Supreme God System

Supreme God System
Chapter 219 : [PMP] Memulai Penyerang Monster! (59)


__ADS_3

Qin Chen yang sekarang berjalan mengabaikan mereka semua disana, karena tujuannya adalah reruntuhan dungeon kuno, ia sekarang masih tidak mau mencari masalah, sebelumnya mereka semua mencari masalah dengan Qin Chen.


Melangkahkan kakinya hingga berada di pintu reruntuhan dungeon kuno, disana mulai merasakan Aura yang sangat hebat di sekitarnya. Qin Chen disana, ia melihat langsung kedalamnya dengan kesadaran miliknya.


Saat ia melihat di kedalaman reruntuhan, ia hanya bisa melihat sedikit saja harta-harta yang tergeletak di lantai, harta-harta tersebut memiliki daya tarik tersendiri, dengan sebuah harta yang sangat bagus untuk Qin Chen.


"Menarik... Sungguh menarik!" Ucapnya dengan suara yang pelan.


Mereka berdua mendengar perkataan Qin Chen, kini menjadi terkejut, karena Qin Chen seperti melihat harta yang berharga, hingga membuat Qin Chen tersenyum.


"Ayo kita masuk, dan orang-orang disana mungkin akan menghadang kita di dalam reruntuhan ini, jadi sebelum mereka masuk, aku akan memberikan sebuah hadiah kecil kepada mereka.. hehehe.." Kata Qin Chen dengan sebuah tawa jahat.


"Baik Ayah, Yin'er ingin melihat apa yang akan Ayah lakukan, karena Yin'er ingin belajar tentang cara ayah melawan mereka.." Ujarnya dengan sebuah senyuman manis.


"Aku juga penasaran dengan rencana apa yang ingin kamu lakukan, dan aku juga ingin belajar caramu untuk melawan musuh-musuh seperti mereka semua, apa dengan langsung, atau rencana yang licik.." Sahut Su'er yang juga penasaran dengan rencana Qin Chen.


"Fufufu... Nanti kalian akan tahu, sekarang kita masuk terlebih dahulu ke dalam reruntuhan.." Ujarnya sambil berjalan masuk kedalam.


Mereka bertiga berjalan masuk kedalam reruntuhan dengan langkah kaki yang mengikuti Qin Chen, didalam sana terlihat sangat gelap dengan beberapa lilin yang terletak di dinding reruntuhan.


Didalam sana, Qin Chen berjalan dengan mengeluarkan banyak bayangan di belakangnya, bayangan itu berwarna api emas bercampur kegelapan bisa terlihat di dalam reruntuhan.


"Kalian semua... Bersenang-senanglah disini, setelah itu kalian bawa mereka ke tempatku, aku ingin memberikan beberapa pelajaran untuk mereka semua!" Ucap Qin Chen dengan nada yang dingin.

__ADS_1


Mereka memberikan hormat kepada Qin Chen, dan lalu pergi dari sana untuk melakukan tugas mereka masing-masing. Kini mereka berdua melihat bayangan gelap besar di belakangnya, mereka berdua sangat terkejut melihat bayangan tersebut.


Bukan hanya kuat, mereka juga sangat menyeramkan bagi mereka. Yin'er melihat bayangan itu, ia lalu bertanya kepada ayahnya. "Ayah.. apa itu tadi.. kenapa sangat menyeramkan.."


"Itu tadi? Benar juga.. putri kecil ayah baru melihat hal ini, itu adalah pasukan bayangan Ayah, dimana mereka semua adalah manusia yang ayah bangkitkan dari kematian dengan sebuah kekuatan terlarang.." Jawabnya dengan lembut kepada putrinya


"Hmmm.. Ayah menyimpan banyak rahasia ya.. Yin'er jadi ingin melihat seberapa banyak rahasia ayah yang di sembunyikan.." Ucap putrinya dengan wajah cemberut.


Tidak tahu apa yang dipikirkan putrinya, Qin Chen tersenyum dengan mengelus pipinya yang manis disana. Qin Chen juga mengeluarkan beberapa bayangan di ranah yang berada di Alam Surga, dimana untuk melindungi putrinya meskipun hanya sebentar.


"Kalian masuk kedalam bayangan putriku, dan lindungi dia dengan nyawa kalian!" Tintanya dengan suara penguasa.


"Baik, Yang Mulia.."


