
Qin Chen yang telah memegang dua pedang di tangannya, ia lalu melesat meninggalkan Su'er di sana. Karena sudah dilihat tidak ada orang yang berada di dekat sana, jadi akan aman jika di tinggal disana.
Ia melesat terbang ke atas bagaikan layangan yang terbang tinggi ke langit, lalu terjun kebawah bagaikan meteor yang akan menghantam mereka semua yang berada di sana.
Orang-orang di kota memiliki kekuatan yang hebat, karena selalu Dual Cultivation dengan orang-orang di sekitarnya, mulai dari wanita ataupun laki-laki di kota.
Di atas langit terlihat Qin Chen yang tengah melesat ke arah mereka semua yang sedang asyik-asyiknya, kini diganggu oleh seorang pemuda yang memegang dua senjata di tangannya.
"Mahkluk biadab! Dewa kematian sudah datang! Menarilah dalam darah bersamaku!" Teriak Qin Chen yang dari atas langit.
Suara Qin Chen bisa terdengar oleh Su'er yang sedang duduk di bawah pohon dekat kota, saat ia mendengar suara Qin Chen, ia hanya tertawa kecil mendengarnya.
***
Qin Chen melesat kebawah dengan cepat, disana banyak orang-orang melesat ke atas untuk membunuh Qin Chen yang bersikap sombong, dan menghina mereka semua secara terang-terangan di kota.
Saat kedua sisi saling mendekat satu sama lain, suara antara benda tajam saling beradu bisa terdengar di atas langit, kilatan-kilatan pedang terlihat menarik di mata orang-orang.
Trang! Tring! Trang!
Ia yang bermain-main dengan orang-orang tersebut, karena ia ingin melihat seberapa kuat mereka sebenarnya, jika bermain dengan wanita mereka kuat.
Sekarang, Qin Chen ingin melihat kekuatan mereka saat melawan kecepatan pedang Qin Chen yang tidak tahu seberapa cepat.
Tidak ada mendung maupun hujan, dari atas langit-langit mulai turun hujan berwarna merah darah, karena itu adalah darah orang-orang yang menyerang Qin Chen, setiap detik Qin Chen menghancurkan tubuh mereka tanpa sisah di atas langit.
Ia menghancurkan tubuh mereka dengan pedangnya, dengan cara memotong seluruh tubuh hingga bagian-bagian terkecil, tubuh yang hancur membuat darah mengalir dari atas langit, hingga membasahi kota.
Qin Chen di atas masih menghabiskan orang-orang yang menyerang dirinya, dengan beberapa serangannya menghancurkan bangunan-bangunan yang berada dikota.
"Dragon Ball!"
Bola api berbentuk naga tercipta puluhan di atas langit, Qin Chen yang menciptakan itu lalu menjatuhkan ke atas kota untuk menghancurkan mahkluk biadab yang ada di kota.
Wushh! Wushh! Wushh!
Api yang digunakan Qin Chen adalah api kegelapan, dimana itu akan sangat indah jika meledak di kota, ditambah dengan cahaya hitamnya yang abadi.
__ADS_1
Puluhan Dragon Ball berjatuhan di kota dengan seluruh orang berkerja sama untuk menghentikan serangan Qin Chen.
"Dragon water!"
"Pedang Air!"
Mereka semua menahan serangan Qin Chen yang menyerang dengan secara bersamaan, sedangkan dirinya sendiri sedang menghadapi musuh-musuh di atas langit sana.
Bushh! Bushh!
Suara air yang mendidih terkena api miliknya, tidak ada air yang bisa menghentikan api abadi dikala sedang menyerang.
Serangan mereka semua yang tidak berdampak apa-apa kepada serangan Qin Chen, kini Dragon Ball mulai mendekat ke arah mereka semua yang berada dibawah.
Seketika, seluruh kota di sana menjadi hening melihat sebuah bola api yang begitu banyak yang akan jatuh ke kota.
Boom! Boom! Boom!
Ledakan-ledakan terus terjadi di kota, banyak bangunan yang hancur menjadi butiran debu yang tidak terhitung jumlahnya. Banyak juga orang-orang yang mati, tapi mereka memang pantas mati.
Semuanya karena bintang ini sudah tidak murni lagi dari semenjak di kuasai wanita Fairy Demon tersebut. Jika Qin Chen mengetahuinya dari awal, ia pasti sudah meledakkan bintang ini menjadi butiran-butiran kecil.
