
Dalam ruangan tersebut, Qin Chen tidur di sampingnya dengan nyenyak. Karena beberapa waktu lalu, ia terkena ledakan yang cukup keras di saat tubuhnya belum pulih sepenuhnya.
Angin malam berhembus pelan, lalu masuk melalui jendela ruangan membuat kenyamanan di dalam ruangan tersebut. Qin Chen, ia lalu tertidur tanpa memikirkan apapun yang terjadi besoknya.
Pagi harinya,
Semalam, waktu berganti begitu cepat, membuat hari Qin Chen akan dimulai, ia kini masih tertidur di samping wanita tersebut. Saat wanita itu bangun, ia melihat didepannya ada Qin Chen yang tengah tidur di sampingnya.
Dan melihat kebawah, tangannya sedang memeluk Qin Chen dengan erat, seakan-akan Qin Chen adalah gulingnya. Sedangkan Qin Chen, ia masih tidur pulas di belahan gunung di depannya.
Sesekali mendapatkan keberuntungan di peluk wanita cantik, Qin Chen tidak keberatan jika di peluk seperti guling. Jiwa jomblonya meronta-ronta, walaupun sudah memiliki istri.
"Bocah ini!"
Suara Yu FeiFei terasa kesal, kerutan keningnya terlihat dengan jelas disaat ia melepaskan tangannya, dan langsung mencubit kedua pipi Qin Chen dengan kesal.
Sontak Qin Chen terbangun dari tidurnya, ia merasakan rasa sakit di kedua pipinya, karena dia baru saja tidur dengan nyaman.
"Bocah! Sialan ... Beraninya kau tidur di atas tempat tidurku!"
Qin Chen mendengar itu hanya bisa menampilkan wajahnya yang polos. "Kakak cantik yang merebut ruanganku ... Jadi tidak salahnya aku tidur di tempat tidur, aku butuh istirahat yang cukup untuk bisa tumbuh besar."
"Hah! Alibi apa itu! Bocah iblis kecil seperti kau, seharusnya dihukum! Aku akan menghukummu disini!"
"Cih! Padahal tadi malam siapa yang bersikap agresif, sampai-sampai aku kelelahan dengan semuanya. Hmph! Tidak berkemanusiaan! Sudah mengambil punyaku, lalu membuangnya begitu saja ... "
Qin Chen berpura-pura seperti korban keagresifan Yu FeiFei malam itu, mendengar perkataan Qin Chen, tentu saja Yu FeiFei menjadi kesal, karena yang sebenarnya korban adalah dia.
"Iblis kecil! Beraninya berbicara seakan-akan kau adalah korban! Disini aku lah korbannya! Tidak bisa dibiarkan, aku akan menghukum iblis kecil seperti kau!"
Qin Chen mendengar itu, ia lalu memegang tangan Yu FeiFei dengan lembut, dan tersenyum tipis. Saat ia tersenyum, cubitan Yu FeiFei terlepas dan Qin Chen pergi dari sana.
__ADS_1
Sebelum ia pergi, ia memberikan kecupan manis di pipi sebelah kirinya dengan lembut, lalu berlari keluar penginapan. "Kakak cantik, itu hadiah terimakasih dariku, karena bisa tidur denganmu!"
Qin Chen berlari turun tangga dengan cepat, ia meninggalkan Yu FeiFei tengah duduk diam di atas tempat tidurnya. Bagaimana bisa seorang Dewi sepertinya di permainkan oleh bocah kecil.
"Bo-bocah ini! Selalu membuatku kesal dan ingin aku hukum dia sekeras mungkin! Tapi, dia licik dan licin seperti belut, jika aku ketemu dengannya lagi! Akan ku ikat jiwa miliknya!"
Yu FeiFei menjadi geram dengan Qin Chen, namun ini adalah awal mula kisah Sang Legenda Api Kecemburuan .
***
Di tempat lain, Qin Chen tengah berjalan di kota sambil memegang perutnya yang lapar, ia tidak tahu tempat sekarang ini, karena ditubuhnya kecil sehingga tidak bisa melihat nama-nama di sekitarnya.
"Semoga saja tidak bertemu dengan wanita itu lagi! Dia lebih kuat dibandingkan denganku sekarang ini! Jika aku sampai di ikat lagi, mungkin aku akan kesulitan melepaskannya ...
