Supreme God System

Supreme God System
Chapter 251 : Satu pukulan, satu masalah


__ADS_3

Di kota, Qin Chen masih terdiam dengan menelan air liurnya sendiri, bagaimana bisa dirinya yang ingin menjadi pahlawan malah istrinya, dan putrinya yang akan menjadi korban.


'Sial! Kenapa jadi begini!'


Qin Chen masih mengamati pergerakan mereka berdua. Mungkin akan di ganggu oleh orang-orang disana, di tempat Qin Chen ia mengeluarkan sekarung emas di letakkan di sampingnya hingga mengagetkan orang-orang disana.


Wajah Qin Chen terlihat kesal, ia memakan sate buatannya paman tadi dengan ganasnya. "Paman berikan aku semua sate milikmu, dan uang ini jadi milikmu!"


Paman tersebut terkejut mendengar perkataan Qin Chen, dimana suara Qin Chen seperti orang yang sedang kesal menatap ke arah pemuda di sana, dimana sedang mendekati dua wanita cantik.


Paman itu lalu cepat-cepat menyiapkan semua sate yang ia jual untuk Qin Chen, dimana ia bergerak cepat untuk memasak semua sate tersebut.


"Awas saja jika dia berani menyentuh kulit istriku, ataupun selai rambutnya! Ku bunuh dia tanpa ampun!"


Qin Chen bergumam sendiri, disana ia masih menatap pemuda itu dengan niat membunuh, jika ia mengangkat tangannya saja, Qin Chen akan melesat menghantam pemuda itu hingga ke Istana.


***


Di sisi istrinya, ia berjalan bersama dengan Yin'er, dan di belakangnya ada Long Zhui Sang Naga Kuno yang menganti profesi menjadi tukang pembawa kereta kuda, dan juga pengawal istri dan putri Qin Chen.


Mereka berjalan sambil melihat kanan dan kiri, dimana istrinya berjalan sambil mengelus perutnya yang sudah membesar. Yin'er juga senang membantu ibu keduanya, atau ibu angkatnya berjalan.


"Terimakasih Yin'er,"


"Sama-sama, ibu ... Selama Yin'er ada, Yin'er akan merawat ibu ... "


Qiu Yu Ran tersenyum mendengarnya, mereka berjalan ke depan untuk mencari sesuatu yang bagus untuk mereka beli, dan lagi semua uang yang ada di tempat mereka adalah uang mereka sendiri.


Sampai sekarang, Qin Chen lupa membagikan harta karun untuk mereka, mungkin setelah ini ia akan membagikan secara merata untuk hasil harta karun.


Saat jalan di kota, mereka tiba-tiba di jagat oleh banyak orang-orang di hadapan mereka, orang-orang tersebut adalah bawahan pemuda yang berada di belakangnya.


"Hehehe ... Nona, bermainlah dengan kami untuk semalaman ... Kami akan memberikan kenikmatan yang tidak bisa kalian lupakan."


"Ternyata satunya sedang mengandung anak ... Sepertinya akan menjadi nikmat jika di santap yang sudah hamil ini ... "


Suara mereka membuat Qin Chen semakin kesal, melihat hal tersebut Qin Chen semakin cepat memakan sate tersebut.


"Tunggu saja! Akan ku cubit ginjal mereka semua!"

__ADS_1


Kembali ke tempat istrinya berada, dimana Long Zhui berjalan ke depannya dengan berdiri gagah berani melihat mereka semua.


"Lebih baik kalian pergi dari sini ... Jangan membuatku mengulangi kata-kataku!" Long Zhui mengatakan dengan suara tenang.


"Siapa kau? Kau hanya pemuda sampah! Bahkan tidak memiliki Aura!"


"Benar! Seorang sampah seperti kau berani sekali menyuruh Putra mahkota untuk pergi!"


Long Zhui hanya bersikap biasa saja, karena kekuatannya jauh di atas mereka sehingga hanya terlihat seperti seorang sampah, ia disana memandang mereka dengan tenang.


Putra mahkota lalu berjalan kedepan kehadapan Long Zhui, dimana ia menatap penuh dengan wajah kesal.


"Cepat minggir! Dan serahkan dua wanita itu ... Dan kau bisa pergi dengan selamat!" Ucap Putra mahkota dengan suara menghinanya.


Tidak ada jawaban dari pemuda di hadapannya, putra mahkota lalu berkata. "Kepung! Tarik dua wanita ke tempat biasa!"


"Baik bos!"


