Supreme God System

Supreme God System
Chapter 159 : Menyelesaikan masalah


__ADS_3

Di dalam kamar, terlihat wanita cantik bergaun merah yang tengah terbaring dengan melihat pemuda yang berada di atasnya, wajah wanita tersebut memerah karena malu melihat wajah Qin Chen.


"Apa kamu akan memakanku?" Tanya Qiu Yu Ran dengan suara gugup.


"Tidak bodoh.. aku tidak akan memakanmu, sekarang kamu tidurlah untuk menjaga kesehatan, aku akan di sampingmu.."


"Baiklah, aku akan tidur.."


Qiu Yu Ran mulai menutup matanya dengan perlahan, sedangkan Qin Chen, ia tengah duduk di sampingnya dengan melihat istrinya tidur dengan pulas.


Aku akan tinggal di sini selama 3 hari, lalu pergi untuk menyelesaikan masalah di Alam Immortal, dan melawan mereka semua! Setelah itu, aku akan pergi ke Alam Immortal tertinggi!


Sudah banyak waktu yang Qin Chen buang, sekarang sudah waktunya ia bergerak untuk menuntaskan semua masalah yang ada, terutama untuk menyelesaikan masalah istrinya yang memiliki musuh Lembah Racun.


Sebelum berangkat menuju Alam Immortal tertinggi, setidaknya ia akan menyelesaikan masalah pribadi maupun masalah istrinya, karena jika tidak di selesaikan, akan meninggalkan bencana yang lebih besar lagi.


Qin Chen yang tengah berdiri di samping istrinya, ia mengelus kepalanya dengan lembut untuk membuat istrinya tidur pulas, karena ia akan pergi beberapa hari lagi dari sini, dan meninggalkan dirinya.


***


Hari demi hari mereka lalu sampai 3 hari kedepannya, mereka yang menikah muda menjadi bingung dengan kebiasaan apa yang dilakukan, karena Qin Chen orang yang mudah melakukan apa saja, ia selalu mengajak istrinya bermain, di dunia kecilnya.


Seringkali Qin Chen membawa istrinya untuk mancing di belakang gunung, tepatnya di danau yang memiliki ikan besar, disana mereka menghabiskan waktu memancing berdua.


Menghabiskan waktu tiga hari bersama istri muda memang sangat menyenangkan bagi Qin Chen, ia juga tidak lupa untuk menganalisis karakteristik manusia yang tercipta olehnya sendiri.


Manusia disana memiliki sifat yang sama seperti manusia pada umumnya, mereka haus akan kekuasaan, dan juga kekuatan. Dengan melihat karakteristik mereka, Qin Chen sudah membuat Array Pelindung Ilahi di sekeliling kediaman Qin.


Selama mereka berada di dalam kediaman Qin, mereka tidak akan kenapa-kenapa meskipun Dewa akan turun ke sana.

__ADS_1


Hari ini adalah hari dimana Qin Chen akan pergi, di depan gerbang pintu masuk kediaman Qin, orang-orang sudah berkumpul untuk memberikan salam perpisahan.


Selama tiga hari kebelakang, Qin Chen sudah mengatakan pada istrinya untuk pergi melanjutkan perjalanannya, dan juga menyelesaikan masalah yang ada di Alam Immortal.


Awalnya, ia menolak untuk Qin Chen yang akan pergi, tapi mengingat kembali apa tujuan Qin Chen sebelumnya, yang pernah ia ceritakan padanya. Ia melepaskan Qin Chen untuk pergi, dengan satu syarat bahwa Qin Chen tidak akan melupakannya.


Di depan gerbang kediaman Qin, Qin Chen yang tengah berdiri di depan istrinya yang masih memeluknya dengan erat, ia seakan-akan tidak ingin Qin Chen pergi meninggalkannya.


Mau bagaimana lagi, ini adalah perasaan, jika sudah terjatuh kedalam perasaan, akan sulit untuk melepaskan orang yang penting baginya. Qin Chen yang memeluknya dengan lembut sambil mengelus kepalanya, karena ia tahu bahwa istrinya tidak ingin melepaskan Qin Chen.


"Setelah aku selesai dengan para Dewa disana, aku akan menjemputmu, untuk sekarang.. kamu tinggalkanlah di sini bersama ayah dan ibu.., disini ada adik kecilku yang imut yang akan menjagamu, dan ada juga Harimau kecil yang mengemaskan bersamanya."


