Supreme God System

Supreme God System
Chapter 316 - Istana Roh


__ADS_3

Alam Roh, Istana Roh


Alam Roh kini dipimpin oleh seorang Ratu Roh yang tidak diketahui siapa dia sebenarnya, namun Qin Chen merasa bahwa dia sangat dekat dengan dirinya di masa lalu.


Saat mereka sampai di Istana Roh, pasukan Istana melihat kedatangan Qin Chen kini mengangkat senjata mengira bahwa Qin Chen adalah musuh, lantas Qin Chen melihat itu, ia menatap mereka semua dengan tatapan mata yang tajam.


Boom!


Mereka di tekan oleh kekuatan yang besar dari atas, bahkan satu Istana, kini Qin Chen buat goyang hingga membuat kepanikan di dalam sana. Qin Changyi melihat reaksi ayahnya saat di angkat senjata mereka, kini dia paham bahwa ayahnya datang dengan baik, namun mereka pikir adalah musuh.


Pelayan itu ikut tertekan, ia melihat ke arah Qin Chen dengan tatapan mata yang gemetaran, sudah cukup bagi dia di tekan sebelumnya. Kini dia tidak mau mendapatkan hal tersebut.


"Tu- Tuan, tolong tenangkan diri Tuan."


"Hoo ... Mereka semua yang memulai, jadi jangan harap aku tenang sampai mereka belum mati!"


Saat mengatakan itu, Qin Chen semakin menekan mereka semua dengan energinya. Tidak ada yang bisa berdiri disana, kepala mereka menyusup ke dalam tanah karena tidak bisa mendongkrak ke atas.


Tiba-tiba, suara seorang wanita terdengar di gendang telinga Qin Chen, dimana ia sekarang ini berada beberapa meter di atas lantai Istana Roh.


"Qin Chen, tolong tarik kembali Aura milikmu, kamu menakuti orang-orang di Istana Roh. Masuklah kedalam,"


"Baiklah, aku tidak tahu siapa kau sebenarnya, karena kau mengenal namaku, pasti kau salah satu orang yang aku kenal."


Qin Chen lalu menurunkan Aura miliknya, dan turun kebawah dimana sambil menurunkan putranya dengan lembut. Pelayan tersebut kini bisa mengambil napas kembali, sedari tadi ia tidak bisa bernapas karena tekanan tersebut.


Ia lalu berjalan kedepan sambil melihat ke arah orang-orang yang kini terbatuk-batuk di lantai sambil memukul-mukul dada masing-masing.


"Sekali lagi kalian bersikap baik padaku, jangankan Ratu Roh, Dewa Alam Surga tidak akan mampu membuat amarahku tenang."


Mereka berdua masuk ke dalam melalui pintu yang besar di depan mereka. Pintu tersebut lebih besar dibandingkan pintu yang pernah Qin Chen temui di masa lalu.

__ADS_1


Mendorong pintu tersebut dengan energi, tiba-tiba suara pergerakan pintu terdengar saat pintu mulai terbuka. Perlahan pintu terbuka membuat Qin Chen tersenyum, dan mereka berdua masuk kedalam dimana Qin Chen memegang tangan putranya.


"Jika di dalam memang terjadi pertarungan, tetaplah di belakang ayah, jika kamu terluka disini, ayah pasti akan terkena marah dengan ibumu."


"Baik,"


Masuk kedalam dengan berjalan kaki, Qin Chen melihat kanan dan kirinya hanya terdapat lorong yang panjang di lalui mereka berdua. Qin Changyi kini berjalan sambil melihat kanan dan kiri, ia mengamati setiap sudut ruangan dengan matanya.


***


Di ruangan, tepatnya di tahtanya Kaisar Roh, kini di tempati oleh Ratu Roh yang belum diketahui pasti siapa di sebenarnya. Dia duduk dengan kaki kanannya di tumpuk di kaki kirinya, menyenderkan kepalanya dengan tangan kanannya.


"Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu telah tiba," Suara seorang wanita terdengar di ruangan tersebut, ia dengan senyuman tenang namun mengandung kebencian.


"Penjelasan tentang masa lalu, kenapa dia meninggalkanku di sana ... "


Wanita itu sedikit mengertak giginya dengan keras, ia benar-benar telah di masukin oleh iblis yang sangat kuat. Melihat kebawah dari atas tahtanya, di sekelilingnya bintang-bintang di Alam Roh bercahaya terang.


