
Pengawal yang berada di sampingnya mengangkat tangannya hingga menghentakkan tangannya ke atas meja, suara dentuman keras bisa terdengar di ruangan tersebut.
Qin Chen yang melihat hal tersebut, ia mengangkat alisnya dengan menatap mata mereka semua dengan tatapan dingin.
"Dasar bocah kurang ajar! Apa kau tidak lihat siapa orang yang mengajakmu berbicara!" Ucap pengawalnya dengan nada tinggi.
"Aku tidak tahu, dan aku tidak mau tahu. Sekarang kau dan beberapa orang bodoh ini keluar dari sini, kalian menggangu pengelihatanku!" Ujar Mu Mei Yin dengan suara yang dingin.
Mendengar perkataan wanita didepannya, ia menjadi kesal karena wanita di hadapannya tidak menghormatinya sebagai orang hebat. "Wanita ******! Akan kuberikan kau hukuman!"
Sebuah ayunan tangannya yang ia lepaskan untuk menghajar putri Qin Chen, melihat hal tersebut, Qin Chen semakin geram ingin menghancurkan sesuatu yang menarik.
Pak!
Suara tangannya dihentikan oleh Qin Chen dengan tangan kirinya, ia disana menatap pria tua di depannya dengan tatapan membunuh, Aura gelap nya mulai di perlihatkan di dalam ruangan tersebut.
"Bajing*n kecil! Menyentuh selain rambut putriku! Satu kota akan ku buat hujan darah!" Ucap Qin Chen dengan suara dari wilayah kematian.
Qin Chen perlahan menggerakkan tangannya hingga mematahkan tulang-tulang tangan pria tua dihadapannya.
Krakk! Krakk!
"Arghhhhh!"
Suaranya yang kesakitan membuat merinding orang-orang di dalam sana, sedangkan 1 orang di samping pemuda itu, ia mencoba menyerang Qin Chen dengan kekuatannya.
Ia yang melesat ke arah Qin Chen dengan gerakan kaki yang akan menerjang Qin Chen. Kini, Qin Chen menggerakkan bola matanya melihat ke arah pergerakan pria tersebut.
Hingga pada satu titik yang ia lihat, Qin Chen menatapnya dengan tajam, hingga membuat pria tersebut menghantam ke tanah.
Boom!
Ia yang terhantam kebawah dengan sangat keras, membuat tulang rusuknya patah beberapa kepingan. Disana, Qin Chen tidak melakukan pergerakan sama sekali, selain menggunakan kedua matanya dan tangan kirinya.
Qin Chen lalu berkata. "Seharusnya, pada saat putriku mengatakan enyah, kalian mahkluk rendahan enyah lah dari pandangannya!"
Disana ia mengatakan dengan nada intimidasi yang kuat, membuat orang-orang di restoran bertekuk lutut kepadanya. Tubuh mereka di sana mendapatkan insting kematiannya, dimana ia tidak bisa menghindari lagi.
"Pangeran kota? Heee... Hari ini aku ingin melihat kematian orang-orang keluargamu, sudah lama tidak menyiksa seseorang dengan sadis disini.. karena kau datang untuk mati! Maka akan aku kabulkan permintaanmu!" Ucap Qin Chen dengan sambil tersenyum jahat.
__ADS_1
"Ti-tidak.. ja-jangan mendekat! A-aku adalah pangeran kota ini! Jika kau berani membunuhku, keluargaku tidak akan tinggal diam!" Teriak pangeran kota.
Qin Chen tersenyum tipis dengan perlahan taring di kanan dan kirinya tumbuh. "Hee.. mau kau Penguasa di Alam ini, kau akan tetap mati bersama keluargamu!"
Ia yang selesai membalas perkataan pangeran kota, Qin Chen melesat kedepan matanya dengan mata Qin Chen yang memancarkan sinar merah darah.
Tubuhnya yang sedikit melayang ke atas dengan aura kegelapan tanpa ujung, pria di tangannya tadi ia seret ke bawah membuat retakan tangannya semakin parah.
"Sebelum membunuhmu, lebih baik aku menyiksamu! Pisau dapurku sudah lama tidak melahap darah, dan sudah lama tidak kugunakan! Sungguh beruntung mendapatkan mangsa yang cocok untuknya!" Ucap Qin Chen.
"Hik!" Ia yang terkejut hingga terjatuh kelantai, ia mencoba untuk kabur dengan tubuhnya yang gemetaran.
