Supreme God System

Supreme God System
Chapter 319 - Melatih Qin Changyi (1)


__ADS_3

Hamparan penuh dengan lava dimana-mana, gunung besar di singgahi oleh Naga Api yang ganas. Ia benar-benar menyukai tempat yang panas untuk memperkuat kekuatan miliknya.


Qin Changyi di depannya, ia melihat Naga Api dengan tatapan tajam, mengamati sekitarnya untuk melakukan pertarungan nyata. Tidak pernah bertarung melawan kekuatan hebat, mungkin dia akan terluka dalam hal ini.


Ia lalu mengangkat pedangnya ke atas dengan kedua tangannya, lalu memusatkan energi dalam dirinya ke Pedang. Secara perlahan aliran energi berjalan melalui aliran darahnya.


Masuk ke dalam pedang, dan mulai terkumpul perlahan-lahan di dalam pedang, Qin Changyi lalu mengayunkan pedangnya sambil berteriak keras akan kekuatan.


"Pedang Pemecahan Langit Peri!"


Saat suara itu terdengar, sebuah siluet bulan sabit berwarna biru muda melesat dan membentang luas di daerah sekitarnya. Terbang dengan kecepatan tinggi menghapus perbatuan di depannya.


Naga Api melihat hal tersebut, ia sontak berdiri dengan mulutnya mulai mengeluarkan semburan Api ganas yang keluar dari mulutnya. Serangan tersebut melesat dan menghatam serangan Qin Changyi.


Boom!


Ledakan tersebut membuat angin yang kencang. Uap panas tercipta karena dua serangan bersatu, dan mengakibatkan getaran cukup hebat menggemparkan tanah tersebut.


Qin Chen, ia melesat di depan putranya dan menahan serangan Naga Api yang masih melesat ke arah dirinya. Tangan kanannya menghalang serangan tersebut.


Bruuhh!


Mengibaskan tangannya kesamping sehingga membuat api tersebut pecah dan buyar menghatam dinding di sekitarnya. Naga Api benar-benar tidak bisa mengira, bahwa musuh didepannya sangat hebat kali ini.


Qin Changyi melihat hal tersebut, ia terdiam tanpa suara melihat ayahnya dengan mudah mengalahkan serangan tersebut. Dia benar-benar malu, disaat ayahnya yang kuat, dan dia malah lemah.


Qin Chen lalu mengangkat tangan kirinya dan meletakkan di atas kepalanya, dengan lembut memberikan usapan lembut di atas kepalanya, ia lalu berkata.


"Serangan tadi sangat hebat, kamu sudah bisa mempelajari Seni terbaik Ayah, kamu benar-benar jenius."


Ia memuji putranya yang hebat bisa memahami Seni andalan Qin Chen, dalam empat tahun bukanlah waktu yang lama, bahkan jika itu Dewa, mereka tidak akan bisa mempelajari hingga titik ekstrem.


"Ta- Tapi ... Aku tidak bisa mengalahkannya. Aku benar-benar tidak berguna, ini adalah pertama kalinya aku berpetualang, dan melawan musuh yang sesungguhnya ...


Saat di Istana, aku hanya melawan prajurit milik ayah untuk melatih tubuh, namun mereka semua berpura-pura lemah di depanku, karena mereka tidak ingin melukaiku."


"Jadi begitu ... Sekarang, ayah akan membantumu mengalahkannya, ini adalah petualangan milikmu, dan Ayah hanyalah pemeran sampingnya yang membantumu ...

__ADS_1


Perlahan-lahan kamu akan jadi kuat, sekarang mari kita kalahkan Naga Api itu dan dapatkan kekuatan yang hebat di dalam Naga Tersebut."


"Baik."


Qin Chen lalu menekan basis kultivasi miliknya, dan sekaligus kekuatan aslinya juga ikut di tekan, karena tidak mau sekali serang langsung mati, dan membuat putranya tidak bisa berlatih.


Energi Qi dalam dirinya mulai turun secara signifikan, ini benar-benar penurunan kekuatan yang tidak masuk akal!


Kemampuan yang bisa mengendalikan Ruang dan Waktu, kembali ke masa lalu, masa kini, maupun masa depan, dan kekuatan tertinggi.


Qin Chen yang telah menjadi Dewa Biasa, kini berdiri dengan putranya disampingnya, ia benar-benar bingung disaat kekuatan rendahan, karena masih berpikir bahwa masih kuat.


