
Karena Qin Chen paham dengan apa yang Qiu Yu Ran katakan, ia tidak menanyakan lebih, karena ia juga pernah mengalaminya. Meskipun yang ia alami adalah berbeda dari yang di alami Qiu Yu Ran.
Jalan menuju pintu lantai ke-lima tidak jauh dari tempat Qin Chen berjalan, karena beberapa kali ia loncat untuk mempercepat langkah kakinya menuju pintu lantai lima.
Penjaga lantai empat adalah naga yang menguasai elemen angin, dan sebelum menghadapi penjaga pintu untuk naik. Mereka harus melawan beberapa keroco atau pasukan yang dimiliki oleh naga tersebut.
Di hutan, terlihat Qin Chen yang sedang menggendong putri manja yang sedang kehabisan tenaganya, Qin Chen tidak keberatan dengan sikapnya yang seperti ini. Karena ia tidak bosan melihat keindahan yang menemani dirinya sepanjang perjalanan.
Qiu Yu Ran melihat Qin Chen yang dari tadi sudah menggendongnya dari awal hingga sampai sekarang ini. Melihat Qin Chen yang sekarang ini, ia menjadi tidak enak dengannya, karena ia sudah banyak merepotkan Qin Chen.
"Qin Chen? Kamu istirahatlah, kamu sudah menggendongku sampai sejauh ini, aku tidak mau merepotkan kamu lagi." Qiu Yu Ran yang berbicara dengan suara lembut untuk meminta Qin Chen beristirahat.
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja selama ini. Aku senang melihatmu di sampingku menemaniku saat berpetualang di reruntuhan ini. Jadi, kamu tidak perlu khawatir denganku, aku tidak merasa kerepotan dengan apa yang terjadi, karena aku, kamu juga mengalami hal yang seharusnya tidak dilakukan." Balasnya dengan lembut.
Qiu Yu Ran, ia hanya bisa diam tanpa suara. Karena ia tidak ingin merepotkan Qin Chen lagi, tapi ia tidak menolak perkataan Qin Chen yang sekarang ini.
Semua yang ia katakan sangat sulit untuk dijawab, "Ba-baiklah, tapi jangan memaksakan dirimu, aku hanya tidak ingin tinggal disini selamanya, gara-gara kamu memaksakan diri untuk terus menggendongku." Balas Qiu Yu Ran dengan sedikit gugup.
"Baiklah, aku akan ingat itu."
Qin Chen senang bahwa Qiu Yu Ran mengkhawatirkan keadaannya. Karena Qin Chen belum memberitahukan bahwa dirinya tidak akan bisa kelelahan, Qin Chen tidak bisa kelelahan karena ia sudah bukan manusia lagi.
Selama malam bersama Qiu Yu Ran di dalam gua es, Qin Chen meningkatkan kekuatannya dengan melakukan Dual Cultivation, dimana kedua pasangan saling berhubungan satu sama lain, dan meningkatkan kekuatan mereka.
Sebelumnya, Qin Chen tidak ingin melakukan peningkatan kekuatan dengan cara seperti ini, tapi pada saat itu ia langsung melakukan Dual Cultivation yang menyebabkan peningkatan kekuatan pada diri Qin Chen.
__ADS_1
Sedangkan keuntungan Qiu Yu Ran, ia tidak mendapatkan peningkatan yang terlalu besar, tapi ia sudah meningkat dari sebelumnya. Di tambah dengan sebuah hadiah yang kecil dan manis dalam dirinya.
Sesampainya mereka di dekat pintu masuk ke lantai ke-lima, mereka berdua melihat banyak pasukan monster di depan mereka sedang menunggu seseorang yang datang.
Qin Chen yang berada di balik pohon, ia melihat sebentar lalu berbicara kepada Qiu Yu Ran, "Gadis kecil, setelah ini adalah lantai ke-lima, dimana disana adalah tempat petir ataupun guntur berada. Kamu mau lewati lantai itu, atau mencari sesuatu yang menarik?" Tanya Qin Chen dengan nada yang terdengar serius.
"Jika bisa dilewati, maka kita lewati! Jika tidak.. kita akan sesering mungkin untuk beristirahat sambil menghindar dari petir-petir tersebut." Qiu Yu Ran menjawab pertanyaan Qin Chen dengan tenang.
