Supreme God System

Supreme God System
Chapter 153 : Bertemu dengan ibu


__ADS_3

Setibanya mereka di depan gerbang kediaman Qin, disana prajurit yang mengenali wajah Qin Chen, kini mereka berdua terkejut dengan kedatangan Qin Chen.


Mereka berdua dengan cepat memerintahkan satu prajurit untuk memberitahukan kepada Patriak Qin, satu prajurit akan melaporkan tentang kedatangan Qin Chen ke kediaman Qin.


Sedangkan dua penjaga itu, mereka berdua memberikan hormat kepada Qin Chen. Karena mereka mengetahui kemampuan Qin Chen yang bisa melenyapkan satu daratan dengan sendirian.


"Selamat datang kembali, Tuan Muda Qin." Ucap mereka berdua dengan hormat.


"Ya, aku kembali untuk berlibur sementara di sini. Sudah banyak kegiatan yang kulakukan di luar." Balas Qin Chen.


Mereka berdua mendengar bahwa Tuan Muda Qin akan tinggal disini cukup lama, mereka hanya bisa menuruti perintahnya. Setelah dari sana, mereka berlima berjalan menuju tempat dimana tempat tinggal ibunya berada.


Sedangkan prajurit yang di utus tadi, ia baru sampai di depan pintu dimana tempat rapat para Panatua dan juga Patriak Qin. Prajurit yang dari luar mengetuk pintu dengan pelan, ia lalu diberikan masuk kedalam.


"Ada apa?" Tanya Patriak Qin.


"Tuan Muda Qin, kembali ke kediaman." Balasnya dengan memberikan hormat.


Saat mendengar Qin Chen kembali, satu ruangan yang awalnya hening, sekarang dikejutkan dengan perkataan prajurit yang mengatakan bahwa Qin Chen telah kembali.


"Apa benar!"


"Be-benar Patriak, saya tidak berani berbohong. Para penjaga gerbang yang memerintahkan saya untuk memberitahukan kepada Patriak." Balasnya dengan suara gugup.


Patriak Qin, ia langsung berdiri dan bergegas berjalan keluar dari ruangan. Karena kedatangan Qin Chen akan membantu mencari tentang apa yang terjadi di dunia buatan Qin Chen sendiri.


Para Panatua mengikuti dari belakang, mereka semua menuju ke kediaman istri Patriak, karena tempat awal yang akan Qin Chen kunjungi pasti adalah ibunya.


***


Di sisi Qin Chen, ia sedang berjalan menuju ke kediaman ibunya yang tercinta, disana para prajurit maupun pelayan melihat Qin Chen yang ada disana. Kini wajah mereka menjadi sangat terkejut, mereka terkejut karena kedatangan Qin Chen yang tiba-tiba.


Meskipun begitu, mereka langsung memberikan hormat kepada Qin Chen. Melihat semua prajurit maupun pelayan memberikan hormat kepada Qin Chen. Mereka berempat menjadi sedikit bingung dengan pangkat Qin Chen di keluarganya.

__ADS_1


Pintu kediaman ibunya yang tengah terbuka, didalam sana bisa terlihat seorang wanita paruh baya tengah berbaring di bawah atap di samping kediaman, dan disampingnya ada gadis kecil yang tengah berbaring juga.


Mereka berdua sangat cocok jika untuk bermalas-malasan di rumah, saat Qin Chen hendak masuk, ibunya yang merasakan Aura familiar sedang didekatnya.


Disaat ia melihat ke arah pintu, ia melihat putra kesayangannya kembali di hadapannya, melihat putra kesayangannya kembali, ia dengan cepat berjalan menuju tempat Qin Chen.


Qin Chen melihat ibunya yang berjalan cepat menujunya, ia lalu berjalan kedepan dengan cepat memeluk ibunya dengan lembut.


"Chen'er.. akhirnya kamu pulang.. ibu sangat merindukanmu.." Ujarnya dengan bersedih.


"Hmmmm, Chen'er pulang untuk bertemu dengan ibu, dan tinggal disini untuk beberapa waktu kedepannya." Balas Qin Chen dengan lembut.


"Benarkah? Chen'er tidak berbohong pada ibu?"


"Benar Bu.. Chen'er tidak pernah bohong dengan ibu.." Balas Qin Chen.


Ibunya yang baik dan perhatian pada Qin Chen, walaupun seringkali ia sangat manja kepada Qin Chen. Tapi memiliki ibu seperti ini sangatlah membuat Qin Chen bahagia.


