
Di dalam ruangan tersebut, Qin Chen tengah murka dengan kesalahan dirinya sendiri. Kesalahannya membuat putrinya ke jebak di dalam Alam mimpi Demon Heart.
Qin Qui mendengar perkataan Qin Chen tengah marah, ia lalu membukakan paksa portal menuju Alam mimpi dimana ia lakukan atas perintah Qin Chen.
Seketika, Alam Immortal mendapatkan guncang hebat yang mengucang Alam Immortal tertinggi. Portal sakral yang tidak pernah di masukkan oleh para Dewa, kini dengan paksa dibuka oleh eksistensi tidak diketahui.
***
Alam Surga, Wilayah Phoenix.
Di dalam ruangan, terdapat 4 orang yang tengah duduk di kursi. Mereka berempat berkumpul bersama dengan pembicaraan ringan, Permaisuri Phoenix yang kini tengah duduk di sana, tiba-tiba hatinya berguncang hebat.
Tangannya tidak sengaja menjatuhkan secangkir jamuan berada di atas meja, cangkir tersebut lalu terjatuh ke lantai hingga pecah.
Crack!
Sontak ketiga orang tersebut terkejut mendengar pecahan cangkir, mereka lalu melihat ke arah Permaisuri Phoenix yang tengah merasakan sesuatu yang terjadi.
"Yin'er ... "
Suaranya terdengar oleh mereka bertiga membuat khawatir mereka, salah satu pria mendekati Permaisuri Phoenix dengan khawatir. "Ada apa dengan Yin'er? Apa terjadi sesuatu padanya ... " Pria tua itu bertanya kepada Permaisuri Phoenix dengan nada khawatir.
"Ti- Tidak tahu ... Aku merasakan Yin'er dalam masalah ... " Balasnya dengan suara yang tidak tahu apa-apa.
Pria itu, lalu menyuruhnya untuk tenang dan duduk kembali untuk memikirkan Yin'er, tidak lama dari kekhwatirannya, terdengar suara ketukan pintu di ruangan tersebut.
Tok! Tok! Tok!
Sudah tiga kali terdengar, lalu pintu ruangan terbuka dan masuklah prajurit Surga dengan pakaian full armor, ia berjalan ke arah ke-empat orang tersebut, lalu memberikan hormat.
"Ada apa Panglima?" Tanya Pria satunya.
"Jawab Yang Mulia, Dewa penjaga Alam mimpi mengatakan, bahwa ada eksistensi tidak diketahui masuk dengan paksa ke Alam mimpi!" Ucap Panglima Surga.
Seketika mereka semua terkejut hingga menghentakkan tangan mereka ke meja. Meja yang awalnya berdiri kokoh, kini hancur menjadi puing-puing bangunan.
"Apa!"
__ADS_1
"Tidak ... Ini berita buruk! Jika Alam mimpi bocor, maka Alam Surga akan kehilangan kendali, dan mengakibatkan Alam Mimpi akan menguasai seluruh Alam Surga."
"Benar yang dikatakan Kakek Dewa ... Jika sempat Alam Mimpi bocor hingga ke Alam Surga, maka akan menjadi bencana kedua yang harus kita hadapi ...
Kita belum mengetahui siapa sosok Malapetaka Seluruh Alam tersebut, sekarang masalah baru muncul pada saat Permaisuri Phoenix mendapatkan firasat buruk ... "
Mereka semua membicarakan tentang bocornya pembatasan Alam Surga dan Alam mimpi, di dalam ruangan itu, kini menjadi pembicaraan tentang Alam mimpi.
Demon God Dreamland, adalah sosok Dewa Iblis yang menguasai Alam Mimpi buruk, dimana ia adalah Eksistensi Mutlak di Alam Mimpi. Bahkan, jika itu The Twelve Sovereigns of Heaven bersatu, mereka semua bukan apa-apa di mata Demon God Dreamland.
"Siapa sosok yang masuk ke dalam Alam Mimpi dengan paksa ... Jika sempat Demon God Dreamland keluar dari Alam Mimpi, itu sama halnya dengan membuat Malapetaka bagi Alam Surga!"
"Tidak penting sosok yang membuka paksa portal Alam mimpi, sekarang yang harus kita lakukan adalah memperketat penjagaan di Portal Alam Mimpi, dengan bantuan Lord Heaven lainnnya."
"Benar, lebih baik kita mengirimkan pasukan untuk menjaga Portal tersebut, dan sekaligus mencari keberadaan Yin'er sekarang ini, jika seperti ini terus ... Aku khawatir dengan keadaan Permaisuri Phoenix."