Mereka mengelilingi wanita Qin Chen dengan padangan liar, Long Zhui masih tenang belum melakukan tindak apa-apa, tugasnya adalah melindungi mereka berdua.


Sedangkan putrinya mengerutkan keningnya melih kebodohan mereka semua, sekarang ini ada dia yang dari Alam Surga, dan Long Zhui belum diketahui seberapa kuat.


Krakk!


Tulang-tulang berbunyi keras, Qin Chen lalu berkata pada paman penjual tersebut. "Terimakasih Paman, semua uang disana milikmu."


Qin Chen, lalu berjalan ke depan dengan wajah kesal, karena bocah tengil disana mengganggu istrinya, bahkan ingin melahapnya terlebih dahulu dengan wajah menjijikkan.


Boom!


Retakan besar di tempat ia pijaki sebelumnya, dengan cepat Qin Chen melesat ke arah pemuda tengil disana.


"Dewa Fisik!"


Tangan kirinya ia gepalkan dengan erat, ia tarik kebelakang dengan geram, lalu terbang dengan kecepatan tinggi mendekati pemuda tengil tersebut.


Mereka melihat ke arah Qin Chen yang melesat begitu cepat dengan tangan kirinya sudah seperti kesal. Istrinya menutup matanya karena akan mendapatkan banyak debu nantinya.


Dari sisi kanannya, Qin Chen mengarahkan pukulannya tersebut mengarah ke arah istana raja ibukota. Pada saat itu, pukulan Qin Chen mengenai wajahnya.

__ADS_1


"Mati!"


Boom!


Walaupun hanya terdengar satu kali ledakan, tapi ledakan tersebut membuat lingkaran besar nan panjang ke belakang menghancurkan setengah kota dala hitungan detik.


Saat ini, Qin Chen terbawa oleh sifat Dewa Asura, dimana ia sekarang sangat kejam untuk beberapa waktu kedepannya. Ketika kabut menghilang, orang-orang disana bisa melihat bekas pukulan Qin Chen melebihi ekspektasi.


Pukulan tersebut berbentuk 'u' dimana sangat panjang hingga membuat Istana Raja terlihat dari sana. Ledakan tersebut mengagetkan orang-orang dari berbagai kalangan.


Qin Chen telah melampiaskan kekesalannya, kini menghirup udara segar di sana. Istrinya melihat hal tersebut, ia menggelengkan kepalanya, dimana sifat kejam Qin Chen tidak bisa hilang.


Berjalan mendekati Qin Chen, ia lalu memeluknya dari sampingnya. Sekarang, Long Zhui membunuh mereka semua dengan jentikan jarinya. Ia bersikap tenang, karena di hadapan Qin Chen, dan juga sosok wanita di dalamnya.


Jika bukan karena mereka berdua, ia bahkan lebih kejam di bandingkan Qin Chen yang sekarang ini, mungkin tidak akan ada apa-apanya untuk sekarang ini.


"Qin Chen ... Sudah, aku baik-baik saja ... "


"Baiklah."


Meskipun masih kejam, Qin Chen masih bisa mengendalikan sifatnya. Ia mengelus kepalanya dengan lembut sambil tersenyum, "Apa kamu keluar Paviliun untuk jalan-jalan?"


"Benar, aku bosan di Paviliun, jadi aku pergi keluar untuk jalan-jalan bersama Yin'er."


"Baiklah, kamu jalan-jalanlah disini, aku akan menyelesaikan masalah yang aku buat ini ... "


Istrinya mengangguk paham, Qin Chen lalu mengeluarkan cincin penyimpanan tempat harta yang ia miliki sekarang ini, disana mereka bisa membeli apapun yang mereka inginkan.


"Itu adalah uang untuk belanja, gunakan uang itu, aku tidak mau mendengar penolakan apa lagi menggunakan uang kalian sendiri!" Qin Chen berbicara dengan nada marah namun sayang.


"Baiklah, apa kami boleh menghabiskannya?" Tanya Qiu Yu Ran dengan menggodanya.


"Tentu, habiskan jika bisa dihabiskan ... Jika sudah habis, aku akan memberikan lagi untuk dihabiskan ... " Balas Qin Chen dengan suara yang lembut.


Tentunya Qin Chen akan memberikan uang untuk dihabiskan semaunya, dimana uang itu akan ia berikan terus-menerus hingga bosan untuk menggunakan uang.


...


*Thanks You For Reading*

__ADS_1


__ADS_2