Mendengar jawaban Qiu Yu Ran, ia lantas tersenyum, karena Qiu Yu Ran takut jika terjadi apa-apa kepada mereka. Tapi yang jelas, petir adalah mainannya, jadi ia akan melesat melewati lantai ke-lima.
Karena Qin Chen sudah memutuskan untuk melewati lantai ke-lima, karena mungkin disana tidak memiliki apa-apa. Jadi ia perlahan keluar dari balik perpohonan dengan sebuah senyuman jahat di wajahnya.
Setiap kali Qin Chen ingin membunuh, ia mengeluarkan sebuah senyuman jahat yang menandakan musuh akan mati dengan sangat cepat dan tragis.
Saat mendengar suara dari arah Qin Chen, mata mereka semua mengarah ke arah Qin Chen dengan tatapan membunuh. Mata yang tajam dengan taring yang menonjol di mulut mereka masing-masing.
Suara monster-monster itu meraung keras di depan Qin Chen, tidak tahu apa yang terjadi disana. Qiu Yu Ran yang sekarang sedang ketakutan merasakan Aura membunuh monster-monster di depannya.
'Mo-monster itu setidaknya di tingkat Langit tinggi, apa Qin Chen bisa mengatasinya sendiri?!' Batin Qiu Yu Ran melihat Qin Chen yang hanya tersenyum jahat.
Qiu Yu Ran yang pertamakali melihat senyuman Qin Chen yang jahat membuat dirinya takut, ia tidak menyangka melihat Qin Chen dengan mode jahatnya.
Tidak perlu waktu lama lagi, kedua sisi saling berlari dengan sangat cepat menuju satu sama lain. Qin Chen yang tengah menggendong dua buah hatinya, satu adalah Qiu Yu Ran dan satunya adalah anaknya yang belum ia ketahui.
Kedua sisi yang akan saling bentrokan di hamparan daratan tanah tanpa ada rumput. Sedangkan Qiu Yu Ran, ia melindungi kandungannya dari pertempuran ini.
__ADS_1
Qin Chen yang melesat dengan cepat menyerang mereka dengan matanya untuk melenyapkan mereka semua, ia menggunakan laser yang keluar dari matanya. Qin Chen bisa menyerang hanya bisa menggunakan itu, karena kedua tangannya sedang mengangkat Qiu Yu Ran dalam gendongannya.
Suara-suara ledakan dan juga suara teriakan para monster menggema di kedua telinga Qin Chen. Ia yang sekarang sedang membantai habis pasukan monster untuk naik ke lantai lima.
Qin Chen bukanlah orang yang lupa diri akan keselamatan Qiu Yu Ran, ia juga melindunginya dari berbagai serangan maupun penyakit lainnya, dengan dirinya yang terselimuti Aura Qin Chen, ia akan mendapatkan perlindungan dari Qin Chen.
Tidak peduli seberapa jauh dirinya berada, perlindungan Qin Chen akan menyertai mereka masing-masing. Kembali kepada Qin Chen yang tengah membantai habis monster di depannya dengan ganas.
***
Sedangkan di sisi naga angin itu, ia melihat bahwa bawahannya yang sudah menghabiskan banyak musuh-musuh yang berdatangan. Kini mereka semua sudah habis di kalahkan dengan sangat mudah di tangan seorang pemuda.
Melihat Qin Chen membunuh bawahannya tanpa ada sedikitpun rasa khawatirnya, ia menjadi sangat tertarik untuk melawan Qin Chen satu lawan satu, naga itu tidak keberatan dengan apa yang akan ia berikan kepadanya.
Tapi yang jelas, hasrat sebagai seorang petarung naga itu muncul, hasratnya muncul karena melihat lawan yang sangat kuat di depannya. Tidak perlu menunggu lagi, ia melesat dengan kedua sayapnya yang berhembus kencang.
Qin Chen yang melihat penjaga gerbang sedang mengarah ke arah tempatnya, ia dengan cepat membalikkan tubuhnya untuk memblokir serangan naga dengan kakinya.
Naga itu terbang dengan cepat dengan mengarahkan kepalanya ke arah Qin Chen, ia ingin menerjang Qin Chen dengan kedua kakinya. Pada saat yang bersamaan, Qin Chen yang telah memutarkan tubuhnya, ia membalas serangan naga tersebut dengan kakinya.
Boom!
Saat serangan naga tersebut di hadang oleh Qin Chen menggunakan kakinya, serangan naga tersebut membuat sebuah ledakan besar di sekitarnya.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*