Supreme God System

Supreme God System
Chapter 314 - Menuju Alam Roh


__ADS_3

Dalam ruangan, Qin Chen tengah duduk di tahtanya, ia melihat sebuah gulungan ada di depannya, saat melihat gulungan tersebut, matanya seolah-olah mengartikan kata lain, tidak tahu apa itu sebenarnya.


'Kenapa aku merasa gemetaran? Apa ada sesuatu yang akan menimpaku saat melihat ini?'


Qin Chen menjadi ragu untuk membuka gulungan tersebut, para pasukan bayangan miliknya melihat tatapan mata Yang Mulia mereka menjadi aneh. Menyadari bahwa ia sekarang berada di tahtanya, matanya kembali seperti semula.


Secara perlahan membuka gulungan tersebut, tiba-tiba ia melihat beberapa tulisan yang terletak di dalam gulungan tersebut.


“Lama tidak bertemu, apa kamu baik-baik saja ... Jika iya, aku mengundangmu datang ke Alam Roh, dan siapa aku? Kamu akan tahu setelah ke Alam Roh dengan pelayanku.”


Melihat pesan tersebut, Qin Chen tiba-tiba menjatuhkan gulungan tersebut dan wajahnya menjadi bingung, dengan kepalanya mulai disenderkan di tangan kanannya, gulungan tersebut lalu di ambil Naga Kuno dan diletakan di meja.


Siapa Ratu Roh ini! Kenapa di seperti mengenalku sangat lama!


Qin Chen benar-benar dibingungkan dengan sebuah pesan tersebut. Sekarang, ia melihat Iblis tersebut dengan pandangan dingin untuk mendapatkan informasi dari dirinya.


Namun, tidak mendapatkan apa-apa, ia benar-benar menjadi bingung dengan semua ini. Melihat hari telah malam, Qin Chen memutuskan akan melakukannya nanti pagi.


"Baiklah, aku mendapatkan undangan untuk ke Alam Roh, pengawal, antar tamu ini ke ruangan."


"Baik!"


Mereka mengantar Qin Chen, ia duduk disana sambil menghela nafasnya dengan berat.


"Cobaan apa lagi ini, kenapa semuanya harus tentang wanita ... Aku sudah bosan, dimana-mana aku pergi selalu bertemu wanita!"


"Tenanglah, Tuan. Ini mungkin adalah takdir anda, sebagai seorang Kaisar, Tuan bersikaplah selayaknya kaisar."


"Bicara memang muda, namun aku akan mendapatkan masalah jika banyak wanita yang aku temui."


"Itu ... Baiklah, sekarang Tuan beristirahatlah, saya akan melanjutkan tugas saya."


"Ya."


Qin Chen lalu berteleportasi ke ruangan kamarnya, menunggu besok pagi, ia lalu berada di sebuah ruangan tempat tidurnya. Melihat bahwa istrinya tengah tertidur di atas kasur, Qin Chen berjalan mendekatinya dan lalu baring di sampingnya.


Menariknya ke dalam pelukannya, ia mengelus lembut kepala istri kecil. Istrinya terbangun dari tidur, karena merasakan kedatangan Qin Chen saat ini.


"Apa kamu sudah berbicara dengan, Changyi?"


"Ya, dia putra yang sulit di mengerti, namun memiliki sifat sepertiku ... Aku meminta izin darimu sebagai seorang ibu, aku akan membawanya pergi ke Alam Roh, karena aku mendapatkan undangan dari Penguasa Alam Roh ...


Kamu tenang saja, aku akan melindungi putraku dengan seluruh kekuatanku, jika ia terluka kamu bisa menyalahkanku. Karena, dia ingin merasakan petualangan menjelajahi Dungeon maupun reruntuhan."


Qiu Yu Ran, ia mendengar hal tersebut menjadi sedih namun senang, disisi lain ia ingin sekali menghabiskan waktu bersama Qin Chen, namun disisi lain putranya lebih berarti baginya agar hubungan mereka terjalin baik-baik saja.


Dua perasaan tergabung dalam satu hati, namun secara perlahan-lahan dia memeluknya dengan erat sambil berkata. "Tidak apa-apa, aku mengizinkannya dengan satu syarat."

__ADS_1


"Apa itu?"


Qiu Yu Ran melihat ke arah mata Qin Chen dengan tatapan tersenyum, Qin Chen mengerutkan keningnya karena bingung. Perlahan Qiu Yu Ran mendekati Qin Chen dengan lembut memberikan hadiah malam sebelum tidur.


Mendapatkan diri bahwa perasaan manis mengalir, Qin Chen sedikit lebih menariknya ke dalam pelukannya dengan lembut. Jendela kamarnya terbuka lebar dengan korden terhembus angin dengan tenang.


Langit malam, kini dihiasi oleh bintang-bintang malam yang bercahaya terang, di dalam ruangan Qin Chen tengah memeluknya dengan erat. Selang beberapa menit berlalu, Qiu Yu Ran melepaskannya.


"Malam ini, kamu milikku sepenuhnya."


Sambil berbicara dengan lembut, ia menutup mata sebelah kanannya ditambahkan senyuman manis menyertai di wajahnya. Qin Chen lalu tersenyum dan bersuara.


"Baiklah."


Malam yang dingin, kini berubah menjadi malam yang sangat dingin. Qin Chen mengikuti apa yang dikatakan oleh istrinya, karena malam ini dia miliknya sepenuhnya.


