
Dalam ruangan, Qin Chen tengah berdiri dengan tenang, meskipun dia sangat kecewa tidak mendapatkan sesuatu yang ia inginkan disana. Wanita itu melihat ke arah anak kecil disampingnya Qin Chen, dimana dia sangat mirip dengan Qin Chen.
"Siapa anak kecil disampingmu?" Tanya wanita tersebut.
"Dia putraku, Qin Changyi."
Sontak, dia menjadi sangat terkejut mendengarnya. Tidak menyangka bahwa Qin Chen sudah mempunyai seorang putra yang kisaran usia 4 tahun ini, meksipun bertubuh kecil, dia sudah memiliki pemikiran dewasa.
Tubuh dengan baik karena ajaran keluarga Qin, apa lagi ibu Qin Chen tidak akan membuat cucunya tidak sehat. Makan dengan makanan enak dan bergizi, bagaimana tidak tumbuh dewasa dengan cepat.
Wanita itu lalu bersuara kembali, "Jadi begitu, selamat atas pernikahan kalian berdua, dan selamat atas kelahiran putra mu."
"Ya, aku tidak mengira begitu cepat, namun ini sudah terjadi, dan aku hanya ingin menjalankan tugasku sebagai Ayah ... Jika kedatanganku kesini bukan hanya untuk membicarakan hal tersebut ...
Lalu, kenapa kau mengundangku datang ke Alam Roh? Apa ada sesuatu yang ingin dibicarakan olehmu?"
"Lebih baik membicarakan semua ini di ruangan lain, disini terlalu tidak baik."
"Baiklah, tuntun jalannya."
Wanita itu turun dari sana, dan berjalan menuju ke suatu ruangan dimana Qin Chen mengikutinya dari belakang, karena disini wilayahnya, dialah yang mengetahui tempat-tempat tersebut.
***
Dalam ruangan, mereka duduk dengan pelayan menyiapkan minuman dan juga makanan ringan di dalam sana. Qin Chen duduk sambil menyeduh teh hangat yang disiapkan khusus untuknya, karena wanita itu tahu bahwa pria didepannya manusia.
"Lalu, apa tujuanmu mengundangku datang kesini?"
"Beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan surat perang antara tiga wilayah Immortal, mereka akan mengibarkan peperangan di langit berbintang dengan seluruh pasukan yang ada ... "
"Lalu, apa kamu mengundangku untuk membantumu menyelesaikan masalah ini?"
"Tidak, aku hanya ingin menyelesaikan masalah ini dengan sangat cepat, dan bisa bertarung denganmu ... Sebelum kamu pergi lagi nantinya."
Qin Chen mengerutkan keningnya, dan melihat ke wanita tersebut dengan tenang, putranya hanya melihat saja sambil mengemil makanan yang telah disediakan.
__ADS_1
"Bertarung denganku? Seharusnya tidak perlu, aku tidak ingin membuang-buang tenagaku, jika kamu meminta bantuan dariku, mungkin aku hanya membantu sedikit ... "
Ia mengatakan sedemikian, karena tidak mendengar deringan sistem Qin Qui, tidak seperti biasanya dia diam tanpa memberitahu.
"Aku bisa menanganinya dengan kekuatanku yang sekarang, dan tujuan lain aku mengundangmu untuk melakukan kerja sama antara Istana Dewa milikmu dan Istana Roh milikku ...
Setelah aku menyelesaikan urusanku dengan ketiga Dewa itu, secara otomatis Alam Immortal Tertinggi akan menjadi milikmu, dan kamu akan menjadi Penguasa Alam Immortal Tertinggi."
"Memang menarik, tapi aku bisa melakukannya sendiri ... Mengandalkan orang lain, itu bukanlah tipe pertarungan milikku."
"Bukan seperti itu maksudku,"
"Lalu?"
"Jika dulu Alam Roh dan Alam Immortal saling berseteru karena merebutkan kekuatan ataupun kekuasaan, sekarang aku ingin mengubah sejarah tersebut dan membuat dua Alam menjalin pertemanan ...
Dan tidak ada lagi perseteruan antara dua Alam, dengan begitu kedua mahkluk hidup tidak akan mengalami kemunduran. Meskipun ini seperti mimpi, namun dengan dua Penguasa yang sudah saling kenal, maka tidak akan ada yang mungkin."
"Jika aku menolak?"