Terlihat di celananya sudah mulai basah karena ia membuang air kecil di celananya, melihat hal tersebut, Qin Chen tahu bahwa dia sangat ketakutan.
Qin Chen mengangkat tangannya hingga mengeluarkan sebuah pisau dapur yang ia gunakan untuk menyiksa Raja Iblis di dunia bawah. Tidak seru jika tidak menggunakan jeruk nipis, dengan bermodalkan Poin Tukar, Qin Chen membeli jeruk nipis.
Srish! Srish!
Jeruk nipis yang ia beli, kini di teteskan di bilah pisaunya agar semakin menarik, tidak cukup sampai disitu, Qin Chen membakar bilah pisau dengan api kegelapan.
Perlahan ia melangkahkan kakinya ke depan, ia tidak memperdulikan sekitarnya karena dalam mode pembunuh berantai yang tidak kenal ampun terhadap musuhnya.
Srash!
Mata pangeran yang sebelah kanannya melotot dengan bola matanya hampir keluar, disana ia ingin berteriak tapi rasa perih dan sakitnya menahan suaranya. Hingga beberapa detik, disaat rasa perihnya semakin kuat.
"Arrrkkkk!"
"Mataku! Ma-mataku sakit Aaarkkk!"
Teriakan membuat orang-orang semakin merinding mendengar teriakannya, kini Qin Chen yang tersenyum tipis, karena teriakannya belum fantasi di dalam pikirannya.
'Berikan aku silet, dan sebotol air cuka dengan kandungan yang Fantasi!'
[ Baik Tuan. ]
[ Selamat Tuan berhasil membeli silet, dan air cuka, seharga; 50 Juta Poin Tukar. ]
Setelah ia membeli bahan yang cukup, Qin Chen mengeluarkan bahan-bahan tersebut di tangannya. Dengan perlahan mencabut pisau tersebut dari matanya.
__ADS_1
"Khahaha!"
Suara tawanya seperti Dewa Iblis yang mendominasi langit-langit, bahkan saat mendengar tawanya saja, sudah membuat banyak orang-orang pingsan tidak sadarkan diri lagi.
Setelah pisau tercabut dari wadah matanya, Qin Chen membuka botol tersebut dengan menuangkan cuka di lubang matanya. Kejam adalah takdirnya, kekuatan adalah bagian hidupnya.
Semua yang ia lakukan adalah untuk membuat ia semakin senang dalam melakukan petualangan, dengan begitu, ia akan memahami setiap ciri mahkluk hidup di Semesta ini.
Saat air cuka masuk kedalam lubang matanya, air itu seperti mendidih di dalam kepalanya hingga membuat pangeran menggelitik seperti cacing yang kepanasan.
Ia yang memegang kepalanya dengan kedua tangannya, kini memutar-mutar di hadapan Qin Chen dengan suara teriakan minta tolong kepada orang-orang.
"Arghhhhh... Tolong! Pa-panas.. tolong!"
Pemuda itu meminta tolong, namun kedua pengawalnya yang awalnya Qin Chen cengkram, kini ia berada di bawah dengan berlutut di hadapan Qin Chen.
"Sungguh bodoh! Mau seberapa keras kau meminta pertolongan, hanya kematianlah yang akan menyelamatkanmu!"
Suara Qin Chen terdengar dingin di ruangan tersebut, kini ia berjalan mendekati pemuda yang masih berputar-putar di depannya, dengan sebuah pisau lempar ia lontarkan hingga mengenai lututnya.
Srash!
"Aaaarghhh!'
Teriakan pemuda tersebut membuat Su'er merinding melihat sifat Qin Chen yang sekarang ini, ia tidak menyangka Qin Chen memiliki sisi jahat yang lebih jahat dibandingkan Raja Iblis di Duni lain.
Melihat bahwa kehidupan pemuda itu masih utuh, ia melihat di tangannya ada sebuah silet yang belum digunakannya. Dengan melemparnya seperti melempar piring terbang, Qin Chen mengarahkan ke arah kehidupan adik kecilnya.
Swoosh!
Suara seperti tebasan pedang terdengar hebat di dalam ruangan, silet itu berputar seperti tornado yang mengagumkan di mata Qin Chen, dengan beberapa detik terlewatkan hingga sebuah tebasan memotong tiang naga.
Srash!
Cetar!
Matanya yang keluar dari tempat tampungnya, kini pemuda itu tewas dengan tongkat naganya yang telah mencicipi banyak wanita, dan telur kehidupan yang pecah menjadi butiran darah.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*