
Di ruangan itu, mereka berdua mengobrol dengan pembicaraan ringan, dimana tidak melibatkan konflik yang menyusahkan, sambil menunggu putrinya selesai bermeditasi untuk mempelajari kekuatan yang Qin Chen berikan.
Melihat bahwa malam semakin larut, Qin Chen meminta Su'er untuk tidur terlebih dahulu, karena Qin Chen akan menjaga mereka berdua dari orang-orang yang ingin menyakiti mereka.
"Su'er, kamu tidurlah terlebih dahulu.. aku akan menjaga sekitar sini untuk berjaga-jaga jika ada orang yang merepotkan.." Ucap Qin Chen dengan lembut kepada Su'er.
"Hmmm.. jangan sampai kelelahan.."
Membalasnya dengan senyuman adalah yang paling tepat sekarang ini, Su'er yang melihat senyuman Qin Chen, ia lalu berjalan menuju tempat tidur yang hanya muat untuk 2 orang saja.
Disana ia mulai tidur dengan lelap, ia tidak meninggalkan Qin Chen yang tengah duduk d kursi dekat jendela, Qin Chen yang sedang duduk disana, ia menatap keluar jendela dimana langit menunjukkan bintang-bintang.
"Alam Immortal tertinggi! Sebentar lagi aku akan kesana! Dan untuk para Dewa, kalian tunggulah kematian kalian!" Gumamnya.
Qin Chen yang duduk di kursi, ia lalu bermeditasi untuk menunggu pagi tiba, dan tentang yang ia minta kepada Su'er sebelumnya, Qin Chen hanya bercanda dengan Su'er, karena ia bukanlah tipe laki-laki yang langsung menyantapnya dengan sekali berbicara.
Meskipun Qin Chen sedikit jahat, karena ia berbohong kepada Su'er tentang sebelumnya, karena bisa di lihat dari raut wajah Su'er yang sekarang ini.
Su'er yang tidur dengan wajahnya yang menahan sedihnya atau lebih tepatnya ia sedang kecewa. Meksipun ia berpikir nantinya bukan menjadi istri Qin Chen, setidaknya ia bisa bersamanya meskipun hanya sebatas teman.
Qin Chen yang menyadarinya dari tadi, ia hanya bisa diam untuk sementara. Sekarang ini, ia ingin mencari harta karun untuk menghilangkan pikirannya yang penuh di kepalanya.
'Qin Qui, apa kamu memiliki peta harta Karun lagi? Kalau sebelumnya, aku akan mengambilnya dengan cara berjalan ke arah yang sama..'
[ Reruntuhan dungeon kuno, tempat para monster iblis tinggal, disana terdapat harta yang mungkin akan membuat Tuan tertarik. ]
'Dimana itu? Berikan saja padaku semua peta harta karunnya.. aku akan mengambil semua harta karun.'
[ Baik, Peta dungeon kuno, peta reruntuhan pemakaman, peta istana laut, peta perpustakaan kuno, dan peta istana langit Immortal. ]
[ Semua peta yang Qin Qui berikan, mereka memiliki harta-harta yang sangat berharga, apa lagi peta perpustakaan kuno, dimana perpustakaan tersebut memiliki setidaknya Miliran buku seni bela diri mulai dari terendah hingga tertinggi. ]
[ Semua peta yang Qin Qui berikan, awalnya adalah peta di Alam Surga, tapi karena suatu kejadian di masa lampau, hingga membuat semua tempat di peta terlempar ke Alam Immortal, maupun Alam Rendah. ]
__ADS_1
'Jadi begitu, berarti tempat ini seperti berpindah tempat seperti tempat sebelumnya.. tapi kenapa bisa? Apa ada sebua Artefak Ruang dan Waktu, untuk memindahkan tempat sebesar itu?'
[ Kemungkinan besar ya, dan kemungkinan besar salah, karena artefak Ruang dan Waktu hanya di miliki Penguasa di Alam Surga, meskipun Phoenix Ice adalah Penguasa Alam Surga di wilayah Alam Phoenix, tapi ia hanya memiliki Artefak lainnya. ]
'Jadi begitu, baiklah aku tidak mempertanyakan hal tersebut, aku hanya ingin peta harta karun saja,"
[ Baik Tuan. ]
Qin Chen yang sudah mendapatkan banyak peta harta karun tanpa mengeluarkan sebuah Poin Tukar, karena Qin Chen sudah menghabiskan banyak Poin Tukar.
Kini ia bermeditasi dengan mempelajari tentang elemen Phoenix Es, setidaknya ia sebagai suami dari Dewi Phoenix Es dan ayah dari putri Phoenix es ia harus menghapal kekuatannya.
