Supreme God System

Supreme God System
Chapter 55 : Perasaan Tidak Enak Dan Kembali


__ADS_3

Di dalam gua mulai memancarkan sinar hijau cerah yang menerangi gua, bahkan di luar lubang gua juga terlihat lingkaran gua bercahaya terang menerangi hutan pinus.


Sekitarnya menunjukkan pohon-pohon dan akar mulai merambat kemana-mana, element kali ini mengandung unsur alam membuat sekitarnya akan mengikuti irama Qin Chen.


3 Hari Kemudian.


Sekitar Qin Chen sudah di tutupi banyak akar-akar yang sulit di hancurkan, bahkan Yu Lin sudah sekuat tenaga menghancurkan akar-akar yang mengelilingi Qin Chen dengan kemampuannya. Namun, hal hasil gagal karena tidak bisa melawan akar begitu kuat.


Qin Chen sudah 3 Hari menyempurnakan Element kayunya, tiba-tiba di membuka matanya membuat akar-akar mulai hancur.


Crack!


Boom!


Akar-akar mulai berjatuhan ke bawah dengan menampilkan Qin Chen duduk dengan pandangan santai, yang awalnya padangan Qin Chen seperti orang tegas sekarang padangan nya berubah menjadi lebih sedikit santai dan tenang.


"Element kayu... Sudah sempurna, dengan begitu aku memiliki 2 element langit dan bumi!" Ujar Qin Chen sambil mengepalkan tangannya.


Ia perlahan beranjak berdiri dari atas berbatuan yang penuh dengan akar-akar alam, Qin Chen melihat sekitarnya sudah banyak yang terjadi dan ia juga melihat kedua orang itu sedang di luar gua karena tidak bisa masuk ke dalam.


Dengan cepat ia menghancurkan akar-akar menghalangi jalannya lalu ia berjalan keluar gua untuk menemui Ru'er, sayatan pedang Qin Chen memotong semua yang menghalangi nya dari dalam gua.


Setelah selang beberapa menit akhirnya terlihat retakan-retakan akar dari luar membuat mereka berdua terkejut. Tiba-tiba terjadi ledakan di gua tersebut.


Bom!


Akar itu hancur berkeping-keping dengan kabut menyelimuti pandangan mereka, tak lama kabut menghilang dan terlihat Qin Chen berdiri dengan memegang pedang di tangan kanan.


"Kakak!" Teriak Ru'er yang langsung berlari ke tempat Qin Chen.


Mendengar itu ia juga tersenyum lalu memeluk Ru'er dengan lembut. "Ru'er kira, kakak akan tertimbun oleh akar-akar itu.." Ucap Ru'er pelan sembari memeluk Qin Chen.

__ADS_1


"Jadi begitu," Balas Qin Chen.


Ia mengangkat adiknya lalu berjalan melanjutkan perjalanan menuju ibukota, dengan di dampingi Yu Lin di sampingnya, yang dimana ia terus melihat perubahan Qin Chen yang sangat dratis mulai dari sikapnya hingga bentuk tubuh nya.


Perjalanan mereka tidak ada gangguan sama sekali hingga keluar hutan Pinus, walaupun legendanya hutan pinus sangat mengerikan tapi menurut Qin Chen semuanya itu adalah Keberuntungan.


Mereka berjalan kaki melewati jalan setapak tanah dengan pelan sambil Qin Chen mengobrol dengan Yu Lin untuk meminta berbagai informasi atau hal yang belum ia ketahui tentang Dunia ini. Namun, Qin Chen meminta nya dengan alasan ia baru keluar dari Kotanya.


"Dunia ini memiliki beberapa profesi misalnya, Alkemis, Master Array dan Master Racun. Mereka semua sangat di hormati dan di segani bagi para pembudidaya. Walaupun Alkemis sendiri tidak memiliki basis kultivasi yang tinggi, mereka tetaplah orang hebat karena profesi Alkemis sangatlah sulit dan Master Alkemis di dunia ini bisa di hitung dengan jari...


Sama halnya dengan Master Array, mereka juga sangat hebat dalam menggunakan Array, contohnya saja saat anda di Kota Meigui, di kota itu terdapat beberapa Master Array untuk menutup dan membuka pintu portal Dimensi Monster...


Sedangkan untuk Master Racun, mereka berkecimpung dalam dunia gelap untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Dan ada kemungkinan yang anda cari bersangkutan dengan Master Array yang sudah meresahkan banyak kultivator di benua tengah..." Ucap Yu Lin.