Pagi harinya


Qin Chen terbangun dari tidur, melihat di depannya ada istrinya tengah tidur menimpa tangan kirinya dan memeluknya dengan erat, dimana tangan kanannya masih memeluknya.


"Sudah pagi, apa kamu tidak mau bangun? Aku sedikit lapar loh." Sapa Qin Chen di pagi hari.


"Hmmm, padahal aku masih ingin tidur."


"Baiklah, berarti hari ini aku tidak bisa makan ya ... "


***


Ruang makan, setelah cukup lama menyiapkan makanan, akhirnya mereka semua makan bersama sebelum Qin Chen pergi lagi ke Alam Roh untuk melakukan pertemuan dengan Penguasa Alam Roh.


Qin Chen disana duduk dengan tenang, ia melihat semuanya berkumpul sambil makan, tidak satupun yang tidak makan di ruang makan, sedangkan keluarga lainnya makan di ruangan terpisah dengan dilayani pelayan menyiapkan makanan.


"Ayah, ibu ... Chen'er akan melakukan pertemuan dengan Penguasa Alam Roh, karena sudah mendapatkan undangan langsung darinya, setelah ini Chen'er akan pergi lagi."


Mendengar perkataan Qin Chen, mereka semua berhenti makan, karena baru saja kemarin datang dan sekarang sudah mau pergi lagi. Melihat hal tersebut, ibunya mengkhawatirkan kesehatan Qin Chen yang terus berkerja.


"Apa kamu tidak bisa beristirahat sebentar, dan tidak melakukan kegiatan lain?"


"Sepertinya tidak, tapi Chen'er sudah membagi energi Chen'er untuk memulihkan kondisi Chen'er, jadi ibu tidak perlu khawatir."


"Apa ayah akan pergi lama? Ying'er jadi sendirian lagi ... "


Qin Chen tersenyum melihat suara putrinya, dia duduk di samping Qin Chen karena mau makan jika di siapin. Karena hal tersebut, Qin Chen menyuapinya dengan santai sambil mengobrol.


"Ayah hanya sebentar disana, setelah itu ayah akan mengajak ying'er kecil main sepenuhnya."


"Janji."

__ADS_1


Dia memberikan jari kelingkingnya, dengan Qin Chen juga memberikan jari kelingkingnya untuk berjanji pada putrinya. Sedangkan putranya hanya diam, dia tahu bahwa hari ini akan gagal untuk berpetualang karena urusan.


"Untuk Yin'er, bantu Ayah disini, jika ada sesuatu yang terjadi."


"Baik, Ayah."


Mereka semua melanjutkan makanan setelah Qin Chen selesai bicara, sekarang mereka pergi ke depan Istana Dewa Chen untuk melihat kepergian Qin Chen sekarang.


Qin Chen berdiri dengan tenang, ia melihat putranya berada di samping ibunya. Ia memalingkan wajahnya ke samping, karena semuanya hanyalah omong kosong.


Melihat hal tersebut, Qin Chen lalu mengangkat tangannya dan menunjuk putranya dan berkata. "Bocah kecil, siapkan barangmu dan kamu ikut Ayah ke Alam Roh,"


Qin Changyi mendengar hal tersebut, ia menjadi terkejut dengan apa yang ayahnya katakan. Lalu melihat ke arah ibunya dengan tatapan bingung, ia bertanya. "Ibu ... "


"Pergilah, dan bawa barang-barang yang kamu butuhkan di Alam Roh, ayah sudah meminta izin pada ibu, dan kamu bisa belajar dengan Ayah di Alam Roh, tapi jangan membuat ayahmu report, karena dia sudah banyak yang harus di tanggung."


"Baik ... "


Dia pergi berlari ke kamarnya untuk mengambil barang-barang miliknya, setelah beberapa menit berlalu ia akhirnya kembali dengan satu Pedang di punggungnya di selimuti kain putih di ikat dengan rantai untuk tidak lepas.


Mereka semua sontak terkejut melihat Qin Changyi, sedangkan Qin Chen tersenyum melihat putranya serius ingin berpetualang dengannya. Qiu Yu Ran melihat hal tersebut, ia melirik ke arah Qin Chen dengan tatapan tajam.


"Baik-baik, aku tidak akan mengajarkannya sifat burukku, tapi aku akan mengajarinya cara menaklukkan wanita cantik!"


Tangannya di gepal dengan erat lalu matanya melihat langit hingga mendominasi para wanita, melihat hal tersebut, Qiu Yu Ran mengibaskan tangannya hingga membekukan Qin Chen.


Mereka semua melihat pertengkaran suami istri hanya bisa tertawa, Qin Chen segara perlahan melelehkan es tersebut dan kembali tersenyum kepada mereka semua disana.


"Baiklah, aku pergi dulu, selamat tinggal."


"Ibu, kakek, dan nenek, Changyi pergi dulu."


"Hati-hati di jalan,"


"Jangan ikuti ajaran ayahmu untuk menggoda wanita ya ... "


"Changyi kecil, jangan biarkan ayah menggoda wanita lain.'


"Kakak, jaga ayah dari wanita cantik, ya ... Nanti ibu sedih."


Qin Changyi mendengar semua permintaan mereka, ia lalu menundukkan kepalanya dengan penuh hormat sambil berkata. "Changyi akan melakukan sebisa Changyi, selamat tinggal."


Ia berlari setelah mengatakan itu, melambaikan tangannya kepada mereka semua disana memberikan isyarat pergi, dan mereka berdua mulai melakukan petualangan di Alam Roh!


...


*Thanks You For Reading*

__ADS_1


__ADS_2