
Qin Chen terbang dengan kecepatan tinggi menuju tempat Pria Tua menjengkelkan dan menyebalkan di matanya. Ia terbang dengan mengeluarkan Aura membunuh untuk menyerang Penguasa Kota secara terang-terangan, tanpa ada rasa takut dan juga yang menggangu nya.
Disisi lain tepatnya di tempat Ru'er berada, ia sedang duduk di penginapan di dalam kamarnya menunggu kepulangan Qin Chen, ia duduk di temani oleh Xiao Laohu dalam wujud kecil.
"Xiao Laohu.." Suara kecil Ru'er di dalam ruangan.
Xiao Laohu mendengar ia di panggil, dengan melihat ke arah Ru'er, ia melihat Ru'er yang sedih karena dia diminta untuk pergi dari tempat kakaknya yang sedang berkelahi lagi.
Semua orang pasti tidak ingin gadis kecil yang belum mengetahui apa-apa sudah di perlihatkan adegan berbahaya seperti membunuh dan lainnya. Masa kecilnya sebenarnya harus dengan kesenangan bukan pembunuhan.
Qin Chen walaupun ia merasa bersalah terhadap Ru'er, namun ia melakukan semua ini demi kebaikan dan pikiran Ru'er agar masa kecilnya di penuhi dengan kesenangan.
"Xiao Laohu? Apa kamu mau makan?" Tanya Ru'er kepada Xiao Laohu.
Karena Xiao Laohu belum bisa mengubah penampilannya menjadi manusia, ia hanya bisa mengangguk kecil di kepalanya, saat melihat ia mau membuat Ru'er ada teman untuk bermain dan mengobrol meski Xiao Laohu tidak bisa berbicara.
Kembali ke sisi Qin Chen yang sedang terbang di atas langit-langit, ia memandang semua prajurit Penguasa Kota dengan tatapan meredahkan. Mereka semua tidak pantas melihat Qin Chen dengan kedua matanya.
"Pria Tua! Jika kau tidak keluar sekarang! Akan kuhancurkan seluruh kediaman kau!" Ucap Qin Chen yang mengintimidasi mereka semua.
Di dalam kediaman Penguasa Kota.
Banyak para Panatua di sana mendengar suara Qin Chen menggema, di dalam ruangan yang sedang berkumpul untuk merencanakan peningkatan kekuatan Klan Penguasa Kota.
Tidak ada yang tidak bisa mendengar suara Qin Chen, mereka semua terhenti di dalam ruangan dengan wajah kesal karena ada yang berani menyerang klan Penguasa Kota.
Para Panatua berdiri dengan terburu-buru melangkahkan kaki mereka keluar dari ruangan. Langkahan kaki mereka semakin lama semakin cepat, setelah mereka sampai di luar Kediaman Penguasa Kota. Merah melihat ke atas langit terlihat seorang pemuda dengan Aura yang mengerikan mengintimidasi orang-orang Klan.
"Bocah kurang ajar! Berani sekali kau membuat kekacauan di kediaman ku!" Teriakan Penguasa Kota dengan sangat keras.
Di atas langit ia mendengar teriakannya turun dengan perlahan kebawah, ia tidak sepenuhnya turun kebawah dengan ia menatap tajam mereka semua.
Qin Chen menatap dengan tajam. "Dimana Pria Tua baji**** itu berada!" Tanya Qin Chen dengan suara intimidasi.
Di luar Kediaman Penguasa Kota terdapat banyak sekali orang-orang berkumpul, mereka berkumpul disana karena melihat kedatangan Qin Chen yang mengancam Penguasa Kota untuk menghancurkan Kediaman nya.
"Sepertinya.. Penguasa Kota mencari masalah dengan Kultivator hebat!"
"Benar! Aku saja melihat sendiri Pemuda itu mengeluarkan Aura yang sangat mengerikan!"
"Aku kasihan kepada orang-orang Kediaman Penguasa Kota.."
"...."
Orang-orang membicarakan tentang Qin Chen, bahan obrolan mereka sangat panjang dengan tentang orang-orang yang sudah melihat sendiri kekuatan Qin Chen.
•••••
__ADS_1
Di tempat Qin Chen, ia masih mengintimidasi orang-orang di kediaman Qin Chen. Dia juga menggunakan kesadarannya untuk mencari keberadaan pria tua yang mengirimkan pembunuh bayaran untuk membunuhnya.
"Bunuh Baji**** Kecil ini! Sekarang juga!" Tintanya
Di dalam kediaman Penguasa Kota terdapat ratusan pasukan yang menyerang Qin Chen. Ia melihat banyak prajurit di hadapannya sendiri dengan tatapan dingin.
"Kau akan mati pertama sebelum aku menghancurkan semua kediaman menjijikkan ini!" Ucap Qin Chen dengan dingin.
Orang-orang melesat mengarah ke tempat Qin Chen untuk menyerangnya dengan bersama-sama. Karena dengan serangan gabungan mereka akan menang dengan sangat mudah.
Boom!
