Supreme God System

Supreme God System
Chapter 191 : [PMP] Menundukkan semua mahkluk hidup di Bumi (31)


__ADS_3

Qin Chen berjalan masuk kedalam kediaman Han yang tidak ada lagi penjaga disana. Karena sudah Qin Chen bereskan, ia berjalan masuk kedalam dan melihat seorang pria yang tengah memegang pistol sedang mengarah ke arah Qin Chen.


"Jangan bergerak! Jika berani bergerak, aku tidak akan segan-segan menembak!" Teriak pria tersebut dengan tatapan tajam ke arah Qin Chen.


Sedangkan Qin Chen yang melihat pria itu, ia berpikir tentang dia tidak bisa terluka oleh sebuah senjata di tingkat ilahi, karena tubuhnya sudah di tempa kembali oleh wanita misterius yang mengaku dirinya sebagai istrinya.


Su'er di sampingnya, ia melihat kepala keluarga Han yang mengarahkan pistolnya ke arah mereka, kini ia melihat Qin Chen yang bersikap biasa-biasa saja tanpa takut.


Qin Chen lalu berkata, "Tembak saja, aku ingin tahu rasanya di tembak oleh sebuah pistol yang tidak berarti apa-apa.."


Suaranya membuat Su'er terkejut, karena Qin Chen mengatakan hal tadi, pria tersebut yang tengah memegang pistol, ia tidak ragu-ragu melepaskan sebuah serangan pertama.


Dor!


Sebuah peluru melesat ke arah Qin Chen yang tengah berdiri, disana ia hanya tersenyum tipis lalu menangkap peluru tersebut dengan 2 jari tangan kanannya.


Seketika, pria tersebut tercengang melihat peluru di tahan oleh 2 jarinya, ia berpikir bodoh melihat Qin Chen seorang Dewa.


Qin Chen disana, ia lalu berjalan mendekati kepala keluarga Han yang tidak lain adalah Han Huilo. Ia berjalan menuju tempatnya, dan lalu menangkap kepalanya dengan tangan kirinya.


"Sudah lama aku tidak membunuh orang menggunakan tangan kiri ku,"


Tanpa suara, kini Qin Chen membawa mereka terbang ke atas kediaman Han. Qin Chen menembus dinding kediaman Han dengan tubuhnya, ia juga melindungi Su'er dari pecahan bangunan.


Qin Chen yang telah terbang di langit, ia melihat luasnya wilayah keluarga Han, "Sungguh orang yang jahat, mempunyai banyak uang dengan cara kotor! Aku sudah lama memendam rasa kebencian terhadap keluarga Han, dan hari ini adalah terakhir kali kau melihat matahari!"

__ADS_1


Han Huilo yang mendengar itu, ia menjadi gemetaran dengan keringat yang turun kebawah, "Tu-tuan... To-tolong ampuni hamba." Han Huilo mengatakan kata maaf dengan ketakutan.


Mengingat kembali apa yang dilakukan putranya, dan dirinya, Qin Chen semakin geram dengan wajah tebal mereka. Mata Qin Chen mulai memancarkan cahaya merah terang dengan berdiameter 5 cm dari bola matanya.


Qin Chen lalu menatap Han Huilo dengan mengatakan, "Seni adalah ledakan!"


Suara Qin Chen terdengar oleh mereka berdua yang berada di dekatnya, Su'er yang masih bingung dengan perkataan Qin Chen, karena ia hanya mengatakan 'seni adalah ledakan'.


Wushh!


Qin Chen dengan mengangkat tangannya ke atas lalu melemparkannya Han Huilo kebawah dengan kecepatan tinggi, karena ia ingin meledakkan seluruh wilayah Han agar semua orang di bumi tahu semua kebusukan yang telah di buat keluarga Han.


Saat tubuhnya terkena bumi, sebuah ledakan besar menghancurkan seluruh wilayah Han, bahkan wilayah sekitarnya ikut hancur karena dampak ledakan tersebut.


Boom!


'Qin Qui, mari kita mulai!'


[ Baik Tuan. ]


Setelah mengatakan itu, tiba-tiba di depan Qin Chen mulai muncul layar proyektor yang cukup besar. Sedangkan di seluruh belahan Dunia, tepatnya di seluruh kota yang ada. Mereka semua melihat layar proyektor di atas langit, layar itu menampilkan Qin Chen dan Su'er yang tengah melayang di atas langit.


