Supreme God System

Supreme God System
Chapter 238 : Memberikan Surat Wasiat!


__ADS_3

Pagi harinya, mereka berdua telah bangun dari tidurnya, Qin Chen yang semalam tidak tidur karena melihat gerak-gerik Sekte yang sering kali melihat ke arah kediaman Zu.


Kini, ia tengah terduduk di kursi dengan tenang, ia sekarang ini masih memandangi luar penginapan, dimana ada banyak orang-orang berkeliaran melakukan kegiatan seperti biasanya.


Saat kedua orang yang ia sayangi terbangun, mereka melihat Qin Chen masih duduk di tempat duduknya, dimana seperti tidak bergerak semalaman.


Qin Chen lalu berdiri mendekati mereka berdua yang baru saja bangun tidur, rambutnya yang berantakan membuat Qin Chen tersenyum, sebelumnya pergi menuju tempat kediaman Zu.


Mereka berdua meluruskan rambut mereka terlebih dahulu, setelah selesai dengan hal itu, Qin Chen dan yang lainnya turun kebawah dengan Qin Chen yang mengendong istrinya agar tidak kelelahan.


Tepat pada saat keluar penginapan, orang-orang dari keluarga Zu telah menunggu di depan penginapan. Mereka di perintahkan oleh Zu Turi untuk menjemput Pemuda yang berada di penginapan.


Saat keluar, Qin Chen hanya tersenyum tipis melihat orang-orang dari keluarga Zu sudah berada di sana. Mereka juga melihat seorang pemuda yang mengendong wanita cantik yang seperti orang yang sedang mengandung anak.


Karena bisa terlihat jelas di bagian perutnya yang membesar, Qiu Yu Ran melihat hal tersebut lalu melihat ke arah Qin Chen, dimana ia hanya tersenyum melihat orang-orang berada di hadapannya.


"Tuan Muda ... Nona Zu meminta kami untuk menjemput anda ... " Ucap salah satu prajurit di sana.


Qin Chen lalu berkata, "Ya ... "


Ia lalu pergi terbang menuju kediaman Zu, dengan diikuti oleh putrinya di sampingnya, dan para prajurit dari belakangnya. Dalam hal ini, Qin Chen belum menjelaskan kepada mereka berdua.


Setibanya Qin Chen di kediaman Zu, ia melihat banyak orang-orang disana sedang memperhatikan mereka bertiga, Qin Chen yang tahu siapa Zu Turi, ia hanya bersikap seperti rumahnya sendiri.


Mereka bertiga di tuntun masuk ke dalan sebuah ruangan, dimana terdapat para Panatua, dan satu wanita sedang duduk di tengah, dimana ia adalah kepala keluarga Zu.


Saat berada di dalam, Zu Turi melihat Qin Chen yang memiliki Aura yang sama dengan pria itu, ia sempat gemetaran, disaat perasaan yang sudah lama hilang kini kembali.


Qin Chen berjalan ke tengah-tengah ruangan, dimana mana di perhatikan orang-orang di dalam sekali lagi. Ia yang melihat itu, lalu menghela nafas dengan lembut menutup matanya, dan perlahan membuka matanya.


Seketika, Aura Qin Chen berubah menjadi gelap gulita menyelimuti dirinya, matanya memancarkan cahaya merah terang dengan sedikit taring tajam di giginya.

__ADS_1


Tersungkur!


Para Panatua yang awalnya menatapnya, kini tersungkur kebawah dengan hentakan kuat menghancurkan lantai. Putra, dan Putri mereka melihat hal tersebut menjadi ngeri.


Qin Chen lalu berkata. "Aku paling tidak suka melihat diriku dengan tatapan seperti tadi ... Apa lagi melihat istriku, dan putriku dengan tatapan tadi, aku akan membunuh kalian semua!"


Ia yang menekankan mereka agar tidak melihatnya seperti tatapan mata sebelumnya, kini menarik Aura gelap miliknya, perlahan sikap Qin Chen mulai tenang seperti air tanpa ombak.


Perlahan menurunkan istirnya di sampingnya, dengan Qiu Yu Ran memeluk tangan Qin Chen, seperti pertanda bahwa dia miliknya.


Zu Turi, ia lalu berdiri berjalan ke depan dengan pelan, di hadapannya ada pemuda yang berusia 18 atau 19 tahun.


Dengan penuh hormat, ia memberikan salam kultivator yang seperti sudah biasa dilakukan oleh kultivator abadi. Qin Chen melihat itu, ia juga membalasnya.


"Terimakasih, Tuan, karena sudah menolong saya malam itu ... " Ucap Zu Turi dengan suara ramah kepada Qin Chen.


