Supreme God System

Supreme God System
Chapter 213 : [PMP] Kehancuran Penguasa Kota! (53)


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan, dimana Qin Chen berdiri dengan pandangan dingin, disana ia menatap tubuh Penguasa Kota yang terbakar oleh sengatan listrik bertegangan tinggi.


Tubuhnya menjadi hitam dengan darah yang sudah mendidih, pembuluh darahnya pecah, dan bahkan Meridian dan Dantian miliknya ikut hancur, disaat tegangan tinggi menghantam tubuhnya.


Qin Chen yang lalu menurunkan tubuhnya, ia lalu merangkai kepala Penguasa Kota, tanpa pikir panjang lagi, Qin Chen menebas kepalanya untuk di sangkutan di tengah-tengah kota.


Srash!


Kepalanya di angkat oleh Qin Chen, lalu ia berjalan kaki keluar dari kediaman tersebut dengan api yang mulai membesar di dalam sana. Api tersebut ada, karena sebuah tungku api tidak sengaja jatuh kelantai hingga membuat kebakaran.


Qin Chen lalu terbang ke atas dengan melihat kebawah, dimana ketiga bayangannya sedang membantai orang-orang di kediaman Penguasa Kota.


Panatua di kediaman tersebut, mereka semua mati disaat bayangan Qin Chen melahap segalanya, disana kobaran api ada dimana-mana, membuat kediaman Penguasa Kota terbakar.


"Sudah berakhir! Sekarang kota ini tidak ada kehilangan wanita suci lagi, meskipun aku juga bajing*n! Tapi aku bertanggung jawab dan mencintainya setulus hatiku."


Qin Chen di atas sana bergumam sendiri, ia lalu melihat ke arah pinggir kediaman Penguasa Kota, dimana orang-orang berkumpul melihat kediaman Penguasa Kota terbakar.


Bukanya sedih, melainkan mereka semua berteriak senang dengan kehancuran Penguasa Kota. Mereka semua bersujud di bawah menghadap Qin Chen di atas sana.


Melihat hal itu, Qin Chen melempar kepalanya ke bawah dengan cepat menghantam tanah.


Duarr!


"Kepala itu adalah milik Penguasa Kota, sekarang Kota ini di bawah kepemimpinanku, Kaisar Chen dari bintang kematian, Alam Immortal bagian barat!" Ucap Qin Chen yang terdengar di seluruh kota.


Orang-orang disana mendengar hal tersebut, mereka terkejut bahwa Kaisar Chen yang dikenal penghancur bintang, yang dimana ia membantai Kaisar di seluruh Alam Immortal, dan orang yang membunuh Dewa Galaxy Great We di wilayah Utara Alam Semesta.

__ADS_1


Berlutut adalah jalan yang lebih baik mereka ambil di hadapan Dewa Iblis yang sudah membunuh banyak mahkluk hidup, Qin Chen lalu melayang menuju ke penginapan dimana tempat dua wanita yang sedang menunggu.


***


Di penginapan, mereka melihat cahaya menuju ke tempat mereka, pada saat melihat cahaya itu, Qin Chen yang tersenyum melesat dengan kecepatan biasanya.


Setelah sampai, di dalam ruangan dimana ada mereka berdua. Mereka berdua melihat Qin Chen yang berlumuran darah, itu bukanlah luka yang berada di tubuhnya, melainkan darah-darah mereka yang berceceran di sekujur tubuhnya.


"Aku perlu bersih-bersih, tubuhku penuh dengan darah yang menjengkelkan!" Ucap Qin Chen dengan nada kesal.


Ia berjalan menuju tempat pemandian, dimana pemandian itu ada di bawah. Qin Chen lalu berteleportation ke bawah, karena area sekitarnya sudah ia kuasai.


Selang beberapa menit berlalu, ia yang sudah bersih-bersih lalu berjalan menuju ke ruangan dengan pakaian serba merah, dimana pakaian miliknya.


Setelah di dalam ruangan, Qin Chen duduk dengan melihat ke luar penginapan, dimana ia melihat api yang berkobar di kediaman Penguasa Kota, melihat hal tersebut, Qin Chen tersenyum tipis dengan wajahnya yang bersikap biasa saja.


Ia yang lupa ada putrinya disana, lalu ia melihat ke arah putrinya yang melihat dirinya yang sedang duduk di kursi, sambil menghela nafasnya pendek, Qin Chen lalu berkata. "Putri kecil, apa yang ayah lakukan tadi, kamu jangan contoh, karena itu sangat tidak baik untuk putri kecil ayah, tapi jika melenyapkan mereka semua dengan sekali serang, maka lakukan saja. Ayah disini tidak akan melarang, melainkan mendukung putri kecil."


