Supreme God System

Supreme God System
Chapter 249 : Paviliun Alkemis


__ADS_3

Ibukota Immortal Immortal,


Dalam perjalanan ke Ibukota, mereka bertiga duduk di dalam tandu dimana di bawa oleh Sang Naga Kuno yang telah hidup lama, kekuatannya bahkan melampaui Alam Surga, bahkan jika itu Qin Chen yang melawannya, Qin Chen akan kalah dalam beberapa serangan saja.


Meskipun Qin Chen menggunakan seluruh kekuatan yang dia punya, ia tidak akan mampu melawan Naga Kuno. Sekarang, Naga Kuno menjadi pembawa kuda, dimana mulai sekarang ini, dia akan menjadi pengawalnya.


Bukan untuk Qin Chen, melainkan untuk istri tercintanya, dan sekaligus putrinya. Sudah beberapa jam berlalu, mereka melintas pegunungan, dan juga lautan.


Di Ibukota Immortal Immortal, terdapat 1 raja yang menguasai ibukota tersebut, dan memiliki satu Paviliun Alkemis yang di Agungkan. Beberapa keluarga besar menghormati Paviliun Alkemis, dan juga raja di Ibukota.


Saat tiba di depan gerbang Ibukota, mereka di hadang oleh penjaga gerbang, dimana mereka bertugas untuk mengecek identitas orang-orang yang akan masuk ke Ibukota.


"Dimana tanda pengenal Tuan ... "


Penjaga tersebut langsung bertanya kepada Naga Kuno, dimana Qin Chen lalu mengeluarkan tanda undangan dari Alkemis. Saat itu, mereka langsung terkejut dengan undangan tersebut.


"Si- silahkan Tuan ... Silahkan masuk, semoga hari Tuan menyenangkan di Ibukota ... "


Mereka masuk ke dalam kota dengan tenang, dimana orang-orang di kota memperhatikan mereka. Bagaimana tidak, orang yang memiliki kereta kuda mewah hanya orang-orang dari kalangan atas.


Kota ini penuh akan penduduk, dimana mereka rata-rata kultivator abadi, meskipun kekuatan mereka masih di bawah, mereka sudah bisa katakan Abadi.


Dalam perjalanan, Qin Chen meminta Naga Kuno untuk pergi ke Paviliun Alkemis, dimana ia ingin membeli beberapa bahan-bahan herbal, sekaligus mencari apa orang itu ada disana.


Setibanya di depan Paviliun Alkemis, Qin Chen melihat dari dalam, dimana ia melihat sepenuhnya orang-orang di dalam berjalan sana kemari.


"Banyak juga orang-orang di Paviliun Alkemis ... "


"Apa kita akan masuk? Ayah."


"Ya, kita akan masuk untuk mendapatkan bahan-bahan herbal, selepas itu kita akan jalan-jalan di ibukota."


Setelah cukup lama di dalam, mereka akhirnya keluar dari dalam kereta kuda, dimana Naga Kuno sudah berdiri di samping kereta kuda untuk menunggu Qin Chen keluar.


Naga Kuno memberikan hormat kepada Qin Chen disaat ia turun dari dalam, dimana semuanya di perhatikan orang-orang di sekitar Paviliun Alkemis. Pada saat keluar, Qin Chen lalu mengeluarkan Aura yang bisa di kenali oleh orang-orang yang pernah merasakan Auranya.

__ADS_1


Seketika, orang-orang yang merasakan Aura tersebut menjadi gemetaran. Disaat mereka tahu, bahwa Aura tersebut adalah Kaisar Chen dari bintang kematian.


Qin Chen dan lainnya berjalan ke dalam Paviliun dengan tenang, dimana Naga Kuno berjalan di belakang mereka.


Di dalam Paviliun Alkemis, Qin Chen bisa melihat banyak orang-orang berkumpul membeli bahan-bahan yang mereka butuhkan, karena di Paviliun Alkemis juga menjual banyak varian Pil untuk kultivator.


Mulai dari kelas rendah hingga tinggi, mereka semua semua menjualnya. Ada juga menjual bahan-bahan mentah, dimana belum di suling menjadi Pil.


Dari sudut lain, seorang pria tua dengan pakaian khusus Alkemis terlihat sedang kacau, ia menuruni tangga secara terburu-buru saat merasakan Aura dari orang yang ia kenal.


Melihat Aura itu keluar dari pemuda di depannya, pada saat melihat seorang wanita yang ia kenalin, ia langsung berlari ke tempat Qin Chen untuk menyambutnya.


Tap! Tap! Tap!


Langkah kaki terdengar di ruangan tersebut, orang-orang di dalam sana melihat Grandmaster Ling tengah berlari ke arah pemuda yang baru saja tiba di Paviliun Alkemis.