Karena tidak mungkin, Qin Chen hanya menggunakan kekuatan api miliknya, disana ia mempelajarinya sampai pagi hari tiba.
Pagi harinya.
Qin Chen yang masih bermeditasi dengan Aura dingin di sekelilingnya, Aura itu tidak meluas melainkan berkeliling di sekujur tubuhnya. Su'er yang telah bangun dari tadi, ia melihat Qin Chen yang bermeditasi dengan aura dingin di tubuhnya.
"Apa ayah sedang mempelajari elemen es seperti ibu? Mempelajari kekuatan Phoenix Es.." Ucapnya yang baru saja selesai belajar.
"Yin'er sudah selesai.."
"Benar bibi Su'er, tapi Yin'er masih sedikit mengetahui kekuatan yang mengerikan diberikan ayah." Ujarnya dengan lembut.
Su'er tertegun dengan perkataan Yin'er, karena ia mengatakan kekuatan mengerikan yang ia dapatkan dari ayahnya, ia yang sekarang masih melihat Qin Chen yang masih di selimuti es di sekujur tubuhnya.
Saat mereka melihat Qin Chen, tiba-tiba suara ledakan dan hembusan angin yang sedikit berhembus kencang terjadi.
Boom!
Wushh!
Qin Chen yang semalaman di bantu oleh Qin Qui mempelajari kekuatan Phoenix Es, ia yang sekarang melayang sedikit ke atas di dalam ruangan.
__ADS_1
Saat ia membuka matanya, cahaya merah terang di sebelah kanannya terpancar di dalam ruangannya. Sedangkan di sebelah kirinya, matanya berubah menjadi putih seputih salju, matanya memancarkan cahaya putih dengan disertai dingin yang hebat.
Wajahnya semakin putih dan halus, matanya terlihat dingin memandang sekitarnya, senyumannya bagaikan iblis yang terselimuti oleh es yang membeku.
Dai atas, Qin Chen turun kebawah dengan tenang, ia melihat tangannya sendiri karena merasakan perubahan besar yang terjadi di dalam tubuhnya.
"Mataku yang kiri sangat dingin, dan sebelah kanan terasa sangat panas, seperti unsur gabungan Yin dan Yang." Ucapnya dengan pelan.
Qin Chen yang telah menyentuh lantai, ia lalu duduk dengan meletakkan kaki kanannya ke atas kaki kirinya, ia duduk dengan menyenderkan kepalanya ke atas telapak tangannya.
'Qin Qui, apa penampilanku bisa kembali seperti sebelumnya? Karena aku seperti orang gila dengan mata yang berbeda..'
[ Tenang saja Tuan, saat tubuh Dewa Asura meningkat, penampilan Tuan akan kembali. ]
Mendengar hal tersebut, Qin Chen menjadi lebih lega karena penampilan lamanya bisa kembali, ia sebenarnya lebih menyukai penampilan sebelumnya karena terlihat sangat mendominasi ketimbang penampilan yang di gabungkan dengan kekuatan es.
Qin Chen yang melihat putrinya sudah sedikit mempelajari kekuatan yang ia berikan, kini ia tersenyum senang dengan hasilnya, meksipun belum sepenuhnya ia kuasai tapi dengan kekuatan tersebut, putrinya sudah bisa membakar sesuatu dengan kekuatan Qin Chen.
"Baguslah, putri kecil ayah sudah mempelajari sedikit kekuatan yang ayah berikan, dengan belajar sedikit demi sedikit, maka putri kecil ayah bisa menyusul Ayah dan ibu, cepat atau lambat." Ucap Qin Chen sambil memberikan semangat.
"Hehehehe.. karena kekuatan yang ayah berikan sangat mengerikan, jadi Yin'er sangat kesulitan untuk mempelajarinya.." Ujarnya sambil berlari memeluk ayahnya.
Mendapatkan seorang putri manja membuat Qin Chen tersenyum, karena ia memang ingin mendapatkan seorang putri yang manja seperti putri kecilnya.
Dengan lembut ia mengelus kepalanya, disana Qin Chen melihat Su'er yang sedang berdiri di depannya, "Selanjutnya, sebelum pergi ke Alam Immortal tertinggi, dan menghancurkan Kekaisaran, kita akan mencari harta karun di bintang ini.."
"Baik Ayah.."
Mereka bertiga yang telah di ruangan beberapa menit, kini mereka memulai perjalanan mencari harta karun yang Qin Chen tunjukkan sebelumnya di ruangan.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1