Supreme God System

Supreme God System
Chapter 322 - latihan malam hari


__ADS_3

Setelah naga api mati, Qin Chen berdiri melihat tubuh naga api yang mulai terbakar oleh Api Iblis Langit, cahaya tersebut menyilaukan mata mereka berdua disana.


Api ini benar-benar hebat!


Api itu membentuk seperti korek api di atas tubuh Naga Api, ia diam dan melayang tanpa bergerak sedikitpun dari posisinya yang sekarang ini, melihat hal tersebut, tentunya Qin Chen paham.


"Changyi, bermeditasilah, ayah akan membantumu mengelola Api Iblis Langit ini, dengan api ini, kamu bisa menjadi alkemis maupun mengendalikan api dengan mudah."


"Baik."


Ia dengan cepat bermeditasi tanpa keraguan lagi dalam hatinya, Qin Chen berjalan mendekati putranya dan menarik Api tersebut dengan energi iblis atau kegelapan!


Jika kejahatan di bawa dengan kebaikan, maka akan bertolak belakang, namun jika dibawa dengan kejahatan maka akan sempurna!


Api tersebut, kini melayang di atas telapak tangan Qin Chen, ia melihat ke arah putranya yang sudah siap menerima kekuatan baru dalam dirinya.


Secara tenang, ia mengulurkan tangannya ke depan dengan energi api tersebut membaur dan masuk kedalam tubuh putranya, api tersebut mengalir ke dalam tubuhnya.


"Changyi, kamu Kondensasikan Api tersebut, ayah akan menjaga Dantian dan Meridian milikmu agar tidak hancur."


"Apa akan sangat sakit, ayah?"


"Tidak, kamu tenang saja semuanya akan baik-baik saja."


"Baiklah."


Ia memfokuskan Api tersebut ke dalam dirinya, dengan mengkondensasikan seluruh percobaan. Qin Chen menahan Dantian dan Meridian agar tidak hancur disaat menyatukan api ke dalam tubuhnya.


5 Jam Kemudian,


Sudah 5 jam bermeditasi, ia benar-benar telah menyatukan api ke dalam tubuhnya, Qin Chen selama 5 jam ini, ia menahan dan mentransfer rasa sakit itu ke dalam tubuhnya.


Janjinya, akan dia tepati meskipun nyawanya akan menjadi taruhan!


Perlahan, sinar merah menjulang ke atas bagaikan pedang mendominasi langit, menembus bumi dan membentang luas ke sekitarnya. Mata Qin Changyi terbuka dengan perlahan memperlihatkan perubahan Surga dan Bumi.


Matanya sama seperti Qin Chen, tenang, namun memiliki arti lain, yaitu kehancuran! Dia melirik kanan dan kirinya, melihat sekitarnya ia bisa merasakan perubahan besar dalam dirinya.

__ADS_1


"Human God tingkat 1"


"Bagus, sekarang kamu adalah seorang Immortal, meksipun begitu jangan bersikap sombong dengan orang lemah, karena di atas langit masih ada langit."


"Lalu, apa ayah pernah bersikap sombong?"


"Tentu saja, kekuatan ayah di puncak Alam Surga, dibawah kekuatan ayah tidak ada yang bisa mengalahkan ayah, jika di atas ayah, mungkin ada, namun itu sangatlah jarang muncul."


"Baiklah, aku akan melanjutkan perjalanan lagi, dan kembali ke Alam Immortal setelah aku benar-benar sudah berkembang."


"Bagus."


Setelah pembicaraan singkat, mereka pergi dari tempat tersebut melanjutkan perjalanan kedepan, karena masa depan lebih indah dibandingkan masa lalu di belakang.


***


Gunung dan Lautan Kematian


Tempat dimana, salah satu harta kuno berada di sana. Alam Roh memiliki sebuah harta kuno, atau peninggalan dari Kaisar Roh terdahulu, mungkin dulunya harta tersebut digunakan untuk memindahkan mahkluk hidup ke Alam baru.


Tujuan Qin Chen dan Qin Changyi bukanlah harta, meksipun memang benar mencari harta, namun lebih tepatnya mengajari Qin Changyi cara bertarung dengan kekuatan di atasnya.


