
Pagi hari.
Didalam apartemen, tepatnya di sebuah ruangan yang terlihat dua orang yang tengah tertidur di atas tempat tidur. Pemuda yang tengah terbaring, kini ia tidak bisa bergerak sama sekali.
Dimana Su'er memeluk Qin Chen dengan erat, dan kakinya menimpa kaki Qin Chen. Ia yang teringat dengan kata-kata, jangan macam-macam dengan tubuhku. Sekarang, Su'er sendiri berinisiatif memeluk dirinya sendiri.
'Wanita ini... Katanya jangan macam-macam dengan dirinya, tapi sekarang dia malah memelukku sampai tidak bisa bergerak..'
[ Bukankah, pelukannya sangat nyaman Tuan? Dan lagi Tuan seperti kesenangan dipeluknya. ]
'Pertama, aku terlalu banyak berhutang kepada dirinya.. Kedua, disaat semuanya pergi, hanya dialah yang berada di sampingku hingga tiada, ketiga, dia adalah wanita cantik yang polos, polos dalam arti baik hati kepadaku..'
[ Jadi begitu, baiklah Tuan, Qin Qui tidak akan ikut campur dalam urusan Tuan, tapi perlu diingat semakin banyak cinta dalam hati Tuan. Maka, akan banyak pula rintangan yang akan menghadang Tuan. ]
Qin Chen terdiam sesaat, ia tidak menyangkal Qin Qui yang pendiam kini peduli dengan keselamatan Qin Chen. Mau bagaimanapun, Qin Qui adalah sebagian hidupnya.
'Baiklah, aku akan menjaga keselamatan diriku, dan orang-orang di sekitarku..'
Ia melihat Su'er yang tidur disampingnya dengan pulas, seperti bermimpi di tempat yang nyaman di seluruh gugus bintang di Alam Surga.
Selang beberapa menit berlalu, Su'er mulai membuka matanya secara perlahan-lahan, ia melihat Qin Chen yang sangat dekat dengannya, dan tangannya sendiri memeluk Qin Chen dengan sangat erat.
Ia dengan cepat mundur melepaskan pelukannya terhadap Qin Chen, karena ia malah memeluk Qin Chen dengan sangat erat. Qin Chen yang melihat reaksinya, ia tertawa kecil dengan senyuman manis di bibirnya.
"Apa sudah puas memelukku? Aku tidak keberatan kamu memelukku hingga pagi lagi.." Ucap Qin Chen dengan menggodanya.
"Hmph! Tidak akan.. ini untuk terakhir kalinya.."
Mendengar perkataan Su'er, Qin Chen mulai berdiri lalu meregangkan tubuhnya yang kaku karena di timpa semalaman oleh Su'er, ia berjalan menuju jendela apartemen, lalu membukanya.
__ADS_1
Seketika cahaya matahari memancarkan sinar cerah menyinari seluruh ruangan kamar miliknya. Lingkaran cahaya miliknya ikut bersinar, cahayanya yang hangat membuat tubuh menjadi segar kembali.
Qin Chen yang melihat kebawah sudah banyak orang-orang berkeliaran di kota, "Sekarang, kita akan makan di luar, lalu membelikanmu pakaian baru, karena kamu tidak memiliki pakaian lagi disini.."
Su'er mengangguk kecil di kepalanya, karena sekarang ia harus bergantung kepada Qin Chen. Semua uang, pakaian, dan berkas-berkas penting lainnya sudah lenyap di telan portal tersebut.
Sekarang mereka berdua berjalan dengan tenang, mereka turun ke lantai bawah untuk pergi makan di sebuah tempat makan di Kota Beijing.
Sebelum makan, Qin Chen pertama-tama pergi ke Bank karena ia tidak memiliki uang dunia ini, jadi ia akan menukarkan emas menjadi sebuah uang dunia ini agar bisa digunakan.
1 Jam kemudian.
Setelah selesai menukar banyak uang di Bank, kini mereka berdua berjalan menuju tempat makan yang tidak jauh dari tempat Bank tersebut. Tempat itu adalah makanan khas Jepang yang tidak lain adalah ramen.
Setibanya mereka di kedai di pinggir jalan yang tidak terlalu ramai akan orang-orang, karena kedai itu terpencil di dalam kota, jadi akan sulit menemukan kedai tersebut.
