Supreme God System

Supreme God System
Chapter 134 : Melewati Lantai Api


__ADS_3

Di dalam gua, Qin Chen menggenakan pakaiannya untuk menutupi tubuhnya, setelah selesai, ia duduk di samping Qiu Yu Ran yang tengah tertidur di tanah dengan pulas.


'Sekali lagi aku menjadi laki-laki baji****! Walaupun aku suka menggodanya, tapi aku benar-benar tidak ingin melakukannya.' Batin Qin Chen yang sedang menyesalinya.


Ia melihat gadis kecil yang manis, polos dan lugu di sampingnya membuat ia tidak bisa mengatakan apa-apa. Qin Chen tidak bisa berkata-kata lagi, yang bisa ia lakukan adalah untuk bertanggung jawab atas semuanya.


"Dalam hidup ini, aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah kulakukan. Setidaknya, aku tidak kabur dari apa yang kulakukan." Gumamnya.


Qin Chen yang kini masih mengeluarkan Aura hangat atau panasnya, ia mengeluarkan Aura itu untuk menghangatkan gua yang dimana, kanan, kiri dan atas terselimuti salju yang membuat gua itu menjadi sangat dingin.


Tidak berselang lama, saat Qin Chen duduk sambil memandangi kecantikan disampingnya. Qiu Yu Ran, ia bangun dari tidurnya. Dengan perlahan membuka matanya melihat di sampingnya ada Qin Chen yang terduduk.


Ia melihat pakaiannya sudah terlepas dari tubuhnya, dan hanya di tutup oleh selembar pakaian yang masih baru. Melihat kejadian itu, ia meneteskan air matanya tanpa mengeluarkan sebuah suara.


Qin Chen yang melihat Qiu Yu Ran bersedih di depannya, ia menjadi bersimpati melihat Qiu Yu Ran. Perlahan tangan kanannya menyentuh wajahnya dengan menghapus air matanya.


"Jangan bersedih, aku akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi hari ini.." Qin Chen mengatakan dengan lembut.


Qiu Yu Ran yang mendengar suara Qin Chen di depannya tidak menanggapi perkataan Qin Chen, ia masih memiringkan kepalanya, karena ia masih terlalu lemas untuk menggerakkan tubuhnya.


Melihat gadis kecil bersikap seperti ini, kenapa hatiku terasa sakit! Apa ini tanda bersalah? Atau hal lainnya?


Qin Chen perlahan mendekati Qiu Yu Ran, dengan pelan ia mengangkat tubuhnya lalu meletakkan kepalanya di pangkuan Qin Chen. Sebagai penebus apa yang ia lakukan, ia memangku kepala Qiu Yu Ran di pahanya sambil mengelus rambut panjangnya.


Ia masih diam tanpa suara sedikitpun, tapi ia perlahan menggerakkan tangannya untuk mengambil pakaian miliknya. Qin Chen yang melihat itu lalu berkata. "Pakaianmu basah karena salju, gunakan pakaianku yang tidak tahu apa kamu suka atau tidak, tapi hanya itu yang kupunya." Qin Chen mengatakan dengan nada lembut.


Mendengar perkataan Qin Chen, ia lalu mengambil pakaian yang berada di atasnya. Qiu Yu Ran, ia mulai duduk sambil mengenakan pakaian milik Qin Chen.


Qin Chen hanya melihatnya dari belakang, ia melihat Qiu Yu Ran mengenakan pakaian dengan perlahan. Setelah selesai mengenakan pakaian milik Qin Chen, ia melihat ke arah Qin Chen yang tengah duduk.

__ADS_1


"Tidak perlu tanggung jawab, ini juga salahku yang mengikutimu ke reruntuhan," Qiu Yu Ran mengatakan dengan pelan.


Mendengar tanggapan Qiu Yu Ran, ia hanya diam, walaupun begitu ia masih bertanggung jawab dengan apa yang terjadi. Qin Chen berdiri dan menyimpan semua pakaian yang berada di bawah.


"Lebih baik kita keluar dari lantai 2 untuk menuju lantai ketiga, jika berlama-lama disini. Kita akan akan mati membeku."


Ia mendekati Qiu Yu Ran dengan perlahan, lalu menggendongnya langsung tanpa meminta izin darinya. "Biar ku gendong, agar aku bisa menghangatkan terus tubuhmu dan bisa terbang dengan cepat melintasi es ini." Qin Chen mengatakan dengan lembut.