Qin Chen yang kini akan menekan seluruh dunia, ia pura-pura batuk terlebih dahulu. "Uhukk.. uhukk.." Qin Chen yang telah berpura-pura untuk memancing seluruh mahkluk hidup untuk melihat ke layar proyektor.


Ia sekarang melihat dengan tatapan tajam, dan berkata. "Perkenalkan, aku Qin Chen atau bisa disebut dengan Kaisar Chen penguasa gugus bintang bagian timur Alam Immortal, mungkin kalian sudah mendengar bahwa seluruh Galaxy bagian Utara telah hancur, itu semua karena pertempuranku melawan Dewa Galaxy Utara.."

__ADS_1


Qin Chen dengan nada tinggi mengatakan di depan layar proyektor, ia juga menatap dengan tatapan tajam, dan seriusnya.


Sedangkan seluruh orang di Bumi mendengar perkataan Qin Chen, mereka semua dikejutkan dengan berita tentang kehancuran Istana Surgawi yang telah menguasai Bumi selama 3 tahun penuh ini.


Kini mereka mendapatkan berita tentang ini, sebenarnya sangat senang, tapi di balik kesenangan mereka, ada sosok yang sekarang tengah melakukan siaran langsung di atas langit-langit.


Qin Chen yang tidak mau berlama-lama lagi, ia langsung saja menuju ke intinya, "Bumi sekarang berada di bawah kekuasaanku, jika ada yang berani melawanku, berarti kalian sudah siap melawan Kaisar ini! Tidak peduli kalian dari bintang mana, selama aku ada, kalian semua akan mendapatkan kematian!"


Setelah mengatakan itu, Qin Chen melepaskan momentum Aura yang sangat besar hingga menekan gugus bintang di wilayah bintang sekitarnya.


Momentum Aura tersebut membuat para kultivator tertekan hingga tidak bisa bernafas lagi, tidak ada yang bisa menghentikan momentum tersebut, meskipun Dewa turun ke bumi. Sedangkan untuk manusia di bumi, mereka semua dipaksakan berlutut di hadapan Qin Chen, karena sebagai peringatan untuk mereka agar tidak sombong lagi sebagai mahkluk kecil di Alam Semesta.


Setelah selesai, Qin Chen menghilangkan layar proyektor, ia lalu melihat tidak ada lagi masalah di bumi yang harus ia bereskan. Meskipun ada nantinya dikedepannya, Qin Chen akan mengurusnya dengan pikiran yang akan ia tingkatkan kedepannya.


Ia lalu melihat ke arah Su'er yang masih menatap Qin Chen dengan tatapan bingung, Qin Chen yang sebenarnya masih 1 hari lagi di bumi, tapi ia sudah menghabiskan banyak waktu di segala tempat, dan beberapa bulan lagi istrinya akan melahirkan.


Qin Chen lalu memegang tangannya, dan berkata. "Su'er, ikutlah denganku melihat bintang-bintang di Alam Semesta ini, jika kamu tinggal di Bumi, aku takut akan ada orang yang akan menyakitimu.. " Qin Chen mengatakan kepada Su'er dengan serius, karena ia ingin membalas kebaikan Su'er di masa lalu. "Kamu jangan berpikir bahwa kamu akan menjadi beban, kamu bisa belajar menjadi Immortal di bintang selanjutnya, mungkin ada kesempatan untuk bertemu dengan ayah dan ibumu, meskipun hanya ada 1% di Semesta ini, tapi aku janji akan mencari paman dan bibi, walaupun aku harus pergi ke seluruh Alam yang ada.."


Su'er yang mendengar suara Qin Chen, ia menjadi bingung harus memilih yang mana. Karena bumi adalah tempat kelahirannya, dan di bumi juga tempat ayah dan ibunya di makamkan.


Ia yang dari dulu selalu ingin bersama Qin Chen, kini mendapatkan sebuah penawaran untuk sekali lagi masuk ke dalam hatinya, meskipun ia tahu bahwa pada akhirnya, ia hanya sebagai seorang teman dekat, tapi selama bisa bersama Qin Chen, ia tidak keberatan dengan semua ini.


Su'er mengerakkan kedua bibirnya untuk berbicara, "A-aku akan ikut denganmu, aku juga akan berusaha kuat agar bisa membantumu di masa depan, untuk sekarang mungkin aku akan menjadi beban, tapi aku janji, aku akan menjadi kuat dan bisa membantumu."


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2