"Ayah akan menyegel pergerakan Naga, dan kamu bertugas menyerangnya, sekaligus latih semua kekuatan fisik maupun sihir yang kamu pelajari selama ini."


"Baik, Ayah."


Ia lalu mengangkat tangannya ke depan, dan menggerakkan telapak tangannya membuat Array untuk mengikat pergerakan Naga Api, kenapa tidak dari tadi saja? Karena, Qin Chen ingin membuat putranya berusaha.


Saat pergerakan tangannya dilihat Naga Api, ia lalu mencoba menyerang Qin Chen dengan ekor panjangnya dengan kecepatan tinggi, Qin Chen, ia lalu mempercepat pergerakan tangannya.


"Segel Langit dan Bumi, rantai Iblis!"


Tidak tahu jurus apa itu, ia hanya mengikuti apa yang berada di dalam kepalanya, mengutuk bumi, dan tiba-tiba muncul rantai-rantai yang keluar dari dalam tanah.


Menjulang ke atas dengan bergeliat, mereka semua lalu melesat ke arah Naga Api dengan kecepatan tinggi. Mengikat pergerakan Naga Api, menahan serangan tersebut dengan menariknya Naga Api ke tanah.


Boom!


"Sekarang!"


"Baik Ayah!"


Qin Changyi loncat ke atas, lalu mengumpulkan Niat Pedang di dalam pedang, ia memfokuskan pikiran dan serangan terkuat miliknya untuk melukai Naga Api yang sekarang ini.


Qin Chen dari bawah melihat niat pedang muncul di dalam diri putranya, kini ia benar-benar terkejut melihat hal tersebut.


"Niat Pedang! Bahkan sampai sekarang, aku belum mempunyai Niat Pedang, meksipun aku pernah menggunakan ujung jariku seperti pedang."

__ADS_1


[Sepertinya, Putra anda lebih jenius dibandingkan Tuan.]


"Mungkin, tapi tidak apa-apa, karena dia memang akan menjadi orang hebat nantinya. Dan aku hanyalah Legenda di seluruh Alam yang akan aku kuasai."


[Memang benar, seperti itulah Tuan yang saya kenal, hanya mengukir legenda di alam yang dikunjunginya.]


"Haish, aku jadi orang yang tidak baik, tapi sudahlah, tugasku sebagai ayah hanya membimbingnya agar tidak masuk ke jalan yang salah sepertiku ini ... "


[Baiklah, Tuan lanjutkan pekerjaan Tuan, selamat tinggal.]


Qin Qui pergi dari sana, ia kembali ke tempat asalnya duduk santai sambil melihat apa yang dilakukan oleh Qin Chen. Sedangkan Qin Chen, ia masih melihat putranya melakukan hal aneh.


"Bocah Brengsek! Lepaskan ikatan ini!"


"Coba saja, jangan banyak bicara, dan biarkan putraku menyerang Naga kecil seperti kau!"


"Bajing**!"


Dia berusaha keras menyerang rantai tersebut, namun tidak ada yang bisa membuat rantai tersebut kendor ataupun putus!


Qin Changyi, ia lalu mengayunkan pedang miliknya setelah mendapatkan banyak energi yang terkandung dalam Pedang, ia benar-benar mengarahkan niat pedang ke arah naga api.


Siluet bulan sabit berwarna merah melesat dengan cepat mengarah ke arah Naga Api, serangan tersebut terlihat ke arah Naga Api, melihat hal tersebut, ia mengumpulkan bola api di mulutnya.


Swushh!


Bola api menyerang serangan tersebut, pada saat dua serangan saling bertabrakan, siluet bulan sabit milik Qin Changyi membelah dua bagian serangan Naga Api dengan sangat rapi.


Dua belahan tersebut meledak, dan mengucang hembusan angin semakin cepat, Qin Chen melihat hal tersebut, ia tercengang dengan kemampuan itu. Menelan ludahnya, dan melanjutkan pengelihatannya.


Serangannya melesat mengenai kepala Naga Api dengan begitu ganas, tidak putus! Karena kekuatan Qin Changyi masihlah lemah, dan itu hanya melukai lehernya.


Dari lehernya keluar darah merah yang segar, seolah-olah itu baru saja terluka, dan benar saja itu memang luka yang dibuat oleh Qin Changyi!


...


*Thanks You For Reading*

__ADS_1


__ADS_2