
Qin Chen yang mendengar itu, ia merasakan ada benda tajam menancap ke arah jantungnya, bagaimana tidak, karena umurnya memang masih muda, jika ia memiliki putri yang berusia 3 tahun ataupun dibawahnya.
Ia masih dikatakan wajar, dan sekarang putrinya sudah tumbuh menjadi gadis cantik, dan memiliki umur yang sama seperti Qin Chen dulu, tidak bisa menangkalnya. Kini Qin Chen menundukkan kepalanya.
"Meskipun aku sangat bahagia bisa bertemu dengan putriku, tapi inilah yang tidak aku inginkan, karena umurku masih muda.. jika orang melihat ku, aku masih seperti pemuda yang belum genap 20 tahun, walaupun aku pernah pingsan selama 100 tahun di kesadaran ku, hingga membuat usiaku naik, itu adalah misteri yang sulit di jelaskan.."
Mendengar perkataan ayahnya, ia memahami perasaan ayahnya, karena usianya yang masih muda sama seperti dirinya, mereka berdua seperti kakak dan adik.
Qin Chen yang sekarang masih menatap langit, ia lalu melihat ke arah putrinya yang tengah menatapnya. Perlahan tangannya ia letakan ke atas kepalanya, dengan lembut ia mengelus kepala putrinya.
"Jangan dipikirkan tentang usia Ayah ataupun hal lainnya, karena selama Ayah masih ada, ayah akan melindungi putri kecil Ayah, mereka berani menyentuh Yin'er, ataupun berani berbuat jahat pada Yin'er, mereka semua akan berhadapan dengan Ayah! Ayah akan dengan senang hati membawa mereka semua ke Neraka!" Ucap Qin Chen dengan suara lembut.
"Hmmm.. Yin'er percaya dengan Ayah.." ujar putrinya.
Su'er di sampingnya ikut senang, karena Qin Chen bisa bertemu dengan putrinya yang sudah lama sekali tidak bertemu dari kecil, walaupun ia merasakan sedih terhadap dirinya sendiri, tapi melihat kebahagiaan Qin Chen adalah yang ia inginkan.
Ia disana lalu melihat ke arah langit, dimana langit yang mempertemukan mereka berdua, dan bumi yang memisahkan mereka. Jika dulu, ia tahu kejadian ledakan tersebut, ia akan sekuat tenaga menghentikan hal tersebut.
Sekarang ia tidak bisa mengatakan apa-apa, saat ia melihat Qin Chen yang bahagia dengan kehidupannya yang sekarang, dan kini yang bisa ia lakukan adalah menjadi kuat, agar bisa berguna bagi Qin Chen kedepannya.
Qin Chen yang melihat Su'er yang bertingkah aneh di sampingnya, ia hanya menatap Su'er dengan tatapan bingung, karena Qin Chen tidak tahu apa-apa tentang pikirannya.
Qin Chen disana, ia lalu berbicara. "Sebaiknya kita cari kota terdekat untuk menginap, karena hari mau mulai gelap, dan hutan akan sangat berbahaya.."
"Kalau begitu, di dekat sini ada kota yang bisa digunakan ayah.. Kotanya juga cukup menarik bagi para kultivator Dewa.." Ujar Yin'er.
"Baiklah, kita kesana untuk menginap beberapa hari, dan berpetualang di bintang Fantasi ini!" Ucap Qin Chen yang semangat.
__ADS_1
"Yo!"
Putrinya juga senang bersama ayahnya, karena banyak hal yang ingin ia ketahui tentang ayahnya, mulai dari makanan kesukaannya, minumannya, hal yang paling ia sukai.
Mereka bertiga akhirnya turun dari atas batu untuk melanjutkan perjalanan menuju ke kota, agar Qin Chen bisa mencari tahu tentang apa saja yang ada di dunia ini.
Ia belum mengetahui kalau dunia ini sangatlah luas, karena Qin Qui tidak memberitahukannya, biasanya ia akan memberitahukan kepada Qin Chen tentang apa saja yang ada di dunia dimana ia kunjungi.
Karena Qin Qui tidak memberitahukannya, berarti dunia ini memiliki harta, dan juga misteri yang sangat bagus untuk dipecahkan, dengan wilayah yang sangat luas, membuat petualangan Qin Chen di bintang ini akan sedikit lama.
