Supreme God System

Supreme God System
Chapter 48 : Hadiah Dan Kecupan Manis


__ADS_3

Satu Kota di hebohkan dengan kehancuran kediaman Penguasa Kota yang sudah bertahan selama ratusan tahun. Banyak orang-orang yang berdatangan ke kehancuran kediaman Penguasa Kota untuk melihat sendiri dengan mata kepala mereka sendiri.


Setiap menit banyak orang-orang berdatangan untuk melihat kehancuran Penguasa Kota, dari berbagai kalangan mulai dari rakyat, para pembudidaya dan masih banyak lagi yang ingin melihatnya.


Di dalam kerumunan orang-orang, ada banyak pertanyaan yang keluar dari mulut ke mulut lainnya.


"Siapa? yang menghancurkan kediaman Penguasa Kota..?" Tanya Mereka.


"Jika tidak salah tadi, ada seorang Pemuda datang dengan Aura membunuhnya."


"Sungguh mengerikan! Mereka salah menyingung seorang Master Seni Bela Diri!"


"Benar-benar, kejayaan yang selama Ratusan tahun runtuh sekarang! Dengan kecerobohan mereka sendiri."


"..."


Pembicaraan mereka terus merambat hingga ke seluruh Kota Yuan, kedua keluarga juga mendengar kehancuran di kediaman Penguasa Kota tanpa ada seorangpun yang selamat di sana gemetar.


Kediaman Xu


Di dalam kediaman Xu banyak para Panatua yang sedang duduk di dalam sebuah ruangan rapat. Mereka semua mendengar berita tentang Kehancuran Penguasa Kota dari bawahan yang selalu mencari informasi di Kota.


"Bagaimana menurut para Panatua? Tentang kehancuran Penguasa Kota?" Tanya Patrick Xu dengan memijat keningnya sendiri.


"Saya tidak menyangka. Penguasa Kota yang sudah bertahan ratusan tahun dari generasi ke generasi berkahir disini! Karena mereka menyingung seorang pemuda yang belum di ketahui latar belakangnya." Balas Panatua yang duduk di kursi di depan bingkai lukisan Pohon Cemara emas.


Para Panatua mengangguk kepala, mereka cukup terkejut mendengar berita tentang kehancuran Penguasa Kota. Dalam benak mereka untungnya tidak mencari masalah dengan Pemuda itu.


"Apa Pemuda itu adalah Qin Chen? Pemuda yang membunuh Ketua Fraksi Flame Bird dan membunuh Raja Monster di ranah Martial God?" Ucap Panatua satunya.


Saat Suara Panatua terdengar di gendang telinga mereka, sontak mereka sangat terkejut, karena Pemuda itu di dalam beritanya mengarah ke Kota Yuan.

__ADS_1


Patrick Xu terkejut hingga berdiri di dalam ruangan, terlihat dari raut wajahnya yang berkeringat dingin keluar. Beberapa hari yang lalu ia telah membaca Berita ciri-ciri Qin Chen yang tersebar luas di Benua Tengah.


"Ti-tidak salah lagi! Pe-pemuda itu adalah Qin Chen!" Patrick Xu berbicara terbata-bata dengan nada sedikit gemetaran.


Saat Patrick berbicara dengan gemetaran membuat para Panatua semakin yakin, mereka yakin kalau pemuda yang memusnahkan Penguasa Kota adalah Qin Chen.


Di kediaman keluarga Ru, sama halnya mendengar kehancuran Penguasa Kota karena menyingung seorang pemuda. Mereka juga berfikir tentang pemuda itu adalah Qin Chen yang sudah sampai di Kota Yuan.


Sekali lagi berita tentang Qin Chen menyebar dengan pembicaraan orang-orang ke orang-orang lainnya. Sedangkan Qin Chen yang masih di kediaman Penguasa Kota mengambil harta mereka semua untuk ia gunakan jika membutuhkan nya.


Qin Chen mengambil mulai dari harta mereka simpan, buku seni bela diri dan masih banyak lagi yang ia ambil, dengan bantuan sistem, ia bisa menyimpan barang-barang tanpa batas.


"Sangat banyak, mereka memang layak menjadi Penguasa Kota, dengan harta sebanyak ini. Tapi mereka sangat bodoh dan sombong.." Gumamnya sambil mengambil harta-harta.


Selang beberapa menit lamanya, ia sudah selesai mengambil harta Penguasa Kota. Dengan ia terbang ke atas langit-langit di lihat banyak orang-orang di dekatnya.