Ia yang kesal, lantas berdiri dengan cepat ia menggenakan pakaiannya berwarna merah maron disana. "Jika kau berani kabur, aku akan membunuhmu!"
Fairy Demon memperingati laki-laki yang terbaring lemas di atas tempat tidurnya, ia tidak memiliki tenaga lagi untuk bergerak, karena seluruh energinya sudah hisap habis-habisan oleh Fairy Demon.
Fairy Demon lalu melesat menuju tempat sumber suara yang terdengar keras di istana, karena ia ingin membunuh orang yang mengganggunya saat melakukan ritual sakral.
Ia yang terbang dengan kecepatan tinggi, akhirnya sampai di mana kota yang ia lindungi setengah hancur dengan banyak korban jiwa dimana-mana. Pada saat ia melihat ke arah pemuda yang berada di hadapannya, ia langsung terpesona melihat ketampanan Qin Chen.
'Siapa Pemuda itu? Dia sangat tampan.."
Slurp!
Suara ia menjilat lidahnya sendiri sambil melihat ke arah Qin Chen yang tengah berdiri, "Sungguh pria tampan, akan ku buat dia menjadi milikku.. dan ku kuras benih-benih segar dalam dirinya.."
Qin Chen merasakan hawa yang berbeda di sampingnya, ia lalu menoleh ke sebelah kanannya dimana, ia tengah diperhatikan wanita cantik. Meksipun sudah melahirkan 100 anak.
__ADS_1
[ Fairy Demon, ada di depan Tuan. ]
Qin Chen hanya tersenyum tipis melihat Fairy Demon yang sudah bekas 100 orang, ia tidak percaya bahwa ada wanita seperti Fairy Demon di semesta ini.
Ia disana lalu menghadap ke arah Fairy Demon yang tengah memperhatikannya, ia melihat ke arah Fairy Demon dengan tatapan jijik karena tidak suka melihat Fairy Demon.
Meksipun Qin Chen pernah membuat seorang wanita harus menanggung beban sendirian, tapi ia sedang berusaha mengejar ketertinggalannya dari bawah, agar tidak mendapatkan penyesalan untuk naik ke Alam Surga.
"Apa kau Kaisar disini, jika benar. Aku Qin Chen Kaisar Chen dari bintang Kematian, datang untuk menyerang bintang ini! Siap atau tidaknya, aku tidak peduli yang jelas aku datang untuk menyerang!"
Mendengar perkataan Qin Chen, Fairy Demon disana menjadi gemetaran, karena ia mengetahui sosok di depannya adalah Pembunuh Dewa, Kaisar Chen.
Ia yang belum siap menghadapi Qin Chen, lantas kabur dari sana dengan kecepatan tinggi untuk menjauh.
Sedangkan Qin Chen yang melihat Fairy Demon kabur, ia langsung melesat mengejarnya sambil menghancurkan bangunan di bawah.
Kecepatan Qin Chen lebih tinggi dibandingkan Fairy Demon, ia yang lebih cepat lantas dapat menyusulnya di atas Fairy Demon, dengan cepat ia melesat kebawah dengan kaki menghantam punggungnya.
Bang! Krakk!
"Arkkkg"
Suara tulang yang patah akibat hantaman tumit kaki Qin Chen yang mengenai punggungnya. Saat terkena, ia terhempas ke bawah dengan kecepatan tinggi hingga meledakkan kota hingga menjadi berlubang besar.
Boom!
Ledakan tersebut membunuh seluruh penduduk di kota tersebut, Istana kaisar hancur berkeping-keping tanpa ada sisah sedikitpun puing-puing bangunannya.
Qin Chen yang berada di atas melihat gumpalan debu yang menggumpal di bawah menutup pemandangan. Melihat hal tersebut, ia lantas menghentakkan kakinya untuk menghilangkan kabut tersebut.
Boom! Wushh!
Gumpalan tersebut menghilang, dengan menampilkan Fairy Demon yang terbaring di atas tanah dengan banyak darah keluar dari dalam mulutnya.
Ia mulai melihat pergerakan Fairy Demon yang ingin berdiri dari sana, melihat hal tersebut, ia membiarkan untuk bergerak terlebih dahulu. Karena Qin Chen ingin melihat apa yang akan dia lakukan selanjutnya.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*