
Kota HuaHua, kota yang penuh akan penduduknya dengan basis kultivasi yang membingungkan Qin Chen. Karena perbedaan mereka dengan Alam Rendah sangatlah jauh sekali.
Jika Martial God sangatlah ditakuti di Alam Rendah, berbeda disini. Martial God hanyalah penjual biasa di kota-kota. Tidak tahu kenapa perbedaan ini membuat Qin Chen menelan air ludahnya sendiri.
Qin Chen yang pernah melawan Martial God di dunia bawah, kini ia sangat menyesalinya karena Martial God disini hanya menjadi penjual daging bakar.
"Apa-apaan Alam ini! Bahkan Martial God saja hanya menjadi penjual daging bakar! Aku sangat menyesal melawan Raja Iblis dunia bawah!" Qin Chen menggerutuk dirinya sendiri.
Qin Chen hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan berjalan mencari rumah makan atau restoran, ia sesekali ingin mencoba makanan Alam Immortal. Tidak tahu bagaimana rasanya, yang terpenting ia bisa mencobanya terlebih dahulu.
Kota HuaHua sangat ramai dengan orang-orang yang sangat berbakat dalam kultivasi, meskipun begitu. Mereka semua hanyalah orang-orang yang tidak memiliki jabatan tinggi di Kota HuaHua. Meskipun Paviliun obat menjadi pemimpin kota.
Qin Chen yang dari tadi berjalan, akhirnya sampai di sebuah restoran yang akan ia kunjungi. Qin Chen perlahan mendorong pintu rumah makan untuk masuk.
"Selamat datang di restoran kami.." Sahut wanita di depannya dengan sangat ramah.
Qin Chen mengangguk kecil, ia lalu di tuntun untuk berjalan menuju meja yang dipilih oleh dirinya sendiri. Ia memilih tepat di sudut ruangan, karena agar Qin Chen tidak terlalu mencolok.
Ia mengambil kursi dengan perlahan dan duduk dengan tenang. Di sekitarnya, banyak orang-orang yang juga sedang makan di restoran dengan menatap dirinya yang sedang duduk.
"Ini adalah menu restoran kami, tuan bisa memilih dan memberitahu saya tentang pesanan yang anda pilih." Kata wanita cantik di sampingnya dengan ramah.
Di atas meja terdapat buku menu restoran ini dengan hiasan lilin dan bunga di tengah-tengah meja. Ini memang standard Kuno, tapi semuanya tanpa berbeda karena harganya dan cara pembuatannya.
Qin Chen perlahan mengangkat tangannya dan mengambil buku menu di depannya, ia membukanya dan melihat isi dalam buku menu. Terlihat bahwa makanan di restoran ini memang sangat berbeda dari Alam Rendah.
"Aku pesan semua yang berada di menu." Kata Qin Chen dengan sopan.
__ADS_1
Awalnya wanita itu terkejut mendengar pesanan Qin Chen, tapi ia sebagai pelayan harus melayani dengan baik. " Baik Tuan, mohon tunggu sebentar, saya akan menyiapkan pesanan anda." Balas wanita itu.
Wanita itu berjalan kebelakang untuk menyiapkan semua pesanan yang Qin Chen pesan. Sekarang ini Qin Chen duduk santai dengan tangan di kepalanya menyenderkan di dinding restoran, ia sambil melihat ke arah mereka semua yang menatapnya.
Melihat tatapan yang mengganggu pemandangan, Qin Chen tersenyum jahat dengan matanya mengeluarkan sedikit cahaya merah bagaikan iblis yang siap menyantap makanan.
Wushh!
Angin dingin menerjang jantung mereka semua, jantung mereka bagaikan ditusuk jarum sebanyak ribuan kalian dalam hitungan detik. Tatapan Qin Chen sudah seperti Dewa Kematian yang siap mengambil nyawa siapapun.
"Hmph! Hanya kecoak dalam ketiak berani menatap diriku dengan tatapan seperti itu! Hanya di tatap balik sudah takut!" Ucap Qin Chen dengan sombong.
Satu ruangan terdengar suara Qin Chen, mereka semua tidak ada yang bisa menjawab nya disaat. Tubuh dan pikirannya tidak sinkron dengan apa yang terjadi. Meja dan kursi bergetar hebat di seluruh ruangan, suara itu membuat suara tanda nada yang berbunyi nyaring di telinga Qin Chen.
