
Dalam ruangan tersebut, kedua orang semakin bingung dengan mereka berdua yang tiba-tiba saja menjadi sangat akrab. Putrinya, memiringkan kepalanya dengan bingung, lalu dengan suara yang terdengar lembut berkata.
"Ayah ... Kenapa bibi itu meminta ayah untuk tinggal disini? Apa ayah mengenalnya?" Tanya Putrinya dengan lembut.
Qin Chen mendengar itu, ia mengangkat tangannya ke samping dengan lembut mengusap kepalanya, lalu ia berkata. "Ayah baru saja sampai disini ... Bagaimana bisa ayah mengenalnya ... "
Mereka semua mendengar itu lalu terdiam, sedangkan putrinya menyipitkan matanya karena curiga dengan ayahnya. "Uhmmm ... Yin'er curiga sama ayah ... Awas saja mencari istri baru! Yin'er akan mengadukannya kepada ibu ... "
Ia tersenyum, karena bingung mau menjelaskan bagaimana lagi kepada putrinya yang sudah curiga dengan ayahnya. "Baiklah ... Ayah tidak akan mencari istri baru ... Ayah janji ... "
"Baiklah ... Awas saja ya ... "
Yin'er seperti cemberut dengan ayahnya, di dalam ruangan tersebut hanya Qin Chen dan Yin'er lah yang bersuara, disana, Qin Chen mengelus kepalanya dengan lembut, karena Putrinya menyenderkan kepalanya ke pundak ayahnya.
Ruangan itu menjadi hening, karena tidak ada yang berani berbicara di hadapan Qin Chen. Di dalam sana, Qin Chen lalu berbicara kepada Zu Turi tentang masalah yang terjadi.
"Kalau boleh tahu ... Apa yang sebenarnya terjadi di keluarga Zu ... Aku mendengar banyak perbincangan dari penduduk kota tentang masalah keluarga Zu, dan Sekte Immortal Song."
Zu Turi yang mendengar itu, ia melihat sebentar ke arah Putrinya yang membuat masalah itu terjadi, dengan mengambil sedikit nafas, ia lalu berkata. "Saudarimu membuat masalah dengan Sekte Immortal Song ... Aku tidak tahu harus mau mengatakan apa lagi ... Mereka akan menyerang besok, dan mungkin ini adalah hari terakhir kita bertemu ... "
"Jadi begitu ... "
Qin Chen membalasnya seperti tidak terjadi apa-apa besok, Qiu Yu Ran ia mendengar perkataan wanita itu mengatakan bahwa saudari Qin Chen membuat masalah.
Di ruangan, mereka dikejutkan dengan perkataan Zu Turi mengatakan bahwa saudarinya membuat masalah kepada pemuda disana. Dengan cepat, Zu Suwei berbicara.
"Ibu ... Apa maksud ibu ... "
Zu Turi mendengar itu, ia lalu melirik ke arah Zu Suwei yang bertanya tentang perkataannya sebelumnya. "Apa kurang jelas? Pemuda di depan sana adalah saudara jauh wei'er,"
Penjelasnya membuat orang-orang di dalam sana menjadi terkejut, Qin Chen hanya tersenyum tipis dengan semuanya. Istrinya, dan putrinya ikut terkejut dengan melihat ke arah Qin Chen.
__ADS_1
"Qin Chen, apa benar? Kamu adalah saudara jauh gadis itu?" Tanya istrinya.
"Benar ... Bukankah sebelumnya aku mengatakan padamu, bahwa aku mencari seseorang yang di katakan oleh Ayah?"
Qiu Yu Ran terkejut, karena ia baru saja mengingatnya. "Jadi ... Janji kamu dan ayah adalah mencari saudarimu?" Tanya Qiu Yu Ran.
"Tentu tidak ... Aku berjanji untuk memberikan surat yang kubawa untuknya, jadi kamu jangan salah paham. Gini-gini aku laki-laki setia loh ... "
Mendengar itu, jelas istrinya cemberut dengan perkataan Qin Chen, pipinya mengembung seperti ikan buntal yang menjadi balon, ia jelas mengetahui bahwa Qin Chen memiliki lebih dari 2 istrinya, dan mengatakan kalau dia adalah setia.
"Hmph! Kamu bahkan memiliki 3 istri yang kuketahui ... Mungkin yang tidak aku ketahui ada banyak diluar sana ... "
Qin Chen tersenyum canggung, karena ia malah salah memilih kata-kata di depan istrinya. Dengan gugup ia juga bingung mau mengatakan apa lagi disana.