Di kananya ada Su'er yang berjalan dengan tenang, walaupun ia memikirkan tentang perkembangan dirinya, agar tidak merepotkan Qin Chen lagi.
Sedangkan di kirinya ada putrinya yang tengah berjalan dengan wajah yang senang, ia berjalan penuh semangat karena ada ayahnya di sampingnya.
Qin Chen yang senang bisa berjalan dengan dua keindahan alam yang berbeda-beda, kini ia yang berada di tengah, ia berjalan dengan tenang sambil melihat kanan dan kirinya.
Ia memikirkan tentang tubuh peri langit milik Su'er membuat ia sangat penasaran, karena ia memiliki tubuh yang hebat, dimana itu adalah pecahan dari tubuhnya sendiri.
[ Alam Surga adalah tempat yang tepat untuk Tuan mencari kebenarannya, karena di Alam Immortal hanya akan menyimpan pecahan misteri yang akan Tuan kumpulkan. ]
Ia terdiam tanpa alasan, disana ia berjalan tanpa berbicara sepatah-kata kepada mereka. Karena Qin Chen sedang berfikir tentang, misteri-misteri yang ia dapatkan selama pertulangannya.
Qin Chen sekali lagi melihat ke arah Su'er yang menundukkan kepalanya, ia disana lalu mengelus kepala Su'er dengan lembut, Qin Chen juga disana berbicara. "Setelah di kota nanti, aku akan menjelaskannya kepadamu, untuk sekarang ini kamu fokuslah untuk bertambah kuat."
"Baik, aku akan bertambah kuat agar bisa berguna untukmu.." Ujar Su'er dengan suara pelan.
Putrinya yang mendengar suara Su'er mengatakan hal itu, ia menjadi sangat terkejut mendengarnya. Karena bibi di sebelah kanannya, ingin menjadi kuat agar bisa berguna untuk ayahnya.
__ADS_1
Mu Mei Yin yang memiliki sifat yang ceria, baik hati, cepat menyesuaikan diri terhadap keadaan sekitarnya, dan masih banyak lagi yang ia miliki. Karena itulah, kenapa ia tidak bertanya lagi tentang ayahnya dan ibunya.
Sekarang ia melihat Su'er adalah teman ayahnya, dimana ia yang sekarang masihlah jauh di bawah mereka berdua, karena kultivasi tanpa sumber daya yang tidak cukup, akan menyulitkan bagi para kultivator
Ia berjalan kesampingnya Qin Chen, ia berjalan di samping Su'er yang berjalan disana, karena melihat Su'er yang sepertinya memendam perasaan kepada ayahnya, disana ia memegang tangan Su'er dengan lembut.
"Bibi Su'er, bibi sekarang ada Yin'er, jika ada yang berani melukai bibi, Yin'er akan memukulnya dengan keras.." Ucap Mu Mei Yin dengan suara yang terdengar senang.
Su'er tertegun mendengarnya, ia disana lalu berkata. "Tidak apa-apa, bibi akan berusaha keras untuk lebih baik, terimakasih sudah menyemangati bibi, Yin'er."
"Sama-sama, bibi, Yin'er akan mendukung bibi apapun yang bibi pilih.." Ujarnya dengan suara yang senang.
Mereka bertiga berjalan menuju ke kota terdekat dari tempat mereka duduk sebelumnya, karena Qin Chen membutuhkan banyak informasi agar ia bisa melanjutkan pertulangannya.
***
Kota DongDue, dimana kota itu adalah kota terdekat di hutan yang mereka lalui sebelumnya, di kota tersebut memiliki zaman kuno, atau kultivator kuno.
Mereka masih menggunakan pakaian, dan hal lainnya standard kuno, Kota yang memiliki banyak orang yang tinggal disana, dan ada banyak juga orang-orang yang berdatangan ke Kota untuk menginap.
Rata-rata orang di kota memiliki basis kultivasi yang lumayan, karena mereka semua tinggal di bintang terbesar di wilayah bagian selatan Universe.
Qin Chen dan lainnya yang sudah tiba di kota tersebut, ia melihat luasnya kota yang sangat besar, bahkan dua kali lipat dari kota milik Qin Chen sendiri di Alam Immortal bintang kematian.
Mereka semua berada di luar kota untuk mengantri masuk kedalam, karena pengunjung di kota sangatlah banyak, hingga membuat para penjaga harus bersiap berwaspada akan sesuatu yang terjadi nantinya.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*
*Next Chapter: Konflik Restoran*