"Sangat menarik!'
Saat para pelayan mengamati mereka satu-persatu, mereka melihat wajah pucat dan air keringat dingin yang terus bercucuran di wajah mereka maupun tubuh.
"Tu-tuan? Apa anda baik-baik saja?" Tanya Pelayan kepada salah satu pengunjung.
Pria itu mengangguk kepala, meksipun ia menahan rasa takutnya yang begitu mendalam. Melihat reaksi pengunjung seperti ini, ia pergi dari sana untuk melaporkan kepada manager restoran.
Jika para pelayan disana bisa melihat, bahwa saat Qin Chen menerangi matanya. Qin Chen menandai orang-orang yang bisa melihat wujud Iblis di belakangnya yang sangat mengerikan.
Wujudnya saja sudah membuat metal orang-orang akan jatuh, apa lagi dengan kekuatannya. Mereka semua bukanlah apa-apa di mata iblis milik Qin Chen.
Iblis yang Qin Chen keluarkan adalah Iblis yang tercipta oleh kekuatan Asura dan roh-roh yang mati karena Qin Chen. Semua itu perlahan bergabung membentuk sebuah Roh Jahat yang dinamakan Demonic Devil.
__ADS_1
Qin Chen juga memiliki Bloody Demonic Baby, dimana itu adalah bayi iblis darah yang ia ciptakan sendiri dengan bantuan Qin Qui di belakangnya. Karena itulah terciptanya Roh Iblis yang Qin Chen gunakan sekarang ini.
Roh Iblis itu pernah ia gunakan saat melawan Panatua Ju Xue, walaupun ia menggunakan Array untuk membunuhnya, tapi Array yang ia gunakan belum sepenuhnya digunakan. Karena Array tersebut membunuh dengan menindas atau menyayat Panatua Ju Xue hingga tercabik-cabik.
Selang beberapa menit kemudian, manager turun kebawah dengan wajah yang terkejut melihat pelanggan mereka semua yang gemetaran. Mereka semua tidak ada yang bisa bergerak kecuali getaran tersebut.
Manager tersebut melihat satu orang yang tidak gemetaran, dan orang itu adalah Qin Chen sendiri. Dengan cepat ia berjalan menuju tempat Qin Chen untuk bertanya tentang mereka semua.
Setelah beberapa langkah kaki menuju tempat Qin Chen, ia akhirnya sampai dengan wajah yang serius melihat Qin Chen. Manager di depannya seorang wanita muda dengan rambut hitam panjang di ikat sebuah bros yang cukup bagus.
Tinggi dan bentuk tubuhnya sangat sempurna untuk seumur dirinya, tapi dimata Qin Chen sekarang ini. Ia tidak ingin mencari masalah dengan seorang wanita terlebih dahulu, karena ia memiliki tujuannya untuk mendapatkan bahan-bahan obat.
Tapi jika itu terpaksa harus dekat dengan wanita, ia akan melakukannya dengan satu alasan. Bahwa dirinya akan mendapatkan apa yang ingin ia dapatkan. Jika tidak, Qin Chen tidak akan mau bekerja sama.
Manager tersebut yang berdekatan tidak jauh darinya langsung bertanya. "Tuan, apa anda tahu kenapa mereka semua seperti ini? Karena hanya andalah yang tidak gemetar di sini." Tanya manager restoran yang diikuti oleh pelayan di belakangnya.
Qin Chen hanya bersikap biasa saja dengan wajahnya yang polos, seakan-akan ia tidak bersalah maupun ikut pautnya dengan orang-orang yang gemetaran disana. "Apa nona sedang mencurigai saya?" Balas Qin Chen dengan wajah yang sedikit serius.
"Bukan mencurigai anda, saya bertanya kenapa hanya anda sendirilah yang tidak gemetar disaat mereka semua gemetar?" Balas manager restoran.
"Seharusnya nona bertanya kepada orang yang gemetaran disana, kenapa mereka bisa gemetaran? Karena saya baru saja tiba untuk makan." Balas Qin Chen lagi.
Manager tersebut terkejut, karena ia tidak kepikiran sampai disana. Ia langsung tiba-tiba datang ke arah Qin Chen yang seakan-akan ia dicurigai olehnya.
"Maafkan saya atas sikap saya tadi. Tolong tuan memaafkan saya." Ucap manager restoran dengan memberikan hormat.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*