
Istana Kaisar Iblis
Setelah tibanya Chi Wuyao di istana, ia memerintahkan kepada prajurit untuk mengumpulkan semua tetua untuk berkumpul di ruangannya.
Sudah waktunya, bagi Chi Wuyao memulai perjalanan menuju Alam Immortal rendah, dimana ia akan berjuang naik ke tingkat tertinggi untuk bisa bertemu dengan Qin Chen kembali.
Dalam beberapa menit kemudian, para tetua berkumpul di ruangan Chi Wuyao, dimana Chi Wuyao tengah duduk di kursi miliknya sendiri. Mereka duduk dengan wajah yang bingung, karena tidak pernah Permaisuri Iblis memanggil mereka untuk berkumpul di ruangannya.
"Hukk.. kalau boleh tahu, kenapa Permaisuri Iblis mengumpulkan tetua kemari?" Tanya salah satu tetua di dalam ruangan.
"Sederhana, aku ingin melakukan perjalanan di dunia luar untuk bertemu dengan orang itu sekali lagi." Ujarnya.
Mereka mengetahui, bahwa Permaisuri Iblis di depan mereka sedang merindukan pemuda yang menyelamatkan istana kaisar, dan sekaligus pemuda yang membuat Permaisuri Iblis memberikan ciuman untuknya.
Dengan kepergian Permaisuri Iblis dari dunia bawah, maka akan menjadi keributan bagi orang-orang di dunia bawah, karena Penguasa Dunia bawah pergi dari tahtanya.
"Aku tahu apa yang kalian pikirkan, tapi ini sudah keputusanku, aku hanya ingin kalian melakukan tugas kalian menjadi seorang tetua. Tidak tahu berapa lama aku kembali, aku tidak ingin melihat dunia bawah menjadi kacau karena keegoisan!" Chi Wuyao mengatakan dengan tegas kepada mereka semua.
Tidak bisa menyangkal keinginan Permaisuri Iblis, mereka hanya bisa menganggukkan kepala, dimana mereka akan melakukan tugas mereka sebagai tetua dunia bawah.
Didalam ruangan tersebut, tidak ada tetua yang berbicara di dalam sana, mereka sudah menyerah dengan keinginan Permaisuri Iblis yang ingin pergi ke dunia luar.
Mereka hanya masuk, dan keluar tanpa suara sedikitpun, meskipun begitu, mereka semua menyetujui kepergian Permaisuri Iblis, tapi dengan cara diam-diam dari Istana agar kepergiannya tidak di ketahui oleh pihak siapapun.
***
Di tempat Qin Chen berada, ia telah mendeklarasikan dirinya sendiri ke seluruh Alam Immortal rendah, dimana ia sudah menjadi Penguasa Alam Immortal rendah.
Dalam keributan besar di Alam Immortal, Qin Chen tertawa kecil, dan tawanya terdengar oleh seluruh Alam Immortal rendah, tawanya terdengar kecil, dengan menyertai kematian disekitarnya.
Qin Chen di atas sana, ia melihat putrinya yang mulai naik ke atas langit mendekati dirinya, dimana Qin Chen melihat wajah putrinya yang terlihat garis hitam di wajah putrinya. Garis hitam tersebut karena debu-debu yang menempel.
Melihat hal itu, Qin Chen mengangkat tangan dengan lembut menghapus garis hitam di wajah putrinya, sentuhan lembut di pipi sebelah kirinya membuat Yin'er senang.
Qin Chen membersihkan pipi putrinya dengan lembut, setelah bersih, ia lalu mengusap kepalanya dengan lembut. "Bagus... Putri kecil ayah sama seperti Ayah.. sudah cantik, kuat, dan tentunya sangat manis."
"Hehehe... Terimakasih ayah..."
__ADS_1
"Untuk sekarang, kita akan beristirahat di sini untuk semalam, karena ayah masih harus menekan orang-orang di bintang ini.."
"Baik.."
Qin Chen melayang di atas langit menghela nafasnya, karena putrinya memiliki sifat seperti dirinya yang sekarang.
'Apa putri kecilku yang manis ini memiliki sifat sepertiku..'
[ Semua keturunan Tuan rata-rata memiliki kekejaman yang sama seperti Tuan. ]
'Jadi begitu, dengan sifatnya yang kejam di lapisi wajahnya yang polos, aku sangat menyayanginya, karena dia putriku.'
Qin Qui hanya diam, ia hanya ingin melihat melangkahkan maju kedepan untuk mengalahkan setiap orang yang membuat dirinya terganggu.
'Qin Qui, berikan aku Istana yang besar, karena untuk tempat aku tinggal'
[ Selamat Tuan berhasil membeli Istana Kaisar, Harga; 50 Triliun Poin Tukar. ]
Batuk!
Drrtt! Drrtt!
Tanah-tanah disekitarnya mulai rata dengan luas, Qin Chen mengendalikan elemen kayu, dimana ia memberikan kayu di bawah tanah yang membuat tanah berlubang naik ke atas permukaan.
Setelah rata dengan tanah, Qin Chen meletakkan Istana yang megah di atas permukaan tanah yang sudah datar menjadi daratan. Istana itu keluar dari tangannya, lalu jatuh kebawah dengan perlahan menyesuaikan dengan keinginan Qin Chen.
