandang ke arah barat mengenai penjaga Pintu, dengan cepat ia terlempar jauh
Boom!
Brakk!
Bangun-bangun hancur dengan banyak korban jiwa, ia tidak memperdulikan lagi dengan orang-orang itu, karena ia kesal dengan bentakan makhluk kecil tadi.
"Mengecewakan! Paviliun ini sangat mengecewakan!" Ucap Qin Chen dengan nada kesal.
Karena masih ada tersisa satu penjaga di dekatnya, ia langsung menendang penjaga itu ke arah timur dengan begitu dua Penjaga itu akan musnah dari pandangan Qin Chen.
Boom!
"Urghh!" Seteguk darah keluar dari mulutnya.
Tulang-tulang kedua orang itu patah tanpa bisa di perbaiki, mereka berdua langsung mati karena tidak bisa menahan kekuatan Martial Saint.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1