
Di Aula kediaman Zu, orang-orang disana memperhatikan Qin Chen yang berjalan ke arah mereka, dengan wajah yang bingung, Qin Chen melihat mereka semua.
Ia berjalan mendekati Zu Turi di sana, disampingnya ada Zu Suwei berdiri dengan gugup. Melihat hal tersebut, Qin Chen mendekati ke arah mereka berdua.
"Ada apa ramai-ramai disini?" Qin Chen bertanya kepada Zu Turi dengan nada santai.
"Mereka semua ingin mengucapkan salam perpisahan kepadamu, karena sudah membantu keluarga Zu dalam bahaya ... "
"Salam? Kenapa harus salam, aku hanya membutuhkan harta, kalau ada maka berikan kepadaku ... " Qin Chen menjawabnya dengan suara polos.
Mau bagaimana lagi, sifat Qin Chen yang buta akan harta karun membuat ia sangat mencintai harta karun, dari harta karun, ia sudah mendapatkan banyak kemampuan baru.
Mereka tertegun mendengar perkataan Qin Chen, dalam benak mereka semua. Harta mereka bukan apa-apa di mata Qin Chen yang telah mengambil banyak harta dari orang-orang.
Zu Turi tertawa kecil, ia lalu mengeluarkan sebuah gulungan kertas yang mewah, dimana membuat orang-orang di sana bingung, dan sekaligus Qin Chen juga bingung.
"Qin Chen ... Ini untukmu, jangan membukanya disini, melainkan setelah kamu pergi dari kota ini ... Untuk isi dalamnya, kamu akan mengetahuinya setelah melihatnya ... "
Zu Turi berkata sambil memberikan gulungan tersebut, Qin Chen yang bingung ia lalu mengambilnya dengan lembut untuk mengetahui apa yang berada di dalamnya.
"Apa ini?" Qin Chen mencoba bertanya.
"Tentang identitas seseorang!"
Pandangan mata Qin Chen berubah menjadi tajam, dimana ia menggenggam erat gulungan tersebut. Tanpa bicara lagi, ia menyimpannya langsung ke dalam inventory.
Disana, mereka melihat perubahan mata Qin Chen menjadi tajam setelah mendengar beberapa kata dari Zu Turi. Dalam kerumunan orang-orang disana, istrinya di tuntun oleh putri kecilnya di samping.
Mereka berdua berjalan mendekati Qin Chen tengah berdiri disana, Qin Chen juga melihat ada Aura hebat dalam diri putrinya, dimana ia seperti dirinya yang telah mempelajari kemampuan yang Qin Chen berikan.
Meskipun Auranya tidak sekuat Qin Chen, tapi itu sudah cukup untuk sekarang ini. Karena ia tahu, bahwa putrinya akan sehebat dirinya kelak di masa depan.
"Ayah ... Kata ibu Yan, kita akan pergi ya ... " Tanya putrinya dengan manis.
"Benar, ayah masih ada yang harus di bereskan, jadi kita akan pergi petualangan lagi di dunia luar ... Apa putri kecil lelah?"
"Tidak ... Yin'er hanya terkejut saja, lalu kita akan kemana Ayah?"
Qin Chen berpikir sejenak, karena ia juga bingung mau kemana, mengingat ia memiliki orang di kenal di Alam Immortal ini, ia akan pergi kesana untuk mendapatkan beberapa bahan herbal yang bisa meningkatkan kekuatan.
__ADS_1
"Oh ya ... Ibu Zu, apa ibu Zu tahu dimana letak Alkemis yang hebat di Alam Immortal ini?" Tanya Qin Chen.
Sempat terkejut dengan pertanyaan Qin Chen, lalu ia menjawab. "Alkemis berada di Ibukota kota ini, jika Qin Chen mau kesana, ibu memiliki kartu rekomendasi untukmu ... Kamu bisa kesana dengan kartu itu ... "
"Baik ... "
Qin Chen tersenyum, dengan adanya kartu rekomendasi ke Alkemis, ia akan dengan mudah mendapatkan bahan-bahan yang bisa ia gunakan untuk meningkatkan kekuatannya.
Zu Turi lalu memberikan kepada Qin Chen sebuah Token kayu dengan berlambangkan Alkemis, dimana itu adalah Token rekomendasi dari Alkemis itu sendiri.
Ia mengambilnya dengan lembut, lalu melihat sebentar, "Terimakasih ibu Zu ... "
"Sama-sama."
Di sana, Qin Chen lalu mundur beberapa langkah kebelakang setelah mendapat barang-barang dari Zu Turi. Dimana sekarang ini, memanggil Zu Suwei ke depannya.
Zu Suwei melihat ke arah ibunya yang hanya tersenyum, lalu dengan gugup mendekati Qin Chen. Tentunya, Qin Chen hanya ingin mengatakan sesuatu untuk Zu Suwei.