Saat ia berada di dekatnya, Grandmaster Ling memberikan hormat kepada Qin Chen yang tengah berdiri di ruangan. "Memberi hormat pada Master."


Qin Chen tersenyum mendengarnya, ia lalu melihat ke arah Ling Yu Ji kini memberikan hormat kepada dirinya. "Hoo ... Ternyata kau masih mengenalku? Aku kira kau akan lupa ... "


Qiu Yu Ran tersenyum manis lalu berkata. "Kakek Ling, lama tidak bertemu ... "


Mendengar suara yang terdengar lembut, Ling Yu Ji melihat ke arah Qiu Yu Ran, gadis dari Paviliun Obat, ia melihat bahwa seperti ada kehidupan di perutnya juga.


"Gadis Qiu ... Selamat atas pernikahan kalian berdua ... "


"Terimakasih kakek Ling."


Qin Chen di sana tengah melihat kanan dan kiri, ia sedang memilih banyak bahan herbal yang dibutuhkan untuk meningkatkan kekuatan Yin'er, dan juga istrinya.


Sedangkan dirinya, mungkin akan berhenti di ranah tersebut untuk beberapa tahun kedepannya jika tidak menghancurkan satu Universe. Bahan-bahan herbal tidak akan bisa meningkatkan kekuatannya, meskipun itu Kelas Surgawi sekalipun.


"Master, mari ikut saya ke ruangan untuk beristirahat."


"Baiklah, nanti kamu urus apa yang aku minta, soal uang akan ku berikan."

__ADS_1


"Baik."


Mereka di tuntun oleh Ling Yu Ji ke sebuah ruangan untuk beristirahat, dimana Qin Chen sudah meminta Ling Yu Ji untuk menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkannya.


Di dalam ruangan, Qin Chen dan lainnya duduk di sopa, sedangkan naga kuno berdiri di belakangnya tanpa bergerak. Lebih baik menjadi pengawal Qin Chen dibandingkan harus di siksa oleh wanita sadis dalam diri Qin Chen.


"Apa kau sudah bertemu dengan gurumu di Alam Immortal ini?" Tanya Qin Chen.


"Setelah kejadian beberapa bulan yang lalu, saya memimpin sisa pasukan Kaisar menuju Alam Immortal ini, saat saya tiba di Alam Immortal, saya bertemu dengan murid Paviliun dan memintanya untuk mengantarkan kami semua ke Paviliun ...


Hal hasil, saya menemukan leluhur Paviliun Alkemis ... Awalnya mereka tidak percaya dan terkejut, tapi saya menunjukkan tentang Paviliun Alkemis Alam Immortal rendah hingga mereka percaya ...


Sekarang, leluhur berada di pusat kota Dewa Galaxy bagian selatan. Saya diberikan tugas untuk menjaga, dan meneruskan Paviliun Alkemis ini ... "


Qin Chen mendengar itu mengangguk kecil, ia paham dengan apa yang dikatakan oleh Ling Yu Ji kepadanya. Sekarang, ia sudah menemukan leluhurnya, dan Qin Chen ingin menikmati seseorang wanita cantik.


"Lalu kemana mereka berdua pergi?" Tanya Qin Chen dengan nada yang sedikit bingung.


"Setelah sampai, mereka meminta izin untuk membantu Paviliun Alkemis, dan sekarang mereka berada di ruangan masing-masing untuk bertugas ... "


"Jadi begitu ... Hmmmm ... Baiklah, aku datang kesini untuk mendapatkan bahan-bahan herbal, dan setelah itu aku akan melanjutkan perjalanan di Alam ini ... Mungkin, aku akan menginap beberapa hari di kota."


"Master ... Jika anda bersedia, tinggallah disini untuk beberapa hari sebelum Anda pergi, dengan begitu ... Saya bisa memberikan kebutuhan yang anda perlukan ... "


Qin Chen mengangkat tangannya untuk berpikir, karena tidak mau merepotkan banyak orang lagi, "Baiklah ... Aku akan menginap beberapa hari disini, dan semua bahan-bahan yang dibutuhkan aku akan membayarnya ... "


Ling Yu Ji setuju dengan perkataan Qin Chen untuk semuanya, kini mereka semua mengobrol seperti biasa di dalam ruangan. Dimana tidak ada yang bisa menggangu mereka, dalam ruangan tersebut juga mulai di sediakan makanan dan minuman.


Semuanya diberikan untuk menyambut tamu terhormat Paviliun Alkemis, putrinya menyantap makanan tersebut dengan senang, karena mendapatkan cemilan enak.


Qin Chen melihat hal tersebut menjadi bersalah, selama putrinya bersamanya, ia bahkan belum memberikan makanan yang enak untuk di cemilan putrinya.


...


*Thanks You For Reading*

__ADS_1


__ADS_2