
Di tempat Qin Chen berada, ia tengah pergi terbang menuju gerbang kaisar setelah melahap Istana langit yang berada jauh dari tempat mereka berada sebelumnya.
2 Jam Sebelumnya.
Qin Chen berada di atas langit-langit memandangi sekitarnya yang cerah dengan bintang-bintang bersinar cerah di atas sana. Dalam ketenangan hati, ia melihat putrinya yang sama seperti ibunya dulu.
Menghela nafas, memutarkan tangannya seperti bermain dengan angin, Qin Chen dengan wajahnya yang tenang mulai membiasakan diri dengan keadaan sekitarnya.
Kenapa? Semuanya ia lakukan untuk membiasakan diri dengan kekuatan baru yang ia dapatkan, jika tidak membiasakan diri, seperti menggunakannya.
Awan yang melayang terbang dengan tenang, ia melihat sekitarnya yang tampak biasa saja, memandang rendah mahkluk hidup, membunuh mahkluk hidup yang tidak tahu berapa banyak sudah, melawan kultivator kuat dari Alam Surga.
Semuanya sudah ia lakukan, tapi belum ada yang bisa membuatnya harus menggunakan satu persen kekuatan yang ia miliki sekarang ini.
Sekarang ini mereka semua berada di atas langit dibawah lautan yang membentang luas ribuan kilometer jauhnya, dengan suara percikan air mengikis berbatuan besar.
Qin Chen mengangkat tangannya ke depan dengan melepaskan gelombang energi yang menghancurkan pelindung Istana Langit. Tidak memperdulikan sekitarnya, ia menghancurkan pelindung dengan kemampuan miliknya.
"Tapak Dewa!"
Serangkaian tapak emas muncul di depannya, dengan kekuatan yang mengerikan menghancurkan pelindung Istana Langit. Suara dentuman keras membuat guncangan air disekitarnya.
Sebagai besar bintang ini ditutupi oleh perairan yang luas, dimana itu adalah tempat Istana naga berkuasa atas lautan di bintang ini. Seringai kata demi kata terlepas dari mulutnya, ia mengikat istana langit menggunakan Array.
"Tarik dan simpan!"
Rantai-rantai yang mengikatnya mulai menariknya ke dalam telapak tangan Qin Chen, dimana ia memang sengaja melakukannya untuk menghindari pertanyaan dari putrinya.
Qin Chen juga belum bilang bahwa ia akan mendapatkan adik baru yang kecil dan manis nantinya, meskipun bukan dari ibu kandungnya sendiri.
Mungkin Qin Chen menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya, agar putrinya bisa menerima istri kecilnya yang manis, karena semuanya adalah salah Qin Chen.
__ADS_1
Dalam proses menghisap Istana Langit masuk ke dalam inventory, Qin Chen menampilkan senyuman senang, karena janjinya sebentar lagi akan di selesaikan.
Isi di dalam Istana Langit hanyalah berisikan tahta, karena artefak di istana langit adalah Istana itu sendiri. Karena bisa menciptakan Istana yang bisa terbang adalah artefak kelas Dewa.
Dimana bisa digunakan di segala tempat yang ada, didalamnya juga sudah dilengkapi dengan berbagai ruangan yang dibutuhkan. Mulai dari tempat tidur, ruang istirahat, keluarga, kamar mandi, dapur, dan lain sebagainya.
Jika dibumi ada hal seperti ini, sudah tidak tahu betapa jumlah mata uang yang akan di tuliskan di kartu Bank milik mereka, karena nilainya sudah di atas uang itu sendiri.
Negara? Bahkan tidak bisa membelinya dengan uang mereka, tapi nyawa mereka cukup membeli sebutir tanah di Istana Langit yang Qin Chen simpan ke dalam inventory.
Setelah beberapa menit berlalu di atas langit yang cerah, Qin Chen dan lainnya pergi dari sana melanjutkan perjalanan menuju tempat Kaisar berada.
Qin Chen memang orang yang tidak pernah beristirahat, jadi jangan minta Qin Chen untuk beristirahat sebelum apa yang ia inginkan di dapatkannya.
***
Wilayah Istana Kaisar bintang seribu.