Qin Chen mendengar penjelasan Yu Lin tentang beberapa profesi yang sangat hebat di dalam Dunia kultivator mengangguk kecil. Ia berjalan sambil memikirkan tentang Master Racun yang membuat ia sedikit tertarik.


Master Racun? Apa dia lah yang membuat kutukan darah? Atau dia juga Iblis darah itu!


Awalnya perjalanan mereka sangat tenang, hingga hal aneh terjadi pada Qin Chen. Ia yang tadi berjalan santai sambil mengobrol tiba-tiba meneteskan air matanya, melihat Qin Chen tiba-tiba meneteskan air matanya membuat mereka berdua bingung.


Ia mengangkat tangan dengan gemetar untuk menyentuh wajahnya yang mengalir air matanya. "Ke-kenapa aku bersedih.." Ucap Qin Chen tidak tahu apa-apa tentang ia bersedih.


Deg!


Detak jantungnya berdetak kencang membuat ia merasakan sesuatu yang besar terjadi, ia dengan berhenti di sana memegang tubuhnya yang terletak Jantung dengan erat.


"Kak! Ada apa kak.." Ucap Ru'er menanyakan kondisi Qin Chen.


Tidak menanggapi pertanyaan adiknya, ia merasakan ada sesuatu yang menimpa keluarganya di Kota Xilinan. "Apa ada sesuatu yang terjadi kepada keluarga ku.. Membuat jantungku berdetak kencang.." Ucap Qin Chen.


"Apa.. Ibu baik-baik saja, kenapa jantungku sakit saat memikirkan ibu.." Ujarnya dengan menahan perasaan sakit.

__ADS_1


Kota Xilinan.


Beberapa Jam yang lalu ada ribuan orang dari kekaisaran timur datang menyerang Kota Xilinan. Mereka menyerang Kota Xilinan agar Qin Chen tunduk menjadi hewan peliharaan kekaisaran timur.


Ambisinya membuat ia mengumpulkan sekte-sekte maupun keluarga besar untuk ikut bergabung menundukkan Qin Chen. Di dalam pikiran Kaisar Timur adalah Jika melawan Qin Chen sendirian mungkin ia akan kalah, tapi jika melawan dengan puluhan ribu pasukan dengan kultivasi tinggi pasti akan menang.


Kaisar Timur membantai orang-orang dari Kota Xilinan sebagai peringatannya, ia juga membawa ibu Qin Chen untuk sebagai sandra. Sedangkan Klan Qin mengalami kerusakan besar dengan banyak korban Jiwa.


Ayahnya yang di Ranah Martial King mengalami luka berat di sekujur tubuhnya, dengan luka-luka itu mungkin dia tidak bisa bertahan lebih lama dari sehari.


Kekaisaran sudah melakukan hal yang salah, karena perasaan Qin Chen untuk melindungi keluarga nya sangatlah kuat. Ia akan melakukan apa saja demi melindungi keluarganya meski harus melawan Ribuan Dewa.


Kediaman Qin.


Di dalam kediaman banyak orang-orang yang terluka parah hingga ada banyak yang mati, mereka semua berjuang untuk mempertahankan keluarga Qin dari serangan Kaisar yang arogan.


Di dekat batu vesar terlihat seorang pria yang sedang menyenderkan tubuhnya, pria itu adalah ayahnya sendiri.


Ia menatap langit dengan pandangan sedih dan juga menahan rasa sakit. "Chen'er Jika kau kembali dan melihat ayah tidak ada... urghh... Se-selamatkan ibu mu.." Ucapnya yang pelan sambil menatap langit.


Kembali lagi di tempat Qin Chen berada, sekarang ia berdiri melihat langit yang sama dengan ayahnya.


"Aku akan kembali ke Kota tempat tinggal ku, aku merasakan ada sesuatu yang menimpa keluarga ku.." Ucap Qin Chen dengan ia yang bersiap-siap untuk pergi kembali.


Ru'er mendengar itu terkejut, tapi ia ingin mengikuti kakaknya untuk kembali jadi ia akan ikut dengan Qin Chen. Yu Lin yang mendengar ia akan kembali mau tidak mau ia akan ikut karena beberapa alasan.


"Kalau begitu, saya akan ikut anda ke Kota anda" ujarnya dengan sedikit memberi hormat.


...


*Thank You For Reading*

__ADS_1


__ADS_2