Supreme God System

Supreme God System
Chapter 186 : [PMP] Kehancuran Istana Surgawi! (26)


__ADS_3

Sanga Naga kuno yang tersegel, ia tidak bisa melakukan apa-apa disana. Karena segel tersebut, sangatlah kuat. Bahkan penguasa surga akan sangat sulit untuk menghancurkannya.


Qin Qui yang menyegelnya karena untuk menutup mulutnya, agar naga itu tidak memberitahu identitas sebenarnya Qin Qui.


***


Di tempat Qin Chen yang kini tengah terbang menuju Istana tersebut, sekarang ia benar-benar akan menyelesaikan masalah dibumi. Setelah selesai semua masalah, ia akan pergi melanjutkan menguasai Alam Immortal rendah.


Meskipun bumi memiliki beberapa Sekte besar, tapi dengan hancurnya pusat kekuasaan dan kekuatan di Bumi. Maka seluruh dunia akan gempar mendengar berita tentang kehancuran Istana Surgawi.


Ia yang terbang dengan cepat menuju Istana Surgawi, kini Qin Chen telah sampai di sana. Ia melihat Istana yang cukup megah untuk sekelas semut rendahan seperti mereka.


Qin Chen lalu turun kebawah, ia turun untuk menghabiskan mereka semua secara satu-persatu. Karena, Istana yang berada di depannya bisa digunakan dimasa depan jika ia ingin kembali ke Bumi.


"Keluarkan pedangku.."


[ Baik Tuan. ]


Ia memegang sebuah pedang yang baru saja ia minta oleh Qin Qui, kini Qin Chen yang berada di hadapan Istana Surgawi, ia mulai melesat untuk membantai seluruh orang di dalam.


Qin Chen masuk ke dalam, saat di dalam ia melihat banyak orang-orang yang tengah berjaga-jaga disana. Tanpa pandang bulu lagi, Qin Chen melesat dengan cepat memotong semua orang di sana.


Srash! Srash!


Sayatan demi sayatan terdengar di gendang telinga, Qin Chen membantai orang-orang disana tanpa memperdulikan apapun. Karena Istana Surgawi sangatlah banyak orang, jika satu mati, maka seluruh orang disana melawan Qin Chen.


Sedangkan orang-orang disana melihat Qin Chen yang membunuh kultivator Immortal, mereka semua kesal sekaligus marah terhadap Qin Chen yang tiba-tiba datang, lalu ia langsung main bakuhantam kepada mereka.


"Bunuh bocah sialan disana cepat!"


"Serang!"


Ribuan semut berlarian menyerang Qin Chen yang tengah berdiri di sana, ia melihat mereka semua yang semangat untuk mati, kini membuat Qin Chen sangat senang.


"Tarian pedang!"


"Sky flower!"


Banyak serangan yang di keluarkan oleh mereka bersama-sama untuk menghabiskan Qin Chen seorang, saat Qin Chen melihat sebuah serangan, kini ia melontarkan sebuah serangan juga.


"Pemecah langit peri!"

__ADS_1


Tebasan Qin Chen melesat dengan kecepatan tinggi menghantam mereka semua yang berada di hadapannya. Sebuah serangan seorang Dewa, kini tengah menghantam sekumpulan semut yang tidak tahu Langit.


Swoosh!


Hembusan angin menghujani mereka semua, mereka terdorong kebelakang dengan sebua kilatan serangan Qin Chen.


Boom!


"Arrkk!"


Teriakan-teriakan mereka menggema di Istana Surgawi, dimana Pemimpin Istana Surgawi mendengar semua teriakan mereka. Tanpa peduli sekitar, bangunan-bangunan mulai hancur menjadi puing-puing peninggalan.


Qin Chen terus maju membantai sekawanan semut yang menyerangnya, tebasan-demi tebasan kini Qin Chen lontarkan. Ia menyerbu masuk kedalam istana untuk menghabiskan orang-orang disana.


Boom!


Duarr!


Ia menerjang pintu masuk Istana dengan sangat keras, pada saat ia melangkahkan kakinya masuk kedalam. Tiba-tiba sebuah serangan melesat ke arah Qin Chen.


Wushh!


Dengan sigap dirinya melesat kembali ke arah orang yang menyerangnya barusan, mereka semua yang melihat kecepatan Qin Chen yang tidak bisa diikuti dengan kedua mata mereka, kini dengan terdiam. Mereka semua melihat Qin Chen yang sudah di dekat orang tersebut.