"Kamu janji akan menjemputku?"


"Tentu, aku janji.. jika kamu ingin selalu berbicara denganku, aku akan meninggalkan satu bayangan milikku agar kamu bisa berkomunikasi denganku meskipun jarak yang jauh."


Qin Chen disana, ia menggunakan kemampuan elemen kayu miliknya untuk membuat sebuah bayangannya, itu semua sangatlah mirip, dimana itu adalah protipe yang sempurna.


"Aku menggerakkan bayanganku menggunakan hati dan juga pikiran, jadi kamu bisa berkomunikasi dengan diriku yang asli di luar sana. Jadi jangan bersedih, kita akan tetap bersama.." Kata bayangan Qin Chen.


Sebenarnya ia tidak ingin menggunakan ini, tapi melihat istrinya yang hamil muda, jika mengalami depresi berat, itu akan membuat kandungannya menjadi terganggu, dengan meninggalkan bayangan ini, mungkin akan meredahkan rasa kerinduannya.


Ia perlahan melepaskan pelukannya, lalu melihat Qin Chen. "Jangan lama-lama perginya.." Ucap istrinya.


Qin Chen tersenyum, lalu ia mencium keningnya dengan lembut, setelah itu ia pergi berjalan kebelakang dengan kakek Ling, dan kedua saudarinya untuk menyelesaikan masalah.


"Aku akan kembali cepat, jadi tunggu aku.."


Mereka semua berteleportation keluar dari dunia Qin Chen, itu adalah kata-kata terakhir yang Qin Chen ucapkan pada istrinya yang berada di dalam dunia buatan miliknya.

__ADS_1


***


Istana Kaisar, Alam Immortal.


Di dalam istana, tepatnya di tempat para prajurit berlatih, mereka masih berlatih dengan keras, disana mereka masih melakukan tugas mereka untuk berlatih menjadi lebih kuat, dan bisa menyerang Alam Immortal lainnya.


Qin Chen dan lainnya berteleportation ke tempat kemarin ia masuk, kini mereka semua sudah berada disana kembali. Melihat bahwa di Istana masih berjalan dengan ada kendala, meskipun Qin Chen tidak ada.


"Kalian berdua, kembalilah dan bawa semua orang-orang dari Paviliun Obat untuk kembali ke duniaku, dan kakek Ling, kembali ke Paviliun Alkemis untuk bersiap-siap pergi, apa kalian paham."


"Baik!"


Mereka bertiga pergi ke tempat mereka masing-masing dengan terbang cepat, sedangkan Qin Chen disana, ia mulai terbang ke atas dengan Aura membunuhnya yang pekat, karena ia ingin menghancurkan beberapa wilayah.


"Lembah Racun, Sekte Pedang Langit! Hari ini, hari terkahir kalian berdua untuk melihat matahari!" Gumamnya.


Di kota, mereka semua melihat Kaisar baru yang tengah melayang di atas dengan aura membunuh yang begitu kuat, mereka yang melihatnya akan menjadi gemetaran dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya.


Qin Chen yang sudah tiga hari hanya memanjakan istrinya, kini ia bisa memanjakan tangannya yang gatal akan kehancuran, tangannya sudah tidak sabar untuk menghajar orang-orang yang merepotkan.


Sedangkan di istana, tepatnya di arena pelatihan, para prajurit melihat Kaisar Chen yang tengah melayang dengan Aura membunuh, mereka semua tidak tahu kenapa Kaisar Chen bisa mengeluarkan Aura membunuhnya.


Tapi yang jelas dalam benak mereka, Kaisar Chen akan melakukan sesuatu yang membuat banyak korban jiwa di Alam Immortal ini, mereka semua tidak ada yang bisa melawannya. Meskipun menggunakan seluruh kekuatan yang mereka miliki sekarang ini.


Dihadapan kekuatan mutlak, mereka seperti semut di mata Kaisar Chen, bahkan mereka tak layak di sebut dengan kata semut, mereka lebih layak di sebutkan dengan kata bakteri.


Qin Chen yang dari atas, ia langsung melesat pergi dari sana menuju ke tempat Lembah Racun berada, Lembah Racun cukup jauh dari sana, tapi dengan kecepatan Qin Chen, untuk sampai kesana tidaklah lama.


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2