
Alam Immortal tertinggi.
Qin Chen yang sekarang telah memasuki lorong waktu untuk kembali ke Alam Immortal, dimana kemungkinan besar dalam pikirannya bahwa istrinya akan melahirkan hari ini.
Saat cahaya itu muncul di istana, dimana mengejutkan orang-orang di istana. Naga kuno, meskipun tidak merasakan Aura Tuan nya, tapi ia merasakan kekuatan yang maha dahsyat keluar dari portal tersebut.
Pada saat itu, ia melihat Tuannya dengan kekuatan yang sangat mengerikan muncul, dan seketika seluruh bayangan yang berada di sana tunduk memberikan hormat kepada Qin Chen.
"Selamat datang Lord!"
Seluruh bayangan yang tunduk lagi, kini mengejutkan keluarga Qin Chen yang berada di dalam ruangan, dimana mereka menunggu kelahiran cucu manis mereka.
Qin Chen yang melihat naga kuno, "Dimana keluargaku?" Tanya Qin Chen.
"Yang Mulia, keluarga anda tengah menunggu proses persalinan istri anda." Kata Naga kuno dengan sangat hormat.
Mendengar hal itu, Qin Chen berjalan masuk ke dalam dengan terburu-buru, meskipun dalam kondisi tahap pemulihan. Ia berjalan menelusuri lorong, dan pada akhirnya sampai di tempat keluarga mereka semua yang kini terkejut melihat kedatangan Qin Chen.
"Chen'er!"
Ibunya yang melihat Qin Chen, ia lalu berdiri dan berjalan mendekati Qin Chen, dimana ibunya langsung memeluk Qin Chen dengan eratnya, ia sudah lama tidak bertemu dengan Qin Chen, dan membuat dirinya khawatir.
Qin Chen membalasnya, ia lalu mengatakan dengan pelan. "Maafkan Chen'er, Chen'er pergi tanpa mengatakan apapun kepada ibu ... Karena Chen'er tidak mau membuat kalian khawatir, sekarang ... Chen'er sudah kembali untuk menepati janji, dimana akan di sisi istri kecil."
"Hmmm ... Jangan pergi tanpa memberitahu lagi." Balasnya.
Perlahan pelukan itu dilepaskan, dimana Qin Chen berjalan mendekati putrinya yang kini sedang duduk di kursinya, ia menundukkan kepalanya disaat Qin Chen mendekatinya.
__ADS_1
Ia lalu berdiri di depan putrinya, melihat putrinya yang kini menundukkan kepalanya. Mereka melihat apa yang akan Qin Chen lakukan selanjutnya, ibunya yang kini diam lalu berbicara. "Chen'er ... "
Qin Chen lalu jongkok ke bawah, dimana ia memegang tangan putrinya dengan melihat ke arah putrinya yang kini menundukkan kepalanya, ia sangat merasa bersalah.
"Saat ayah pergi, ayah sudah menemui ibu Yin'er, dimana, di meminta ayah untuk menjaga Yin'er ... Jadi, Yin'er adalah tanggung jawab ayah, Yin'er tidak perlu khawatir, ayah tidak akan memarahi Yin'er." Dengan lembut ia berkata pada putrinya.
Karena yang salah disana adalah Qin Chen, jadi ia tidak ingin membuat putrinya merasa bahwa ia adalah dalang masalah ini, Qin Chen yang berada di hadapannya kini melihat ke arah putrinya.
Ia mengangkat tangannya dan mengelus pipinya dengan lembut, "Wajah Yin'er sama seperti ibumu, memiliki fitur yang halus dan lembut ... Jangan bersedih lagi, jika Yin'er bersedih, ayah merasa bahwa karena ayah membuat Yin'er bersedih."
Mendengar hal tersebut, Yin'er lalu melihat ke arah ayahnya, dimana ia melihat dengan tatapan sedih, dan langsung memeluknya dengan erat, air matanya mengalir kebawah.
Qin Chen dengan lembut mengelus kepalanya, dimana ia sekaligus menunggu istrinya yang melahirkan. Dalam ruangan, Qin Chen benar-benar merasakan sedih, karena dirinya membuat Putrinya mengalami hal yang mengerikan.
