
Hembusan angin malam menyertai terangnya cahaya bulan menyinari hamparan daratan. Kini di suatu tempat yang terdapat hamparan rumput yang luas, di sana terlihat dua orang yang sedang saling memandang satu sama lainnya.
Qiu Yu Ran tersenyum dengan air mata yang mengalir, ia bukan sedih melainkan senang bisa mengatakan bahwa dirinya mengandung anak Qin Chen.
Disisi lain, Qin Chen yang terdiam tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Seluruh tubuhnya menjadi kaku tanpa alasan, ia yang mendengar kejujuran Qiu Yu Ran membuat dirinya sendiri tidak bisa apa-apa.
Qin Chen perlahan menggerakkan bibirnya dengan gemetaran. "Ka-kamu.."
"Selamat ya.. kamu akan menjadi seorang ayah.." Balas Qiu Yu Ran dengan suara yang senang.
Malam memang gelap, dan siang memang terang. Tapi hati akan selalu mengatakan kejujurannya pada waktunya, tidak perduli seberapa lama waktu itu. Selama kamu mempercayai hati, maka akan ada waktu yang tepat.
Senang adalah sebuah rasa dimana kalian merasakan kesenangan yang belum di rasakan sebelumnya, dan kini Qin Chen sangat senang mendengar tentang Qiu Yu Ran yang sedang mengandung anaknya.
Tanpa ada sebuah kata, Qin Chen langsung berjalan cepat mendekati Qiu Yu Ran, ia yang senang langsung memeluk Qiu Yu Ran dengan sangat erat, ia tidak ingin Qiu Yu Ran pergi meninggalkan Qin Chen.
Karena Qin Chen pernah melakukan kesalahan yang sama seperti ini, pada saat itu ia tidak bisa mengejarnya, karena perbedaan kekuatan dan kekuasaan.
Qin Chen tidak ingin kehilangannya sama seperti wanita itu yang pergi jauh meninggalkan Qin Chen. Jika itu terjadi, Qin Chen tidak tahu harus melakukan apa lagi. Karena ia bahkan tidak bisa membuat Qiu Yu Ran tetap tinggal padanya.
Sedang Qiu Yu Ran yang jatuh dalam pelukan Qin Chen yang erat membuat ia terkejut dengan reaksinya, Qin Chen yang kini senang dengan air matanya yang mengalir tanpa suara.
"Kumohon.. kumohon jangan pergi dariku.. aku tidak ingin kehilanganmu.. sudah cukup dengan hatiku yang hancur karena tidak bisa menahan kepergiannya.." Suara Qin Chen yang meminta Qiu Yu Ran agar tidak pergi darinya.
Sudah cukup bagi Qin Chen merasakan rasa bersalah yang sangat dalam, ia sudah melakukan kesalahan yang membuat wanita itu harus menanggung beban sendirian, bahkan ia tidak bisa disampingnya saat ia membutuhkan sesuatu.
Ia tidak ingin hal itu terjadi lagi kepadanya, jika itu terjadi lagi, maka akan membuat Qin Chen frustasi dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
Qiu Yu Ran yang mendengar suara Qin Chen yang seperti sedang menangis membuat ia terkejut, karena selama ia bersama Qin Chen, Qiu Yu Ran belum pernah melihat maupun mendengar Qin Chen mengalirkan air matanya.
Ia juga memahami perasaan Qin Chen yang tidak bisa bersama wanita itu di saat membutuhkan dirinya. Memikirkan kembali, dimana ia ingin pergi jauh dari Qin Chen membuat ia menjadi bersalah kepada Qin Chen.
'Kenapa aku sangat bodoh! Aku bahkan tidak memikirkan perasaan Qin Chen! Seharusnya aku berdiri di sampingnya untuk mendukungnya di saat Qin Chen terjatuh, dan membuat dirinya tidak merasakan rasa bersalah maupun sedih.. kenapa aku sangat bodoh! Hingga memikirkan keegoisanku!' Batin Qiu Yu Ran.
Qiu Yu Ran mengangkat tangannya lalu membalas pelukan Qin Chen, ia tidak bisa terus-terusan menjadi egois. Saat mendengar perkataan Qin Chen tadi, Qiu Yu Ran akhirnya tahu tentang isi hatinya sendiri.
Dia tidak ingin pergi dari sisi Qin Chen, ia ingin selalu berada di samping Qin Chen untuk mendukung dan membantu dirinya untuk bangkit kembali di saat terjatuh, meksipun ia tahu bahwa dirinya sangat berbeda jauh dari Qin Chen.
