
Didalam sebuah reruntuhan, tepatnya di sebuah pemakaman yang begitu luas. Pemakaman itu dibuat secara sejajar dengan sangat rapi, mulai dari kecil hingga besar. Melihat pemandangan pemakaman di dalam reruntuhan, bukan membuat takut melainkan membuat suasana tersendiri.
Tidak jauh dari pemakaman itu, bisa terlihat seorang pemuda dan wanita sedang terduduk di batu dekat pemakaman, mereka berdua duduk sambil mendengarkan penjelasan seorang bayangan yang berada di depannya.
Xu Dong Yi adalah Jenderal di Alam Dewa, ia memiliki pangkat yang hebat di kehidupan sebelumnya, sebelum dirinya mati dalam pertempuran saat melawan Dewa dari Dimensi lainya.
Dilahirkan sebagai terkuat dan diakhiri dengan sebuah kalimat kematian, ini adalah penyesalan yang ia pendam hingga sampai saat ini. Karena ia gagal melindungi Semesta Great Ru, sebagai salah satu Jenderal, kehilangan kepercayaan untuk melindungi Semesta membuat ia sangat menyesal.
Qin Chen yang sudah memahami penjelasannya, ia mulai berdiri dengan tenang sambil melihat ke pemakaman di sekitarnya. "Xu Dong Yi, aku dan kau sepertinya ditakdirkan untuk bersama melawan Dewa. Walaupun aku belum pernah melawan Dewa secara langsung, tapi aku pernah membunuh beberapa Dewa. Jika kau bersedia menjadi bayanganku, akan ku bawa kau dan yang lainnya melakukan pertempuran melawan Dewa yang pernah kau lawan sebelumnya. Karena mereka juga merupakan ancaman bagiku di masa depan...
Jika kau bersedia, aku akan membangkitkan teman-teman seperjuanganmu untuk melakukan pertempuran terakhir melawan Dewa itu. Ini semua tergantung pada pilihan mu, jika kau tidak bersedia, kau bisa kembali ke sana dan menyesal untuk seumur hidup." Balas Qin Chen, disini ia membiarkan penawaran untuk Xu Dong Yi.
Qin Chen memberikan penawaran ini, ia juga mendapatkan keuntungan, ia mendapatkan pasukan untuk ia gunakan melawan para Dewa yang akan datang.
Dengan bantuan mereka, walaupun tidak seberapa, setidaknya bisa menahan beberapa detik saat melawan Dewa yang sangat kuat. Qin Chen juga berpikir untuk menyerang para Dewa duluan, sebelum mereka menyerang Qin Chen.
'Setelah aku selesai dengan Alam Immortal ini, aku akan naik ke Alam Immortal selanjutnya, disana aku akan menyerang para Dewa secara diam-diam sambil menutup kekuatanku! Walaupun ini seperti pecundang, ini lebih baik dari pada harus melawan seluruh Dewa secara bersamaan, yang bahkan belum mengetahui seberapa kuat diri mereka' Batin Qin Chen.
Semuanya sudah Qin Chen pikirkan, setelah Qin Qui memberitahu bahwa para Dewa adalah ancaman terberat Qin Chen. Dengan memikirkan semua itu, kini Qin Chen hanya akan bersikap seperti orang biasa sambil mengumpulkan banyak informasi tentang Dewa dan tentang wanita misterius itu lagi.
Xu Dong Yi, ia melihat ke arah Qin Chen yang mengeluarkan Aura percaya diri yang begitu kuat dari pada mereka semua saat melawan Dewa dari Dimensi lain.
__ADS_1
Ia dengan cepat memberikan hormat kepada Qin Chen dari belakang. "Tuan, jika diizinkan, saya Xu Dong Yi akan melayani anda, selama melayani anda saya ingin meningkatkan kekuatan untuk melawan kembali Dewa itu." Balas Xu Dong Yi.
Qin Chen tersenyum puas dengan jawabannya, ia lalu melihat ke arah belakang dengan senyuman tipis di wajahnya. "Baiklah, aku akan membangkitkan seluruh teman perjuangan mu, dengan begitu kalian bisa membalaskan penyesalan kalian." Balas Qin Chen.
"Baik!"