Qiu Yu Ran, ia hanya diam dan mengangguk kecil. Qin Chen lalu berjalan ke depan dengan langkah kaki kecil, saat itu juga ia menambah panas dalam dirinya.


Setelah keluar dari gua, Qin Chen terbang dengan cepat menembus salju di depannya. Banyak es yang mencair menjadi air yang begitu besar membuat banjir, walaupun begitu, air itu menjadi beku kembali karena suhu ekstrem.


Sambil terbang, Qin Chen mencari jalan untuk pergi mencari jalan ke lantai ketiga. Selang beberapa menit mencari, ia melihat jalan naik ke lantai tiga dijaga dengan sebuah Golem Es yang sangat besar.


"Golem Es?"


Qin Chen yang tidak mau membuang waktu lagi, ia melontarkan cahaya dari matanya untuk menghancurkan Golem Es tersebut dengan cepat, agar mereka bisa naik ke lantai selanjutnya.


Suara ledakan mengakibatkan tsunami es di sekitarnya, ia terbang dengan cepat masuk ke dalam portal untuk naik ke lantai selanjutnya.


Wushh!


Suara portal tertutup karena Qin Chen masuk ke dalam, saat di dalam sana Qin Chen mulai merasakan panas yang muncul di luar portal atau pintu ke lantai ketiga.


Dengan cepat ia menurunkan Auranya dan menganti Auranya menjadi dingin, ia tidak ingin mengulangi hal yang sama untuk kedua kalinya saat di lantai kedua.


Saat mereka berdua keluar, disana bisa merasakan suhu panas yang ekstrem, untungnya Qin Chen sudah mengubah suhunya menjadi dingin kembali, agar Qiu Yu Ran tidak kepanasan.


"Apa kamu mengubahnya?"

__ADS_1


"Benar, aku mengubahnya untuk membuat mu dalam kondisi hangat, tidak panas maupun dingin." Balas Qin Chen dengan lembut.


Qiu Yu Ran, ia hanya terdiam mendengar perkataan Qin Chen. "Lebih baik, kamu mengatur energimu agar tidak habis, aku tidak ingin merepotkanmu lagi." Balasnya.


Qin Chen hanya tersenyum tipis, ia masih melanjutkan perjalanan menuju lantai ke empat. Karena disini tidak memiliki artefak yang dibutuhkan, jika itu benar-benar ada. Qin Chen pasti bisa merasakan seperti danau itu.


Lantai ketiga merupakan tempat api yang sangat ekstrem, yang dimana api disana sangatlah panas yang bisa membakar kultivator di ranah Golden Immortal.


Di lantai itu juga terdapat bintang atau hewan bertipe api, seperti singa api yang sangat hebat, singa itu adalah penjaga wilayah awal dari naiknya lantai kedua menuju lantai ketiga.


Untuk Penjaga lantai ketiga ini adalah Roh api yang menguasai kekuatan api yang sangat hebat bagi kaum hawa, tapi bagi Qin Chen, Roh api disini hanyalah semut kecil.


Qin Chen yang masih terbang di atas kobaran api di lantai ketiga dengan cepat, hembusan anginnya membuat api-api di lantai ketiga menjadi tidak stabil dan menciptakan gelombang angin topan yang memiliki kerusakan besar.


Tidak peduli dengan kerusakan, ia masih melanjutkan terbang dengan bebas. Karena musuhnya adalah sebuah Roh, jadi serangan fisik akan tidak akan memberikan damage kepada Roh tersebut.


Untuk menyerang sebuah Roh, serangan yang paling efektif adalah serangan jiwa dimana, serangan seperti itu adalah fatal bagi sebuah Roh. Untungnya Qin Chen memiliki tubuh Asura dimana, ia dapat menyerap apapun dan bisa mendapatkan kemampuan orang yang di serapnya.


Sesampainya di tempat pintu lantai keempat, ia melihat roh api di sana sedang berdiri dengan mengeluarkan api-api di sekitarnya. Qin Chen dengan cepat melesat sambil menatap Roh api di depannya.


Wushh!


Sebuah lubang hitam seperti sedang menghisap muncul di hadapan Qin Chen yang keluar dari matanya, lubang tersebut berputar seperti angin topan menyerap Roh api di depannya.


Srash! Srash!


Roh api tersebut melawan hisapan, tapi sayangnya hisapan itu sangatlah kuat membuat serangannya tidak mendapatkan efek dari hisapan tersebut. Suara-suara Roh api yang berteriak, tapi suaranya tidak jelas.


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2