
Kesepuluh cincin itu terus membuat Qin Chen terseret kesana kemari, untungnya tidak ada lagi monster-monster di sekitarnya, jadi ia akan aman menghancurkan bukit-bukit emas yang sangat banyak.
Qin Chen terlempar, ia yang kini sedang berusaha keras untuk menahan peningkatan energi miliknya yang begitu besar, cincin itu seakan-akan melekat sangat kuat kepada Tuannya.
Su'er dan Yin'er sekarang ini melihat Qin Chen yang terseret sana kemari, mereka tidak bisa membantunya dari apa yang terjadi di dalam sana terhadap Qin Chen. Karena, mereka sudah ketakutan dengan Aura yang di pancarkan oleh Qin Chen sekarang ini.
Ia yang sudah satu menit terhempas ke sana kemari, Qin Chen kini mulai bisa tenang dengan sekujur tubuhnya mengeluarkan hanya warna unggu yang memancarkan aroma tidak sedap.
Melihat bahwa dirinya kotor, Qin Chen berjalan kaki mendekati sumber air yang tidak jauh dari sini, karena dalam kuil atau bangunan ini, mereka setidaknya memiliki pemandian air panas yang bisa digunakan oleh mereka.
***
Setelah selesai, Qin Chen kembali ke tempat mereka beruda berada, perubahan tubuhnya sangat dratis, bahkan ketampanan Qin Chen meningkat pesat.
Saat sampai di tempat mereka, mereka berdua tercengang melihat penampilan Qin Chen yang sekarang ini, bahkan perubahan Qin Chen dalam beberapa waktu sangatlah dratis.
Penampilan Qin Chen sekarang ini, ia memiliki tinggi tubuh sekitar 7 kaki, dengan rambut putih seperti salju terurai panjang, dengan beberapa helai rambut berwarna hitam.
Qin Chen yang berjalan mendekati mereka dengan tenang, lalu berkata. "Sekarang, waktunya untuk membantu Putri kecil Ayah.."
Ia yang mengatakan dengan suara lembut, dengan mengangkat tangannya ke atas. Saat ia mengangkat tangannya ke atas, seluruh emas-emas di lantai berterbangan di atas langit reruntuhan tersebut.
Qin Chen yang memutar segala harta dengan bantuan kekuatan Qin Chen yang sekarang ini, ia bisa membalikkan Surga dengan kemampuannya sendiri.
Putrinya melihat harta-harta disana berterbangan ke atas, dimana semuanya menampilkan cahaya berkelap-kelip indah, permata, emas, berlian, dan senjata lainnya.
"Ambillah yang Yin'er suka untuk mengoleksinya secara pribadi, sisahnya Ayah akan simpan untuk keperluan yang akan datang nantinya.." Ucap Qin Chen.
"Baik Ayah."
Ia lalu pergi dari sana mengambil barang-barang yang ia sukai, Su'er yang berada di depannya, ia melihat Qin Chen yang sekarang ini telah berubah dari yang dulu.
__ADS_1
Qin Chen menyadarinya, ia lalu berkata. "Su'er.. kamu meditasilah disini, dan serap semua Aura yang berada di sekitar sini,"
Qin Chen yang memang dari awalnya adalah mengambil harta, dan meningkatkan kekuatan Su'er agar lebih kuat dan bisa membantunya di masa depan nantinya.
"Baik.."
Perlahan, ia mulai duduk di bawah dengan kaki bersila. Didalam sana, Qin Chen yang masih membantu putrinya, ia memilihkan senjata ataupun artefak yang bisa membantu Su'er dalam berkultivasi kedepannya.
Reruntuhan Dungeon Kuno memiliki harta yang sangat banyak, mulai dari emas, senjata Dewa, Artefak, dan bahan-bahan herbal lainnya. Memang, semua yang berada disini milik tengkorak di belakangnya.
'Qin Qui, jika aku membangkitkan dia dan menjadikannya pasukan bayanganku, apa yang akan terjadi?'
[ Tidak ada Tuan, jika dibangkitkan menjadi pasukan bayangan Tuan, maka Aura membunuh Tuan akan meningkat sekali lagi. ]
'Jadi begitu, tidak masalah jika Aura membunuh meningkat, asalkan jangan kepribadianku berubah lagi.'
Sambil mengobrol, Qin Chen juga mencari harta yang bisa membantu Su'er dalam berkultivasi, disana terlihat banyak harta-harta yang berharga, dengan Qin Chen mendapatkan banyak bahan-bahan herbal.