Saat ia berada di depan Qin Chen, Qin Chen lalu mengangkat tangannya dengan jarinya menyentuh keningnya, lalu sedikit ia sentil.
Tuk!
Zu Suwei memegang keningnya yang di jentik Qin Chen disana, ia menatap Qin Chen yang hanya tersenyum, lalu Qin Chen berkata. "Jangan buat ibu Zu kerepotan karena ulahmu ... Aku sangat sibuk untuk mengurus masalah, jika kamu membuat masalah untuk ibu Zu, aku akan menghukummu sendiri ... "
"Ba-baik ... "
Dalam ketakutan, ia tidak bisa berkata-kata lagi di saat ia melihat tatapan mata Qin Chen yang merah tersebut. Mendengar hal tersebut, Qin Chen mengelus kepalanya dengan lembut.
"Yosh ... Sampai ketemu lagi,"
Setelah mengatakan itu, Qin Chen mundur kebelakang sambil tersenyum kepada mereka semua. Ia lalu melesat terbang sambil menggendong istrinya di depannya.
Pergi menuju kota selanjutnya dengan hari yang merepotkan, orang-orang di kediaman zu melihat kepergian Qin Chen dan lainnya, dimana mereka bisa bernafas lega.
Zu Turi tersenyum melihat kepergian Qin Chen, dimana ia sudah mendapatkan barang berharga baginya, dimana diberikan langsung oleh Qin Chen seorang.
Dalam pikirannya, ia sekarang sangat bahagia atas apa yang ia tunggu selama ini, sekarang adalah waktunya untuk ia berjaya seperti di masa lampau dulu.
Sedangkan Qin Chen, ia memiliki rencana sebelum sampai kota, mereka akan ke tempat yang sepi untuk melakukan sesuatu, dimana Qin Chen sangat penasaran dengan gulungan tersebut.
__ADS_1
Melihat bahwa mereka sudah sangat jauh dari tempat Kota Immortal Immortal berada, Qin Chen turun ke padang rumput dengan beberapa pohon untuk meneduhkan mereka.
Setibanya di tanah, Qin Chen menurunkan istrinya perlahan-lahan di bawah, dimana disana sangatlah bersih tanpa ada tanah sedikitpun.
"Qin Chen ... Kenapa kita turun disini?" Tanya Qiu Yu Ran.
"Benar Ayah ... Apa ada sesuatu yang ingin ayah sampaikan?"
"Tidak, ayah ingin mengecek gulungan yang diberikan oleh ibu Zu sebelumnya ... Karena ayah sangat penasaran dengan gulungan tersebut ... "
Mendengar penjelasan Qin Chen, tentunya mereka juga penasaran dengan perkataan Qin Chen. Secara perlahan, gulungan tersebut muncul di tangan Qin Chen.
Gulungan tersebut berwarna merah, dengan ukiran naga berwarna emas terang, dimana gulungan tersebut cukup besar, dan juga panjang. Melihat hal tersebut Qin Chen melihat sekelilingnya.
"Ada apa dengan isi dalamnya? Kenapa ibu Zu memintaku untuk membacanya setelah keluar kota ... " Gumamnya.
Melihat sekujur gulungan tidak menemukan apa-apa, sampai saat istrinya melihat sebuah tulisan kecil di sudut paling pinggir gulungan tersebut.
"Qin Chen, lihat!"
Istrinya berkata dengan terkejut, ia sambil menunjuk ke arah dimana ia melihat sebuah tulisan kecil. Mendengar suara itu, Qin Chen lalu melihat ke arah tempat ia tunjukkan.
Saat melihat tulisan kecil di sudut tersebut, Qin Chen membacanya. "Emperor Qin ... "
Mereka bertiga terdiam mendengar perkataan Qin Chen, dalam tulisan tersebut, tertulis nama Emperor Qin, dimana itu belum jelas siapa Qin itu sebenarnya.
Qin Chen bahkan sangat terkejut, ia tidak tahu apa-apa tentang ini. "Siapa Qin? Apa-apaan keluargaku ini, bahkan ada seorang Kaisar Qin di jaman dulu!"
"Apa keluargamu memiliki leluhur? Atau kerabat jauh seperti sekarang ini ... " Ucap Qiu Yu Ran dengan tatapan bingung.
"Tidak, keluarga Qin tidak memiliki leluhur, maupun kerabat jauh, untuk ibu Zu Turi, ia adalah istri Ayah ... "
Perkataan Qin Chen mengejutkan mereka berdua, dimana mereka baru tahu bahwa Zu Turi adalah istri kakek Qin, atau Ayah Qin Chen.
Karena penasaran, Qin Chen membukanya perlahan-lahan karena ia sangat gugup kali ini, ia ingin tahu segalanya yang belum ia ketahui di Dunia ini.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1