Qin Chen lalu berjalan ke tengah-tengah pemakaman untuk membangkitkan mereka semua, tidak tahu berapa banyak yang akan dimakan energinya untuk membangkitkan mereka, yang jelas semakin banyak pasukan yang ia dapatkan, ia akan mudah melawan Dewa.
"Mahkluk dari dunia bawah, dengarkan perintahku! Bangkitlah!"
Suara Qin Chen di penuhi dengan energi kegelapan membuat mereka berdua terkena dampaknya, untungnya dampak yang diberikan adalah ketakutan bukan hal lainnya.
Gerrr!
Suara mereka menggema di pemakaman, saat Qin Chen mendengar suara mereka, ia hanya menampilkan senyuman puas. Tidak ada yang lebih puas saat membangkitkan pasukan dalam mode besar.
Satu-persatu mereka bangkit dari tanah dengan langsung memberikan hormat kepada Qin Chen. Tidak tahu jumlah mereka semua, tapi yang jelas jumlah mereka sangatlah besar.
Setelah beberapa menit berlalu, mereka semua sudah bangkit dari kematian. Xu Dong Yi melihat rekan-rekannya bangkit kembali dengan kekuatan mereka dulu membuat ia sangat terkejut. Saat ini ia sedang melihat kekuatan Mutlak bagi mahkluk hidup, dimana itu bisa digunakan untuk membangkitkan Dewa yang sangat kuat.
Xu Dong Yi berpikir, jika Qin Chen membangkitkan Dewa, pasukan Qin Chen bukan sesuatu yang harus di singgung oleh para Dewa lainnya. Tapi yang jelas, Xu Dong Yi tidak mengetahui siapa musuh Qin Chen sebenarnya.
__ADS_1
Qin Chen disana lalu mulai berbicara. "Selamat datang kalian semua, aku Qin Chen orang yang membangkitkan kalian semua dari kematian. Aku membangkitkan kalian semua untuk membantuku, dengan sebuah penawaran kalian bisa membalaskan dendam kalian melawan Dewa yang pernah kalian lawan hingga sampai disini." Ucap Qin Chen dengan suara terdengar di seluruh pemakaman.
Mereka semua mendengar penawaran Qin Chen, mereka lantas melihat satu bayangan di sampingnya yang tidak lain adalah jenderal Xu. Melihat itu, mereka berpikir bahwa ini semua adalah permintaan jenderal Xu.
Setelah berpikir banyak hal, akhirnya mereka semua menyetujui dengan memberikan hormat kepada Qin Chen. Qin Chen hanya bisa tersenyum melihat mereka semua.
'Pasukan yang tidak seberapa sudah ku buat, selanjutnya meningkatkan kekuatanku, dan menyelesaikan petualanganku di Alam Immortal ini' Batin Qin Chen.
Mereka semua Qin Chen minta untuk masuk ke dalam bayangan, sedangkan Qiu Yu Ran, ia melihat kejadian yang sangat mengerikan. Karena ia melihat banyak bayangan dengan basis kultivasi di atas dirinya, jika itu dibawa untuk meratakan Alam Immortal ini, sudah dipastikan Alam ini akan rata.
Xu Dong Yi, ia juga ikut masuk kedalam bayangan Qin Chen karena di suruh Qin Chen. Sekarang ini disana hanya ada dua orang dengan tempat sudah banyak retakan dimana-mana.
Qin Chen melihat ke arah Qiu Yu Ran, ia lalu berjalan mendekati dirinya dengan menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya. Qin Chen lalu mendekati telinganya untuk membisikkan sesuatu. "Aku harap, kamu tidak memberitahukan kejadian ini semua keluar. Jika tidak, mungkin kamu akan ku tinggal di reruntuhan ini, agar kamu di gigit oleh banyak monster." Bisik Qin Chen dengan suara lembut di samping telinga Qiu Yu Ran.
Tidak bisa bergerak maupun berbicara, ia hanya bisa menatap Qin Chen dengan gemetar. Qiu Yu Ran tidak menyangka akan datang hal seperti ini, ia tidak bisa berkata-kata lagi mendengar perkataan Qin Chen.
Qin Chen melepaskan jarinya dari bibir Qiu Yu Ran, lalu berdiri dengan tenang sambil tersenyum melihat Qiu Yu Ran. "Aku harap kamu tidak berbicara kepada yang lain." Suaranya seperti orang yang sedang memperingati dirinya.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1