Ibunya perlahan melepaskan pelukannya, karena ia melihat bahwa Qin Chen kembali sambil membawa beberapa orang di belakangnya, ia mundur beberapa langkah kebelakang.


"Benar, mereka semua orang-orangku, aku membawa mereka semua untuk jalan-jalan di dunia ini, sambil memperkenalkan mereka kepada keluarga.." Balas Qin Chen dengan lembut.


"Jadi begitu, baiklah, ibu akan meminta pelayan untuk menyiapkan arak untuk menyambut teman-temanmu.. kamu tunggulah disini,"


"Baik."


Setelah itu, ibunya pergi dari sana untuk meminta para pelayan menyiapkan hidangan untuk orang yang Qin Chen bawa. Kini ia di dalam ruangan melihat adik kecilnya yang tengah melihatnya.


"Apa adik kecil kakak tidak merindukan kakaknya?" Ucap Qin Chen dengan senyuman hangat.


Ru'er langsung berlari ke arah Qin Chen dengan menangis, karena ia sudah di tinggalkan selama beberapa bulan di dunia buatan kakaknya sendiri. Jika ia sudah kuat, ia diperbolehkan untuk ikut kakaknya berpetualang di dunia luar.


"Huaaaa... Kakak..."

__ADS_1


Ru'er yang berlari, akhirnya sampai di pelukan Qin Chen, disana Qin Chen mengendong dirinya di pelukannya.


"Kakak pergi sangat lama.. Ru'er sendirian disini, disini hanya ada ibu, ayah dan juga Xiao Laohu.. Ru'er merindukan kakak..." Ucap Ru'er dengan wajahnya yang imut.


Melihat adik kecilnya yang menangis, ia teringat tentang banyak hadiah yang sudah ia siapkan dari petualangan pertamanya. Qin Chen mengeluarkan semuanya lalu meletakkan di lantai dengan susunan rapi.


Ia juga tidak lupa mengeluarkan Pikachu yang ia dapatkan dari Hutan Beast di Alam Immortal. Mereka berempat melihat hewan beast tingkat rendah di bahunya, kini mereka terkejut dengan pengelihatanya.


"Kakak sudah mengumpulkan banyak hadiah untuk Ru'er, saat kakak kembali. Lalu hewan kecil ini, juga hadiah untuk Ru'er, apa Ru'er senang?" Tanya Qin Chen.


Ru'er melihat banyak hadiah yang diberikan kakaknya, ia malah menangis dengan memeluk kakaknya hingga membasahi pakaiannya. Qin Chen yang melihat itu hanya tersenyum dengan mengelus kepalanya dengan lembut.


Sedangkan mereka dibelakangnya, mereka hanya diam saja, karena ini tempat tinggal Qin Chen dan lagi mereka adalah tamu yang diundang Qin Chen, tidak baik bagi mereka mengikuti urusan keluarga Qin Chen.


"Sudah-sudah, kakak sudah kembali.. kakak akan bermain dengan Ru'er, dan mengajarkan Ru'er cara menghajar seseorang dengan tangan..."


Ia mengangguk kecil di pelukan Qin Chen, dengan Ru'er masih memeluknya. Sedangkan di sisi lainnya, Patriak Qin dan para Panatua lainnya sudah sampai dikediaman istri Patriak.


Saat melihat ada orang yang tengah berdiri di sana, mereka semua dikejutkan dengan kekuatan yang sangat besar di keempat orang tersebut, Auranya sangat kuat, bahkan lebih kuat dari pada Patriak Qin.


"Chen.. Chen'er.." Kata Ayahnya yang memanggil Qin Chen.


Qin Chen dan lainnya menoleh ke arah sumber suara, disana mereka melihat seorang pria paruh baya tengah berdiri di depan, dengan banyak orang-orang di belakangnya.


Rombongan Patriak melihat keempat orang itu bukanlah orang biasa, mereka semua sedikit berwaspada kepada keempat orang tersebut.


"Ada apa ayah? Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Qin Chen.


"Tidak apa-apa, ayah hanya mengecek bagian luar dalam, dan lagi ada beberapa hal yang ingin ayah sampaikan." Kata ayahnya yang sambil melihat mereka semua.


"Baiklah, aku juga ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan ayah dan ibu, besok pagi kita akan bicara, karena aku baru sampai, aku membutuhkan sedikit istirahat.. oh ya, apa disini masih ada kamar untuk mereka tidur?" Balas Qin Chen.


"Untuk tamu, kediaman sudah di perbesar sejak kamu pergi, jadi teman-temanmu bisa tidur di kamar mereka masing-masing.."

__ADS_1


...


*Thanks You For Reading*


__ADS_2