Supreme God System

Supreme God System
Chapter 216 : [PMP] Hanya sebentar (56)


__ADS_3

Didalam ruangan yang dikelilingi dinding tanah, terlihat Qin Chen yang tengah duduk di samping wanita cantik yang tengah terbaring, bisa di rasakan bahwa nafasnya sudah hampir menghilang dari dunia.


Qin Chen yang menundukkan kepalanya dengan wajahnya yang bingung dengan apa yang ia lihat sekarang ini, karena ia merasakan bahwa wanita disampingnya sangat dekat dengannya, sekarang ini Qin Chen tidak bisa mengatakan apa-apa lagi disana, karena wanita di sampingnya tidak menjawab perkataan Qin Chen sebelumnya.


Sedangkan wanita di sampingnya yang tengah terbaring di sampingnya, wanita itu dengan perlahan menggerakkan ujung jarinya di atas perutnya, Qin Chen yang berada di sampingnya ia melihat wanita tersebut menggerakkan tangannya membuat ia terkejut.


Qin Chen yang berada tepat di sampingnya, ia lalu melihat ke arah wajah wanita disampingnya yang mulai bergerak, ia melihat wanita itu dengan tatapan mata yang senang.


"Ayah... Wanita itu bergerak..." Ucap putrinya yang melihat wanita itu mulai bergerak.


Qin Chen yang mendengar itu, ia lalu mengganguk kepalanya untuk menangapi perkataan putrinya, kini, wanita di sampingnya Qin Chen, ia dengan perlahan-lahan membuka matanya, ia lalu melihat kearah sampingnya. Dimana ia melihat penampilan Qin Chen yang sekarang ini.


Melihat Qin Chen yang sekarang, Ia lalu perlahan menggerakkan kedua bibirnya untuk berbicara kepada Qin Chen, "Qi-Qin Chen... A-apa itu kamu..." Suaranya yang terdengar lembut, membuat Qin Chen terkejut.


Qin Chen lalu memegang tangannya dengan erat, tidak tahu kenapa dia seperti ini, tapi yang jelas wanita itu seperti sangat dekat dengannya. Walaupun ia tidak tahu sama sekali tentang wanita cantik di depannya.


"Ini aku.. Qin Chen..." Balasnya yang tidak tahu apa-apa tentang wanita di hadapannya.


Wanita itu tersenyum senang mendengar suara Qin Chen yang membalasnya, wanita itu lalu tersenyum dengan tulus kepada Qin Chen, saat Qin Chen yang melihat senyuman tulus dari wanita tersebut, membuat dirinya menjadi ikut bersedih melihat keadaan wanita di depannya.


Dengan Qin Chen berbicara pelan untuk bertanya kepada wanita dihadapannya. "Siapa kamu... Kenapa kamu mengetahui namaku, dan kenapa kamu memanggilku kesini.. apa ada sesuatu yang membuat mu memanggilku..." Tanya Qin Chen.


Wanita itu yang mendengar, ia meneteskan air matanya dengan perlahan mengalir ke bawah seperti air mengalir, bagaimana bisa seorang suami mengatakan dengan nada yang tidak tahu, bahwa di depannya adalah istrinya sendiri.


Ia yang tidak bisa menggerakkan sepenuhnya tubuhnya, ia hanya bisa terbaring dengan menggerakkan bibirnya secara perlahan-lahan. Disana, mereka berdua melihat wanita itu yang menangis membuat mereka ikut bersedih.

__ADS_1


Perasaan wanita bisa mereka rasakan, dimana ia menangis karena perkataan Qin Chen yang sebelumnya. Qin Chen, ia melihat wanita itu menangis membuat dirinya tidak bisa menahan diri untuk menghapus air matanya.


Dengan lembut, Qin Chen menghapus air matanya menggunakan tangannya. "Kenapa kamu menangis, katakanlah padaku, aku bingung dengan semuanya... Siapa aku? Dan siapa kamu... Jika kamu mengetahuinya, tolong beritahu aku sebenarnya.. tentang siapa aku..."


Ia yang melihat Qin Chen menghapus air matanya, perlahan menampilkan senyuman manis dengan menahan rasa sedih yang mendalam, senyumannya yang tulus diberikan untuk Qin Chen, ia lalu berkata. "Ka-kamu.. kamu adalah pria yang baik.. uhukk.. hukk..," dia terbatuk-batuk saat mau menjelaskan kepada Qin Chen.


"A-aku tidak memiliki waktu lagi... Holy Ring milikku sudah hancur, semua kehidupan, kekuatan ku sudah lenyap... Ini hanyalah tinggal sisa kekuatanku.." Ucapnya dengan suara yang kecil.