Qin Chen menatapnya dengan kepalanya menyender dengan telapak tangan atasnya melihat wanita di depannya. Wanita itu tersenyum melihat hal tersebut, dengan lembut membalasnya.
Bagaimana? Bukankah penawaran ini sangat menarik? Dengan kekuatan yang kamu miliki, kamu bisa mendapatkan dua Alam sekaligus."
"Heee, percaya diri sekali ... Apa kamu tidak takut akan kekalahan?"
Wanita itu masih saja tersenyum yang membuat Qin Chen bingung, ia lalu berdiri dan berjalan mendekati jendelanya dan melihat keluar jendela dimana bintang-bintang bercahaya terang menyinari Langit.
"Kalah? Aku pernah merasakan kelelahan dalam hidupku, dan itu membuatku sangat ingin membalaskan kekalahan tersebut, namun kekuatan tidak bisa melawannya ...
Jika hanya kekalahan seperti ini, aku tidak mempersalahkannya, selama aku masih hidup, maka aku bisa mendapatkan kekuasaan lainnya."
"Jadi begitu, baiklah ... Tunggu hari itu tiba, maka kita akan berduel dan menentukan siapa yang akan menang dan kalah."
"Ya, sampai waktu itu tiba."
__ADS_1
Qin Chen masih tenang menghabiskan minumannya, dan melihat ke arah wanita itu masih melihat ke luar Istana.
"Karena pembicaraan ini telah selesai, maka aku akan pergi untuk menghibur diri di Alam Roh, karena kamu adalah Penguasa, maka aku meminta izin untuk berkeliling di Alam Roh."
"Silahkan, sebelum pergi dari Istana, aku harus memperingatimu, agar menggunakan penyamaran yang seolah-olah kalian adalah iblis."
Qin Chen hanya tersenyum dengan Aura miliknya berubah menjadi Iblis kelas kakap. Dia benar-benar monster, aura itu membulat seperti korek api di sekitarnya.
Ia lalu memberikan kepada putranya untuk menyembunyikan dirinya dari Indra para iblis di Alam Roh. Melihat hal tersebut, wanita itu benar-benar tidak menyangka bahwa Raja Iblis Qin Chen benar-benar seperti monster.
"Terimakasih atas sarannya, aku permisi terlebih dahulu."
"Baik, dan tunggu kabar baik dariku kapan kita akan berduel menentukan siapa yang akan menang dan kalah."
"Ya."
Setelah cukup lama berbicara di dalam Aula, Qin Chen dan Qin Changyi pergi dari Istana Roh untuk melakukan petualangannya di Alam Roh ini. Meksipun wanita itu adalah penguasa, ia tidak memperdulikan Qin Chen mau melakukan apa.
Melihat kepergian Qin Chen, ia terduduk lemas tidak bisa menahan rasa sedihnya, air matanya mengalir karena tidak kuat menahan lagi, dia benar-benar bisa bertemu dengannya untuk kedua kalinya.
***
Di luar Istana, mereka berdua berjalan kaki dengan tenang untuk mencari tahu dari mana mereka berdua akan memulai penjelajahan untuk menjarah Alam Roh sampai akar-akarnya.
"Binatang Surgawi memang hebat, namun itu akan menjadi terkahir saja, sekarang lebih baik pergi mencari harta ... Dan menjelajahi Dungeon maupun reruntuhan kalau ada, jika tidak ada lebih baik menyerang daratan yang bagus."
"Baik."
Putranya hanya senang, meksipun ajaran ayahnya akan sesat nantinya. Terbang dari sana menuju tempat yang di anggap akan mendapatkan sesuatu, Qin Chen juga melihat peta dari sistemnya agar bisa mendapatkan reruntuhan.
Putranya masih berada di puncak Alam Rendah, dalam empat tahun ini mendapatkan didikan dari ibunya agar menjadi kuat, dan banyak keluarga yang membantunya untuk menjadi kuat.
Karena itu, dia mempunyai kekuatan yang hebat di usia 4 tahun. Monster, karena dia saat masih dalam kandungan, mereka menyerap energi bintang untuk memperkuat tubuh dan lainnya.
Bagiamana tidak jenius, jika makanan saat kecil adalah energi bintang. Sekarang, mereka terbang menuju Jurang Kematian, wilayah barat dari Istana Roh. Karena disana terkandung energi iblis yang padat, dan kemungkinan ada harta iblis yang bagus.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*