Saling mengganguk kepala, mereka semua berdiri untuk pergi ke wilayah masing-masing, dimana mereka akan bersiap-siap untuk mengahadapi hal buruk yang akan terjadi.
Permaisuri Phoenix yang kini telah terbaring di atas tempat tidurnya, ia melihat ke arah langit-langit yang gelap, hatinya merasakan sakit saat memikirkan putrinya.
"Yin'er ... "
***
Di Alam Immortal tertinggi, tepatnya di dalam ruangan tempat Qin Chen berada, ia disana sedang murka menghadapi kesalahannya sendiri. Wajahnya yang tenang tidak akan bisa memperlihatkan dirinya yang sedang marah.
Pada saat pintu portal terbuka, Qin Chen berdiri dengan wajah yang tenang, ia melihat putrinya sedang mengalami mimpi buruk karenanya.
[Tuan, saya ingin mengatakan ini pada Tuan.]
"Apa itu?"
[Ketika ada masuk ke dalam Alam Mimpi, hanya ada dua pilihan yang bisa Tuan pilih, setelah mengalahkan Demon God Dreamland, Tuan akan terjebak dalam mimpi hingga waktu yang sangat lama.]
Qin Chen mendengar hal tersebut ia terdiam sesaat, saat ia memikirkan cara keluar dari Alam Mimpi, ia melihat ke arah putrinya yang merasakan sakit terus-menerus.
Dao Heart miliknya tidak kuat menahan gejolak Demon God Dreamland. "Tidak peduli seberapa lama aku di Alam Mimpi, aku akan membunuhnya dan keluar dari sana! Dengan paksa!"
__ADS_1
[Baiklah ... Kesempatan anda masuk hanya sekali, Qin Qui tidak bisa lagi membuka paksa portal kembali, dikarenakan ada Eksistensi yang menekan Qin Qui.]
"Hmmmm."
Dengan tekad bulat, ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam dengan sebuah pesan kepada seluruh pasukan bayangan untuk menjaga Istananya dari siapapun.
Qin Qui, ia juga mengeluarkan keluarga Qin Chen agar mereka bisa menjaga Qiu Yu Ran yang tengah mengandung anaknya.
"Yin'er, ayah akan menyelamatkanmu!"
Mungkin, itu adalah kata-kata terakhir yang bisa keluarganya dengar dari Qin Chen sendiri. Tidak ada yang tahu, apa Qin Chen akan keluar hidup-hidup atau mati di dalam Alam Mimpi.
Kekuatannya yang sekarang setara dengan Penguasa Surga, dimana kedua belas Penguasa Surga bahkan tidak sanggup menghadapi Demon God Dreamland di Alam mimpi.
Saat keluarga masuk ke dalam portal, mereka langsung berada di dalam Istana besar, dimana para prajurit bayangan Qin Chen menyambut mereka semua.
Mereka sempat bingung, namun mereka mengetahui siapa bayangan hitam tersebut jadi mereka bersikap tenang, dan mengikuti arah mereka semua.
Para prajurit Qin Chen bersikap tenang, walaupun mereka sebenarnya ingin sekali ikut untuk berperang dengan Alam Mimpi, dimana mereka akan berguna untuk menahan serangan.
Namun, Qin Chen menolaknya dan meminta mereka untuk berjaga-jaga di istana, sambil melindungi keluarganya.
Qin Chen yang tengah berdiri di depan portal tersebut, ia sekali lagi melihat putrinya di atas tempat tidur, dan melihat sekitarnya sudah ada banyak keluarganya berkumpul.
Ia juga melihat istrinya yang tengah tertidur pulas, ia tidak ingin membuat istrinya khawatir, jadi ia tidak akan bilang apa-apa padanya, dengan energi yang telah Qin Chen berikan sebelumnya, seharusnya sudah cukup untuk beberapa tahun kedepannya.
[Tuan, Qin Qui tidak bisa menahan lebih lama lagi portal ini, dalam 1 menit lagi akan tertutup.]
Mendengar hal tersebut, Qin Chen disana mengambil nafas untuk melihat terakhir kali mereka di Alam Immortal ini, mungkin banyak dosa yang ia buat.
"Yin'er, ayah akan menyelamatkanmu ... " Qin Chen mengatakan hal tersebut di depan portal. "Jika Demon God Dreamland tidak mati, maka Ayah akan meledakkan diri untuk menghancurkan Alam Mimpi, sehingga kamu bisa tersadar dari mimpi burukmu."
Dengan demikian, Qin Chen melangkahkan kakinya masuk kedalam portal Alam Mimpi, dimana akan menjadi pemakaman antara Demon God Dreamland, atau Qin Chen.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1