Ia dengan nada yang pelan berkata. "Jangan menangis lagi, ayah akan disini sisi Yin'er ... Ayah sudah berjanji pada ibumu."
"Hmmm ... Maafkan Yin'er, Ayah ... Karena Yin'er, ibu, kakek, dan nenek menjadi khawatir ... Yin'er tidak ingin mereka khawatir." Balasnya
Mereka semua mendengar itu terkejut, karena naik Alam Surga seperti naik seekor kuda, dimana tidak membutuhkan usaha, namun membutuhkan tenaga dimana yang besar.
Qin Chen lalu mengangkat putrinya agar tidak bersedih lagi, dimana ia membersihkan air matanya dengan jarinya. Yin'er ia lalu berkata. "Ibu Yan, kini dia sedang dalam proses persalinan, ayah kembali apa mengingat janji ayah?"
Qin Chen tersenyum, dimana ia memang kembali atas janjinya yang telah di buat. "Benar, ayah tidak pernah mengingkari janji, semua janji yang ayah buat akan ayah tepati."
Mereka semua yang berada di lorong tengah menunggu tabib istana menyelesaikan tugasnya, dimana langit di luar istana mulai menjadi gelap gulita menyelimuti langit Immortal.
Ia yang merasakan bahwa ada bencana yang datang, kini ia mulai membuat Array tingkat tinggi yang bisa menampung segala serangan.
__ADS_1
Langit Immortal, kini di selimuti awan gelap gulita, dimana Qin Chen membuat perlindungan di kota tersebut, ia tidak ingin mendapatkan korban jiwa yang berjatuhan.
Cahaya melesat menembus istana dan membentang dunia, dimana Qin Chen kali ini menciptakan Array surgawi. Dalam lorong itu, mereka melihat Qin Chen yang kini tidak memiliki energi lagi.
Tentunya, energi Qin Chen hanya orang yang hebat bisa melihatnya, untuk orang-orang seperti mereka semua. Mereka tidak akan dapat melihat energi Qin Chen yang saat ini.
Angin badai, guntur-guntur menyambar dataran luas berulang kali, dimana menyebabkan kehancuran daratan. Kota tersebut mengalami guncangan hebat, namun guntur-guntur itu tidak bisa masuk ke dalam.
Setelah berbicara dengan Yin'er, Qin Chen duduk di kursi sambil menunggu proses persalinan istrinya. Di sana, ia seharusnya dengan waktu sekarang ini, sudah selesai. Tapi, ini membutuhkan waktu lama.
Gemuruh Guntur bisa terdengar, diiringi dengan angin bertiup kencang, banyak kultivator hebat meramalkan seorang jenius baru saja lahir di Alam Immortal, dan itu berada di Utara.
Saat Qin Chen yang tengah duduk, ia memikirkan tentang Qiu Yu Ran, dimana pada saat itu ia mendengar suara bayi yang tertawa manis di dalam ruangan.
Mendengar hal tersebut, tentunya mengundang banyak perhatian bagi orang disana, Qin Chen langsung berdiri setelah mendengar hal tersebut, kini ia benar dikejutkan dengan tawa bayi.
"Selamat Chen'er, sekarang Chen'er akan menjadi seorang ayah." Kata ibunya dengan suara yang terdengar lembut.
"Terimakasih Bu ..., Tapi, aku sudah mempunyai seorang putri yang tumbuh dewasa, dimana aku menjadi ayah sejak aku sayang ke Alam Rendah dulu.
"Selamat bocah! Ayah hanya ingin mengatakan, jangan buat istrimu khawatir lagi! Kasian dia selalu sedih karena ulahmu." Ucap ayahnya dengan memberikan selamat sekaligus nasihat.
Mendengar hal tersebut, Qin Chen tersenyum manis dengan jawaban. "Terimakasih Ayah, aku janji tidak akan membuatnya bersedih."
"Baguslah."
Mereka semua menunggu tabib selesai mengurus di dalam, dimana mereka akan masuk setelah selesai dari semua yang berada di dalam sana.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*