"Baik Ayah, Yin'er akan mendengarkan apa yang di katakan ayah." Balasnya dengan sebuah senyuman manis.


Qin Chen tersenyum, lalu ia berjalan mengelus kepalanya dengan lembut, "Yosh.. sekarang putri kecil tidurlah, karena sudah malam tidak baik untuk gadis kecil seusiamu.. jika tidak mau tidur, putri kecil bisa bermeditasi dengan Ayah akan memberikan cara belajar menjadi Putri Phoenix Api.."


"Kalau begitu ayah, Yin'er mau belajar agar bisa mengendalikan api seperti Ayah, bisa membakar dengan melihat saja," Balasannya dengan senang, karena bisa berbicara lama, dan tinggal bersama ayahnya.


Qin Chen lalu mengangkat tangannya dengan jari telunjuknya ke arah keningnya, ia lalu mengalirkan sebuah kekuatan yang Qin Chen pelajari dari Phoenix Api miliknya.


Semua kekuatan itu ia transfer ke pikiran putrinya, agar putrinya bisa mengendalikan api dengan mudah, sama seperti Qin Chen yang sekarang ini. Cahaya emas perlahan masuk kedalam pikirannya, seketika banyak kekuatan hebat di dalam pikirannya.

__ADS_1


Awalnya ia gemetaran, tapi perlahan ia menghentikan gemetaran, karena ia memahami seberapa kuat Ayahnya yang sekarang ini, meskipun ranah ayahnya jauh di bawah dirinya, tapi kekuatannya jauh di atas dirinya.


Setelah beberapa menit berlalu, ia sudah mendapatkan banyak kekuatan yang hebat dalam pikirannya, Qin Chen disana melihat putrinya yang sekarang ini di hadapannya, ia tersenyum dengan berkata. "Sekarang, Yin'er bermeditasilah dan pelajari apa yang Ayah berikan, Ayah di sini akan mengobrol dengan Su'er.."


Putrinya lalu berkata, "Baik Ayah, jangan di apa-apakan bibi Su'er, awas loh kalau ibu tahu nanti... Ayah bisa kena hukum oleh ibu yang galak nanti..."


Qin Chen tertawa kecil mendengarnya, tapi ia belum tahu sifat wanita itu sebenarnya. "Fufu.. baiklah, ayah tidak akan melakukan hal aneh-aneh, Yin'er bermeditasilah, ayah akan duduk di kursi disana.."


"Baik."


Ia lalu bermeditasi di atas tempat tidur, disana ia memulai belajar kekuatan yang diberikan oleh ayahnya sebelumnya.


Qin Chen disana lalu berjalan kaki menuju kursi di pinggir jendela, ia yang duduk memanggil Su'er untuk duduk di pangkuannya, karena Qin Chen ingin berbicara dengannya.


Su'er yang dipanggil Qin Chen, kini ia mendekat ke tempat Qin Chen duduk, ia lalu duduk di pangkuannya dengan menyederkan tubuhnya ke bahu Qin Chen.


"Ada apa kamu memanggilku?" Tanya Su'er dengan lembut.


Qin Chen disana, ia menyenderkan kepalanya ke arah pundaknya, lalu ia berkata dengan suara yang terdengar kecil. "Sifatku berubah, aku bukan seperti Qin Chen sebelumnya, tapi aku adalah orang yang memegang janji yang harus di tepati.. Su'er, tentang ibunya Yin'er, dia adalah wanita pertamaku yang melakukan sebuah hubungan yang mendalam, dalam hidupku dulu, kamu adalah wanita pertamaku yang membuatku mengetahui arti hidup," Qin Chen berbicara dengan suara kecil di bawah kepalanya. "Tapi kamu tahu, aku tidak ingin menjadi seorang laki-laki bajing*n yang mengambil keuntungan dari wanita, jadi aku berjuang menjadi kuat untuk bertemu dengan ibunya Yin'er, agar aku bisa bertanggung jawab atas kesalahan yang kubuat terdahulu.."


"Aku paham.. aku memahami apa yang kamu katakan sekarang ini, aku percaya kamu, karena kamu bukanlah tipe laki-laki yang tidak menepati janjinya.. kamu adalah laki-laki yang baik yang pernah ku kenal dulu.." Ujarnya.


Disana, Su'er memahami apa yang di katakan Qin Chen sekarang ini, ia tahu bahwa Qin Chen tidak mau menjadi seorang laki-laki yang mengambil keuntungan dari wanita.


Qin Chen mendengar jawaban Su'er, ia senang bahwa dirinya tidak marah terhadap apa yang dilakukan Qin Chen, meskipun Su'er masih bukan siapa-siapa Qin Chen, tapi dialah yang paling dekat dengan Qin Chen dulu.


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2