Pasukan yang ia bangkitkan di reruntuhan sembilan immortal, kini mereka masuk kedalam bayangan putrinya, dimana mereka hanya bisa keluar masuk disaat putri Qin Chen dalam bahaya saja.


"Sekarang putri kecil ayah memiliki beberapa pasukan bayangan Ayah, jika ayah tidak berada di sisi Yin'er, Yin'er bisa memanggil mereka untuk melindungi Yin'er, walaupun hanya sebentar, setidaknya Yin'er bisa lari ataupun menunggu kedatangan Ayah." Ucap Qin Chen dengan lembut kepada putrinya.


Putrinya yang senang, karena mendapatkan bayangan yang menyeramkan untuk melindunginya, karena sepanjang hidupnya, ia tidak pernah mendapatkan sebuah pasukan sendiri.


Semua yang ada di surga adalah milik ibunya, dimana ia hanya selalu di kawal dengan seorang Dewi, agar ia tidak berbuat nakal untuk masuk ke wilayah musuh.


Mereka bertiga yang tadi berhenti, kini mulai melanjutkan perjalanan menuju tempat harta berada.

__ADS_1


Qin Chen berjalan di dalam reruntuhan sambil memegang tangan mereka berdua, karena tidak mau mereka jatuh ke dalam lubang, maupun perangkap musuh yang sudah di buat beberapa waktu lalu.


Ia yang sudah mengingat jalan peta harta reruntuhan dungeon kuno ini, didalam sana menceritakan tentang tempat keberadaan harta karun tersebut di seluruh duni di Alam Dewa, maupun Alam Rendah.


"Jika menurut peta, setelah ini kita akan berjalan menuju ketempat tempat jalan tikus, dimana ada banyak monster-monster yang bergerak untuk membunuh mereka semua." Qin Chen sudah mengingat medan perang di dalam reruntuhan, dimana akan ada banyak monster-monster yang menyerangnya, jika masuk ke jalan dimana ada banyak monster-monsternya. "Mengingat bahwa ada banyak monster-monster, apa akan ada Inti Monster untuk meningkatkan kekuatan hewan peliharaan Ru'er kecil."


Qin Chen berpikir untuk mengumpulkan banyak Inti Monster untuk hewan adik kecilnya, dimana itu adalah hewan ilahi miliknya sendiri yang sekarang sedang bersama adiknya, jika Qin Chen menemukan kembali hewan Ilahi, ia akan memberikan hewan tersebut inti monster yang sudah ia dapatkan.


Putrinya tidak tahu apa yang dikatakan oleh ayahnya, karena ia hanya mendengar kata Ru'er, dimana ia tidak tahu bahwa ayahnya memiliki adik kecil yang manis.


Didalam reruntuhan, orang-orang yang berada di luar sebelumnya, mereka kini berjalan masuk kedalam dengan sebuah senyuman jahat di wajah mereka semua yang berada disana.


Sayangnya, mereka semua akan mati dengan sangat sadi, dimana akan menghadapi seorang bayangan di kekuatan Alam Immortal tertinggi. Tidak mengetahui apa yang direncanakan Qin Chen, mereka masuk kedalam dengan bersikap biasa-biasa saja.


Qin Chen yang berjalan di dalam reruntuhan, ia melihat sebuah pancaran cahaya yang terang benderang menyinari seisi reruntuhan yang gelap, kini reruntuhan tersebut menjadi hening tanpa ada satupun yang berbicara.


"Sebenarnya ada banyak sekali harta yang berharga di dalam sana, tapi untuk sampai disana, kita harus melawan monster-monster di depan sana nantinya, karena disana tempat pusat monster-monster berada." Kata Qin Chen dengan menunjuk ke arah depannya.


"Tidak apa-apa, aku akan membantumu untuk melawan mereka semua." Sahut Su'er dengan sambil mengeluarkan sebuah payung memiliknya.


Dimana payung itu adalah payung yang diberikan oleh Qin Chen sebelumnya, sekarang menjadi senjata Utama Su'er, karena memiliki banyak manfaat menggunakan payung tersebut.


Yin'er melihat payung Su'er, ia kagum dengan senjata yang sekarang di pegang oleh Su'er, sedangkan ia yang sekarang ini, ia mengeluarkan sebuah benda dengan berbentuk Pentagon untuk menyerang monster-monster di dalam sana.

__ADS_1


...


*Thanks You For Reading*


__ADS_2