"Holy Ring, dimana itu.. aku akan mencarinya untukmu.. meskipun di Alam tertinggi lainnya, aku akan mendapatkan kembali pecahan-pecahan Holy Ring..." Balasnya dengan suara yang terdengar tidak rela.


Wanita itu mendengar suara Qin Chen, perlahan memberikan senyuman untuk terkahir kalinya ia melihat suaminya sendiri, wajahnya yang senang di sertai kesedihan, perlahan menutup matanya dengan sebuah kata-kata terkahir. "Kamu adalah Penguasa.."


Saat mengucapkan kata-kata terkahir, Aura di sekitarnya mulai memudar dengan perlahan, Qin Chen yang merasakan Aura wanita itu menghilang. Qin Chen, lalu menghisap seluruh energinya ke dalam tubuhnya.


Wushh! Wushh!


Qin Chen perlahan terduduk diam, karena sedari tadi tidak bisa mengatakan apa-apa, ia hanya bisa bertanya kepada wanita itu hingga akhirnya, wanita itu pergi meninggalkan Qin Chen.


"Qin Qui... Apa ada cara untuk menghidupkan dirinya kembali... Entah kenapa, aku merasa sangat dekat dengan dirinya..."


[ Saya sarankan untuk Tuan, agar membekukan Tubuhnya agar awet, karena menghidupkan kembali wanita ini, Tuan setidaknya harus mendapatkan 9 Pecahan Holy Ring yang dimiliknya. Karena kehidupannya ada di dalam pecahan tersebut. ]


Tanpa basa-basi lagi, ia yang mendengar penjelasan Qin Qui, lalu mengangkat tangannya ke depan dengan perlahan ia membekukan tubuhnya hingga membentuk sebuah balok es.


Ia disana lalu menyentuh di dekat kepalanya, lalu berkata dengan suara pelan. "Aku tidak tahu siapa kamu, tapi pertemuan ini membuatku seperti sangat dekat denganmu... Aku tidak tahu, seberapa lama mencari pecahan Holy Ring milikmu, tapi aku akan membangkitkanmu kembali.. aku janji."

__ADS_1


Qin Chen lalu perlahan menyimpannya kedalam inventory, agar dia bisa beristirahat dengan tenang tanpa ada gangguan sedikitpun. Dengan begitu, Qin Chen bisa mencari pecahan tersebut, dan meminta wanita itu menjelaskan tentang dirinya.


Setelah menyimpannya, Qin Chen lalu melihat ke arah mereka berdua yang sedari tadi melihat Qin Chen yang bersikap aneh, dan ia yang sekarang membekuk tubuhnya untuk di bangkitkan dari kematiannya.


"Wanita tadi.. aku tidak tahu siapa dia sebenarnya.. tapi perasaanku mengatakan bahwa dia sangat dekat denganku." Ucap Qin Chen dengan suara pelan.


"Aku paham, kamu sudah mengatakan sebelumnya bahwa kamu sedang mencari tahu siapa kamu sebenarnya... Mungkin, dia adalah kunci untuk mengetahui tentang siapa kamu sebenarnya." Ujar Su'er dengan suara yang memotivasi maupun memberikan semangat.


"Terimakasih sudah paham dengan keadaanku sekarang ini." Sahut Qin Chen.


Ia berjalan pelan keluar dari ruangan tersebut, karena didalam sana tidak memiliki apa-apa lagi selain sebuah kata-kata terkahir yang dikatakan oleh wanita tersebut.


Aku adalah penguasa!


Qin Chen berjalan keluar dengan berjalan dari tempat sebelumnya ia masuk kedalam, putrinya yang tidak tahu apa-apa tentang urusan orang dewasa, ia disana hanya mengikuti ayahnya yang sekarang ini seperti sedang memiliki pikiran yang sulit.


Dengan lembut, ia lalu memeluk tangan ayahnya agar bisa membantu ayahnya dari pikiran yang ia pikirkan. Qin Chen yang melihat itu, ia tersenyum melihat putrinya.


"Ada apa putri kecil? Apa ada yang kamu inginkan dari ayah?" Tanya Qin Chen.


"Tidak ada, Yin'er melihat ayah banyak pikiran, jadi Yin'er memeluk tangan ayah agar bisa membantu menenangkan pikiran ayah." Ujarnya.


Qin Chen yang mendengar itu, ia lalu memberikan sebuah kecupan manis di keningnya dengan lembut mengelus kepala putrinya, karena dia bertingkah seperti anak kecil untuk menghibur dirinya.


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2