Sedangkan Qin Chen, ia melihat seorang wanita tengah duduk di atas tahtanya yang melayang, seolah-olah ia menatap rendah mahkluk hidup di bawahnya.


Namun, wanita itu melihat Qin Chen, ia benar-benar tidak bergerak sama sekali melihatnya. Jika dia orang yang dikenalnya, sudah jelas bahwa dia akan berlari mendekati Qin Chen.


Qin Chen di dalam sana, ia melihat wanita tersebut, kini pikirannya mengalir deras saat pertama kali melihatnya. Tidak tahu apa itu, yang jelas kenangan tersebut seolah-olah telah menghilang dalam ingatannya.


Mereka berdua berjalan di tengah-tengah ruangan, dan berhenti disana. Melihat ke atas, dimana sosok wanita itu berada, Qin Changyi merasa takut melihat wanita di depannya.


Wanita itu menggunakan pakaian serba merah, dengan dua tanduk di sampingnya berbentuk sempurna. Matanya berwarna kuning cerah, seolah-olah seperti matahari menyala terang.


"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Qin Chen dengan langsung ke intinya.


Wanita itu terdiam, dia menundukkan kepalanya dengan tawa kecil berserta sedih terkandung dalam tawanya. Qin Changyi langsung mengerti tanda tawa tersebut.

__ADS_1


Dengan perlahan mengangkat kepalanya ke atas dan mulai bersuara. "Apa kamu tidak ingat denganku? Dengan semua kenangan yang selama ini?"


"Tidak, siapa kau sebenarnya? Jika kau adalah orang yang ku temui di masa lalu, aku pasti mengingatnya dengan baik."


"Ternyata benar, kamu telah melupakan semuanya ... Aku mengira bahwa kamu akan mengingatnya, Terimakasih banyak sudah membantuku sebelumnya ...


Dan Terimakasih banyak sudah membantu keluargaku sebelumnya, kini aku sudah menyampaikan apa yang seharusnya aku sampaikan dulu, namun aku telat dan kehilanganmu ... "


"Tunggu! Apa maksudnya ini? Bisa kamu jelaskan padaku, siapa kau sebenarnya? Agar aku bisa mengingat semuanya dengan jelas."


"Tidak ada yang perlu di jelaskan, biarkan masa lalu menghilang dan masa kini akan memulainya dari awal, dan akhir ... Tidak semua di masa lalu harus di ingat, dan tidak semua yang dimiliki akan abadi ... "


"Aku tahu, tidak semuanya akan abadi, namun jika kau berkenan menjelaskannya padaku, aku akan merasa senang ... Ada beberapa kenangan yang memang menghilang dalam pikiranku, ini disebabkan karena pertarungan dan kekuatan yang membuat sebagian ingatanku terhapus ...


Jika kau berkenan, aku benar-benar berterimakasih kepadamu, mungkin dari kenangan itu aku bisa mengingat sesuatu yang mungkin berharga ataupun sangat berharga bagiku."


Wanita itu tertegun mendengarnya, mengingat bahwa semuanya berawal dari dirinya sehingga Qin Chen berubah menjadi seorang Iblis, mendengar permintaannya yang tulus, wanita itu benar-benar menampilkan ekspresi wajah yang sedih, namun di tutupi oleh Aura Iblis yang hebat.


Namun, ia tidak ingin membicarakan tentang masa lalu, karena terlalu pahit baginya untuk menjelaskan kepada Qin Chen.


"Aku tidak ingin membahas masa lalu, sungguh kenangan yang pahit bagi diriku, dari pada mengenang kenangan lama, lebih baik mengenang kenangan baru yang akan di dapatkan ...


Hujan tidak selamanya akan turun di satu tempat, dia akan mencari tempat lain untuk mendapatkan kenangan indah, tidak selamanya aku harus berada di masa lalu, jika masa depan begitu sempurna lebih yang dibayangkan."


Qin Chen terdiam mendengar perkataan wanita di depannya. Ia benar-benar tidak bisa mendapatkan apapun dari ini, kini ia hanya bersikap tenang layaknya seorang kaisar.


Putranya mengamati dari matanya, melihat bahwa wanita tersebut memiliki hubungan baik dengan ayahnya. Namun, dia seperti menyembunyikan semuanya.


...


*Thanks You For Reading*

__ADS_1


(Drama :V )


__ADS_2