Menggunakan dua ketrampilan, dan kekuatan secara bersamaan, Qin Chen membutuhkan pikiran yang tenang agar prosesnya berjalan dengan mulus.
Saat bahan-bahan di sekitarnya mulai berterbangan di sekitar Qin Chen, kini mulai melesat kedepan dengan membentuk sebuah badai Angin yang hebat.
Bahan-bahan tersebut memutar, lalu memadatkan sendiri. Nyala api yang sangat bagus mulai mencairkan bahan-bahan tersebut dengan suhu panas yang stabil.
Wushh!
Hembusan angin tercipta karena Qin Chen menciptakan sebuah Pil, di sisi lainnya. Dimana, Yin'er yang asik memilih harta-harta yang ingin dia koleksi.
Meskipun awalnya ia tidak berminat, dan hanya ingin bersama ayahnya, kini ia malah seperti seorang colector harta, dimana ia lebih semangat dari pada Qin Chen.
"Pantas menjadi putri kecilku, bukan hanya kekuatan, kepintaran, tapi juga ia sama denganku yang menyukai harta yang menarik di mataku." Gumamnya.
__ADS_1
Ayah dan anak memang sama saja, mereka berdua penggila harta yang menarik, karena Qin Chen sudah mendapatkan harta yang menarik di matanya. Ia akan menyimpan sisahnya ke dalam inventorynya.
Setelah beberapa menit membuat Pil, akhirnya Pil yang Qin Chen buat telah jadi di atas sana, dimana Pil tersebut mulai turun mendekati Su'er yang sedang berkultivasi.
Qin Chen disana, ia melihat Su'er yang berkultivasi dengan tenang tanpa ada sedikitpun gangguan dari dunia lua, perlahan-lahan Qin Chen berjalan mendekatinya dengan ia jongkok di depan Su'er.
"Su'er.. telanlah Pil ini, agar kamu bisa meningkatkan kekuatanmu.." Ucap Qin Chen dengan lembut.
Su'er yang tengah berkultivasi, ia membuka matanya dengan perlahan melihat Qin Chen di hadapannya, dimana jarak antara mereka cukup dekat.
Ia yang melihat Qin Chen di hadapannya membuat Su'er menjadi malu, Qin Chen melihat hal tersebut lantas tersenyum, lalu berkata. "Telanlah Pil ini, kamu akan meningkat dengan cepat, dan bisa bersamaku sampai akhir..."
Qin Chen memberikan Pil yang ia pegang dengan tangannya, ia memberikan kepada Su'er di depannya dengan pelan. "Jika kamu tidak mau menelannya, aku akan membantumu untuk menelan Pil ini.." Ucap Qin Chen.
"Ka-kalau begitu, bantu aku untuk menelannya.." Ujarnya dengan gugup.
Su'er mengatakan hal tersebut dengan wajahnya yang malu, meskipun usianya sudah Tua di bumi, tapi ia sekarang terlihat sangat muda dengan penampilan yang sangat cantik.
Qin Chen yang mendengar bahwa Su'er memintanya untuk membantunya, agar bisa menelan Pil sebesar buah anggur. Pil itu berwarna emas dengan motif naga di sekitarnya.
Aromanya sangat wangi, hingga bisa menenangkan pikiran orang-orang di sekitarnya. Ia yang diperbolehkan membantunya untuk menelan Pil tersebut, Qin Chen yang kini memasukan Pil tersebut ke dalam mulutnya dengan mencairkan Pil tersebut menjadi genangan energi.
Mendapatkan keuntungan disaat ia membantunya, tentunya tidak boleh di sia-siakan lagi. Karena kesempatan ini hanya datang satu kali dalam jutaan tahun lamanya.
Qin Chen yang telah menampung energi di dalam mulutnya, kini secara perlahan mendekati Su'er di hadapannya. Pada saat kedua bibir saling bersatu, Qin Chen mengalirkan energi dalam Pil tersebut kedalam tubuhnya.
Su'er yang melihat hal tersebut, ia tidak bisa menolaknya karena di hadapannya adalah pria yang ia sukai dari dulu, memberikan ciumannya kepada Qin Chen, ia tidak menyesalinya.
Energi yang begitu besar masuk kedalam tubuhnya, dimana ia langsung mengalami peningkatan kekuatan, karena Qin Chen membantunya langsung mengalirkan ke seluruh Dantian miliknya.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*