Tapi keinginan untuk berada di sampingnya membuat ia tahu bahwa Qin Chen adalah laki-laki yang baik untuknya dan untuk anaknya bersama Qin Chen. "Apa kamu sedang menangis?" Tanya Qiu Yu Ran dengan suara lembut.
Qin Chen hanya diam, ia disana masih memeluk Qiu Yu Ran dengan erat tidak ingin kehilangannya, dengan menggerakkan kedua bibirnya, ia mulai berbicara. "Tidak.. aku tidak sedang menangis, aku sangat bahagia mendengar bahwa dirimu sedang mengandung anak kita.. walau kutahu bahwa kamu akan sulit menerima ini, tapi tolong lahirkan anak kita.." Balas Qin Chen dengan suara kecil.
Mereka berdua yang saling berpelukan, perlahan turun kebawah dengan Qin Chen di belakang Qiu Yu Ran sambil memeluknya dari belakang. Qin Chen menyenderkan kepalanya di bahu Qiu Yu Ran sambil melihat kebawah.
"Aku akan tetap bersamamu hingga akhir yang memisahkan kita, aku juga akan berjuang keras agar aku bisa berada di sampingnya kelak nantinya, dimana aku bisa membantumu di saat kamu membutuhkan bantuan.. Tentang anak kita, aku akan menjaganya dan melahirkannya, karena dia adalah keindahan yang belum pernah ku dapatkan dalam hidupku.." Qiu Yu Ran membalasnya dengan suara kecil yang bahagia.
"Terimakasih.."
Hembusan angin mulai membuat rerumputan bergoyang, kunang-kunang malam menerangi kegelapan di sekitar mereka berdua, dan suara burung maupun jangkrik mulai terdengar.
Qin Chen yang tengah memeluk Qiu Yu Ran, ia masih mengelusnya dengan lembut, karena ia tidak sesenang ini selama Qin Chen berpetualang di dunia.
Sedangkan Qiu Yu Ran memejamkan matanya, ia yang sekarang sangat senang karena sudah mengatakan semuanya pada Qin Chen, didalam hatinya tidak ada lagi yang ia rahasiakan.
Hari yang gelap mulai larut semakin malam, mereka berdua tidak ada yang bergerak satu sama lainnya. Qin Chen di sana masih melihat bulan di atas langit bersama Qiu Yu Ran.
__ADS_1
Didalam pikiran Qin Chen, ia tidak menyangka petualangan dirinya yang sekarang sangatlah penting baginya, karena ia bisa merasakan rasa senang yang membuat air matanya mengalir tanpa sebab.
Sama halnya dengan Qiu Yu Ran, ia sekarang memahami isi hatinya sendiri yang dimana ia tidak ingin jauh dari Qin Chen meskipun takdir dan akhir memisahkan mereka berdua.
Selama Qiu Yu Ran masih bisa bernafas, selama itu juga ia akan bersama Qin Chen untuk selalu bersanding dengannya.
Di kedalaman hutan maupun di dekat mereka berdua, tidak ada satupun monster yang menggangu mereka berdua yang tengah berduaan di bawah sinar bulan.
Qiu Yu Ran memalingkan kepalanya melihat Qin Chen yang tengah menatap bulan, ia melihat Qin Chen yang sekarang sudah berbeda dari sebelumnya.
'Takdir memang sulit ditebak?! Bahkan pertemuan kami berdua seperti sudah di atur oleh takdir. Walau hanya sebentar bersamanya, aku sudah belajar tentang perasaanku sendiri, jika ini memang takdirku, aku sangat bahagia bisa bersama dengannya. Aku akan berusaha menjadi seorang wanita maupun istri yang selalu mendukungnya nantinya.' Batin Qiu Yu Ran sambil melihat Qin Chen.
Qiu Yu Ran perlahan menggerakkan bibirnya untuk memanggilnya. "Qin Chen.."
"Hmm.."
Qin Chen melihat ke arahnya, saat melihat Qiu Yu Ran di sampingnya yang memanggil dirinya. Qin Chen melihat Qiu Yu Ran tersenyum bahagia.
"Aku sangat bahagia bisa bersamamu.." Ucap Qiu Yu Ran dengan sebuah senyuman manis di wajahnya.
Pada saat itu, Qin Chen melihat Qiu Yu Ran membuat ia sangat senang, bahwa dirinya bahagia bisa bersama Qin Chen. "Aku juga ba–" Suara Qin Chen terputus oleh sesuatu yang menutupi bibirnya.
Malam itu, Qiu Yu Ran berinisiatif mencium bibir Qin Chen terlebih dahulu, Qin Chen yang tidak bisa bergerak lagi, dimatanya ia sangat terkejut melihat gadis kecilnya berinisiatif menciumnya terlebih dahulu.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1