
Qin Chen melihat bahwa putrinya senang melihat warna-warna itu, ia ikut senang dengan lembut mengelus kepalanya. Mereka berdua lalu terbang menuju monster-monster lainnya.
Kenapa Qin Chen tidak menghapus mereka semua dari Dimensi monster melalui kemampuan barunya, karena sekarang ini ia sedang terluka akibat sebelumnya, jadi kemampuan itu membutuhkan waktu untuk sempurna.
Meksipun begitu, ia tidak kerepotan melawan mereka semua dengan kemampuan miliknya sekarang ini. Saat terbang menuju monster-monster lainnya, ia melihat beberapa monster lebih di tahap Alam Immortal.
Mengangkat tangannya ke atas, dan Langit menjadi gelap gulita dengan guntur-guntur berkeliaran di Langit tersebut. Para monster berlarian menyerang penyusup yang masuk ke dimensi.
Pada saat yang bersamaan, Qin Chen mengendalikan Guntur untuk menghujani mereka semua dengan keganasannya. Menghancurkan kelompok mereka, menghujani bumi dengan guntur-guntur.
"Api Phoenix yang membara, bakar seluruh mahkluk rendahan di bawahku dengan api suci milikmu!"
Suara itu seperti membaca mantra, seketika dari langit cahaya menyertai api turun seperti hujan yang membakar Monster-monster dibawah.
Berkombinasi antara petir dan api, kemampuan itu sangatlah menyakitkan jika terkena kulit mereka. Alih-alih dari belakang menyerang Qin Chen secara diam-diam, namun gagal.
Menarik tangan kanannya kebelakang, ia melepaskan pukulan maut miliknya ke arah bumi, dengan hembusan angin menerjang segala penghalang yang ada, pukulan tersebut menghatam mereka hingga jatuh kebawah.
Duarr!
Ledakan besar menghancurkan daratan, tidak sempat menyerang lagi, Qin Chen menoleh ke kanannya masih ada monster yang berani menyerangnya. Qin Xiuying hanya duduk di gendongan ayahnya dengan tenang.
Melihat pertarungan ayahnya dengan cermat, ia mengingat semuanya dengan mudah, karena kecerdasannya sangat ekstrem.
Qin Chen lalu mengedipkan matanya hingga membuatku bintang-bintang di langit Dimensi monster meledak, para monster-monster yang menyerangnya ikut hancur berkeping-keping.
Mata Dewa Asura miliknya benar-benar berguna disaat ada serangan mendadak seperti tadi, namun Monster-monster disana tak ada habisnya menyerang Qin Chen terus-menerus.
Di benak Qin Chen, suara Poin Tukar terus bertambah semakin banyak, bahkan angka nol sudah sangat panjang untuk di hitung.
Monster langit dari Timur melesat terbang dengan kecepatan tinggi, dari barat monster batu berguling dengan kecepatan tinggi untuk menyerang Qin Chen secara bersamaan.
Mereka berdua melewati serangan petir Qin Chen dengan gerakan cepat, sungguh fleksibel hindaran mereka berdua. Qin Chen hanya menggunakan tangan kanannya untuk meratakan Dimensi monster ini, ia mengangkat tangannya ke atas menyebabkan getaran hebat di bumi.
__ADS_1
Tanah-tanah mulai retak membentang luas di daratan, berbatuan mulai berterbangan membentuk tombak-tombak yang di lapisi kerangka kayu di dalamnya.
Ya, itu adalah elemen kayu milik Qin Chen, ia menciptakan tombak kayu di lapisi sisi luar dengan batu-batuan di sekitarnya.
Para monster melihat hal tersebut mulai menyerang untuk menghancurkan tombak-tombak tersebut, namun hal hasilnya gagal karena setiap serangan mereka di hancurkan oleh petir-petir.
Api, petir, kayu, batu. Mereka semua di kombinasikan menjadi satu di dalam tombak yang ia buat kali ini, tombak batu mengeluarkan kekuatan ketiga elemen langit dan bumi.
Pada saat seluruhnya sudah siap, Qin Chen menarik tombak-tombak tersebut ke atas hingga menyebabkan dorongan yang melesat dengan kecepatan tinggi. Ada 100 tombak ia ciptakan secara bersamaan dengan energi miliknya.
Terbang berputar sekali mengelilingi mereka, dan terjun dari langit maupun darat saling beradu kecepatan tinggi, angin berhembus membuat permukaan tanah naik ke atas.