Sedangkan Qin Chen dan Su'er bisa menemukannya, karena tempat kedai tersebut adalah tempat favorit mereka berdua, jika mereka ingin makan dengan ramen.
Mereka berdua yang melihat spanduk kedai tersebut yang telah berganti baru, dan harganya masih sama seperti dulu yaitu 99 Yuan untuk porsi besar di tambah dengan bawang khas kedai tersebut.
Kini, mereka berdua masuk ke dalam kedai dengan di sambut hangat oleh pemilik kedai tersebut. "Selamat datang di kedai kami.."
Qin Chen tersenyum, ia lalu berjalan untuk duduk di tempat kursi kayu dengan desain khas Jepang di sana. Mereka berdua melihat menu di kedai tersebut.
'Menunya sudah di tambahkan, tapi ramen porsi besar adalah kesukaanku..'
Ia lalu mengangkat tangannya ke atas untuk memesan makanan, pada saat yang sama Su'er sama halnya mengangkat tangannya ke atas.
"Ramen porsi besar satu!"
__ADS_1
Suara mereka berdua yang serempak membuat pemilik kedai tertawa kecil, karena mereka melihat sepasang kekasih yang tengah memesan makanan yang sama.
Pemilik kedai juga mengenali Su'er, karena Su'er adalah pelanggan tetap di kedai tersebut. Mulai dari SMA hingga saat ini, ia selalu makan ramen di kedai tersebut.
Mungkin tubuhnya sudah menjadi ramen, dimana ia terus makan ramen setiap harinya untuk menghilangkan rasa kesendiriannya yang dimana, pada saat itu Qin Chen telah tiada meninggalkan dirinya sendiri.
Qin Chen terkejut, karena Su'er memesan makanan yang sama sepertinya. Karena Qin Chen tahu, bahwa ini adalah makanan favorit mereka berdua, karena tidak ada makanan yang membuat orang senang selain ramen ini.
"Sepertinya, kamu masih mengingat makanan favorit kita berdua.." Ucap Qin Chen sambil melihat Su'er.
Pemilik kedai yang memiliki penampilan, dimana kepalanya di ikat oleh sebuah kain putih, dan seluruh pakaiannya berwarna putih khas Jepang sekali.
"Hahaha.. anak muda, nona Su'er selalu makan di kedai ini, meksipun kedai ini tidak terkenal. Nona Su'er adalah pelanggan tetap di kedai ini, ia makan ramen porsi besar hampir setiap hari di sini.." Ujar pemilik kedai tersebut dengan memberitahu tentang Su'er yang hampir setiap hari makan ramen. "Jika saja pemuda itu tidak tiada, mungkin dia juga akan makan di kedai kecil ini. Setiap pulang sekolah, pemuda itu dengan Nona Su'er sering makan di sini.. sayangnya ia tiada 3 tahun yang lalu.. saat mendengar kematiannya, aku sangat berduka cita atas kepergiannya, karena ia adalah orang baik."
Pemilik kedai itu berbicara tentang Qin Chen yang tiada 3 tahun yang lalu, dan di hadapannya adalah Qin Chen yang telah bangkit dari kematian, lalu melintasi antar bintang hingga sampai di Bumi lagi.
Setelah beberapa menit berlalu, ramen pesanan mereka akhirnya sampai di depan mereka berdua. Qin Chen melihat ramen tersebut, ia tanpa pikir panjang lagi langsung menyantapnya dengan penuh semangat.
"Selamat makan!"
Qin Chen langsung menyantapnya dengan kedua sumpit yang ia patahkan seperti biasanya. Setelah di patahkan, ia lalu mengambil ramen dengan kedua sumpitnya hingga masuk kedalam mulutnya.
Slurp! Slurp!
Saat Qin Chen menghisap ramen tersebut, suaranya terdengar oleh Su'er di sampingnya. Karena seperti biasa, Qin Chen selalu membuat suara aneh saat makan di kedai ini.
'nyam... Bawang goreng khas kedai ini memang terbaik, apa lagi dengan ramen dengan porsi besar ini. Aku mungkin akan menambah lagi..'
Qin Chen berbicara di dalam pikirannya, ia disana masih menyantap dengan lahap. Su'er, ia juga menyantap makanan dengan anggun, karena ia memiliki tata krama yang sangat sopan. Bukan seperti Qin Chen, ia bahkan makan dengan sangat cepat, seperti orang yang belum makan satu tahun.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*