Mungkin karena makanan berkualitas, tempat yang memadai dengan energi yang melimpah membuat tempat tersebut adalah pusat bakat-bakat alami yang hanya ada seratus tahun sekali.
Jika dibandingkan dengan putri Qin Chen, tentunya bakat mereka semua hanyalah segelintir bakat putrinya miliki. Terlahir sebagai putri dari dua Phoenix Surgawi yang bisa melenyapkan Semesta dengan begitu mudah.
Tentunya, bakat yang ia miliki tidaklah main-main. Dalam hal kultivasi, akulah puncak Surga, dalam peningkatan kekuatan, akulah yang paling kuat, dalam kecantikan, akulah yang lebih cantik dibandingkan Dewi-Dewi di Alam Surga.
Semboyan Yin'er yang terukir di dalam jiwanya, dimana ia selalu menjadi yang terhebat di generasi muda di Alam Surga sebelum datang ke tempat ayahnya.
Di dalam ruangan, dimana sang kaisar sedang duduk di tahtanya sambil melihat rendah orang-orang di sekitarnya. Sombong? Ia adalah Kaisar yang paling sombong di bintang ini, meskipun memiliki kekuatan hebat, ia sama saja seperti bakteri yang bisa mati terkena racun udara.
Dari pintu utama masuk seorang prajurit yang membawakan sebuah berita, ia masuk ke dalam dengan memberikan penghormatan kepada sang kaisar di tahtanya.
"Hormat Kaisar.."
__ADS_1
"Katakan!" Balasnya dengan nada tinggi.
"Tim pengintai, memberikan laporan bahwa Kaisar Chen akan tiba di Istana dalam waktu 15 menit lagi dari sekarang..." Ucap prajurit tersebut di dalam ruangan.
Seketika di ruangan tersebut yang awalnya ricuh, sekarang menjadi keheningan di gelapnya malam di musim dingin di pinggir danau teratai putih di kelilingi angsa.
Mereka semua terdiam karena tidak bisa berkata-kata lagi, Kaisar Chen yang dikenal dengan sebutan Dewa Iblis, membunuh Dewa Galaxy, menghancurkan Galaxy bagian Utara, dan membunuh para kaisar di setiap bintangnya.
Kepopuleran Qin Chen melesat pesat di bintang tersebut, karena orang-orang disana mendambakan kekuatan seperti Qin Chen, dimana ia bisa menggapai langit di usia mudanya.
Kaisar mendengar berita tentang Kaisar Chen yang sudah berjalan menuju tempat ia berada sekarang, dimana sebelumnya ia mendapatkan berita tentang Kaisar Chen di kota sebelumnya.
Sekarang, ia menjadi gugup dengan wajahnya yang mulai pucat perlahan, karena menghadapi seorang Iblis besar, ia bukanlah apa-apa di mata seorang Iblis tersebut.
'Ba-bagaimana bisa! Kenapa dia tidak mati di dalam reruntuhan, ataupun mati dengan kultivator lainnya!'
Kerutan kesal diwajahnya bisa terlihat jelas di wajahnya, orang-orang di sana melihat kerutan di keningnya kaisar, mereka semua menundukkan kepalanya dengan ikut gemetaran.
Tidak ada yang bisa melawan seorang iblis besar seperti Qin Chen di Alam Immortal ini, meskipun kaisar adalah yang terkuat di bintang seribu, di hadapannya iblis besar, ia bukanlah apa-apa dimatanya.
Dalam keputusasaan, mereka semua pergi dari dalam ruangan meninggalkan nasib yang akan datang. Kaisar saat ini, ia dengan wajah yang gemetaran tidak bisa melakukan apa-apa.
"Apa aku akan tetap hidup! Jika aku memberikan kekuasaan? Tapi aku tidak sudi! Jika aku menundukkan kepalaku kepada seorang bocah siapa sepertinya!" Ucap Kaisar dengan nada kesal terhadap Qin Chen.
Keegoisan Kaisar yang akan membawa malapetaka untuknya sendiri, dimana akan menjadi kematian yang paling tragis baginya sendiri di sana.
Keegoisannya seperti Kaisar Timur di Alam Rendah, dimana seluruh daratan disana hancur menjadi lubang besar di seluruh wilayah tersebut. Semuanya terjadi, karena Kaisar arogan menyandra ibunya Qin Chen.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1