Selanjutnya, aku akan pergi mencari informasi kembali ke masa depan, jika menggunakan Ruang dan Waktu, maka masa depan akan berubah dan aku tidak bisa melihat mereka lagi ...
Jika ledakan sebelumnya menghancurkan lorong waktu, apa masih ada kemungkinan aku bisa kembali ke masa depan?"
Restoran tersebut khusus bagi para Dewa dan Dewi, karena untuk kalangan biasa dan keluarga besar, mereka belum pantas memasuki restoran tersebut. Di sekeliling restoran tersebut tidak ada penduduk kota, karena mereka menghindari wilayah tersebut.
Saat Qin Chen mendongak ke atas, ia melihat banyak bangunan super fantasi kuno berjejer disana, dan ia berada ditengah-tengah tanpa sedikitpun orang-orang di sana.
Di belakang Qin Chen, jaraknya tidak terlalu jauh, Yu FeiFei sedang berjalan ke arah Qin Chen yang tengah berdiri di sana. Ia berjalan mengikuti Qin Chen dari belakang, dimana Aura miliknya disembunyikan.
Sedangkan Qin Chen, ia berjalan masuk ke dalam restoran untuk membeli makanan yang enak, saat ia bertemu makanan, maka dia akan menjadi Dewa makan yang menyantap banyak makanan.
***
Di dalam ruangan, Qin Chen melihat ada beberapa orang sedang duduk sambil menyantap makanan yang penuh akan energi murni, energi itu bisa meningkatkan kemampuan masing-masing.
Ia berjalan mendekati pelayan wanita disana, mungkin tidak bisa di terima dari sana. Tapi Qin Chen akan menunjukkan kekuatannya pada mereka, agar ia bisa makan.
__ADS_1
"Kakak cantik."
Suara Qin Chen yang masih 8 tahun terdengar manis, sehingga wanita itu menoleh ke arah suara. Saat melihat di depannya, ia melihat anak laki-laki sedang berdiri didepannya.
"Ada apa, adik kecil?" Tanya wanita itu.
"Kakak cantik, aku memesan makanan di sini, aku memiliki banyak uang, jadi apa boleh?" Tanya Qin Chen dengan bersikap manis.
Meskipun hatinya terluka, karena sifatnya yang saat ini bertolak belakang dengan sifatnya dulu. Berfikir mungkin ini adalah cara satu-satunya agar ia tidak kejam seperti sebelumnya.
Wanita itu terdiam, karena dia hanyalah pelayan di restoran tersebut. Namun, melihat Qin Chen yang sekarang ini, ia menjadi kasihan. Saat mau mengatakan sesuatu, suara pintu terbuka lagi.
Wanita cantik dengan gaun berwarna putih bercampur hijau masuk, saat dia masuk. Para pelanggan disana terbuka lebar, dimana melihat kecantikan Dewi yang tiada tanding.
"Me'er kecil, kenapa kamu lari begitu cepat ... "
Saat suara itu masuk ke dalam gendang telinga Qin Chen dan berjalan melalui frekuensi tinggi di pikirannya, Qin Chen tidak tahu lagi mau berkata apa, karena Yu FeiFei masih saja mengikutinya.
Qin Chen melirik ke belakang, dan ternyata benar-benar cantik.
'Memanggilku dengan nama seperti itu! Lihat saja, aku akan mengajarimu cara bersikap baik!'
Ia tersenyum manis melihat Yu FeiFei, dimana senyuman itu membuat Yu FeiFei sedikit gelisah. Qin Chen lalu melontarkan serangan manis, "Tidak apa-apa, Ibu ... "
Seketika, orang-orang di dalam ruangan restoran tersebut. Mereka semua mengalami syok muntah darah. Dewi yang baru saja mereka idamkan, kini telah mempunyai seorang putra yang sudah besar.
Yu FeiFei juga mengalami syok, Qin Chen saat ini benar-benar membuat Yu FeiFei semakin kesal, dan semakin kesal. Dalam gelapnya kehampaan, rantai-rantai yang tak terhitung jumlahnya sudah berterbangan kemana-mana.
Hanya butuh waktu saja bagi Yu FeiFei menyegel jiwa Qin Chen, dengan menyegel jiwanya, Qin Chen akan benar-benar patuh padanya.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*