
Bintang Fairy Demon, Hutan Apel
Di kedalaman hutan, bisa terlihat seorang wanita yang tengah terduduk di atas tanah, disana energi murni mengelilinginya seperti air yang mengalir berputar di satu tempat, dimana tempat itu adalah si wanita tersebut.
Sedangkan di dekat wanita tersebut, terlihat seorang pemuda yang sedang duduk sambil mencemili buah apel yang tidak tahu dapat darimana, yang jelas di atas kepalanya adalah pohon apel.
Qin Chen yang masih duduk dengan mencemili buah apel, ia sambil mengobrol dengan Qin Qui sambil menunggu Su'er selesai berkultivasi. Jika ia berhasil berkultivasi, jadi ia bisa membantu Qin Chen untuk menghabiskan seluruh bawahan Kaisar.
'Berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan, karena aku sudah menghabiskan 1 bulan terbaring di tempat tidur, 3 hari bersama istri, dan 3 hari datang di bumi'
[ Jika Tuan datang ke setiap bintang, lalu menyerang langsung Kaisar, Tuan akan membutuhkan waktu kisaran 1 minggu untuk menyelesaikan seluruh Alam Immortal rendah. ]
[ Jika Tuan berpetualang di setiap bintang, dan menyerang kaisar, Tuan akan membutuhkan waktu kisaran 3 Minggu, atau 1 bulan penuh, itupun belum di potong waktu berapa hari Tuan berpetualang. ]
Qin Qui menjelaskan kepada Qin Chen tentang waktu yang akan dihabiskan Qin Chen, ia yang mendengar semuanya, kini ia berpikir sejenak untuk membagi beberapa waktu agar tidak melebihi satu bulan.
Pada saat Qin Chen berpikir di bawah pohon apel, suasana disekitarnya berubah menjadi hawa membunuh yang keluar dari dalam tubuh Su'er, Qin Chen yang merasakan hal tersebut, ia lalu menoleh ke arah Su'er dan.
Boom!
Suara ledakan dalam diri Su'er terdengar di telinga Qin Chen, Su'er yang kini tengah menerobos tingkatan yang mungkin jauh lebih tinggi, karena di wilayah tempat mereka berdua singgah memiliki energi murni yang padat.
Meskipun bintang ini memiliki energi murni, tapi dari namanya saja sudah bisa di bayangkan, mungkin seluruh mahkluk hidup disini adalah Immortal dengan hati iblis atau jahat.
Qin Chen yang tadi duduk, ia lalu berdiri dengan berjalan kaki mendekati Su'er yang sedang berkultivasi.
"Baru beberapa menit berlalu, Su'er sudah bisa menerobos.. Hem.. Hem.. pantas mendapatkan gelar murid genius pada masa SMA." Gumamnya sambil memperhatikan basis kultivasinya.
Ia masih menunggu sampai tingkat mana basis kultivasinya akan naik, jika kultivasinya naik melewati ranah Alam Rendah, bakat seperti itu jangan disia-siakan dan harus di tanamkan benih yang hebat kelak nantinya.
__ADS_1
Energi dari pohon apel terus mengalir masuk ke dalam tubuh Su'er dengan selaras angin di sekitarnya, aliran energi tersebut membentuk sebuah aliran sungai yang membuat daun-daun di sekitar bergoyang.
Menit demi menit telah berlalu, Qin Chen yang dari tadi hanya berdiri di depannya menunggu kapan selesai, karena ia sudah menghabiskan 67 buah apel yang baru ia sadar, bahwa di atasnya ada banyak sekali apel.
Saat menyadari bahwa ada banyak apel di sekitarnya, ia meninggal Su'er sebentar untuk merampok semua apel di hutan agar ia tidak kerepotan mencari buah apel, jika ia ingin memakannya.
Swoosh!
Kilatan cahaya menembus langit dengan berdiameter 10 kilometer dari tempat Su'er duduk, cahaya itu menjulang seperti pedang yang mendominasi bintang tersebut.
Qin Chen yang melihat itu, ia tercengang karena pada saat ia berkultivasi tidak pernah seperti itu untuk pertama kalinya berkultivasi, tapi ia malah mendapatkan kesengsaraan yang menyebalkan baginya.