"He.. hehehe, sepertinya aku salah berbicara ... " Qin Chen lalu menyentuh pipinya dengan lembut, ia mengabaikan orang-orang di dalam sana mau mereka iri atau marah.
Setelah cukup lama di dalam ruangan, mereka di bawa ke ruangan dimana untuk tinggal mereka selama beberapa hari kedepannya. Qin Chen baring di atas tempat tidurnya, dimana ia melihat ke langit.
Dalam ketenangan ini, besok adalah perang keluarga Zu melawan Sekte Immortal Song di perbatasan kota, dan juga Sekte. Disana akan di lihat oleh orang-orang yang ingin melihat pertarungan besar di sana.
Qin Chen, ia melihat di sampingnya ada Istrinya, lalu dengan lembut memiringkan kepalanya sambil tangannya mengelus perutnya. "Sudah Tiga bulan berlalu, ayah tidak sabar melihat putra atau putri ayah lahir nantinya ... Ayah harap, disaat itu tidak ada yang menggangu ... "
"Aku juga berharap seperti itu ... Jadi, disaat satu bulan sebelum lahiran, kamu harus sudah ada disampingku ... "
Qin Chen tersenyum, cuaca diluar semakin lama semakin gelap, hari berubah malam hingga mengharuskan mereka tidur. Qin Chen di sampingnya memeluknya hingga pagi hari tiba.
***
Pagi ini, cuaca di sana hujan deras dengan angin yang cukup hebat membuat suasana Pertarungan nantinya menjadi sulit, Qin Chen yang tidak tidur semalaman, dimana ia melihat orang-orang keluarga Zu sudah berangkat pagi tadi untuk bertarung.
Di sekitar wilayah pertempuran, sudah banyak orang-orang yang sedang berdiri untuk mengamati pertempuran dua kekuatan besar, dimana mungkin mereka akan mendapatkan harta berharga yang bisa membuat mereka kuat.
__ADS_1
Badai hujan bukanlah halangan bagi mereka untuk mendapatkan harta bagus, pastinya akan bahaya yang menyertai di tempat harta berharga berada.
Qin Chen yang sudah melihat semuanya, ia hanya bersikap tenang, dimana ia menunggu istrinya bangun untuk ikut dalam pertempuran di perbatasan.
Selang beberapa menit berlalu, Qiu Yu Ran terbangun dari tidurnya dimana ia melihat ke arah Qin Chen yang memeluknya, "Pagi, s-a-y-a-n-g."
"Pagi juga ... "
Qin Chen membalasnya sambil tersenyum manis, istrinya lalu bangun dari tidurnya dimana ia mau bersih-bersih tubuhnya, agar lebih segar dari pada sebelumnya
Setelah ini, mungkin mereka akan ikut bertarung di perbatasan, dengan teleportation Qin Chen, mereka akan sampai dengan cepat. Karena Zu Suwei mempunyai garis darah ayahnya, jadi ia bisa menggunakan hal tersebut sebagai sarana Teleportation.
Selang beberapa menit berlalu, Qiu Yu Ran telah bersih dengan pewangi yang membuat Qin Chen terpesona melihat kecantikan Qiu Yu Ran. Ia lalu mendekatinya ingin menciumnya, tapi.
Tok! Tok!
"Ayah ... Apa ayah sudah bangun ... "
Kesempatannya mau mencium istrinya terganggu oleh putrinya, bahkan ia sudah menatap Qiu Yu Ran sangat dekat, dan sedikit lagi ia pasti akan mendapatkan ciuman itu.
Mendengar panggilan dari putrinya, ia merelakan ciuman itu, dimana istrinya tertawa kecil dengan kegagalan Qin Chen hari ini. Mereka berdua lalu membuka pintu perlahan.
Setelah membuka pintu, putrinya melihat ayah dan ibu Yan di hadapannya. "Ayah ... Apa keluarga Zu telah berangkat ke Medan pertempuran ... " Tanya Yin'er.
"Benar ... Kita akan kesana juga, dengan sebagai Kaisar Chen dari Alam Immortal rendah ... Dengan begitu, mereka akan tahu siapa pembunuh Dewa Galaxy bagian Utara!" Ucap Qin Chen dengan sedikit memancarkan cahaya merah di matanya.
Istrinya, dan juga putrinya mengangguk paham dengan perkataan Qin Chen, dengan nama ayahnya, orang-orang di Alam Immortal ini akan tahu siapa sosok Demon God sebenarnya.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1