
Kediaman Qin.
Mereka semua dikejutkan dengan deklarasi Qin Chen yang akan menghancurkan Benua Timur ini. Saat mendengar berita Raja Iblis Qin Chen saja sudah membuat jantung mereka syok dan sekarang langsung mendengar deklarasi Penghancur Benua Timur oleh Qin Chen.
Mata Qin Chen bercahaya merah terang dengan Aura gelap menyelimutinya, ia sekarang sudah sangat marah dengan semuanya. Hari ini ia akan mengakhiri Benua Timur dengan kehancuran yang mengerikan.
Qin Chen terbang ke atas Langit dengan Aura membunuh yang begitu kuat, Aura itu sangat mengerikan karena sudah tidak terhitung jumlah nyawa yang sudah dibunuhnya. Semakin banyak ia membunuh, semakin kuat pula Aura membunuhnya.
Kekaisaran Timur terletak di selatan, sedangkan Kota Xilinan terletak di timur. Kekaisaran Timur mendirikan istananya disana karena tempat itu adalah tempat pertambangan kristal yang begitu banyak. Dengan penambangan itu ia bisa menjadi seorang Kaisar. Namun, itu saja tidak cukup, Kaisar Timur juga sangat berambisi menguasai benua selatan.
Dengan menundukkan Qin Chen, ia berfikir bisa. Namun nyatanya Qin Chen Sangat marah untuk hal ini. Saat orang berani menyangkut pautkan ibunya untuk kepentingannya sendiri, itu membuat Qin Chen semakin marah karena melibatkan ibunya.
Sebelum ia menghancurkan Kekaisaran Timur, ia akan menghancurkan Sekte-sekte besar di Benua Timur dan keluarga besar sekaligus.
[ Waktu Upgrade Tersisa ]
[ 48:40:21 ]
[ Percepat 1 ]
[ Membutuhkan 500.000.000 Poin Tukar ]
[ Percepat 2 ]
[ Membutuhkan 1.000.000 Jiwa untuk menumbuhkan benih Roh sistem ]
Melihat layar biru di depannya untuk mempercepat proses upgrade Sistem, ia menunjukkan senyuman Iblis yang begitu kejam di atas langit. Qin Chen menekan tombol 'Percepat 2'. Dimana sistem membutuhkan 1.000.000 Jiwa untuk menumbuhkan Benih Roh yang belum di ketahui fungsinya. Bagi Qin Chen sekarang ini adalah menyelamatkan ibunya.
Setelah menekan tombol itu, ia menyampingkan pikirannya lalu melesat pergi dengan kecepatan tinggi untuk mengunjungi Kota-kota yang bersangkutan maupun Tidak bersangkutan.
Wushh!
Ia terbang dengan cepat menuju Kota Pertama yang berada di Benua Timur ini, ia terbang dengan rendah mengakibatkan gelombang maupun hembusan anginnya menghancurkan daratan-daratan yang ia lalui.
Kedatangan Qin Chen ke Benua Timur sudah di ketahui oleh orang-orang, berita itu membuat Seluruh Sekte besar maupun keluarga besar bersiap-siap untuk melawan Qin Chen. Di berbagai kota sudah di siapkan puluhan ribu pasukan yang akan menyerangnya.
__ADS_1
Semuanya kosong di hadapannya, hanya ada kematian yang akan menghampiri semua orang yang menghadang kepergian Qin Chen untuk menyelamatkan ibunya. Tak berselang lama ia akhirnya sampai di Kota Pertama dan ia juga melihat puluhan ribu kultivator di atas langit menghadang nya.
Melihat mereka semua Qin Chen sontak marah, lalu ia mengeluarkan sebuah pedang yang sudah lama sekali ia tidak memakainya. Dengan Aura nya saja sudah bisa orang-orang merasakan Kematian. "Kalian harus mati!" Kata Qin Chen dengan suara intimidasi.
Mendengar kesombongan Qin Chen membuat para kultivator itu sangat kesal, di kota pertama itu juga terdapat satu pemimpin yang akan memimpin mereka semua. "Serang Raja Iblis Qin Chen! Sekarang juga!" Teriak orang itu memberikan perintah.
Puluhan Ribu kultivator terbang melesat ke arah Qin Chen untuk menyerang nya, mereka menyerang secara membabi-buta ke arah Qin Chen.