[ Ding! Dong! ]
[ Terdeteksi tubuh Peri Langit, Tubuh peri yang mendominasi langit-langit berbintang pada masa lampau, dengan sebuah lambaian tangan bisa menghancurkan semesta. ]
Mendengar penjelasan Qin Qui, lantas Qin Chen yang berada di sana semakin tercengang, dan juga terkejut.
[ Su'er, ia memiliki tubuh Peri Langit, kemungkinan besar ia adalah keturunan langsung dari Peri Langit. ]
Jderr!
Hatinya seperti kesambar petir yang langsung main bakuhantam di dalam, Qin Chen lalu melihat ke arah Su'er yang masih berkultivasi di depannya, ia perlahan-lahan menghela nafasnya dengan panjang.
"Haa...." Hela nafas Qin Chen, "Su'er yang sekarang memiliki kemampuan yang hebat, identitas aslinya sudah jelas kalau keturunan Peri Langit, sedangkan aku? Aku pemuda yang tersesat, lalu terlantar di bidak bintang yang tidak tahu dimana sekarang..." Gumamnya yang mengeluh karena identitas dirinya belum ia ketahui.
[ Jika Tuan ingin mengetahui lebih lanjut, Alam Surga adalah kunci awal untuk mengetahui siapa Tuan sebenarnya, tapi saya sarankan untuk Tuan berjalan pelan dari Alam Immortal lalu naik ke Alam Surga, karena jika Tuan berjalan terlalu cepat, Tuan akan merasakan sesuatu yang aneh akan terjadi.. ]
Qin Chen semakin lama, ia semakin bosan mendengar Alam Surga. Setiap yang penting baginya, pasti ada di Alam Surga, kenapa tidak di Alam lainnya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi di Alam Surga, dan apa misteri Alam Surga, hingga membuat semua misteri yang aku dapatkan dalam perjalanan, semuanya menuju Alam Surga.." Balas Qin Chen dengan nada sedikit kesal.
[ Karena Alam Surga adalah tempat dimana asal muasal terciptanya Alam Semesta, Langit dan Bumi, mahkluk hidup, Hukum, legenda, misteri dan hal lainnya. Semuanya berada di Alam Surga. ]
Tidak berbicara adalah satu-satunya yang harus di ambil Qin Chen, karena ia sudah tidak kuat mendengar kata Alam Surga, tapi jika sebatas ini, ia semakin penasaran dengan Alam Surga tersebut.
"Sudahlah, aku akan melindungi Su'er, jika Peri Langit terdahulu masih hidup dan menginginkan Su'er, tidak peduli sekuat apa dia, karena aku sudah berjanji pada paman dan bibi untuk melindungi Su'er.." Ucap Qin Chen dengan serius.
[ Baiklah Tuan. ]
Qin Chen yang sekarang melihat Su'er yang masih berkultivasi, tidak berselang lama dari Qin Chen selesai berbicara dengan Qin Qui. Su'er mulai membuka matanya dengan perlahan-lahan, cahaya yang keluar dari matanya membuat Qin Chen menjadi silau.
Ia tidak bisa melihat Su'er yang sekarang ini, hingga beberapa menit berlalu, cahaya tersebut mulai meredup dengan perlahan.
Wushh!
Hembusan angin menerbangkan rambut panjangnya kesamping, dengan tanda peri di dahinya. Qin Chen yang perlahan melihat Su'er, ia terkagum dengan perubahan Su'er yang sangat cepat ini.
Tubuhnya penuh dengan cairan unggu yang dimana itu adalah racun-racun yang keluar dari dalam dirinya, Qin Chen yang melihat itu, ia lalu berjalan mendekati Su'er.
"Qi-Qin Chen..." Gugup Su'er.
Qin Chen lalu menggendong, dan melesat pergi ke tempat danau yang ia temui saat merampok apel-apel di hutan tersebut. Tidak tahu kebun siapa, tapi yang jelas sekarang ini mereka berada di tengah hutan.
Su'er hanya terdiam melihat Qin Chen tiba-tiba membawanya, saat Qin Chen sampai di tepi danau, ia turun dengan pelan dan menyentuh tanah disana.
"Kamu bersih-bersih lah, aku akan menjaga sekitarnya, agar tidak ada pria yang bisa melihat tubuhmu selain aku.." Ucap Qin Chen dengan menggodanya.
Karena tidak ingin membuat Su'er marah, ia lalu meninggalkan Su'er disana untuk bersih-bersih, sedangkan Qin Chen jalan-jalan mengelilingi danau tersebut.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*