Supreme God System

Supreme God System
Chapter 241 : Bersujud


__ADS_3

Di ruangan, Qin Chen yang duduk tenang, kini mulai mengambil nafas pendek, karena penjelasnya akan membuat keluarganya terkejut. Mungkin, ia akan mendapatkan pertanyaan dari mereka, tapi ia sudah siap dengan semuanya.


"Dia Mu Mei Yin, ibu bisa memanggilnya Yin'er ... Tentang siapa dia? Dia adalah Putri pertamaku ... " Suara Qin Chen terdengar di ruangan tersebut sangat jelas.


Ibunya mendengar itu, ia memegang kepalanya dengan mata tertutup. Jantungnya berdetak kencang tidak beraturan, karena mendengar berita semacam ini.


Qin Chen melihat hal tersebut, ia lalu meminta Ru'er untuk duduk disana sebentar, karena ia ingin menenangkan pikiran ibunya, Qin Chen lalu berjalan mendekati ibunya, dimana ia duduk di sampingnya.


Ia lalu mengelus pundak ibunya dengan lembut, sambil berbicara. "Ibu ... Mungkin ini sangat mengejutkan bagi ibu ... Sama sepertiku, saat aku melihat putriku sendiri sudah besar, bahkan usianya sama sepertiku ... "


"Benar ... Tapi, bagaimana bisa Chen'er memiliki seorang putri? Apa dia putri angkat Chen'er?" Tanya Ibunya yang masih terkejut dengan apa yang dia dengar tadi.


"Ini terjadi saat Chen'er meminta izin dari ibu untuk berpetualang di dunia luar ... Saat itu, Chen'er masuk ke dalam gunung es, dimana disanalah Chen'er bertemu dengan wanita itu ... waktu itu, Chen'er memiliki masalah dengan kondisi Chen'er, hingga membuat Chen'er membuat kesalahan ... " Qin Chen menjelaskan secara singkat apa yang terjadi sebelumnya.


Saat mereka mendengar perkataan Qin Chen, sontak kedua orang tuanya menjadi sangat terkejut dengan apa yang terjadi, mereka lalu melihat ke arah Qin Chen. Dimana, ia mulai menundukkan kepalanya secara perlahan ke lantai.


Saat kedua orang tuanya melihat Qin Chen bersujud, mereka berdua tidak bisa menahan rasa terkejut, sekaligus tidak bisa menahan rasa sedih.


"Chen'er tidak keberatan jika ibu menghukum Chen'er ... Tapi, tolong, tolong terima Yin'er sebagai keluarga ... Karenanya, Chen'er memiliki tujuan hidup, dimana Chen'er ingin menjadi kuat untuk bisa bertemu dengannya ... " Saat Qin Chen bersujud di hadapan kedua orang tuanya, Yin'er menutup mulutnya karena tidak kuat menahan rasa sedihnya.


Saat itu pula, ibunya langsung mengangkat putranya ke dalam pelukannya, "Sudah ... Jangan seperti ini ... Ibu menerima putri Chen'er, ibu paham dengan apa yang Chen'er lakukan sekarang ini ... Kamu ingin bertanggung jawab, atas kesalahan yang Chen'er lakukan ... "


Ibunya memeluk Qin Chen dengan sangat hangat, dan lembut. Pelukannya membuat Qin Chen terdiam tanpa kata-kata, ia sudah lama tidak merasakan pelukan dari seorang ibu.


Dirinya yang sekarang ini di peluk oleh ibunya, dimana mereka melihat Qin Chen yang sekarang tidak bersuara, selang beberapa menit berlalu, ibunya mulai melepaskan pelukannya dengan melihat Qin Chen yang memandangnya.


"Sudah ... Chen'er, apapun yang Chen'er lakukan, ibu akan selalu mendukung Chen'er, semua yang dilakukan Chen'er, pasti memiliki penjelasan, ibu hanya ingin melihat Chen'er menjadi seorang pria yang jujur, bertanggung jawab, dan penyayang ... "


Disana, ibunya memberikan semangat kepada Qin Chen agar ia tetap menjadi dirinya sendiri, karena ibunya hanya ingin melihat Qin Chen menjadi anak yang jujur, bertanggung jawab, dan penyayang.

__ADS_1


Qin Chen, ia mendengar perkataan ibunya, dengan lembut mengangkat tangan ibunya ke dalam pelukan wajahnya. "Chen'er akan menjalankan apa yang ibu inginkan ... Chen'er Janji ... "


"Baguslah, sekarang ... Kamu tidurlah, melihat dari matamu, kamu seperti kurang tidur ... Untuk yang lainnya, ibu akan berbicara kepada mereka semua ... " Ucap ibunya dengan lembut.


