
Setelah cukup lama berolahraga di atas Profound Ark, kini Qin Chen mengibaskan tangannya, Qin Chen sambil menghirup banyak Poin Tukar yang akan berdatangan.
Qin Chen kini mulai menatap mereka semua yang sudah bertarung di medan perang. Ia bergumam sendiri. "Sudah waktunya untuk membantai sekumpulan kecoa menyebalkan ini!"
Qin Chen mengambil kuda-kuda untuk melesat terbang dengan gaya di lautan bintang, setelah mendapatkan posisi yang bagus untuk ia melesat, ia mulai melontarkan gelombang angin di bawah telapak kakinya.
Boom! Wushh!
Kecepatan terbang Qin Chen seperti tidak terlihat oleh mata mereka semua, seketika medan perang menjadi hening melihat Qin Chen yang langsung melesat ke tempat medan perang.
Seorang Kaisar sebenarnya harus duduk di tahtanya melihat pertarungan antara prajurit, tapi berbeda dengan Qin Chen, ia membiarkan keroco melawan keroco, dan Raja akan melawan Raja.
Strategi yang Qin Chen gunakan sama seperti bermain catur, dimana pion akan melawan pion, dan mentri akan menghabiskan pasukan yang penting.
Kuda dan benteng adalah pasukan pelindung, dimana itu adalah jenderal yang dimiliki Kaisar Bi. Qin Chen yang dari Profound Ark miliknya, ia melesat dengan kecepatan tinggi.
"Pemecah Langit Peri!"
Sekarang Qin Chen menggunakan kemampuannya tidak lagi membutuhkan pedang untuk melakukan sebuah serangan. Karena semuanya sudah bisa digunakan melalui ujung jarinya, meskipun Jiwa pedang belum ia tempa, tapi kemampuan Qin Chen sudah memungkinkan untuk menggunakan jarinya sebagai bilah pedang.
Tangannya di angkat ke samping lehernya, dengan mengayunkan ujung jarinya sangat pelan, saat jarinya di ayunkan, di sana mulai terasa sebuah hembusan angin yang sangat padat bagaikan kehampaan yang tertekan oleh gravitasi.
Pada saat itu juga, hembusan angin tersebut seperti bintang-bintang kecil yang bercahaya terang di ujung jarinya. Serangan Qin Chen ia ayunkan secara horizontal untuk menghabiskan setengah pasukan musuh.
Tiba-tiba sebuah sayatan pedang yang membentang luas di sana, tebasan tersebut melesat dengan kecepatan tinggi. Semua orang termasuk orang-orang yang melihat pertempuran tersebut di buat tercengang.
Mereka semua melihat serangan yang mengandung energi bintang yang sangat besar sedang di lepaskan. Disaat itu juga, kaisar yang tengah duduk langsung berdiri dengan melontarkan sebuah serangan.
Insting sebagai seorang petarung keluar, karena Kaisar merasakan energi yang begitu besar dalam serangan Qin Chen.
Kaisar yang berdiri dengan tegap, ia melesat kedepan sambil mengeluarkan serangan yang sangat besar untuk menghentikan serangan Qin Chen.
__ADS_1
"Tapak Budhha!"
"The Nine Dragon Punch!'
Suara Kaisar yang terdengar keras di medan perang, semua prajurit melihat Kaisar mereka sudah turun tangan. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu lagi untuk berlama-lama.
Mereka semua saling menyerang satu sama lainnya, bahkan serangan mereka seperti kembang api yang terlihat dimana-mana, bintang-bintang di sekitarnya keluar dari wilayah dari tempat bintang tersebut berada.
Kedua serangan tersebut melesat dengan cepat menuju serangan Qin Chen. Serangan-serangan kaisar yang memiliki sembilan naga berwarna unggu dengan berukuran besar mulai terbang dengan cepat.
Serangan Tapak Budhha miliknya memiliki warna emas yang terang, ukurannya bisa memusnahkan sebuah bintang sekali serangnya. Kedua serangan Kaisar melesat menerjang bintang-bintang di sekitarnya.
Hembusan angin kehampaan membuat prajurit disana terlempar jauh dari medan perang, mau bagaimana lagi, disaat Kaisar menggunakan kekuatannya untuk menghentikan serangan Qin Chen. Sudah dipastikan mereka tidak akan bisa menahan hembusan anginnya saja.
