
Ledakan super masif yang terjadi beberapa waktu lalu, kini bintang-bintang yang awalnya bercahaya terang. Pada saat ini, semua bintang di lautan bintang telah sepenuhnya berubah menjadi reruntuhan bintang.
Semua orang melihat kehancuran bintang yang begitu besar, kehancuran besar itu terjadi karena di antara pertempuran Alam Immortal rendah untuk merebutkan kekuasaan. Kini, mata mereka yang menghina sebelumnya mulai menariknya secara perlahan.
Satu tebasan yang Qin Chen lontarkan sudah membuat banyak prajurit menjadi korban. Prajurit dari Kaisar Bi sudah kehilangan setengah dari jumlah yang mereka bawa. Kehilangan banyak prajurit menyebabkan kematian dengan sangat tragis bagi mereka.
Qin Chen yang tengah melayang di kehancuran Bintang, ia kini tertawa kecil melihat wajah Kaisar Bi yang pucat. "Aku pikir, orang sepertimu tidak kenal takut? Armor terukir singa yang artinya perkasa, dan tidak kenal takut! Tapi, baru melihat sedikit kekuatanku kau sudah pucat!"
Semua orang terdiam mendengar penghinaan Qin Chen terhadap Kaisar Bi yang berada tidak jauh darinya. Disana Qin Chen mulai mengangkat tangannya ke atas, ia sedang mengurangi jumlah pasukan musuh untuk menari dalam darah di kehampaan.
Perlahan di atas kepalanya mulai terbentuk sebuah pedang emas yang begitu besar, partikel-partikel kecil terhisap olehnya dengan kecepatan tinggi. Pedang itu di kelilingi oleh energi yang besar, karena Qin Chen sedang mengumpulkan energi di sekitarnya untuk membuat pedang tersebut.
Qin Chen sama sekali tidak menggunakan energi dalam dirinya, karena ia tahu bahwa energi disekitarnya tidak boleh disia-siakan, oleh karena itu ia menciptakan pedang besar untuk menghilangkan setengah lagi pasukan milik Kaisar Bi.
"Jika kau kuat, maka tahan serangan milikku lagi, Kaisar Bi yang terhormat!" Qin Chen mengatakan dengan nada yang tidak senang dengan Kaisar Bi.
Pada saat itu, Qin Chen mengayunkan tangannya kedepannya dengan sangat lambat, ayunan tangannya membuat hembusan angin disekitarnya menjadi sangat mencengkram.
Pedang yang Qin Chen ciptakan tidak lain adalah 'Pedang Dewa' salah satu Seni Segel Tuhan yang ia pelajari sudah lama. Jika dulu ia menggunakan Pedang Dewa dengan energinya, kini Qin Chen sedang mencoba menggunakan energi sekitarnya.
Kita hidup bukan untuk menjalani kehidupan, melainkan kita hidup harus mencari pengalaman baru, karena dengan menemukan pengalaman baru. Maka hidup akan berarti, kini Qin Chen sudah mendapatkan banyak pengalaman, dimana pengalaman itu adalah ia bisa menggunakan kemampuannya tanpa menggunakan energi dalam dirinya.
Pedang yang ia ciptakan barusan, kini pedang tersebut melesat ke depan dengan sangat cepat, banyak bintang-bintang yang hancur ia buat menjadi debu. Binatang yang sudah hancur karena ledakan besar terjadi beberapa waktu lalu, kini menjadi debu disaat pedang Qin Chen melesat dengan cepat.
Swoosh!
Sebagai sedikit tambahan, Qin Chen ingin melihat Seni ledakan yang sangat besar terjadi. Qin Chen menyelimuti dengan Aura kegelapan miliknya, seketika pedang yang berwarna emas kini menjadi emas kehitaman yang sedikit pekat.
__ADS_1
"Kalian semua tahan serangan bajing*n itu sekarang!" Kaisar Bi berteriak keras kepada prajuritnya, kini Kaisar Bi kewalahan menahan hembusan angin yang terjadi pada ledakan sebelumnya.
Para prajurit melesat kedepan kembali dengan mengeluarkan semua kemampuan yang mereka miliki, kini mereka semua menahan serangan Qin Chen yang tidak masuk akal mengeluarkan energi yang begitu besar.