"Tidak masalah ... "


Qin Chen duduk dengan menyenderkan kaki kanannya ke kaki kirinya, ia menyeduh teh hangat yang di hidangkan oleh mereka semua. Semua orang melihat hal itu, hanya bisa terdiam disaat tadi sudah merasakan kematian, walaupun hanya sebentar.


Ia lalu melihat ke arah Zu Turi, dimana memiliki penampilan yang memikat, meskipun dirinya telah berusia ratusan tahun. Bahkan, penampilan awet mudanya bisa dipertahankan hingga saat ini.


Sedikit menghela nafas, lalu Qin Chen bersuara di dalam ruangan. "Ada sebuah pesan yang dititipkan oleh ku untuk disampaikan kepada Zu Turi, aku tidak menyangka akan bertemu dengan orang itu disini ... "


Zu Turi tentunya terkejut mendengar perkataan Pemuda di sana, ia lalu melihat ke arahnya dengan serius. "Pesan? Kalau boleh tahu, pesan apa itu, Tuan ... "


Qin Chen lalu mengeluarkan sebuah kertas yang disana sudah tertulis pesan untuknya, dan Qin Chen lalu berkata. "Dalam kertas ini, seharusnya kamu akan tahu siapa yang membuat pesan ini ... "


Qin Chen melemparnya seperti melempar gasingan yang berputar hingga di tahan oleh dua jarinya disana. Disaat itu, Qin Chen tersenyum lalu kembali menyeduh teh hangatnya.


Istirnya, bahkan putrinya terdiam tanpa suara, mereka berdua bahkan saling memandang satu sama lainnya, karena tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Qin Chen.

__ADS_1


Zu Suwei berada di belakangnya, ia melihat Pemuda yang tidak sopan kepada ibunya sangat kesal, meskipun begitu, ia menahan dirinya karena dalam masa hukuman.


Dimana permasalahan ini di sebabkan oleh dirinya, ia yang membuat Sekte Immortal Song marah, dan ingin mengibarkan bendera perang terhadap keluarga Zu.


Sayangnya ia tidak tahu, bahwa di hadapannya adalah Qin Chen, Kaisar Chen yang membunuh para Dewa, dan menghilangkan seluruh Galaxy di bagian Utara Alam Semesta.


Pada saat ia membuka surat tersebut, pandangan langsung berubah, air matanya menetes kebawah membasahi wajah cantiknya.


Ia mengenali tulisan yang ia lihat sekarang, karena tulisan itu sangatlah jelas bukan seperti mimpi belaka yang membuat ia harus mengingat kejadian ratusan tahun lalu lamanya.


Zu Turi membaca isi surat tersebut dengan genangan air matanya terus mengalir kebawah, dimana para Panatua melihat hal tersebut menjadi bingung, sekaligus terkejut.


Sama halnya dengan mereka berdua, sedangkan untuk Qin Chen sendiri, ia hanya tersenyum tipis dengan air teh terus masuk ke dalam tenggorokannya dengan membasahi sekujur jalur.


Selang beberapa menit membaca surat itu, ia lalu melihat ke arah Qin Chen, dimana ia dikenalkan oleh surat tersebut, bahwa yang mengantarkan surat tersebut ada putranya dari istri pertamanya.


Ia melihat Qin Chen sekarang ini, perlahan tersenyum. Meskipun Zu Turi, dengan ayahnya Qin Chen tidak bisa bersama, tapi hatinya tidak pernah berubah maupun berpaling dengan pria lain.


Dalam hidupnya, hanya ada satu pria di dalam hatinya hingga maut memisahkan dirinya. Ia disana lalu berbicara. "Terimakasih, Qin Chen, karena sudah mengantarkan surat ini jauh-jauh kesini ... "


"Tidak masalah ... Karena aku juga sedang jalan-jalan di Alam ini untuk menghibur istriku, jika sudah selesai, aku akan melanjutkan perjalananku ... "


"Jadi begitu ... Anggap saja kediaman ini, Kediaman mu juga ... Tinggallah disini, dibandingkan di penginapan, lebih baik kamu, istrimu, dan juga putrimu tinggal disini ... "


Qin Chen tersenyum tipis, ia memang berencana tinggal di rumah istri tiri ayahnya, dimana tinggal untuk beberapa hari saja, sebelumnya dia pergi melanjutkan perjalanan.


"Jika sudah di paksa, akan tidak baik kalau menolaknya ... Aku akan tinggal disini untuk beberapa hari kedepannya ... " Balas Qin Chen dengan ramah.


"Baguslah ... "


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2