Supreme God System

Supreme God System
Chapter 278 - Nanti malam rapat!


__ADS_3

Di hutan tersebut, Qin Chen tersenyum tipis dengan mendapatkan hewan peliharaan ganas, dimana itu bisa ia gunakan untuk memakan bangkai manusia yang ia bunuh nantinya.


"Untuk sekarang, kita akan kembali ke Istana dan membicarakan tentang Dimensi monster yang akan terbuka tidak tahu kapan itu," Qin Chen berbicara dengan nada sedikit serius.


Kedua mata prajuritnya terbuka lebar, dimana ia paham dengan semuanya, lalu pergi membawa monster tersebut di belakang menuju Istana. Mereka terbang dengan kecepatan rendah, karena tidak ada yang membuat Qin Chen cemas.


***


Di Istana, Qin Chen dari langit turun kebawah dimana ia melihat istrinya berjalan sambil menggendong Qin Xiuying, lalu di sampingnya ada ibunya menggendong Qin Changyi.


Melihat tersebut, Qin Chen turun kebawah mendekati mereka semua yang duduk di kursi taman, disana tidak terlihat Su'er, karena ia menyibukkan dirinya untuk berlatih menjadi kuat.


Saat kakinya menginjak tanah, Qin Chen berjalan mendekati mereka yang kini memperhatikan pakaian Qin Chen yang kotor.


"Chen'er, dari mana kamu? Kenapa pakaian Chen'er terlihat kotor?" Tanya ibunya.


Qin Chen mengangkat alisnya, dan melihat memang pakaiannya terlihat kotor, karena habis dari dalam gua dan membuat gua berlubang panjang. Tentunya pakaian yang ini tidak memiliki anti kotor, jadi bisa kotor terkena debu.


"Aaa ... Aku tadi baru saja selesai menjelajahi gua monster, dan beberapa kali adu pukulan dengan monster tersebut, jadi pakaianku kotor."


Ia lalu memutar tubuhnya dan membersihkan pakaian miliknya, dan berjalan mendekati mereka semua yang berkumpul di taman. Qin Chen awalnya ingin memarahi istrinya, namun melihat ia yang bahagia berjalan diluar dengan putrinya membuat Qin Chen menghilangkan apa yang ia ingin lakukan sebelumnya.


"Haish ... Padahal aku ingin marah, karena kamu keluar kamar tanpa izin dariku ... Tapi melihatmu senang seperti ini, aku jadi tidak bisa marah." Ucap Qin Chen kepada Qiu Yu Ran.


Semuanya mendengar suara Qin Chen, namun mereka juga tersenyum mendengarnya. Mereka cukup tahu, bahwa Qin Chen tidak bisa marah dengan keluarganya, karena mereka mengetahui sifat Qin Chen yang sedikit.


"Maaf ... Aku tidak bisa lama-lama di kamar, karena aku ingin melihat luar kamar."


"Baiklah, selama kamu ditemani oleh ibu, atau keluarga di sini, aku tidak akan marah ... "

__ADS_1


Ia lalu mengelus kepalanya dengan lembut, dan melihat putri kecilnya yang di gendong oleh Qiu Yu Ran, melihat mereka semua membuat pikiran Qin Chen menjadi lebih damai.


Qin Chen lalu melirik ke arah naga kuno, dimana ia bertugas melindungi keluarga Qin Chen dari manapun, saat melihatnya, Qin Chen menyipitkan matanya sedikit dan berkata.


"Kumpulkan Jendral bayangan, dan para petinggi di ruang rapat nanti malam." Qin Chen berbicara seakan-akan terjadi sesuatu yang serius.


"Baik!"


Naga kuno pergi dari sana setelah mendapatkan perintah dari Qin Chen, kini Negara yang ia bangun tidak ingin hancur, jadi ia akan mengevaluasi sebisa mungkin agar kehancuran wilayahnya tidak besar.


Keluarganya melihat pandangan Qin Chen sangat serius membuat mereka terkejut, karena ini untuk pertama kalinya mereka melihat Qin Chen yang saat ini serius.


Qiu Yu Ran, ia melihat Qin Chen sekarang ini, ia menjadi khawatir. "Qin Chen, ada apa? Kenapa dengan perkataanmu, apa terjadi sesuatu?" Qiu Yu Ran bertanya kepada Qin Chen.