Ledakan-ledakan terjadi lagi di dalam Kediaman, serangan mereka mengenai Qin Chen membuat senyuman puas di wajah mereka. Qin Chen hanya diam saat mereka menyerangnya, karena ia ingin melihat kesenangan mereka semua yang akan hancur berkeping-keping saat melihat Qin Chen tanpa terluka.
"Hahahaha! Bocah sombong kau pasti Mati!" Ucap penguasa Kota dengan percaya diri dengan kekuatan anak buahnya.
Saat kabut tebal menghilang, terlihat bayangan seorang pemuda yang masih berdiri tenang membuat orang-orang di sana syok melihat Qin Chen masih hidup dengan serangan gabungan begitu banyak orang.
"Ba-bagaimana mungkin!"
"Di-dia tidak terluka sama sekali!"
"..."
Pembicaraan prajurit Penguasa Kota yang masih syok melihat Qin Chen masih tidak terluka, sedangkan Qin Chen tidak mau lagi memperlama waktu karena masih ada urusan lain.
"Serangan lemah seperti tadi ingin membunuh ku? Kalian semua sangat konyol!" Tanggap Qin Chen menghina mereka sekali lagi.
"Segel 9 arah!"
"Tombak Tanah!"
"..."
Serangan para penatua yang bergabung tanpa memberikan sedikitpun kata-kata untuk Qin Chen bilang. Serangan gabungan Panatua membuat ia tersenyum dengan perlahan ia mengangkat tangan kanan menghadap ke arah depan.
"Tamparan Ilahi!" Ucap Qin Chen dengan dingin.
Seketika Kediaman Penguasa Kota menjadi Hening tanpa ada terdengar suara sedikitpun, saat ini Qin Chen mengalir kan Energi Qi di telapak tangannya untuk menciptakan sebuah tamparan Angin Tingkat Tinggi.
Wushh!
Boom!
Ledakan besar terjadi lagi di Kota Yuan, tamparan Qin Chen masih berlanjut hingga mengenai mereka semua untuk ia bunuh sekali Serang.
Boom!
__ADS_1
Saat Energi Qi tamparan Qin Chen mengenai mereka, mereka langsung meledak dengan sangat ganas. "Arghhhhh!"
"Ampuni aku..."
"Arkkkkk!"
Boom!
Ledakan terkahir membuat kediaman Penguasa Kota hancur bagian dalam, tidak ada lagi orang-orang yang hidup di dalam penguasa Kota karena sudah Qin Chen bereskan, untuk orang-orang yang tidak bersangkutan masih hidup dan mereka terbebas dari hukum.
Melihat tidak ada sisah lagi, ia berjalan masuk ke dalam lagi untuk membunuh Pria Tua di dalam sana. Qin Chen melihat sekeliling hanya ada pelayan-pelayan yang ketakutan melihat Qin Chen, ia hanya memandang mereka dengan Dingin masuk menerjang pintu.
Boom!
Pintu yang ia terjang hancur berkeping-keping membuat Pria Tua itu terbangun dari meditasi nya. Ia membuka mata perlahan-lahan melihat seorang pemuda yang ia kenali.
"Bocah! Apa maksudmu menyerang kediaman ku!" Ucap Pria Tua dengan kesal.
"Menyerang? Tidak.. Aku tidak menyerang! Melainkan aku sedang berperang melawan Kediaman ini!" Balas Qin Chen
Qin Chen membalas dengan matanya yang memancarkan cahaya merah terang bagaikan Iblis yang siap membunuh. Pria tua disana melihat tatapan Qin Chen membuat ia berkuduk ngeri.
A-apa-apaan bocah ini! Tatapan nya saja sangat mengerikan!
Meski begitu ia tetap berdiri dengan percaya diri akan kemampuan yang ia miliki sekarang ini, di kota Yuan tidak ada yang bisa mengalahkan nya selain Paviliun Bulan Sabit.
Di dalam ruangan itu hanya ada dua orang yang saling menatap dengan pandangan berbeda-beda, Qin Chen mengecek sekitarnya sudah tidak ada lagi orang-orang di dalam kediaman Penguasa Kota mulai melakukan tindakan nya.
"Baiklah.. aku tidak memiliki banyak Waktu lagi! Sekarang lebih baik kau Mati saja!" Ucap Qin Chen.
"Bocah! Breng***!" Marah Pria Tua di dalam ruangannya.
Qin Chen yang awalnya berdiri tenang ia langsung melesat bagaikan Cahaya ke samping Pria Tua di sana. Tangannya menunjukkan tamparan yang begitu hebat.
"Mati!"
Saat Telapak tangan Qin Chen melayang ke wajah Pria disana, pria itu tidak bisa mengelak ataupun menghindar dari serangan Qin Chen yang tidak bisa ia lihat dengan sepasang mata nya sendiri.
Boom!
Tamparan keras mengarah ke tanah dengan dentuman besar.
Crack!
Boom!
Tanah di kediaman Penguasa Kota retak seribu retakan, bangun-bangun runtuh dengan mengeluarkan ledakan-ledakan sendiri, semua itu karena energi tamparan yang Qin Chen keluarkan menghantam keras ke tanah.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*