"Tapak Naga!"
"Penghancur Jiwa!"
"Pedang Api membara!"
"..."
Ribuan Serangan seorang kultivator Ranah Martial King mengarah ke arahnya, Qin Chen mengangkat tangannya hendak mengayunkan pedangnya yang sudah terlalu lama mendiami diri.
"Pemecah Langit Peri!" Ucap Qin Chen sambil mengayunkan pedangnya.
Wushh!
"Cepat menghindar!" Teriak orang itu dengan panik untuk memperingati pasukannya.
Teriakan nya membuat mereka terkejut, rombongan orang-orang di hadapan Qin Chen menghindar dengan panik.
Boom! Boom!
Saat tebasan Qin Chen mengenai tubuh ia akan mempunyai efek ledakan-ledakan yang fantastis. Melihat Raja Iblis Qin Chen dengan mudahnya membunuh ribuan kultivator martial King dengan sekali ayunan pedang saja membuat pasukan disana gemetaran.
"Kalian semua! Dan Benua ini pantas Mati!" Ucap Qin Chen sambil ia mengangkat tangan ke atas. Lalu ia perlahan menurunkan tangannya ke bawah.
Di atas langit.
"Aahhh... Apa ini!" Teriak Mereka.
__ADS_1
"Sangat menyilaukan!" Ujar lainnya
Mereka di silaukan oleh sesuatu di atas langit, dengan padangan yang tidak bisa melihat mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Cahaya emas itu menyilaukan mata mereka semua sampai beberapa saat, mereka akhirnya bisa melihat kembali. Tapi, saat mereka membuka mata hal yang pertama kali muncul di benak adalah kematian.
"Ti-tidak mungkin! Kita pasti Mati terkena ini!" Kata Salah satu pasukan nya sembari melihat ke atas Langit.
"A-aku tidak mau mati! Lebih baik aku lari!" Ujarnya sambil pergi dari sana.
Pemimpin pasukan di Kota itu juga sangat syok melihat di atas langit terdapat telapak tangan, telapak tangan itu sangatlah besar dan luar berwarna emas cerah membuat Aura intimidasi tersendiri keluar darinya.
Dengan tubuh gemetaran ia melihat Qin Chen di depannya. "Ra-Raja Iblis Qin Chen.. i-ini pasti ada kesalahan–" Ucapnya yang ketakutan terputus oleh ucapan Qin Chen.
"Tanpa alasan pun! Aku akan tetap membunuh kalian!" Balasnya dengan mempercepat serangannya ke bawah.
Saat mendengar suara Qin Chen seperti Iblis tidak peduli dengan kehidupan orang-orang di bawahnya, Pria itu dengan ketakutan berlarian dari sana di ikuti mereka semua di belakangnya.
Telapak Tangan itu dengan cepat turun kebawah mengeluarkan hembusan angin begitu besar. Angin itu mengakibatkan kerusakan besar-besaran di Kota.
Suara-suara minta tolong orang-orang dikota di abaikan Oleh Qin Chen, ia sekarang sudah muak dengan manusia di Benua ini. Ia tidak pandang bulu untuk menghancurkan dan membunuh manusia di benua Timur.
Wushh!
Angin kencang meratakan bangun-bangun Kota, tangisan dan teriakan orang-orang terus terdengar. Dengan tak berapa lama telapak tangan itu mulai menyentuh tanah hingga mengeluarkan sebuah ledakan.
Boom! Boom!
Kultivator di atas langit ikut terbawa ke bawah oleh telapak tangan Qin Chen. Tidak peduli seberapa keras mereka melawan, mereka bukan tandingan Raja Iblis Qin Chen.
"Arghhhhh!" Suara teriakan kesakitan pasukan mereka terdengar keras di telinga Qin Chen.
Kota yang memiliki penduduk ratusan ribu kini rata dengan sebuah telapak tangan, kehancuran Kota itu membuat jejak lima jari Dewa yang akan terukir di cerita legenda yang akan mendatang di keturunan berikutnya.
Qin Chen melihat di belakangnya masih ada puluhan ribu lagi pasukan yang masih tidak bergerak melihat kehancuran besar di Kota. Dengan wajah pucat mereka melarikan diri dari tempat Qin Chen berada.
...
__ADS_1
*Thank You For Reading*