Qin Chen cukup terkejut melihat kerumunan orang-orang di dekat Kediaman Penguasa Kota yang hancur, dan lagi mereka semua menatap ke arah Qin Chen membuat ia sedikit bingung, namun ia membalasnya dengan senyuman dingin untuk memperingati mereka jangan berbuat macam-macam kepada nya.


Qin Chen terbang menuju penginapan, karena ia sudah sangat lama di luar meninggalkan Ru'er sendirian di dalam penginapan.


Sesampainya di depan pintu penginapan, ia berjalan masuk kedalam untuk menemui Ru'er. Saat ia sudah berada di dalam penginapan, Qin Chen di kejutkan dengan Ru'er sedang bermain dengan Xiao Laohu di temani oleh Wanita resepsionis.


Qin Chen melangkahkan kakinya menuju tempat Ru'er berada dengan pelan, ia berjalan disana di lihat oleh orang-orang di dalam ruangan. Karena salah satu dari mereka adalah orang yang mendapatkan berita tentang kehancuran Penguasa Kota.


Dari atas, tangan Qin Chen menyentuh kepala Ru'er dengan lembut dengan suara kecil. "Ru'er sedang bermain apa? Apa kakak boleh ikut?" Ucap Qin Chen yang terdengar oleh nya.


Ru'er sedang bermain tiba-tiba berhenti mendengar suara Qin Chen, ia memalingkan kepalanya ke arah suara di belakangnya, saat melihat kakak nya berada di sana ia lantas Terkejut.


"Kakak! Kakak sudah pulang?" Ucap Ru'er yang lembut.


Qin Chen tersenyum hangat menangapi nya, ia sambil melihat isi inventory nya, karena ia ingat saat mengambil harta kediaman Penguasa Kota mendapatkan benda yang bagus untuk Ru'er.

__ADS_1


Qin Chen mencari benda tersebut untuk di berikan kepada Ru'er, setelah beberapa saat ia akhirnya menemukan benda tersebut. Benda itu tidak lain adalah Gelang bermotif bunga Teratai merah dengan unsur lilitan akarnya menjadi gelang.


"Ru'er... Kakak punya hadiah" Ucap Qin Chen dengan lembut sembari memejamkan matanya.


Ru'er mendengar itu senang karena Kakak nya memberikan Hadiah lagi. "Apa benar kak!"


"Tentu, Ru'er tutup mata" Ujarnya.


Ru'er mengikuti perkataan Kakak nya, ia memejamkan mata perlahan dengan begitu Qin Chen bisa memakaikan Gelang yang ia dapatkan untuk Ru'er.


Dengan ia mengeluarkan sebuah gelang dalam sakunya, ia perlahan memasangkan ke tangan kecil Ru'er. Orang-orang di sana hanya terdiam tanpa kata, karena mereka tidak ada yang berani bersuara saat kedatangan Qin Chen ke dalam penginapan.


"Ru'er boleh membuka mata sekarang.." Ucap Qin Chen.


Perlahan ia membuka mata untuk melihat hadiah yang diberikan kakaknya, dengan ia membuka mata terlihat gelang yang bagus sudah di lengan kecilnya.


Ru'er senang dan gembiranya bisa terlihat dari wajahnya, ia yang senang berdiri dengan senang lalu memeluk Qin Chen.


"Terimakasih banyak kak" Ucap nya yang lembut.


Orang-orang di dalam sana melihat sisi baik Qin Chen kepada adiknya, walaupun ia sangat kejam di luar namun, ia memiliki sisi baik di dalam dirinya yang membuat mereka semua sudah ikut senang melihat gadis kecil di sana tersenyum senang.


Ia Yang senang tidak melepaskan pelukannya dari Qin Chen karena ia tidak pernah sesenang ini setelah kematian kedua orang tuanya. Qin Chen sebagai kakak angkatnya paham dengan sikap Ru'er.


Cup!


Suara kecupan manis dari Ru'er di pipinya Qin Chen membuat ia terkejut melihat adik kecilnya yang manis memberikan kecupan. "Hehehehe.. ini hadiah untuk kakak, terimakasih banyak" Ucap Ru'er yang manis namun ia malu di lihat banyak orang-orang.


Qin Chen mendapatkan kecupan nya tersenyum, ia sangat senang adiknya mulai terbuka dengan nya, karena saat awal ia penakut dengan Qin Chen, sekarang sudah mulai berubah walaupun sedikit, namun Ru'er ada kemajuan.


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2