"Baik Bu ... "


Qin Chen disana mulai beranjak berdiri untuk pergi ke kamarnya, ia lalu berjalan mendekati putrinya dengan lembut mengelus kepalanya. "Yin'er disini, berbicara dengan nenek ... Ayah akan kekamar untuk menstabilkan mata ayah ... "


"Baik Ayah,"


Setelah itu, Qin Chen berjalan pelan lalu menghilang dari sana, dimana ia pergi ke kamarnya untuk beristirahat lagi, karena ia tidak ingin membuat ibunya khawatir dengan keadaannya yang sekarang.


Sesampainya di kamarnya, ia merasakan bahwa di kamarnya tercium aroma wangi bunga favorit istrinya. Qin Chen perlahan baring di atas tempat tidurnya.


'Su'er, mungkin kamu merasakan rasa sakit ... Tapi, aku akan menepati janjiku setelah aku bertemu dengan wanita itu ... '


Di dalam ruangan sebelumnya, Yin'er dan Su'er mengobrol tenang dengan keluarga Qin Chen, dimana mereka berdua sudah mulai dekat dengan ibunya Qin Chen.


Mereka semua mengobrol tentang Qin Chen yang berpetualang di dunia luar, dimana ibunya meminta mereka menjelaskan seperti apa Qin Chen di luar sana.


***


Pagi harinya.


Qin Chen terbangun dari tidurnya, dimana saat membuka matanya, ia melihat istrinya tidur di samping Qin Chen dengan tubuh menatap langit. Karena ia tidak bisa tidur miring dalam waktu lama.


Ia yang melihat istrinya, lalu dengan perlahan memutarkan tubuhnya melihat istrinya yang terlihat cantik di saat ia tertidur. Qin Chen dengan lembut mencium keningnya, lalu setelah itu ia membelai rambut panjang.


"Istri kecilku masih tidur ... Lebih baik, aku pergi dari sini untuk menyiapkan beberapa kejutan untuknya." Gumamnya sambil melihat istrinya.

__ADS_1


Disana, ia perlahan pergi dari tempat tidurnya tanpa membangunkan Istrinya dari tidurnya. Qin Chen lalu berteleportation keluar kediaman.


"Apa yang harus aku buat? Setidaknya aku harus memberikan hadiah untuknya ... " Qin Chen bingung dengan apa yang ingin ia berikan kepada istrinya.


"Kenapa tidak memberikan sebua ikat rambut saja? Tapi dengan hasil buatanmu sendiri, tanpa ada jejak kekuatan ... " Sahut Su'er sambil berjalan mendekati Qin Chen.


Saat itu, Qin Chen terkejut mendengar suara Su'er berada di sampingnya. "Su'er ... Kenapa kamu bisa ada disini?"


"Aku tadi sudah bangun, dan duduk di depan jendela sambil melihat pemandangan di pagi hari ... Tidak sengaja melihatmu muncul tiba-tiba di sini dengan wajah bingung, jadi aku menghampirimu ... " Balas Su'er dengan lembut.


"Jadi begitu, kamu bikin aku terkejut saja ... Aku kira siapa yang menjawab kebingunganku ... " Qin Chen sambil menggaruk kepalanya.


Qin Chen bingung mau mengatakan apa lagi, beberapa hari terakhir, Qin Chen selalu membuat Su'er masuk ke dalam sesuatu yang membuatnya sakit hati.


Ia merasa bersalah dengan semuanya, tapi mau bagaimana lagi. Qin Chen akan menepati janjinya setelah bertemu ibunya Yin'er, agar ia tidak terpecah belah dalam berpikir.


Qin Chen lalu berkata. "Su'er ... Janjiku dulu, aku akan menepatinya, setelah aku sampai di Alan Surga ... Kamu tunggulah, aku tidak akan mengingkari janji yang sudah ku buat ... "


"Aku tahu ... Kamu ingin bertemu dengan ibu Yin'er, aku paham dengan apa yang kamu pikirkan sekarang ini ... " Ujar Su'er.


"Baguslah, jika kamu sudah tahu apa tujuanku, jadi aku tidak perlu menjelaskan kepadamu tentang semuanya ... Karena aku, aku akan selalu mengingat janji itu ... "


Qin Chen sambil tersenyum berbicara kepada Su'er di kediaman Qin, dimana tidak ada satupun orang disana melihat mereka berdua sedang berbicara.


...


**Thanks You For Reading


(Note: Akan di revisi dari awal, jika masih ada kesalahan kata, tolong di maklumi, author masih amatir**.)

__ADS_1


__ADS_2