Mereka berdua melihat sekelilingnya hanya ada lautan yang membentang luas di daratan tersebut, lautan tersebut terdapat energi aneh yang keluar di tengah-tengah laut.


Qin Chen dari tepian tersebut, ia benar-benar tertarik dengan energi yang berasal dari kedalaman laut. Putranya masih belum bisa melihat energi aneh tersebut, mungkin karena kekuatan tertinggi baru bisa melihat.


'Di tengah-tengah laut terdapat energi yang begitu hebat, apa itu kekuatan kehidupan? Atau jangan-jangan itu adalah tempat senjata hebat?!'


"Ayah, apa kita bermalam disini, suasana disini seperti mau malam."


"Mungkin benar, kita akan bermalam disini, dan ayah akan memberikan kemampuan kepadamu nanti malam, dan mungkin akan tinggal disini 1 Minggu untuk melatihmu."


"Baiklah ayah, aku akan pergi menyiapkan kayu bakar dan tenda."


Dia pergi dari tempat Qin Chen, mengambil ranting-ranting kayu di sekitarnya untuk membuat api unggun kecil di malam hari. Mendirikan tenda untuk tidur.


Darimana tenda itu berasal, mungkin dari suatu hal yang tidak diketahui Qin Chen saat pergi ke masa lalu. Qin Chen duduk di pinggir laut, dengan menandingi energi Qi yang muncul di depannya.

__ADS_1


"Lima hari lagi, aku akan kesana untuk memastikannya, karena ini adalah petualangan milik putraku."


Sambil mengatakan itu, ia mengangkat tangannya menarik mahkluk hidup di dalam lautan ke genggaman tangannya. Ikan besar ia dapatkan dengan begitu mudah.


Lalu berdiri dan mendekati kobaran api yang sudah diciptakan oleh putranya, membakar ikan untuk makan malam, ini adalah petualangan!


"Malam ini, kita akan makan ikan bakar, karena kamu akan merasakan rasa ikan bakar di petualanganmu pertama kali."


"Baik, ayah."


Tidak ada kata-kata yang bagus untuk dikatakan kepada ayahnya, ia hanya menuruti apa saja yang diberikan oleh ayahnya, karena itulah dia akan benar-benar bisa belajar.


Jam berubah begitu cepat dengan langit sudah malam di atas sana, api yang membakar ikan masih bercahaya terang memancing banyak monster-monster disekitarnya.


Namun, mereka berdua masih asik makan ikan bakar di antara ribuan monster di sekitar mereka, ini adalah cara mencari kematian sendiri di tengah-tengah bahaya.


"Malam ini, akan menjadi latihan terberatmu, karena di sekeliling ada banyak monster-monster, kamu bunuh semuanya, jika berhasil, ayah akan memberikan apa saja yang kamu mau ...


Namun, permintaan aneh-aneh yang tidak disetujui ibumu, maka ayah tidak akan berikan, jika itu permintaan di kendali ayah, maka ayah akan memberikannya."


"Apa Changyi akan menghadapi sendirian?"


"Ya, ini uji coba untuk berpetualang."


"Baiklah, Changyi akan membuktikannya!"


Disana, ia makan dengan cepat untuk menyiapkan diri melawan ribuan monster yang berdatangan karena mencium aroma makanan, dan juga cahaya api tersebut.


Qin Chen hanya tersenyum, dan menunggu hasilnya meksipun ia akan bertindak juga untuk membantunya agar tidak terluka!


Qin Changyi berdiri memegang pedang di tangan kanannya, ia mengambil nafas secara teratur, lalu mengatur keseimbangan energi dalam dirinya agar tidak terlalu boros saat menggunakan.


Melihat tekad di mata Qin Changyi. Qin Chen tersenyum tipis, ia tidak tahu harus mengajarkan apa lagi, saat dia terlahir maka dia akan menjadi kuat dalam waktu singkat saja.


Setelah beberapa saat berlalu, ia sudah siap sepenuhnya melawan monster-monster di sekitarnya, dengan bantuan pedang peninggalan yang diberikan ayahnya, dia akan membunuh semua monster-monster malam ini.


Qin Changyi mulai berjalan kedepan dengan langkah kaki kecil dan secara perlahan-lahan membesar hingga mendekati monster!

__ADS_1


...


*Thanks You For Reading*


__ADS_2