Srash!
Tebasan Qin Chen memotong bintang-bintang di sekitarnya dengan sangat ganas, semua bintang yang terkena akan meledak satu-persatu. Prajurit dari Kaisar Bi mulai terkikis sedikit demi sedikit oleh serangan Qin Chen.
"Tahan!"
"Tarian pedang mawar!"
"Panah penghancur gunung!"
Seluruh prajurit Kaisar Bi membantu menyerang serangan Qin Chen, tanpa mereka sadari serangan mereka semua lenyap, serangan mereka lenyap disaat mengenai serangan Qin Chen.
Melihat serangan besar milik mereka yang langsung lenyap saat terkena, kini mental prajurit menjadi lemah melihat kematian. Pada waktu itu juga, kedua serangan Kaisar Bi mengenai serangan Qin Chen.
Crash! Crash!
Tiga kekuatan besar beradu sama lainnya, percikan serangan mereka membuat bintang-bintang di sekitarnya meledak. Energi di sekitarnya menjadi mencengkram dari pada sebelumnya.
__ADS_1
Aura membunuh terus terpancar dengan sangat kuat di serangan tersebut. Semua orang yang berada di sekitarnya masih tercengang melihat serangan yang sangat kuat tersebut.
Dalam hidup mereka, mereka semua belum pernah melihat serangan sekuat itu dari Kaisar Alam Immortal tingkat rendah, dan sekarang mereka melihat sendiri serangan yang sangat kuat dari Kaisar baru.
Ting!
Suara dentingan bintang terdengar di gendang telinga mereka semua, pada saat itu juga. Aura membunuh semakin kuat, serangan mereka berdua tiba-tiba berkedip beberapa kali dengan cepat.
"Mundur!"
Sebuah teriakan dari seorang jenderal yang merasakan akan menjadi kehancuran yang sangat besar di medan perang, kini semua prajurit berterbangan seperti nyamuk kehilangan akal sehat. Mereka semua saling tabrak satu sama lain, disaat nyawa menjadi taruhannya.
Mati dalam pertarungan adalah hal biasa bagi mereka, tapi mati dalam sebuah ledakan tidak masuk akal membuat mereka semua panik. Bahkan prajurit Qin Chen berterbangan menjauhi medan perang.
Crash! Crash!
Suara serangan mereka semakin cepat terdengar di telinga, tanpa waktu lama dengan sebuah kedipan yang begitu cepat. Sebuah ledakan super masif terjadi.
Boom!
Ledakan berwarna jingga di antara lautan bintang-bintang bisa terlihat jelas dengan berdiameter sangatlah jauh, ledakan tersebut menghapus bintang-bintang yang tersisa di sekitarnya.
Prajurit-prajurit Kaisar Bi mulai kehilangan sebagian besar, gelombang energi yang dihasilkan dari ledakan tersebut menghilang dengan sangat cepat. Semua energi telah masuk ke dalam tubuh Qin Chen, karena Qin Qui menyerap segala energi disekitar lalu di transfer ke tubuh Qin Chen.
Meksipun energi menghilang, batu-batu hasil ledakan bintang menghujani kedua Profound Ark. Hujan meteor tidak bisa di hindari bagi kedua pasukan, serangan mereka berdua seperti membunuh pasukan mereka sendiri.
Sedangkan Qin Chen, ia hanya tersenyum jahat dengan matanya yang merah darah, semua yang dimatanya bukanlah apa-apa, melainkan Poin Tukar yang berharga. Semakin banyak musuh yang mati, semakin banyak pula Poin Tukar yang ia dapatkan.
Pasukan Kaisar Bi telah kehilangan setengahnya, sedangkan milik Qin Chen, ia kehilangan seperempat pasukan yang ia bawa, mereka semua mati dalam medan perang, dan juga meteor yang menghujani Profound Ark.
Kaisar yang menahan ledakan tersebut, ia mengalami perubahan besar di wajahnya. Wajahnya yang awalnya sombong, sekarang berubah menjadi cemas maupun gemetaran melihat serangan Qin Chen yang sudah menghancurkan lautan bintang di sekitarnya.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*