Wushh!
Saat istana turun dari atas, ia mengeluarkan hembusan angin yang menciptakan debu-debu berterbangan dimana-mana. Pada saat istana menyentuh tanah, istana itu mulai memancarkan cahaya lampu dimana-mana.
Yin'er, hari ini untuk pertama kalinya melihat Istana yang super megah dan cantik membuat matanya bersinar terang. Sama halnya dengan Su'er, ia baru pertama kali melihat Istana dongeng di kehidupan nyatanya.
Sedangkan Qin Chen, ia menelan ludah karena pilihan Qin Qui membuat ia gila, seorang pria jahat di berikan Istana dongeng yang memiliki banyak warna, dan semuanya sangat manis.
Sial! Kenapa jadi seperti ini!
Ia sangat tidak bisa menahan rasa kesalnya, tapi disaat ia melihat putrinya senang, Qin Chen menghela nafasnya, "Apa Yin'er suka? Dengan Istana yang Ayah letakan disana?"
__ADS_1
"Suka, Ayah! Ini sangat cantik, jika boleh, Yin'er ingin dibuatkan Istana ini di tempat ibu..." Ucapnya dengan nada yang senang dan gembira.
Qin Chen tersenyum, "Baiklah, setelah selesai di Alam Immortal tertinggi, kita akan pergi ke tempat ibumu, dan Ayah akan memberikan Istana besar untuk putri kecil Ayah.."
"Terimakasih, Ayah."
Putrinya berterimakasih kepada ayahnya, dimana mereka bertiga mulai turun kebawah. Yin'er meminta izin kepada ayahnya untuk berkeliling Istana, untuk Qin Chen dan Su'er, mereka berjalan berdua menuju sebuah ruangan dimana tempat berkumpulnya para petinggi yang akan Qin Chen bentuk.
***
Setibanya Qin Chen di dalam ruangan, ia duduk di mana Su'er di pangkuan oleh Qin Chen, Qin Chen meminta Su'er untuk duduk di pangkuannya, karena untuk menghilangkan beban pikirannya.
Qin Chen duduk dengan menyenderkan tubuhnya ke sopa di belakangnya, dengan nafas pelan ia melihat ke arah Su'er yang sedang malu, meskipun sering duduk di pangkuan Qin Chen.
"Su'er, kamu jangan menganggap dirimu adalah beban, kamu sangat berarti bagiku, meskipun aku belum bisa menepati janjiku sekarang, semuanya karena suatu alasan, dimana aku belum tahu siapa aku sebenarnya." Qin Chen berbicara dengan nada lembut kepada Su'er.
"Aku paham, tapi aku juga ingin bertambah kuat, agar bisa membantumu... Jika ada waktu, aku ingin kamu mengajariku menggunakan senjata." Su'er meminta Qin Chen untuk mengajarinya cara menggunakan senjata.
Mendengar hal tersebut, tentunya Qin Chen senang, karena Su'er sudah banyak mambantu, dan mengajari Qin Chen di masa lalu. Sekarang sudah waktunya, bagi Qin Chen membalas sedikit demi sedikit jasanya. "Tentu, kamu ingin aku mengajarimu menggunakan senjata apa? Pedang? Panah? Tombak? Alat musik?"
"Saat kita bermain Video Game, aku paling menyukai tipe class sihir, dan juga Pedang, di kedua akun Gameku... Sedangkan kamu menyukai pedang, dan juga sihir sama sepertiku." Su'er berbicara masa lalunya bersama Qin Chen, disaat mereka main Video Game di warnet bersama-sama.
"Fufufu... Kamu masih mengingat waktu kita bermain Game bersama?" Qin Chen tertawa kecil mendengar perkataan Su'er yang masih ingat mereka main game bersama. "Tentu aku masih ingat! Bagaimana bisa aku melupakan ingatan disaat kita bermain Game bersama." Su'er membalasnya dengan sedikit cemberut.
"Jadi begitu, lalu apa yang ingin kamu pilih untuk aku ajarkan?" Tanya Qin Chen kepada Su'er di hadapannya.
"Aku ingin, kamu mengajariku cara menggunakan Pedang, dan juga sihir, seperti sihir penyembuh, dimana aku bisa menyembuhkanmu, jika kamu terluka nantinya. Dan tipe serangan lainnya." Balas Su'er dengan wajah yang serius.
Qin Chen tersenyum, karena pilihannya yang ingin bisa menyembuhkannya, disaat Qin Chen terluka nantinya. Mengingat bahwa Qin Chen memiliki Regenerasi yang sudah meningkat pesat, jadi, ia sudah bisa menyembuhkan dirinya sendiri.
Tapi, ia tidak ingin membuat semangat Su'er, dengan senyuman manis, Qin Chen berkata. "Baiklah, aku akan mengajarimu banyak hal tentang sihir..."
Meksipun ia tidak tahu apa-apa tentang sihir, karena ia hanya memiliki buku sihir kegelapan, jadi Qin Chen membutuhkan waktu beberapa jam untuk belajar dari membeli buku manual sihir.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1