Di sudut lainnya, mereka sekali lagi dikejutkan dengan energi yang sangat besar, dan juga sangat padat di pedang tersebut. Mereka semua menjadi gemetaran dengan bibir yang mulai pucat perlahan-lahan.
"Ba-bagaimana bisa.. kenapa energi pemuda itu tidak habis-habisnya!"
"Sudah mengeluarkan energi besar, pemuda itu bahkan tidak kelelahan sedikitpun! Apa Semesta ini bercanda!"
"Entahlah, pemuda itu seperti Monster melahap Langit!"
Mereka semua membicarakan tentang Qin Chen yang tidak kehabisan energi, padahal Qin Chen sudah mengeluarkan kekuatan yang mengandung energi yang begitu besar. Mau bagaimana lagi, Qin Chen yang begitu besar, bahkan darahnya adalah bintang-bintang kecil yang tidak terukur jumlahnya.
***
Qin Chen mengangkat tangannya ke samping dengan mengarahkan ke arah mereka semua yang menonton pertempuran, Qin Chen disini sedikit kesal karena melihat mereka sedang menonton pertempuran seperti sedang menonton acara televisi.
Dengan Qin Chen mengarahkan telunjuknya ke arah mereka, Qin Chen disana tersenyum jahat bagaikan iblis yang akan mengambil nyawa semua orang yang berada disana.
"Jari Dewa!"
Qin Chen melepaskan kekuatannya yang melesat dengan cepat mengarah ke arah mereka semua. Cahaya emas yang cukup besar, energi yang terkandung didalamnya sangat besar.
Seketika orang-orang disana terkejut melihat pemuda tersebut menyerang ke arah mereka semua, tanpa pikir panjang lagi. Mereka semua melontarkan sebuah serangan yang tidak terukur jumlahnya untuk menahan serangan Qin Chen.
"Sialan!"
__ADS_1
"Bocah itu beraninya menyerang kemari!"
Mereka semua dibuat kesal oleh Qin Chen, karena mereka tiba-tiba diserang oleh Qin Chen tanpa alasan. Sedangkan Qin Chen melihat mereka semua yang seperti sedang nonton televisi, itulah yang membuat Qin Chen kesal, dan langsung melontarkan serangan besar.
Melihat bahwa kedua sisi saling menahan serangan yang diberikan oleh Qin Chen kepada mereka, kini ia hanya melihat mereka semua dengan pandangan iblis, Qin Chen melihat dengan cara merendahkan, dingin, jahat, semuanya menjadi satu dalam satu wajah.
Mungkin karena tubuh Dewa Asura yang meningkat cepat yang membuat sifat, dan sikap Qin Chen berubah. Pada saat membunuh manusia, Qin Chen tidak merasakan apa-apa, melainkan kesenangan yang tidak terbendung oleh apapun.
Kini, kecepatan Jari Dewa miliknya lebih cepat dibandingkan Pedang Dewa, karena Qin Chen memperingati mereka semua yang tengah menonton pertempuran Qin Chen melawan Kaisar Bi. Sekaligus untuk memperingati para Dewa di Alam Immortal tertinggi.
Mereka semua mencoba menahan serangan Qin Chen dengan segala kemampuan, pada akhirnya ledakan-ledakan besar menghanguskan bintang-bintang di sekitar mereka. Sudah tidak terhitung jumlahnya yang dihancurkan Qin Chen, semua yang hancur menjadi Poin Tukar miliknya.
"Sembilan langkah abadi!"
"Tinju Dewa matahari!
"Pedang awan iblis!'
Serangan-serangan yang sangat kuat di lepaskan untuk menyelamatkan hidup mereka, kini serangannya saling beradu di atas lautan bintang dengan sangat mendominasi. Seluruh orang melihat dua serangan yang saling beradu satu sama lainnya.
Boom!
Suara ledakan yang besar menggema di lautan bintang wilayah Kaisar Bi, ledakan kedua kalinya mengakibatkan reruntuhan bintang yang tidak terukur jumlahnya. Hawa panas yang dihasilkan oleh ledakan tersebut membuat seluruh wilayah menjadi sangat panas, bintang-bintang meledak bagaikan bom molotov.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1