Qin Chen melepaskan satu dari seratus serangan tersebut ke bintang besar di langit Dimensi monster, tombak itu terbang dan menembus bintang dengan sangat ganas.
Bintang itu awalnya biasa-biasa saja, namun seketika radiasi bintang tersebut menyebar luas di bumi membakar para monster. Qin Chen memberikan perlindungan untuk menghindari radiasi tersebut.
Ledakan Supernova mengucang bintang-bintang lainnya, energi menyebar di langit dengan warna-warna Aurora memanjakan matanya. Ya, rencana yang sekilas masuk ke dalam benaknya akhirnya terwujud.
Srash! Srash!
Duarr! Duarr!
Serangannya membubarkan kelompok tersebut dengan ganas, tidak sampai disana serangan Qin Chen masih berlanjut ke arah monster-monster lainnya yang masih hidup, tombak-tombak jatuh seperti meteor menghatam bumi.
Boom! Boom!
Lubang-lubang besar tercetak di bumi, monster-monster di sana mulai hangus menjadi debu-debu, masih ada banyak lagi yang berdatangan, seolah-olah monster tersebut tidak memiliki batasnya.
Melihat hal tersebut, Qin Chen mulai sedikit serius melawan mereka ia mengangkat tangannya dan berkonsentrasi untuk mengumpulkan energi kekosongan di telapak tangannya.
Membuka energi cadangan miliknya, ia mengalirkan sedikit energi kekosongan di telapak tangannya. Namun, yang para monster lihat adalah energi kegelapan yang sangat-sangat besar di atas sana.
Mereka semua menjadi gemetaran melihat energi sebesar itu, tidak bisa lari tempat mereka berada, seolah-olah sedang di kendalikan oleh seorang yang hebat.
__ADS_1
Qin Chen sudah merasakan energi kekosongan di telapak tangannya sudah terkumpul di sana, ia lalu mengayunkan kebawah seperti memerintahkan langit untuk runtuh.
Gelombang energi besar jatuh kebawah membuat gemuruh yang sangat berisik, langit-langit seperti mau pecah di saat energi itu jatuh kebawah. Gunung-gunung meledak mengeluarkan magma panasnya.
Naga kuno dari kejauhan melihat energi itu, ia sempat ketakutan menghadapi energi tersebut, namun ia tahu bahwa energi itu adalah milik Tuannya, jadi ketakutan itu menghilang seketika.
Berhembus kebawah, langit runtuh dan kekosongan menjadi Primordial. Lautan bintang di sekitarnya ikut hancur, mahkluk hidup maupun kuman ikut lenyap terkena energi tersebut.
Qin Chen melesat terbang ke atas membiarkan serangan miliknya menghancurkan bumi. Pada saat serangan tersebut mengenai mereka, bumi kembali bergetar hebat disaat gelombang itu membentuk ledakan besar.
Boom!
Wushh!
Angin berhembus kencang mengangkat segala sesuatu yang berada di sekitarnya, gunung ikut lenyap hanya sekali hembusan angin, Monster-monster mati terkena ledakan besar tersebut.
Monster-monster yang memiliki kekuatan di tahap Alam Surga ikut lenyap, ia tidak bisa menahan serangan sehebat itu dengan kedua tangannya, lebih baik mati dibandingkan tersiksa.
Ledakan tersebut membentang sangat luas, bahkan lebih luas dibandingkan satu galaxy saat ini. Bumi yang ia datangi ini seperti lebih besar puluhan lebih besar dibandingkan galaxy.
Qin Chen hanya melihat sisa-sisa kaki monster yang tersisa, ia lalu turun kebawah dengan tenang dimana api masih berkobar di tanah, hembusan angin kehampaan masih terasa.
Turun dan menginjak tanah, ia berjalan tenang melihat sekitarnya sudah beres, mungkin ia sudah meledakan satu wilayah di sana. Namun masih ada puluhan wilayah yang tersebar.
Qin Xiuying melihat ayahnya, ia lalu mengambil lap di cincin miliknya, dengan lembut mengelap keringat di kening ayahnya. Saat Qin Chen melihat itu, ia hanya diam dan membiarkan putrinya membantunya.
"Ayah pasti lelah, jadi ying'er bersihkan keringat ayah, agar ayah tidak kelelahan."
Suaranya yang manis membuat Qin Chen senang, ia tersenyum dan berjalan di kehancuran tersebut untuk beberapa saat sebelumnya pergi ke tempat lainnya di mana para monster berada.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1