Mendengar suara Qiu Yu Ran, Qin Chen memikirkan tentang istrinya baru saja melahirkan, dan tidak boleh memikirkan banyak tentang masalah. Dengan senyuman manis, Qin Chen lalu membalasnya. "Tidak apa-apa, hanya ingin mengadakan rapat untuk pembangunan saja, tidak lebih."


Suaranya terdengar seolah-olah tidak terjadi apa-apa, namun pandangan Qin Chen yang sudah familiar oleh istrinya tidak bisa di elak lagi, dia benar-benar menyembunyikan sesuatu.


"Oh ya ... Apa kamu bisa membuatkanku sebuah ayunan?" Tanya istrinya.


Qin Chen lalu melihat sekitarnya, dimana tidak ada pohon yang bisa membuat sebuah ayunan, dan melihat dan menghitung keluarganya ada banyak, pasti membuat satu ayunan tidak akan cukup.


[Tuan, izinkan saya keluar dan menyelesaikan masalah anda.]


'Tentu!'


Ia tentunya senang, karena membuat pohon yang indah dan besar membutuhkan elemen kayu, dan jika itu diserahkan kepada Qin Qui, maka ia bisa membuat pohon dengan keinginan Qin Chen.


Perlahan cahaya keluar dari tubuh Qin Chen, dimana cahaya tersebut membentuk tubuh wanita cantik melayang di atas sana, dan secara perlahan turun ke samping Qin Chen.

__ADS_1


Keluarga Qin Chen melihat Qin Qui lagi, kini merasa bahwa Qin Chen dan Qin Qui memiliki hubungan yang sulit di jelaskan, karena Qin Qui tinggal di dalam tubuhnya Qin Chen.


"Qin Qui, tolong ya ... Pohon yang seperti kubayangkan ... " Ucap Qin Chen.


"Baik Tuan."


Ia berjalan kedepan, lalu berdiri dengan tangannya perlahan melambaikan ke atas, dimana getaran tanah bisa di rasakan oleh mereka semua. Secara perlahan dari tanah menumbuhkan kayu menjulang ke atas dengan membentuk menjalar.


Energi kehidupan mengalir dari akar pohon dan mulai bereaksi dengan perlahan tumbuh daun dan bunga yang begitu lebat di pohon tersebut. Di atas sana juga terlihat buah berwarna-warni di seluruh pohon tersebut.


Setelah selesai, ia lalu menguras Poin Tukar Qin Chen untuk membuat ayunan yang begitu banyak, dan tentunya ia memberikan ayunan taman di dekat mereka semua.


Qin Chen hanya bisa menelan ludah, disaat notifikasi Poin Tukar miliknya di tarik banyak. Namun, ini semua untuk keluarganya, jadi ia tidak akan keberatan menghabiskan banyak Poin Tukar.


Qin Qui telah selesai mengurus tugasnya, ia lalu mendekati Qin Chen kembali dengan sikapnya yang tenang. Orang-orang yang tidak kenal dengan Qin Qui tentunya bingung, termasuk putrinya sendiri yang tidak tahu.


"Ayah? Siapa wanita cantik ini? Apa dia wanita simpanan ayah?" Putrinya tentunya sangat penasaran dan juga ingin sekali tahu siapa wanita tersebut.


"Kuhuhhu ... Tentu, dia wanita simpanan ayah, ayah menyimpannya diam-diam agar ibumu tidak tahu, hahahahaha!" Qin Chen membalasnya sambil tertawa menggodanya.


Ia menarik Putrinya ke pelukan Qin Chen dan mengusap-usap rambutnya. Sambil mengusap pipinya ke rambut putrinya, ia sangat manis sehingga Qin Chen tidak tahan melihatnya yang manis seperti ini.


"Hmph! Dasar ayah! Jangan mengusap-usap rambut Yin'er ... "


"Tidak apa-apa, Yin'er sangat manis, jadi ayah tidak tahan untuk tidak mengusap-usap rambut Yin'er kecil disini."


Mendengar perkataan ayahnya, wajah Yin'er mulai memerah, ia malu di saat ayahnya mengatakan dirinya sangat manis. Qin Chen sebagai ayahnya hanya ingin memberikan terbaik, dan dimana Ru'er juga melihat Qin Chen membuatnya juga ingin di manjakan oleh kakaknya.


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2