Wushh!


"Arkkkkk!"


Kecepatan tangannya menyerang kepala orang tersebut dengan mengarahkan ke tanah, dimana akan terjadi sebuah ledakan besar nantinya.


Qin Chen lalu menghantam kepala orang tersebut dengan kecepatan biasanya. Hingga keheningan terjadi di dalam ruangannya.


Boom!


Duarr!


Suara ledakan tersebut sudah meledakan sebesar wilayah di sekitarnya, lubang kehancuran itu belum seberapa dibandingkan dengan lubang kehancuran di benua Timur, tepatnya di Alam Rendah yang dimana Qin Chen hancurkan di bagian Timur.


Saat ledakan itu terjadi, orang-orang didalam sana kabur dengan kemampuan mereka untuk menjauh dari tempat kejadian. Meskipun ada beberapa orang yang mati terkena ledakan besar tersebut.


***

__ADS_1


Di atas langit, orang-orang yang selamat dari ledakan tersebut, termasuk pemimpin di Istana Surgawi tersebut. Kini mereka semua melihat kehancuran besar disana membuat mereka semua terkejut, sekaligus marah dengan orang yang menyerangnya.


"Bajing*n mana yang berani menyerang!" Teriak Pemimpin Istana.


"Tuan.. tolong tenangkan amarah anda.." Balas pria disampingnya dengan tubuh gemetar. Ia yang melihat kekuatan Qin Chen melebihi Pemimpin didepannya, ia hanya bisa terdiam untuk menenangkan Pemimpin Istana.


"Tenang? Kau bilang aku harus tenang! Disaat aku diserang!"


Pemimpin Istana yang menjawabnya dengan suara yang kasar, ia seperti sedang merendahkan bawahnya yang tengah menenangkan dirinya.


Tanpa ada yang melihat Qin Chen, ia yang sekarang ini tersenyum licik di bawah lubang besar tersebut. Dengan satu gerakan dari kakinya, ia melompat dengan kecepatan tinggi.


Boom!


Qin Chen melompat ke arah Pemimpin Istana yang tengah mengomentari bawahannya. Tanpa mereka sadari, Qin Chen yang melompat dengan cepat, kini ia menerjang Pemimpin dengan kakinya.


Bang!


Wushh!


Pemimpin Istana terlempar ke daratan yang jauh hingga beberapa ribu Mil jauhnya dari tempat mereka berada, ledakan-ledakan terus terang akibat hantaman tubuhnya.


"Sekarang giliran kalian semua!"


Sebuah kalimat kematian terdengar di pikiran mereka, kini Qin Chen menggunakan pedang yang ia pegang di tangan sebelah kirinya, ia lalu menebas mereka satu-persatu.


Srash! Srash!


Suara tebasan terdengar nyaring, dengan darah merah yang jatuh bagaikan hujan dari langit. Tubuh mereka semua terbelah menjadi dua bagian. Tidak lupa dengan harta, Qin Chen mengambil harta mereka semua dengan memasukan kedalam inventory.


Qin Chen yang tengah melayang disana, ia melihat kehancuran yang sudah ia sebabkan, jika sekali lagi ia menghancurkan seperti itu. Bisa dipastikan, ia akan menghancurkan Bumi.


Ia melihat ke arah dimana Pemimpin Istana yang terlempar, dengan kecepatannya ia menuju kesana untuk mengambil harta-harta miliknya, tidak peduli mau rendah ataupun tinggi. Karena semua pilihan tergantung pada Qin Chen.


Setibanya disana, Qin Chen kini turun dengan pelan, ia yang telah menyentuh tanah mulai beraksi mengambil barang-barang milik seorang Pemimpin Istana.


Barang-barang miliknya mulai tertarik masuk ke dalam inventory, setelah selesai memasukan Sem barang rampasan. Sekarang Qin Chen melenyapkan Pemimpin Istana dengan api kegelapan miliknya.


Biasanya saat Qin Chen membantai orang-orang, maka sistem akan terus berdering terus. Tapi kebelakang ini, suara itu tidak terdengar lagi, apa karena penghitungan orang yang dibunuh di tingkat rendah, membuat deringan sistem tidak bersuara.


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2